Break bulk adalah kargo nonkontainer yang dikirim sebagai unit atau kemasan terpisah. Barangnya tidak dituangkan sebagai muatan curah dan tidak memakai peti kemas sebagai unit pengangkutan utama. Contohnya dapat berupa peti, drum, bal, bundel, produk baja, kayu, mesin, atau komponen proyek.
Setiap unit break bulk tetap dapat dihitung dan ditangani sebagai bagian tersendiri. Kategorinya tidak terbatas pada barang berukuran sangat besar: kargo dalam drum, peti, bal, atau bundel juga dapat termasuk ketika dikirim sebagai unit nonkontainer.
Break bulk dapat terdiri dari barang dengan ukuran, bentuk, dan kemasan yang berbeda. Pipa baja, kayu dalam bundel, gulungan kabel, mesin, kendaraan, peti peralatan, dan bahan konstruksi merupakan contoh yang mudah dikenali. Jumlah unit atau paketnya tetap dapat dicatat selama proses pengiriman.
Dokumen kargo perlu menggambarkan jumlah, kemasan, berat, dan dimensi setiap unit secara konsisten. Data tersebut membantu pihak yang menangani barang memilih ruang, alat, dan susunan muatan yang sesuai; rincian akhirnya mengikuti kargo, kapal, terminal, dan rencana pengangkutan.
Karena barang tidak berada di dalam Container standar, penanganannya direncanakan per unit. Berat, dimensi, bentuk, kemasan, serta kondisi terminal memengaruhi cara barang dipindahkan, ditata, dan diamankan. Peralatan dan prosedurnya dipilih dari karakter kargo, bukan dari satu aturan yang sama untuk semua break bulk.
IMO menempatkan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan sebagai bagian penting dari penataan serta pengamanan kargo. Untuk break bulk, prinsip tersebut diterapkan pada unit yang akan diangkat dan disusun. Rencana pengamanan harus sesuai dengan kargo dan sarana pengangkutan yang digunakan.
Break bulk, bulk cargo, dan OOG menjelaskan hal yang berbeda. Bulk Cargo berbentuk muatan lepas yang tidak dikemas sebagai unit, seperti batu bara atau bijih. Untuk solid bulk cargo, IMO menggunakan kerangka keselamatan yang berbeda melalui SOLAS dan IMSBC Code. Break bulk tetap berupa unit atau paket terpisah.
Out of Gauge (OOG) menjelaskan kargo yang melampaui dimensi standar equipment yang dipakai. OOG masih dapat menggunakan equipment container khusus, sedangkan break bulk tidak menggunakan kontainer sebagai unit pengangkutan utama. UNECE juga menempatkan breakbulk dan OOG pada kode sifat kargo yang berbeda.
FCL dan LCL sama-sama menggunakan kontainer. Dalam FCL, satu shipper menggunakan satu kontainer untuk muatannya. Dalam LCL, muatan beberapa pengirim dikonsolidasikan di dalam satu kontainer. Break bulk tidak memakai kontainer sebagai unit pengangkutan utama.
Karena itu, volume kecil tidak otomatis berarti break bulk, dan ukuran besar tidak otomatis berarti OOG. FCL dan LCL menjelaskan penggunaan serta konsolidasi ruang kontainer. Break bulk menjelaskan kargo unit yang tidak memakai kontainer sebagai unit pengangkutan utama. OOG menjelaskan kondisi dimensi dan dapat muncul pada pengiriman yang tetap memakai equipment kontainer. Klasifikasinya perlu dibaca dari bentuk kargo, kemasan, equipment, dan rancangan pengangkutan.
Sebagai ilustrasi, sebuah pengiriman terdiri dari dua belas bundel pipa baja yang tidak dimasukkan ke kontainer. Setiap bundel diberi identitas dan dicatat pada Packing List, lalu ditangani sebagai satu unit selama proses muat dan bongkar.
Jika muatan berupa bijih besi lepas, istilah yang digunakan adalah bulk cargo. Jika pipa ditempatkan pada flat rack dan melampaui dimensi equipment, pengirimannya masuk konteks OOG. Perbandingan ini menunjukkan bahwa ketiga istilah tersebut menerangkan bentuk dan rancangan pengangkutan yang berbeda.
Your Reliable, Friendly Neighborhood Forwarder