Istilah freight cost sangat sering digunakan pada dunia pengiriman barang dan muatan besar. Para pemilik bisnis atau orang yang bertugas dalam pengiriman barang wajib memahami freight cost, mulai dari faktor yang memengaruhi, cara hitung, hingga tips menghemat biaya muatan.
Freight cost atau biaya muatan bisa memiliki biaya tak terduga di luar biaya awal. Untuk menghindari ini, kamu bisa menganalisa terlebih dulu dari jenis barang, berat barang, dan lain-lain. Simak artikel ini untuk mengetahui lebih dalam tentang freight cost.
Apa Itu Freight Cost?
Freight cost, atau biasa juga disebut freight charge atau freight rate, adalah biaya yang harus dibayar untuk mengirim barang dari satu tempat ke tempat lain, bisa lewat laut, udara, darat, atau gabungan beberapa moda transportasi. Sederhananya, freight cost adalah biaya pengiriman muatan.
Biasanya, freight cost ini sudah mencakup ongkos dasar pengiriman. Tapi, di lapangan sering ada biaya tambahan yang bergantung pada rute, jenis barang, dan kebijakan penyedia jasa. Misalnya, mengirim barang dari Jakarta ke Surabaya lewat kapal laut biasanya lebih murah tetapi butuh waktu lebih lama.
Sebaliknya, pengiriman lewat pesawat bisa lebih cepat tetapi biaya muatan akan jauh lebih tinggi. Inilah pentingnya memahami soal komponen freight cost agar tidak salah hitung dan bisa mengatur budget dengan tepat.
Adapun dari jenisnya, freight cost terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
- Freight Collected: Biaya pengiriman muatan dibebankan kepada pembeli.
- Freight Prepaid: Penjual membayar biaya pengiriman sebelum barang dikirim.
- Freight on Board (FOB): Menentukan kapan tanggung jawab beralih dari penjual ke pembeli.
Baca Juga: Biaya Logistik Gak Sesimpel Ongkir, Ini Jenisnya Biar Gak Salah Hitung!
Faktor yang Memengaruhi Freight Cost
Banyak orang mengira freight cost hanya ditentukan oleh jarak dan berat barang. Namun, ada beberapa faktor lain yang memengaruhi total biaya, seperti:
- Jenis barang: Ada beberapa jenis barang yang butuh perlakuan khusus, misalnya mudah rusak (fragile), barang berbahaya, atau barang bernilai tinggi. Biaya pengiriman barang-barang ini biasanya akan lebih mahal.
- Berat dan volume: Perhitungan tarif bisa berdasarkan berat aktual (actual weight) atau berat volume (volumetric weight).
- Moda transportasi: Penggunaan shipping laut, udara, dan darat bisa memengaruhi biaya pengiriman karena waktu tempuh yang berbeda. Pengiriman pesawat yang lebih cepat biasanya akan lebih mahal.
- Rute dan jarak: Semakin jauh dan rumit rutenya, biasanya akan meningkatkan biaya pengiriman muatan.
- Musim dan permintaan: Saat musim ramai pengiriman (peak season), tarif biasanya melonjak karena permintaan tinggi.
Maka dari itu, sebelum kirim barang, sebaiknya kamu cek dulu perkiraan harga dari berbagai opsi. Kamu juga bisa melihat perbandingan harga berbagai moda transportasi pengiriman di forwarder.ai, sehingga memudahkan kamu melihat estimasi biaya dari berbagai jalur pengiriman.
Bagaimana Cara Menghitung Freight Cost yang Benar?
Dalam perhitungan freight cost, perusahaan logistik akan membandingkan berat aktual dengan berat volume. Tarifnya kemudian ditentukan berdasarkan angka berat yang lebih besar.
Berikut ini langkah cara menghitung freight cost yang bisa kamu terapkan untuk menghindari kekeliruan:
1. Hitung Berat Aktual (Actual Weight)
Ini berat barang yang sebenarnya (dalam kilogram) sesuai hasil timbangan. Contoh: Kamu kirim 1 dus isi spare part dengan berat 20 kg, maka berat aktualnya 20 kg.
2. Hitung Berat Volume (Volumetric Weight)
Perhitungan berdasarkan berat volume akan digunakan ketika barangnya besar tetapi ringan, seperti bantal atau kardus besar isi plastik. Rumusnya berbeda tergantung moda transportasi:
- Udara (air freight): (Panjang × Lebar × Tinggi) / 6.000
- Laut (sea freight): (Panjang × Lebar × Tinggi) / 1.000.000 (hasilnya m³, lalu dikalikan tarif per m³)
- Darat (land freight): Umumnya mirip laut, tapi beberapa penyedia pakai divisor berbeda, misalnya 4.000 atau 6.000.
