Home / Blog / Apa Itu Air Freight? Ini Pengertian dan Keunggulannya Selain Kecepatan
Air Freight

Apa Itu Air Freight? Ini Pengertian dan Keunggulannya Selain Kecepatan

Air freight adalah metode pengiriman barang menggunakan transportasi udara, baik melalui pesawat kargo maupun ruang kargo pada pesawat penumpang. Secara sederhana, air freight artinya pengangkutan barang melalui jalur udara untuk kebutuhan yang mengutamakan waktu, akses rute, atau karakter muatan tertentu.

Kalau kamu masih bertanya apa itu air freight dan kapan bisnis perlu menggunakannya, kecepatan memang menjadi salah satu pertimbangan utama. Namun, keputusan tidak sebaiknya hanya berdasarkan waktu tempuh. Jenis barang, berat dan dimensi, jadwal, rute, sampai total biaya juga perlu dilihat sebelum memilih moda pengiriman.

Pengiriman air freight banyak digunakan untuk barang yang sensitif terhadap waktu, bernilai tinggi, dibutuhkan untuk menjaga ketersediaan stok, atau tidak ideal jika harus berada terlalu lama dalam perjalanan. Untuk muatan besar yang tidak mengejar waktu, moda lain bisa saja lebih efisien.

Bagaimana Cara Kerja Air Freight?

Alur air freight tidak dimulai ketika pesawat lepas landas. Sebelum barang masuk ke pesawat, ada proses pemesanan ruang, pengecekan barang, dokumentasi, penanganan di terminal kargo, dan pemeriksaan keamanan. Setelah tiba pun barang masih perlu melewati proses penerimaan sebelum diteruskan ke tujuan berikutnya.

Secara umum, alurnya seperti berikut:

  1. Booking dan pengecekan barang: detail muatan, berat, dimensi, rute, serta kebutuhan penanganan diberikan kepada penyedia layanan agar ketersediaan kapasitas dapat diperiksa.
  2. Persiapan dan pengemasan: barang dikemas sesuai karakter muatan serta ketentuan carrier yang digunakan.
  3. Pengiriman ke terminal kargo: muatan masuk ke fasilitas penanganan sebelum diterima untuk penerbangan.
  4. Pemeriksaan dan acceptance: data barang, kondisi kemasan, keamanan, serta persyaratan pengiriman diperiksa sebelum muatan dinyatakan siap diangkut.
  5. Build-up dan loading: kargo disiapkan untuk penerbangan, termasuk penataan ke dalam ULD (Unit Load Device) jika digunakan, lalu dimuat ke pesawat.
  6. Penerbangan: barang dikirim langsung atau melalui penerbangan lanjutan sesuai rute yang tersedia.
  7. Unloading dan penerimaan: setelah tiba, barang diturunkan dan diproses di terminal tujuan.
  8. Pengiriman lanjutan: jika layanan mencakup pengantaran, barang diteruskan dari bandara ke alamat penerima.

Jadi, waktu penerbangan hanyalah satu bagian dari total lead time. Jadwal pickup, batas waktu penerimaan kargo, pemeriksaan, transit, dan proses di bandara tujuan juga ikut menentukan kapan barang benar-benar sampai.

Untuk membaca jadwal dengan lebih jelas, kamu juga perlu memahami perbedaan ETA dan ETD karena keduanya menunjukkan waktu keberangkatan dan kedatangan yang masih berupa estimasi.

Apa Bedanya Air Freight dan Air Cargo?

Istilah air freight dan air cargo sering digunakan bergantian karena keduanya berkaitan dengan pengiriman barang melalui udara. Dalam penggunaan sehari-hari, air freight lebih sering mengarah pada layanan atau proses pengirimannya, sedangkan air cargo dapat merujuk pada muatan yang diangkut maupun kegiatan kargo udara secara lebih luas.

Perbedaannya tidak selalu kaku. Yang lebih penting saat memilih layanan adalah memahami jenis barang yang dikirim, rute, kebutuhan waktu, serta cakupan layanan yang ditawarkan.

