LCL adalah pengiriman laut ketika kargo satu pengirim memakai sebagian ruang kontainer dan digabung dengan kargo pengirim lain. Setiap kiriman perlu tetap dapat diidentifikasi melalui referensi, jumlah koli, dimensi, berat, dan dokumen terkait. Penggabungan memungkinkan muatan yang belum memenuhi satu kontainer bergerak sebagai bagian dari unit bersama. Identitas tersebut digunakan untuk memisahkan kembali setiap kiriman saat deconsolidation di tujuan.
CFS menjadi titik penting dalam alur tersebut. DCSA mendefinisikan fasilitas ini sebagai tempat muatan LCL dikonsolidasikan atau dipisahkan kembali, serta tempat kargo dimasukkan ke kontainer sebelum pengiriman atau dikeluarkan sebelum diserahkan kepada penerima. Fasilitas dan rute aktual mengikuti pengaturan layanan yang dipilih.
Di asal, setiap kiriman diterima dan dicocokkan dengan data kargo. Muatan yang sesuai dikelompokkan, lalu proses Stuffing menata beberapa kiriman ke dalam satu unit dan kontainer disegel. Sesudah itu, unit bergerak melalui jaringan laut sebagai satu kontainer meskipun isi di dalamnya berasal dari beberapa pengirim.
Di tujuan, kontainer dibawa ke fasilitas untuk dibuka dan isinya dipisahkan. Proses Stripping mengeluarkan kargo dari unit, sedangkan deconsolidation memisahkan tiap kiriman berdasarkan referensi dan tujuan penerimanya. Setelah persyaratan pelepasan masing-masing kiriman selesai, kargo dapat melanjutkan perjalanan ke titik serah berikutnya.
Perbedaan utama LCL dan FCL terletak pada penggunaan ruang dan struktur penanganannya. Pada LCL, beberapa kiriman berbagi satu kontainer dan melewati tahap konsolidasi serta pemisahan. Pada FCL, satu pengirim menggunakan satu unit untuk kirimannya. Berat ringan tidak selalu berarti LCL lebih sesuai karena dimensi, bentuk, dan kebutuhan penanganan ikut menentukan.
Volume sering dinyatakan dalam Cubic Meter atau CBM dengan mengalikan panjang, lebar, dan tinggi kemasan. Berat juga dicatat untuk menilai batas paket, kemampuan penanganan, dan penataan bersama. Dasar tagihan akhir tetap dibaca dari quotation dan aturan pengukuran penyedia yang menangani kiriman.
Packing List membantu menghubungkan jumlah koli, jenis kemasan, ukuran, berat, tanda, dan isi kiriman. Data yang rinci memudahkan pencocokan ketika kargo diterima, digabung, dan dipisahkan. Maersk juga membedakan muatan stackable dan non-stackable, sehingga sifat penanganan perlu diketahui sebelum konsolidasi.
Bill of Lading mencatat hubungan pengangkutan dan para pihak sesuai jenis dokumennya. Pada muatan konsolidasi, referensi pada tingkat kiriman perlu tetap dapat dihubungkan dengan unit bersama yang bergerak di laut. Nomor dokumen, nomor kontainer, jumlah koli, dan uraian barang menjadi titik pencocokan di antara tahap tersebut.
Misalnya, tiga pengirim masing-masing menyerahkan beberapa palet ke fasilitas asal. Palet dicatat per kiriman, digabung ke satu kontainer, dan dipindahkan melalui pelabuhan tujuan. Sesudah kontainer dibuka, setiap kelompok palet dipisahkan menurut referensinya. Contoh ini menunjukkan bahwa berbagi unit tidak menghapus identitas tiap kiriman.
Your Reliable, Friendly Neighborhood Forwarder