Glosarium
Kamus logistik Indonesia, menjelaskan beragam istilah yang digunakan dalam aktivitas logistik.
Stevedoring
Stevedoring adalah pekerjaan membongkar barang dari kapal ke dermaga, tongkang, atau truk, atau memuat barang dari titik-titik tersebut ke dalam kapal sampai tersusun di palka. Pada Port of Loading, arah pekerjaannya menuju kapal; pada pelabuhan bongkar, arahnya berbalik.
Stock Opname
Stock opname adalah penghitungan fisik persediaan untuk membandingkan barang yang benar-benar tersedia dengan catatan stok. Hasilnya membantu menemukan perbedaan jumlah, lokasi, atau identitas item. Bentuk penghitungan dapat berupa hitung menyeluruh atau pemeriksaan berkala pada bagian tertentu.
Storage
Storage memiliki dua penggunaan yang perlu dipisahkan. Secara operasional, istilah ini berarti penyimpanan fisik barang atau Container di ruang tertentu. Pada invoice terminal, gudang, atau depo, Storage dapat berarti biaya atas ruang yang ditempati selama periode yang dihitung.
Stripping
Stripping adalah kegiatan mengeluarkan kargo dari kontainer atau equipment setelah unit tiba di lokasi pembongkaran. Istilah ini menunjuk pekerjaan pada isi unit, bukan pelepasan kepabeanan, penyerahan hak atas barang, atau seluruh perjalanan impor. Lokasi dan pelaksananya mengikuti pola pengiriman yang digunakan.
STS / Ship-to-Ship
STS adalah Ship-to-Ship, yaitu operasi pemindahan muatan dari satu kapal ke kapal lain. Dalam penggunaan maritim, istilah ini sering muncul pada pemindahan kargo cair antarkapal, terutama kapal tanker. Transfer langsung menghubungkan Vessel pemberi dengan kapal penerima melalui prosedur yang direncanakan untuk operasi tersebut.
Stuffing
Stuffing adalah proses memasukkan kargo ke dalam kontainer atau equipment lain, kemudian menatanya untuk perjalanan. Definisi ini mencakup kegiatan fisik pemuatan, tetapi tidak dengan sendirinya menyatakan bahwa susunan sudah aman, dokumen sudah lengkap, atau unit sudah diterima terminal untuk pelayaran tertentu.
Sustainability
Sustainability berarti mempertimbangkan kemampuan kegiatan memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi berikutnya untuk memenuhi kebutuhannya. UNEP menghubungkan pembangunan berkelanjutan dengan dimensi ekonomi, keadilan sosial, dan perlindungan lingkungan yang perlu dilihat secara terpadu.