Kalau ingin memahami istilah kargo secara lebih luas untuk jalur darat, laut, maupun udara, baca juga panduan apa itu cargo dan jenis-jenisnya.

Jenis Air Freight Berdasarkan Pesawat yang Digunakan

Barang yang dikirim lewat udara tidak selalu menggunakan pesawat kargo khusus. Kapasitas dapat berasal dari pesawat penumpang maupun pesawat yang memang dirancang untuk membawa kargo.

1. Belly Cargo pada Pesawat Penumpang

Belly cargo menggunakan ruang kargo di bagian bawah kabin pesawat penumpang. Kapasitasnya mengikuti jenis pesawat, rute, jumlah bagasi penumpang, serta ruang yang tersedia pada penerbangan tersebut.

Pilihan ini umum digunakan untuk muatan yang dimensinya sesuai dengan batas ruang dan prosedur maskapai.

2. Pesawat Kargo atau Freighter

Pesawat kargo digunakan khusus untuk mengangkut barang. Konfigurasi kabin dan pintunya dirancang untuk kebutuhan kargo sehingga dapat menangani jenis atau ukuran muatan yang tidak selalu memungkinkan dibawa sebagai belly cargo.

Namun, penggunaan pesawat kargo bukan berarti setiap barang besar otomatis bisa diterima. Dimensi, berat per koli, bentuk barang, kemampuan fasilitas bandara, dan kapasitas penerbangan tetap perlu diperiksa.

Jenis Barang yang Dikirim Menggunakan Air Freight

Tidak semua muatan memiliki kebutuhan penanganan yang sama. Dalam air freight, jenis barang akan memengaruhi cara pengemasan, pemeriksaan, dokumentasi, penyimpanan, serta carrier yang dapat menerimanya.

General Cargo

General cargo adalah barang umum yang tidak membutuhkan prosedur khusus karena sifat berbahaya atau kebutuhan suhu tertentu. Contohnya bisa berupa pakaian, komponen manufaktur, suku cadang, atau produk konsumen yang dikemas sesuai ketentuan.

Perishable dan Temperature-Sensitive Cargo

Barang seperti produk segar, bunga, atau produk lain yang sensitif terhadap waktu dan suhu membutuhkan pengelolaan yang lebih ketat. Kecepatan air freight dapat membantu memperpendek waktu perjalanan, tetapi kondisi penyimpanan dan penanganan selama perjalanan tetap perlu direncanakan.

Valuable Cargo

Barang bernilai tinggi dapat membutuhkan prosedur keamanan dan penanganan tambahan. Detail persyaratannya bergantung pada jenis barang, nilai, carrier, dan rute.

Dangerous Goods

Barang berbahaya tidak bisa diperlakukan seperti kargo umum. Baterai lithium, aerosol, bahan kimia, cairan mudah terbakar, dan berbagai produk lain dapat masuk kategori dangerous goods tergantung karakteristiknya.

Pengiriman melalui udara membutuhkan klasifikasi, kemasan, label, dokumentasi, dan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk produk kimia atau barang dengan karakteristik tertentu, pihak logistik juga dapat meminta MSDS atau lembar data keselamatan bahan sebagai salah satu dokumen untuk membantu proses identifikasi awal.

Baca Juga: Dangerous Goods: Klasifikasi dan Contoh Barangnya

Dokumen dalam Pengiriman Air Freight

Dokumen yang dibutuhkan tidak selalu sama untuk setiap pengiriman. Rute, jenis barang, carrier, serta ketentuan pihak terkait dapat membuat persyaratannya berbeda.

Salah satu dokumen utama dalam air freight adalah Air Waybill (AWB). Dokumen ini memuat informasi mengenai pengiriman dan menjadi bagian penting dalam hubungan pengangkutan antara pengirim atau pihak yang mewakilinya dengan carrier.

