Buffer Stock adalah persediaan cadangan yang disimpan untuk menyerap ketidakpastian, seperti permintaan yang melebihi rencana atau pasokan yang tiba lebih lambat. Cadangan ini merupakan bagian dari Inventory, tetapi tidak dimaksudkan sebagai stok rutin yang selalu habis dalam satu siklus penjualan.
Tujuannya adalah menjaga ketersediaan barang ketika aliran normal terganggu. Jumlah yang terlalu kecil meningkatkan risiko kehabisan stok, sedangkan jumlah yang terlalu besar menambah biaya simpan dan risiko barang menua. Karena itu, Buffer Stock perlu ditetapkan per barang dan lokasi, bukan memakai satu persentase untuk seluruh persediaan.
Pada sisi pasokan, Buffer Stock memberi waktu bagi operasi untuk tetap berjalan saat proses Inbound terlambat, hasil produksi berubah, atau pemasok tidak dapat memenuhi jumlah yang direncanakan. Pada sisi permintaan, cadangan yang sama dapat menutup selisih sementara ketika penjualan aktual lebih tinggi daripada prakiraan.
Penempatannya juga penting. Cadangan di satu Distribution Center melindungi permintaan yang dilayani dari lokasi tersebut, tetapi belum tentu membantu lokasi lain yang tidak dapat menarik stok dengan cepat. Perencanaan karena itu perlu melihat jaringan persediaan, waktu pemindahan, dan batas penyimpanan di setiap titik.
Penentuan jumlah Buffer Stock dimulai dari pola permintaan, waktu pengadaan atau replenishment lead time, variasi pada kedua data tersebut, dan tingkat layanan yang ingin dicapai. Data rata-rata saja tidak cukup karena dua barang dengan permintaan rata-rata sama dapat memiliki tingkat ketidakpastian yang berbeda. Barang musiman juga dapat memakai cadangan yang berubah menurut periode, sementara barang stabil dapat memakai parameter yang lebih tetap.
Perusahaan dapat memakai angka yang ditetapkan manual atau perhitungan statistik. Sistem ERP membantu menyimpan parameter, memantau saldo, dan memicu replenishment, tetapi kualitas hasil tetap mengikuti kualitas data permintaan, lead time, serta kebijakan yang dimasukkan. Angka tersebut perlu ditinjau ketika pola dasar berubah, dengan tanggal efektif agar perubahan kebijakan dapat ditelusuri.
Stok rutin atau cycle stock memenuhi kebutuhan yang sudah diperkirakan di antara dua replenishment. Buffer Stock berada di atas kebutuhan normal itu untuk menghadapi variasi. Dalam banyak sistem perencanaan, istilah safety stock, reserve stock, dan buffer stock dipakai untuk konsep yang sama atau sangat berdekatan.
Demand forecast juga berbeda karena forecast adalah perkiraan, sedangkan Buffer Stock adalah persediaan fisik. Dalam proses Fulfillment, forecast membantu menyusun rencana kebutuhan dan cadangan membantu menyerap selisih antara rencana dengan kejadian aktual. Keduanya bekerja bersama, tetapi tidak saling menggantikan.
Sebagai contoh, sebuah pusat distribusi menunggu pengisian ulang barang yang biasanya datang teratur. Ketika pemasok terlambat, permintaan sementara dipenuhi dari Buffer Stock. Setelah kiriman tiba, persediaan rutin dan cadangan diisi kembali sesuai kebijakan barang tersebut. Contoh ini menggambarkan fungsi penyangga, bukan rumus jumlah yang harus disimpan.
Dalam pemantauan harian, penurunan cadangan menjadi sinyal untuk menilai penyebabnya: permintaan berubah, pasokan terlambat, atau parameter perencanaan sudah tidak sesuai. Tujuan akhirnya adalah menjaga aliran barang sampai proses Delivery tanpa menimbun persediaan yang tidak diperlukan.
Your Reliable, Friendly Neighborhood Forwarder