Home / Blog / Pahami Apa Itu Freight Cost, Cara Hitung, & Tips Menghematnya
Apa Itu Freight Cost

Pahami Apa Itu Freight Cost, Cara Hitung, & Tips Menghematnya

Biaya kirim naik turun hampir tiap bulan, dan kalau kamu pemilik bisnis yang rutin mengirim barang, ini bukan cerita baru. Freight cost sering jadi salah satu pos pengeluaran yang paling bikin pusing, apalagi kalau perhitungannya meleset dari perkiraan awal.

Istilah ini memang sering muncul di dunia pengiriman barang dan muatan besar, tapi tidak semua orang tahu detailnya, mulai dari faktor yang memengaruhi harga, cara menghitung yang benar, sampai cara menghemat biayanya. Kalau kamu tidak cek dulu jenis barang, berat, dan rute pengiriman, freight cost bisa punya biaya tambahan di luar dugaan. Simak artikel ini supaya kamu tidak salah hitung dan bisa atur anggaran logistik dengan lebih tenang.

Apa Itu Freight Cost?

Freight cost, atau biasa juga disebut freight charge atau freight rate, adalah biaya yang harus dibayar untuk mengirim barang dari satu tempat ke tempat lain, bisa lewat laut, udara, darat, atau gabungan beberapa moda transportasi. Sederhananya, freight cost adalah biaya pengiriman muatan.

Biasanya, freight cost ini sudah mencakup ongkos dasar pengiriman. Tapi di lapangan sering ada biaya tambahan yang bergantung pada rute, jenis barang, dan kebijakan penyedia jasa. Misalnya, mengirim barang dari Jakarta ke Surabaya lewat kapal laut biasanya lebih murah tetapi butuh waktu lebih lama.

Sebaliknya, pengiriman lewat pesawat bisa lebih cepat tetapi biaya muatan akan jauh lebih tinggi. Inilah pentingnya memahami komponen freight cost agar tidak salah hitung dan bisa mengatur budget dengan tepat.

Dari jenisnya, freight cost terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Freight Collected: Biaya pengiriman muatan dibebankan kepada pembeli.
  • Freight Prepaid: Penjual membayar biaya pengiriman sebelum barang dikirim.
  • Freight on Board (FOB): Menentukan kapan tanggung jawab beralih dari penjual ke pembeli.

Baca Juga: Biaya Logistik Gak Sesimpel Ongkir, Ini Jenisnya Biar Gak Salah Hitung!

Faktor yang Memengaruhi Freight Cost di Tahun 2026

Banyak orang mengira freight cost hanya ditentukan oleh jarak dan berat barang. Padahal ada beberapa faktor lain yang memengaruhi total biaya, dan sebagian dari faktor ini terus bergerak mengikuti kondisi pasar, seperti:

  • Jenis barang: Ada beberapa jenis barang yang butuh perlakuan khusus, misalnya mudah rusak (fragile), barang berbahaya, atau barang bernilai tinggi. Biaya pengiriman barang-barang ini biasanya akan lebih mahal.
  • Berat dan volume: Perhitungan tarif bisa berdasarkan berat aktual (actual weight) atau berat volume (volumetric weight).
  • Moda transportasi: Penggunaan shipping laut, udara, dan darat bisa memengaruhi biaya pengiriman karena waktu tempuh yang berbeda. Pengiriman pesawat yang lebih cepat biasanya akan lebih mahal.
  • Rute dan jarak: Semakin jauh dan rumit rutenya, biasanya akan meningkatkan biaya pengiriman muatan.
  • Musim dan permintaan: Saat musim ramai pengiriman (peak season), tarif biasanya melonjak karena permintaan tinggi.
  • Fluktuasi harga bahan bakar: Naik turunnya harga bahan bakar ikut memengaruhi ongkos pengiriman, terutama untuk moda udara dan laut yang sensitif terhadap biaya operasional.
  • Meningkatnya volume pengiriman lintas kota dan ekspor UMKM: Makin banyak pelaku usaha kecil dan menengah yang mulai jualan ke luar kota atau bahkan ekspor, sehingga permintaan pada rute-rute tertentu bisa ikut mendorong tarif naik saat volume sedang tinggi.