Selain AWB, pengiriman dapat membutuhkan informasi atau dokumen lain, misalnya:

  • detail pengirim dan penerima
  • jumlah serta berat barang
  • dimensi setiap koli
  • deskripsi barang
  • packing list atau dokumen komersial jika diperlukan
  • MSDS untuk produk tertentu
  • dokumen khusus untuk dangerous goods, hewan hidup, atau muatan lain yang memerlukan penanganan khusus

Sebelum barang dikirim ke terminal, cek persyaratan dokumen lebih dulu. Koreksi setelah kargo masuk proses operasional dapat menambah waktu penanganan.

Bagaimana Tarif Air Freight Dihitung?

Tarif udara tidak cukup dilihat dari berat barang di timbangan. Penyedia layanan dapat menggunakan chargeable weight, yaitu berat yang dijadikan dasar penagihan setelah membandingkan berat aktual dengan berat volumetrik.

1. Berat Aktual

Berat aktual adalah bobot fisik barang berdasarkan hasil penimbangan.

2. Berat Volumetrik

Berat volumetrik memperhitungkan ruang yang digunakan barang. Rumus yang umum digunakan untuk air freight adalah:

Berat volumetrik (kg) = Panjang (cm) x Lebar (cm) x Tinggi (cm) / 6.000

Misalnya, satu koli berukuran 100 cm x 60 cm x 50 cm.

(100 x 60 x 50) / 6.000 = 50 kg

Kalau berat aktualnya hanya 35 kg, berat volumetriknya lebih tinggi. Dalam skema yang menggunakan nilai tertinggi sebagai dasar tarif, chargeable weight-nya menjadi 50 kg.

Perhitungan sebenarnya tetap perlu mengikuti ketentuan penyedia layanan dan rate yang digunakan. Detail pembulatan, minimum charge, serta jenis tarif dapat berbeda.

Baca Juga: Cara Hitung Volume Air Freight untuk Menentukan Biaya Kirim

Faktor Air Freight Mahal: Apa yang Membuat Biayanya Tinggi?

Soal faktor air freight mahal, penyebabnya bukan satu komponen saja. Kapasitas pesawat lebih terbatas dibanding kapal, sementara kebutuhan operasional, keamanan, penanganan, dan jadwal penerbangan juga berbeda.

Berikut beberapa faktor yang dapat memengaruhi biaya:

1. Chargeable Weight

Barang yang ringan tetapi berukuran besar tetap menggunakan ruang di pesawat. Karena itu, dimensi dapat membuat berat yang ditagihkan lebih tinggi daripada angka di timbangan.

2. Rute dan Kapasitas Penerbangan

Tarif dapat berbeda antar rute. Ketersediaan penerbangan, kebutuhan transit, kapasitas kargo, serta keseimbangan permintaan dan ruang yang tersedia ikut memengaruhi harga.

3. Jenis Barang

Muatan yang membutuhkan penanganan, penyimpanan, dokumentasi, atau pengamanan khusus biasanya memiliki struktur biaya yang berbeda dari general cargo.

4. Musim dan Permintaan

Saat permintaan ruang meningkat, kapasitas penerbangan yang tersedia bisa menjadi lebih ketat. Kondisi seperti ini dapat memengaruhi rate pada rute tertentu.

5. Biaya Penanganan dan Surcharge

Tarif dasar belum tentu menggambarkan seluruh biaya pengiriman. Tergantung layanan, masih ada kemungkinan biaya penanganan terminal, fuel surcharge, keamanan, pickup, delivery, penyimpanan, atau layanan tambahan lainnya.

Karena itu, jangan membandingkan penawaran hanya dari tarif per kilogram. Lihat juga dasar perhitungan, cakupan layanan, dan biaya tambahan yang tercantum. Gambaran lebih luas mengenai komponen biaya bisa kamu baca dalam panduan freight cost dan cara menghitungnya.

