Inventory

Inventory adalah persediaan barang yang dimiliki atau dikelola untuk dijual, diproses, atau digunakan dalam operasi. Cakupannya dapat berupa barang dagang, bahan baku, barang dalam proses, barang jadi, dan perlengkapan. Dalam gudang, istilah ini juga merujuk pada catatan jumlah, lokasi, serta status unit tersebut.

Inventory bukan hanya angka total. Seratus unit yang tersedia untuk dijual berbeda dari seratus unit yang sedang diperiksa, dialokasikan, rusak, atau berada di lokasi lain. Karena itu, sistem perlu memisahkan kuantitas fisik dari status penggunaannya agar keputusan operasional tidak memakai saldo yang salah.

Jenis dan Nilai Inventory

Jenis persediaan mengikuti kegiatan bisnis. Produsen membedakan bahan baku, work in progress, dan barang jadi. Distributor atau peritel lebih banyak mencatat barang dagang. Buffer Stock dapat disimpan sebagai cadangan untuk variasi permintaan atau pasokan, tetapi tetap merupakan bagian dari total inventory pada barang dan lokasi terkait.

Dari sisi akuntansi, IAS 2 mengatur biaya persediaan, rumus biaya, net realisable value, dan pengakuan sebagai beban ketika persediaan terjual. Dari sisi operasional, tim gudang lebih sering melihat unit, lot, serial, lokasi, umur stok, dan status. Kedua pandangan memakai objek yang sama untuk keputusan berbeda.

Pergerakan dan Akurasi Inventory

Dalam alur penerimaan gudang, pergerakan tercatat ketika proses inbound menerima barang. Setelah pemeriksaan, unit dapat ditempatkan di rak, dipindahkan antarlokasi, dialokasikan ke pesanan, diambil, dikemas, dan dikirim. Setiap kejadian perlu memperbarui identitas, jumlah, lokasi, atau status yang relevan agar catatan mengikuti aliran fisik.

Catatan inventory perlu menjawab barang apa, berapa jumlahnya, di mana lokasinya, dan apakah dapat digunakan. ERP atau warehouse management system dapat menyimpan transaksi tersebut, tetapi pemindaian yang terlewat, satuan yang salah, duplikasi, dan perpindahan tanpa pencatatan tetap menimbulkan selisih.

Stock count membandingkan catatan dengan kondisi fisik. Perbedaan perlu ditelusuri ke penerimaan, picking, pengiriman, kerusakan, atau koreksi sebelumnya. Packing List dapat membantu pada saat penerimaan, tetapi hasil hitung fisik dan riwayat transaksi tetap diperlukan untuk menjelaskan saldo di dalam Distribution Center.

Inventory Fisik, Tersedia, dan Dialokasikan

Inventory fisik menghitung unit yang benar-benar berada di lokasi. Inventory tersedia menyaring unit yang dapat digunakan atau dijual, sedangkan inventory teralokasi mencatat unit yang sudah disisihkan untuk kebutuhan tertentu. Pelaporan status secara terpisah mencegah barang yang masih ada secara fisik dianggap bebas dipakai. Rumus setiap status perlu didefinisikan konsisten di ERP atau sistem gudang.

Inventory dalam Pemenuhan Pesanan

Fulfillment bergantung pada persediaan yang benar-benar tersedia, bukan hanya total tercatat. Unit yang sudah dialokasikan untuk pesanan lain tidak dapat dijanjikan kembali. Aturan alokasi, prioritas, dan replenishment mengubah available-to-promise tanpa mengubah definisi dasar inventory itu sendiri.

Sebagai ilustrasi, seratus unit barang tiba dan dicatat melalui inbound. Lima unit rusak ditempatkan pada status karantina, sementara sembilan puluh lima unit tersedia. Ketika dua puluh unit dialokasikan ke pesanan, saldo fisik tetap sembilan puluh lima, tetapi saldo yang dapat dijanjikan turun. Contoh ini menunjukkan mengapa jumlah dan status harus dibaca bersama.

Back to Glossary
Copyright © PT Digital Freight Forwarder 2026. All Rights Reserved