Dalam kegiatan logistik, keputusan kecil bisa berdampak besar. Salah satu contohnya adalah pemilihan Port of Loading (POL) atau pelabuhan tempat barang dimuat ke kapal.
Banyak yang mengira semua pelabuhan sama saja, asal barang bisa dikirim. Padahal, salah pilih pelabuhan bisa bikin biaya naik, pengiriman molor, bahkan mengganggu rantai pasok bisnismu.
Supaya nggak salah langkah, yuk kenali kenapa Port of Loading itu penting dan gimana cara memilih yang tepat.
Port of loading adalah pelabuhan tempat barang kamu dimuat ke kapal sebelum dikirim ke pelabuhan tujuan. Jadi, bisa dibilang POL ini titik awal perjalanan laut barangmu.
Port of loading punya peran besar banget di Indonesia karena sebagai negara kepulauan, banyak banget aktivitas logistik antar pulau yang mengandalkan transportasi laut.
Pelabuhan yang kamu pilih bisa menentukan cepat atau nggaknya barang bisa sampai dan seberapa besar biayanya.
Secara umum, port of loading berfungsi sebagai:
Kalau kamu pakai pelabuhan yang strategis dan punya jadwal kapal yang rutin, pengiriman bisa lebih lancar dan efisien.
Beberapa pelabuhan besar yang sering dijadikan sebagai port of loading dalam distribusi barang di Indonesia antara lain:
Baca Juga: Kenapa Port of Discharge Krusial dalam Efisiensi Logistik?
Banyak yang baru sadar pentingnya pelabuhan setelah mengalami kerugian. Berikut beberapa risiko yang sering terjadi kalau salah pilih POL.
Kalau jarak gudang ke pelabuhan terlalu jauh, otomatis ongkos truk dan bahan bakar jadi mahal.
Belum lagi kalau pelabuhan yang kamu pilih ternyata punya jadwal kapal yang jarang, kamu bisa kena biaya tambahan karena barang nunggu lebih lama.
Contohnya, kalau gudang kamu di Bandung tapi kirim lewat pelabuhan di Semarang, biaya daratnya bisa jauh lebih tinggi dibanding lewat Tanjung Priok.
Pelabuhan yang terlalu ramai kadang justru bikin proses pengiriman molor. Barang bisa menunggu giliran bongkar muat berhari-hari sebelum naik kapal.
Kalau kamu mengirim bahan baku atau barang yang harus segera dipakai, hal ini bisa mengganggu proses produksi dan bikin pelanggan kecewa.
Baca Juga: Apa Itu Shipping? Ini Jenis Layanan yang Sering Digunakan
Setiap pelabuhan punya fasilitas berbeda. Kalau pelabuhan yang kamu pilih belum punya sistem keamanan atau alat bongkar muat yang baik, risiko barang rusak atau hilang bisa lebih tinggi.
Apalagi untuk barang yang sensitif, seperti elektronik, bahan makanan, atau produk cair. Jadi, pastikan pelabuhan pilihanmu punya gudang penyimpanan aman dan fasilitas handling yang memadai.
Setiap pelabuhan punya biaya layanan dan aturan yang berbeda. Kadang ada biaya tambahan untuk handling, dokumen, atau perizinan.
Kalau nggak kamu perhitungkan sejak awal, total biaya pengiriman bisa meningkat signifikan dan mengurangi efisiensi operasional.
Keterlambatan pengiriman atau kesalahan rute bisa berdampak besar pada jalannya bisnis.
Dampaknya bisa berantai, mulai dari barang yang terlambat sampai ke pelanggan, proses produksi yang terhenti karena bahan baku belum datang, hingga kerja sama yang gagal karena dianggap kurang profesional.
Kalau situasi seperti ini terjadi berulang, reputasi bisnismu pun bisa menurun dan kepercayaan pelanggan sulit dipertahankan.
Baca Juga: Kirim Cargo dari Jakarta Lebih Cepat dan Aman dengan Forwarder.ai
Setelah tahu risikonya, kamu pasti sadar betul bahwa memilih POL tidak boleh asal.
Nah, berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan agar pengiriman tetap efisien dan aman.
Utamakan pelabuhan yang jaraknya paling efisien antara gudang dan pelabuhan tujuan. Semakin dekat lokasi gudang ke pelabuhan utama, semakin rendah biaya operasional yang diperlukan.
Misalnya, untuk pengiriman dari Bandung ke Makassar, biasanya lebih hemat lewat Tanjung Priok daripada lewat pelabuhan di luar provinsi.
Pastikan pelabuhan yang kamu pilih punya frekuensi keberangkatan kapal yang tinggi ke daerah tujuan. Dengan begitu, kamu gak perlu menunggu lama untuk jadwal berikutnya.
Pelabuhan besar seperti Tanjung Priok atau Tanjung Perak biasanya punya konektivitas lebih luas dan jadwal kapal yang padat.
Baca Juga: Apa Itu Ekspedisi? Contoh dan Bedanya dengan Freight Forwarding!
Pastikan pelabuhan pilihanmu punya fasilitas lengkap seperti crane modern, area parkir truk yang luas, sistem roll-on roll-off (RoRo), hingga layanan operasional 24 jam.
Fasilitas yang baik bukan hanya mempercepat proses muat, tapi juga melindungi barangmu dari risiko kerusakan atau penumpukan.
Jangan hanya fokus ke biaya laut (freight cost). Perhitungkan juga ongkos truk, biaya handling, waktu tunggu, dan potensi delay. Semua itu termasuk ke dalam total biaya logistik.
Nah, memang cukup ribet buat memilih POL yang benar-benar optimal buat menunjang pengiriman barangmu.
Terlebih untuk mendapatkan informasi-informasi di pelabuhan kadang menyita banyak waktu. Jadinya, pengiriman yang seharusnya disegerakan malah terhalang proses teknis. Ujung-ujungnya pengiriman jadi telat.
Biar kondisi ini nggak kamu alami, gunakan saja forwarder.ai. Platform digital freight forwarding ini bakal bantu kamu kirim barang bebas ribet karena semuanya bisa selesai dalam satu aplikasi aja.
Tak hanya bikin proses lebih praktis, kamu juga bisa tahu sejak awal berapa harga yang perlu kamu bayar. Semua transparan dan nggak ada biaya tambahan lainnya.
Kalau ingin tahu bagaimana forwarder.ai bisa bantu kamu dalam kirim barang lebih cepat, yuk baca ulasan lengkapnya di artikel ini: Jasa Freight Forwarding Terpercaya Tanpa Ribet.
Booking, cek harga, pilih rute, dan tracking barang, semua bisa kamu lakukan lewat
forwarder.ai.
Nggak ada lagi cerita tanya-tanya manual. Hemat waktu, hemat tenaga, dan tetap punya kontrol
penuh atas pengirimanmu.