3. Hitung yang Lebih Besar
Ketika Anda mengirim barang yang besar dan berat, maka tarif akan dihitung dari yang perhitungannya lebih besar. Jika berat volume lebih besar dari berat aktual, tarif dihitung dari berat volume. Sebaliknya, kalau berat aktual lebih besar, tarif akan mengikuti berat aktual.
4. Tambahkan Biaya Lain
Selain ongkos dasar, kadang ada biaya tambahan seperti:
- Fuel surcharge (biaya bahan bakar)
- Handling fee, misalnya barang berbahaya atau mudah rusak
- Terminal Handling Charge (THC) untuk pengiriman laut
- Security surcharge (khusus udara)
- Bea masuk & pajak (untuk pengiriman lintas negara)
- Delivery Order (DO) fee di pelabuhan
Supaya lebih paham, lihat contoh perhitungan berikut:
Barang punya ukuran atau dimensi 100 cm × 50 cm × 40 cm dengan berat aktual 18 kg. Moda pengiriman yang digunakan via udara.
Dari data tersebut, kemudian hitung berat volume dengan rumus untuk air freight:
- Berat volume = (100 × 50 × 40) / 6.000 = 33,33 kg
Karena berat volume lebih besar dari berat aktual (33,33 kg > 18 kg), maka tarif dihitung dari 33,33 kg × harga per kg.
Perhitungan di atas hanya menunjukkan freight cost dasar. Dalam praktiknya, biaya akhir bisa bertambah karena adanya surcharge, pajak, atau biaya layanan tambahan dari penyedia logistik.
Baca Juga: Perbedaan Inbound dan Outbound Logistics, Kenali Prosesnya
Kesalahan Umum Menghitung Freight Cost
Saat menghitung freight cost, ada beberapa kesalahan yang sering terjadi di lapangan:
- Hanya menghitung ongkos dasar pengiriman tanpa memperhitungkan biaya tambahan seperti fuel surcharge, handling fee, atau biaya terminal.
- Mengabaikan berat volume (volumetric weight), padahal barang yang ringan tapi besar bisa membuat tarif pengiriman jauh berbeda jika dihitung dari berat volume.
- Lupa memperhitungkan bea cukai dan pajak ketika melakukan pengiriman internasional, sehingga total biaya aktual bisa jauh lebih tinggi dari perkiraan awal.
- Menggunakan tarif lama tanpa memeriksa harga terbaru dari penyedia jasa logistik juga bisa menyebabkan kesalahan perhitungan, terutama karena biaya pengiriman sering mengalami fluktuasi berdasarkan rute, moda transportasi, dan kebijakan perusahaan logistik.
Baca Juga: Pengiriman Sering Telat? Coba Strategi Last Mile Delivery Ini!
Tips Menghemat Freight Cost
Supaya biaya lebih efisien, kamu bisa mencoba beberapa cara ini:
- Konsolidasi Pengiriman: Gabungkan beberapa pengiriman kecil jadi satu.
- Pilih Jadwal Fleksibel: Hindari peak season untuk tarif lebih rendah.
- Gunakan Freight Forwarder Terpercaya: Partner seperti forwarder.ai bisa memberikan rute dan tarif yang lebih kompetitif.
- Negosiasi Tarif: Minta penawaran khusus, terutama untuk pengiriman rutin.
Pahami Freight Cost untuk Menghindari Boncos!
Freight cost bisa memengaruhi harga jual, margin, dan daya saing produk. Salah perhitungan sedikit bisa membuat margin tergerus dan akhirnya membuat kamu lebih rugi (boncos). Memahami freight cost dan bagaimana cara menghitungnya yang benar akan membantu kamu merencanakan pengiriman lebih efektif.
Supaya kamu terhindar dari risiko kesalahan perhitungan ini dan proses pengiriman jadi lebih mudah, kamu bisa bekerja sama dengan forwarder.ai. Platform ini menawarkan biaya transparan, proses cepat, dan pelacakan pengiriman secara real-time, sehingga kamu bisa fokus pada bisnis tanpa khawatir soal pengiriman atau biaya yang membengkak.
Mau tahu kenapa forwarder.ai bisa menjadi solusi terbaik untuk pengirimanmu? Yuk, cek ulasan lengkapnya di sini: Jasa Freight Forwarding Terpercaya.
Kirim Barang Tanpa Ribet. Semua Bisa dari Satu Platform!
Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.