Karena faktor-faktor ini bisa berubah kapan saja, sebaiknya kamu cek dulu perkiraan harga dari berbagai opsi sebelum kirim barang. Kamu juga bisa melihat perbandingan harga berbagai moda transportasi pengiriman di forwarder.ai, sehingga lebih mudah melihat estimasi biaya dari berbagai jalur pengiriman tanpa harus tanya satu-satu ke penyedia jasa.

Bagaimana Cara Menghitung Freight Cost yang Benar?

Dalam perhitungan freight cost, perusahaan logistik akan membandingkan berat aktual dengan berat volume. Tarifnya kemudian ditentukan berdasarkan angka berat yang lebih besar.

Berikut langkah cara menghitung freight cost yang bisa kamu terapkan untuk menghindari kekeliruan:

1. Hitung Berat Aktual (Actual Weight)

Ini berat barang yang sebenarnya (dalam kilogram) sesuai hasil timbangan. Contoh: kamu kirim 1 dus isi spare part dengan berat 20 kg, maka berat aktualnya 20 kg.

2. Hitung Berat Volume (Volumetric Weight)

Perhitungan berdasarkan berat volume akan digunakan ketika barangnya besar tetapi ringan, seperti bantal atau kardus besar isi plastik. Rumusnya berbeda tergantung moda transportasi:

  • Udara (air freight): (Panjang × Lebar × Tinggi) / 6.000
  • Laut (sea freight): (Panjang × Lebar × Tinggi) / 1.000.000 (hasilnya m³, lalu dikalikan tarif per m³)
  • Darat (land freight): Umumnya mirip laut, tapi beberapa penyedia pakai divisor berbeda, misalnya 4.000 atau 6.000.

3. Hitung yang Lebih Besar

Ketika kamu mengirim barang yang besar dan berat, tarif akan dihitung dari angka yang lebih besar. Jika berat volume lebih besar dari berat aktual, tarif dihitung dari berat volume. Sebaliknya, kalau berat aktual lebih besar, tarif akan mengikuti berat aktual.

4. Tambahkan Biaya Lain

Selain ongkos dasar, kadang ada biaya tambahan seperti:

  • Fuel surcharge (biaya bahan bakar)
  • Handling fee, misalnya untuk barang berbahaya atau mudah rusak
  • Terminal Handling Charge (THC) untuk pengiriman laut
  • Security surcharge (khusus udara)
  • Bea masuk & pajak (untuk pengiriman lintas negara)
  • Delivery Order (DO) fee di pelabuhan

Supaya lebih paham, lihat contoh perhitungan berikut:

Barang punya ukuran atau dimensi 100 cm × 50 cm × 40 cm dengan berat aktual 18 kg. Moda pengiriman yang digunakan via udara.

Dari data tersebut, kemudian hitung berat volume dengan rumus untuk air freight:

  • Berat volume = (100 × 50 × 40) / 6.000 = 33,33 kg

Karena berat volume lebih besar dari berat aktual (33,33 kg > 18 kg), maka tarif dihitung dari 33,33 kg × harga per kg.

Perhitungan di atas hanya menunjukkan freight cost dasar. Dalam praktiknya, biaya akhir bisa bertambah karena adanya surcharge, pajak, atau biaya layanan tambahan dari penyedia logistik.

Baca Juga: Perbedaan Inbound dan Outbound Logistics, Kenali Prosesnya

Kesalahan Umum Menghitung Freight Cost

Saat menghitung freight cost, ada beberapa kesalahan yang sering terjadi di lapangan:

  • Hanya menghitung ongkos dasar pengiriman tanpa memperhitungkan biaya tambahan seperti fuel surcharge, handling fee, atau biaya terminal.
  • Mengabaikan berat volume (volumetric weight), padahal barang yang ringan tapi besar bisa membuat tarif pengiriman jauh berbeda jika dihitung dari berat volume.
  • Lupa memperhitungkan bea cukai dan pajak ketika melakukan pengiriman internasional, sehingga total biaya aktual bisa jauh lebih tinggi dari perkiraan awal.
  • Menggunakan tarif lama tanpa memeriksa harga terbaru dari penyedia jasa logistik juga bisa menyebabkan kesalahan perhitungan, terutama karena biaya pengiriman sering berubah mengikuti rute, moda transportasi, dan kebijakan perusahaan logistik.