Baca Juga: Rate Card Logistik, Cara Membaca Tarif dan Biaya Tambahan Pengiriman

Benefit Air Freight untuk Bisnis

Benefit air freight paling terasa ketika waktu memiliki nilai yang besar bagi bisnis. Keuntungan dari pengiriman melalui udara bukan berarti moda ini selalu lebih baik daripada laut atau darat. Manfaatnya muncul ketika karakter barang dan kebutuhan operasional memang sesuai.

1. Waktu Transit Lebih Singkat

Pesawat dapat memangkas waktu perjalanan untuk rute jarak jauh. Ini berguna ketika barang perlu segera tersedia di cabang, gudang, lini produksi, atau pelanggan.

Namun, jangan menyamakan waktu terbang dengan total waktu pengiriman. Pickup, acceptance, jadwal penerbangan, transit, dan delivery tetap perlu masuk dalam perencanaan.

2. Cocok untuk Barang yang Sensitif terhadap Waktu

Spare part untuk kebutuhan produksi, produk dengan masa simpan terbatas, atau barang yang diperlukan untuk mengatasi kekurangan stok bisa lebih sesuai menggunakan udara ketika keterlambatan menimbulkan biaya yang lebih besar daripada selisih ongkos kirim.

3. Membantu Menekan Waktu Barang dalam Perjalanan

Waktu transit yang lebih pendek dapat mengurangi lamanya stok berada di perjalanan. Untuk bisnis tertentu, hal ini membantu perputaran persediaan dan membuat barang lebih cepat tersedia untuk digunakan atau dijual.

4. Proses Keamanan Kargo yang Terstruktur

Air cargo melewati proses keamanan dan acceptance sebelum diterima untuk penerbangan. Ini bukan berarti risiko kehilangan atau kerusakan menjadi nol, tetapi ada prosedur keamanan yang perlu dilewati sepanjang rantai pengiriman.

5. Menjangkau Rute Jauh dalam Waktu Relatif Singkat

Jaringan penerbangan dapat membantu bisnis memindahkan barang antarkota, antarpulau, maupun rute jarak jauh tanpa waktu perjalanan selama moda permukaan. Untuk tujuan yang tidak memiliki penerbangan langsung, pengiriman tetap dapat membutuhkan transit atau moda lanjutan.

Kekurangan Air Freight yang Perlu Dipertimbangkan

Kecepatan memiliki konsekuensi. Sebelum memilih air freight, cek beberapa batasannya supaya keputusan tidak hanya didasarkan pada estimasi waktu.

1. Biaya Relatif Tinggi

Untuk barang besar, berat, atau bernilai relatif rendah, ongkos udara bisa tidak sebanding dengan nilai waktu yang dihemat.

2. Kapasitas dan Dimensi Lebih Terbatas

Ruang pesawat, ukuran pintu kargo, kemampuan ULD, dan batas berat per koli dapat membatasi jenis barang yang diterima pada penerbangan tertentu.

3. Tidak Semua Barang Bisa Dikirim Seperti Kargo Biasa

Bahan berbahaya, baterai, cairan tertentu, produk dengan suhu terkontrol, hewan hidup, atau barang berukuran khusus dapat membutuhkan persetujuan dan penanganan tambahan. Sebagian barang juga dapat dibatasi atau tidak diterima tergantung regulasi dan carrier.

4. Tetap Bisa Mengalami Keterlambatan

Air freight memang cepat, tetapi tidak kebal terhadap perubahan jadwal. Cuaca, keterlambatan pesawat, kapasitas, koneksi penerbangan, pemeriksaan, atau kondisi bandara dapat menggeser ETA.

Air Freight vs Sea Freight, Mana yang Lebih Cocok?

Tidak ada satu moda yang paling baik untuk semua pengiriman. Pilihan harus mengikuti prioritas bisnis.

