Glosarium
Kamus logistik Indonesia, menjelaskan beragam istilah yang digunakan dalam aktivitas logistik.
3PL / Third-Party Logistics
3PL adalah Third-Party Logistics, yaitu penyedia pihak ketiga yang menjalankan atau mengelola satu maupun beberapa layanan logistik untuk pelanggan. Cakupannya dapat berupa transportasi, pergudangan, pemenuhan pesanan, atau fungsi lain sesuai kesepakatan. Tidak ada satu paket layanan yang sama untuk semua penyedia.
4PL / Fourth-Party Logistics
4PL adalah Fourth-Party Logistics, istilah untuk model penyedia yang dapat mengoordinasikan beberapa pihak dan aspek rantai pasok dengan cakupan lebih luas daripada satu layanan logistik. CSCMP membahas 4PL sebagai pihak yang dapat mengelola beragam penyedia dan membantu mengorkestrasi aktivitas rantai pasok.
BAF / Bunker Adjustment Factor
BAF (Bunker Adjustment Factor) adalah penyesuaian biaya bahan bakar dalam tarif angkutan laut. Istilah ini berkaitan dengan perubahan harga Bunker, yaitu bahan bakar kapal. BAF membantu menghubungkan perubahan biaya bahan bakar dengan struktur harga pengangkutan laut.
Bazaar
Bazaar adalah ejaan bahasa Inggris untuk bazar, yaitu pasar atau acara penjualan sementara yang mempertemukan penjual dan pembeli dalam periode terbatas. Dalam bahasa Indonesia, bentuk yang umum digunakan adalah “bazar”. Kegiatannya dapat berlangsung di ruang pameran, sekolah, pusat perbelanjaan, aula, atau area acara lain.
Bill of Lading
Bill of Lading (B/L) adalah dokumen pengangkutan yang diterbitkan carrier kepada shipper untuk mencatat penerimaan barang atau status pemuatannya. Dokumen ini juga menjadi bukti adanya kontrak pengangkutan dan ketentuannya. Fungsi tepatnya bergantung pada jenis B/L dan hukum yang berlaku.
Booking
Booking adalah pemesanan atau reservasi ruang muat untuk suatu pengiriman. Dalam pengiriman laut, proses ini menghubungkan kebutuhan shipper dengan rencana transportasi carrier. Booking request merupakan permintaan yang diajukan. Booking confirmation baru tersedia setelah booking tersebut dikonfirmasi.
Break Bulk
Break bulk adalah kargo nonkontainer yang dikirim sebagai unit atau kemasan terpisah. Barangnya tidak dituangkan sebagai muatan curah dan tidak memakai peti kemas sebagai unit pengangkutan utama. Contohnya dapat berupa peti, drum, bal, bundel, produk baja, kayu, mesin, atau komponen proyek.
Buffer Stock
Buffer Stock adalah persediaan cadangan yang disimpan untuk menyerap ketidakpastian, seperti permintaan yang melebihi rencana atau pasokan yang tiba lebih lambat. Cadangan ini merupakan bagian dari Inventory, tetapi tidak dimaksudkan sebagai stok rutin yang selalu habis dalam satu siklus penjualan.
Bulk Cargo
Bulk Cargo adalah muatan curah yang diangkut dalam jumlah besar tanpa kemasan satuan. Biji-bijian, batu bara, bijih, dan semen merupakan contoh muatan curah padat. Cairan seperti minyak juga disebut liquid bulk dalam penggunaan komersial, tetapi aturan dan sarana angkutnya berbeda dari muatan curah padat.
Bunker
Bunker adalah bahan bakar kapal yang digunakan untuk propulsi atau pengoperasian mesin dan peralatan di atas kapal. Dalam percakapan pelayaran, kata ini dapat merujuk pada bahan bakarnya, sedangkan bunkering adalah kegiatan memasok bahan bakar tersebut ke kapal.
Business Logistics
Business Logistics atau logistik bisnis adalah pengelolaan aliran barang, penyimpanan, serta informasi yang menyertainya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Pekerjaannya mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian pergerakan dari sumber pasokan menuju titik penggunaan. Aliran barang yang kembali, seperti pengembalian dari pelanggan, juga termasuk dalam cakupan pengelolaan logistik.
Cabotage
Cabotage adalah asas yang mengatur angkutan laut dalam negeri agar dilakukan oleh perusahaan angkutan laut nasional menggunakan kapal berbendera Indonesia dan awak kapal berkewarganegaraan Indonesia. Prinsip ini menjadi bagian dari kerangka hukum pelayaran nasional.