Baca Juga: Pengiriman Sering Telat? Coba Strategi Last Mile Delivery Ini!

Bagaimana Digital Forwarder.ai Mengoptimalkan Freight Cost Kamu?

Menghitung freight cost manual bisa dilakukan, tapi prosesnya makan waktu, apalagi kalau kamu harus bandingkan tarif dari beberapa penyedia jasa sekaligus. Digital forwarder, apa maksudnya? Yuk kita bahas sedikit.

Lewat forwarder.ai, kamu bisa melihat estimasi biaya dari berbagai moda pengiriman, baik laut, udara, maupun darat, dalam satu tampilan. Kamu tidak perlu hubungi satu per satu penyedia jasa hanya untuk bandingkan harga. Selain itu, seluruh pengiriman kamu bisa dipantau lewat dashboard pribadi secara real-time via website, jadi kamu tahu persis posisi barangmu tanpa harus menunggu update manual dari pihak lain.

Kami memahami bahwa biaya tak terduga adalah salah satu masalah paling umum yang bikin freight cost membengkak dari perkiraan. Karena itu, struktur biaya di forwarder.ai kami buat transparan sejak awal, supaya kamu bisa merencanakan pengiriman tanpa was-was ada biaya tambahan yang muncul tiba-tiba di tengah jalan.

Tips Menghemat Freight Cost untuk Bisnis Kamu

Supaya biaya logistik lebih efisien dan kamu terhindar dari boncos, coba terapkan beberapa cara ini:

  1. Konsolidasi Pengiriman Secara Strategis: Gabungkan beberapa pengiriman kecil ke tujuan yang sama jadi satu pengiriman besar. Misalnya, kalau kamu punya tiga pesanan kecil ke kota yang sama dalam seminggu, coba jadwalkan pengiriman bareng daripada kirim terpisah. Cara ini bisa memangkas biaya penanganan dan ongkos dasar per pengiriman.
  2. Pilih Jadwal Fleksibel: Hindari peak season kalau memungkinkan, seperti menjelang hari besar atau akhir tahun, karena tarif biasanya naik akibat permintaan tinggi. Kalau bisnismu tidak terikat tenggat ketat, coba jadwalkan pengiriman di luar periode ramai.
  3. Gunakan Freight Forwarder Terpercaya: Partner seperti forwarder.ai membantu kamu bandingkan rute dan tarif dari berbagai penyedia jasa sekaligus, jadi kamu bisa pilih opsi yang paling sesuai anggaran dan waktu tanpa riset manual satu per satu.
  4. Negosiasi Tarif: Untuk pengiriman rutin atau volume besar, jangan ragu minta penawaran khusus ke penyedia jasa logistik. Banyak forwarder punya skema harga khusus untuk klien reguler, tapi biasanya kamu perlu tanya langsung karena tidak selalu ditampilkan di daftar harga umum.

Pahami Freight Cost untuk Menghindari Boncos!

Freight cost punya pengaruh besar terhadap harga jual, margin, dan daya saing produkmu. Salah hitung sedikit saja bisa bikin margin tergerus dan ujungnya kamu yang rugi. Karena itu, memahami komponen freight cost dan cara menghitungnya dengan benar akan membantu kamu merencanakan pengiriman dengan lebih matang, apalagi di tengah biaya logistik yang terus bergerak.

Supaya proses hitung-hitungan ini lebih mudah dan kamu bisa dapat penawaran yang lebih hemat, manfaatkan promo pengiriman yang tersedia di forwarder.ai untuk pengiriman berikutnya.

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.
Scroll to Top