AspekAir FreightSea Freight
Prioritas utamaKecepatan dan kebutuhan waktuKapasitas dan efisiensi biaya untuk volume besar
KapasitasLebih terbatasLebih besar
Dasar tarif umumBerat atau chargeable weightDapat berdasarkan kontainer, CBM, atau skema layanan
Cocok untukBarang mendesak, bernilai tinggi, atau sensitif terhadap waktuBarang bervolume besar dan pengiriman yang lebih fleksibel terhadap waktu
Hal yang perlu diperhatikanDimensi, kapasitas penerbangan, keamanan, jenis barang, dan surchargeJadwal kapal, kapasitas kontainer, konsolidasi, dan waktu perjalanan

Kalau barang perlu tiba secepat mungkin dan biaya keterlambatan lebih besar daripada selisih ongkos pengiriman, air freight bisa lebih masuk akal. Kalau muatannya besar dan jadwal lebih fleksibel, jalur laut sering layak dibandingkan lebih dulu.

Kapan Sebaiknya Bisnis Menggunakan Air Freight?

Air freight layak dipertimbangkan ketika ada alasan bisnis yang jelas untuk membayar lebih demi waktu atau karakter layanan.

  • stok penting di gudang hampir habis dan perlu segera diisi
  • komponen produksi dibutuhkan untuk mencegah operasional terhenti
  • barang memiliki nilai tinggi dibanding ukuran dan beratnya
  • produk sensitif terhadap waktu perjalanan
  • pengiriman harus memenuhi tenggat tertentu
  • volume belum terlalu besar sehingga penggunaan moda berkapasitas besar kurang efisien

Sebaliknya, jangan otomatis memilih udara hanya karena lebih cepat. Untuk barang berukuran besar, berat, tidak mendesak, dan memiliki margin tipis, bandingkan total biaya dengan moda lain terlebih dahulu.

Tips Menyiapkan Pengiriman Air Freight

1. Berikan Data Berat dan Dimensi yang Akurat

Selisih beberapa sentimeter pada banyak koli bisa mengubah berat volumetrik secara signifikan. Ukur barang setelah dikemas, bukan hanya ukuran produknya.

2. Jelaskan Jenis Barang Sejak Awal

Jangan hanya menulis deskripsi umum seperti “spare part” atau “produk elektronik” kalau ada baterai, cairan, bahan kimia, atau karakter lain yang memerlukan pemeriksaan tambahan.

3. Cek Cakupan Tarif

Pastikan kamu memahami apakah penawaran hanya mencakup airport-to-airport atau sudah termasuk pickup, terminal handling, delivery, dan layanan lain.

4. Jangan Menunggu Sampai Jadwal Terlalu Mepet

Air freight memang digunakan untuk kebutuhan cepat, tetapi perencanaan tetap penting. Booking lebih awal memberi waktu untuk pengecekan kapasitas, dokumen, dan kebutuhan penanganan sebelum jadwal keberangkatan.

5. Bandingkan Pilihan Berdasarkan Total Kebutuhan

Harga termurah per kilogram belum tentu menjadi pilihan paling efisien kalau jadwal, transit, atau layanan tambahannya tidak sesuai. Bandingkan biaya sekaligus ETA, rute, cakupan layanan, serta kebutuhan barang.

Baca Juga: Panduan Layanan Air Freight di Forwarder.ai

Jadi, Apakah Air Freight Tepat untuk Bisnis Kamu?

Air freight paling masuk akal ketika waktu pengiriman benar-benar memengaruhi operasional atau nilai barang. Kecepatannya bisa membantu menjaga stok, memenuhi tenggat, atau memindahkan barang sensitif waktu, tetapi biaya dan batas kapasitas tetap perlu dihitung sejak awal.

Sebelum booking, siapkan data barang dengan lengkap: jenis barang, jumlah koli, berat, dimensi, lokasi asal dan tujuan, serta kapan barang perlu tiba. Informasi tersebut membuat perbandingan layanan jauh lebih relevan daripada sekadar melihat tarif per kilogram.

Kalau kamu ingin membandingkan pilihan pengiriman sesuai kebutuhan bisnis, cek layanan Forwarder.ai untuk pilihan pengiriman, rute, dan estimasi biaya kirim.

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.

Scroll to Top