Kalau kamu sering mengurus pengiriman barang, mungkin sudah sering mendengar istilah freight cost. Tapi, tidak semua orang benar-benar paham artinya dan bagaimana cara menghitungnya dengan tepat.
Padahal, pemahaman yang baik soal ini bisa membuat kamu terhindar dari biaya tak terduga di akhir pengiriman, lho.
Nah, di artikel ini kita akan bahas pelan-pelan, mulai dari pengertiannya, apa saja yang memengaruhi biayanya, sampai cara menghitungnya dengan benar.
Freight cost adalah biaya yang harus dibayar untuk mengirim barang dari satu tempat ke tempat lain, bisa lewat laut, udara, darat, atau gabungan beberapa moda transportasi.
Biasanya, freight cost sudah mencakup ongkos dasar pengiriman. Tapi, di lapangan sering ada biaya tambahan yang bergantung pada rute, jenis barang, dan kebijakan penyedia jasa.
Misalnya, mengirim barang dari Jakarta ke Surabaya lewat kapal laut biasanya lebih murah, tapi butuh waktu lebih lama.
Sebaliknya, lewat pesawat bisa lebih cepat, tapi biayanya jauh lebih tinggi.
Kalau kamu baru terjun di bidang logistik, memahami soal komponen freight cost ini penting banget, biar kamu nggak salah hitung dan bisa mengatur budget dengan tepat.
Baca Juga: Biaya Logistik Gak Sesimpel Ongkir, Ini Jenisnya Biar Gak Salah Hitung!
Banyak orang mengira freight cost hanya ditentukan oleh jarak. Faktanya, ada beberapa faktor lain yang memengaruhi total biaya:
Makanya, sebelum kirim barang, ada baiknya kamu cek dulu perkiraan harga dari berbagai opsi.
Kamu juga bisa melihat perbandingan harga berbagai moda pengiriman di forwarder.ai, sehingga memudahkan kamu melihat estimasi biaya dari berbagai jalur pengiriman.
Baca Juga: 6 Fungsi Penting Warehouse dan Bedanya dengan Gudang
Dalam perhitungan freight cost, perusahaan logistik akan membandingkan berat aktual dengan berat volume. Tarif kemudian ditentukan berdasarkan angka berat yang lebih besar.
Nah, supaya kamu terhindar dari hal seperti ini, berikut langkah cara menghitung freight cost yang bisa kamu terapkan:
Ini berat barang yang sebenarnya (dalam kilogram) sesuai hasil timbangan. Contoh: Kamu kirim 1 dus isi spare part dengan berat 20 kg, maka berat aktualnya 20 kg.
Berat volume dipakai kalau barangnya besar tapi ringan, seperti bantal atau kardus besar isi plastik. Rumusnya berbeda tergantung moda transportasi:
Kalau berat volume lebih besar dari berat aktual, tarif dihitung dari berat volume. Sebaliknya, kalau berat aktual lebih besar, tarif pakai berat aktual.
Selain ongkos dasar, kadang ada biaya tambahan seperti:
Supaya lebih paham, lihat contoh perhitungan ini, yuk.
Barang punya ukuran atau dimensi 100 cm x 50 cm x 40 cm dengan berat aktual 18 kg. Moda pengiriman yang digunakan via udara.
Dari data tersebut, kemudian hitung berat volume dengan rumus untuk air freight:
Karena berat volume lebih besar dari berat aktual (33,33 kg > 18 kg), maka tarif dihitung dari 33,33 kg x harga per kg.
Perhitungan di atas hanya menunjukkan freight cost dasar. Dalam praktiknya, biaya akhir bisa bertambah karena adanya surcharge, pajak, atau biaya layanan tambahan dari penyedia logistik.
Baca Juga: Perbedaan Inbound dan Outbound Logistics, Kenali Prosesnya
Supaya biaya lebih efisien, kamu bisa mencoba beberapa cara ini:
Saat menghitung freight cost, ada beberapa kesalahan yang sering terjadi di lapangan. Salah satunya adalah hanya menghitung ongkos dasar pengiriman tanpa memperhitungkan biaya tambahan seperti fuel surcharge, handling fee, atau biaya terminal.
Kesalahan lain yang umum terjadi adalah mengabaikan berat volume (volumetric weight), padahal barang yang ringan tapi besar bisa membuat tarif pengiriman jauh berbeda jika dihitung dari berat volume.
Beberapa orang juga lupa memperhitungkan bea cukai dan pajak ketika melakukan pengiriman internasional, sehingga total biaya aktual bisa jauh lebih tinggi dari perkiraan awal.
Selain itu, menggunakan tarif lama tanpa memeriksa harga terbaru dari penyedia jasa logistik juga bisa menyebabkan kesalahan perhitungan, terutama karena biaya pengiriman sering mengalami fluktuasi berdasarkan rute, moda transportasi, dan kebijakan .
Baca Juga: Pengiriman Sering Telat? Coba Strategi Last Mile Delivery Ini!
Freight cost bisa memengaruhi harga jual, margin, dan daya saing produk. Salah perhitungan sedikit bisa membuat margin tergerus.
Memahami freight cost adalah apa dan bagaimana menghitungnya dengan benar akan membantu kamu merencanakan pengiriman lebih efektif.
Supaya kamu terhindar dari risiko kesalahan perhitungan ini dan proses pengiriman jadi lebih mudah, kamu bisa bekerja sama dengan forwarder.ai.
Platform ini menawarkan biaya transparan, proses cepat, dan pelacakan pengiriman secara real-time, sehingga kamu bisa fokus pada bisnis tanpa khawatir soal pengiriman atau biaya yang membengkak.
Mau tahu kenapa forwarder.ai bisa menjadi solusi terbaik untuk pengirimanmu? Yuk, cek ulasan lengkapnya di sini: Jasa Freight Forwarding Terpercaya