Kalau kamu sering belanja online, pasti sudah nggak asing lagi dengan istilah shipping. Tapi, sebenarnya apa sih arti istilah ini dalam logistik, apakah cuma sekadar proses kirim barang atau ada hal lain yang lebih kompleks di baliknya?
Nah, dalam artikel ini kita bakal bahas tuntas, mulai dari jenis-jenis layanannya sampai tips memilih metode pengiriman yang paling pas buat kebutuhanmu.
Apa Itu Shipping?
Shipping adalah proses pengiriman barang dari satu lokasi ke lokasi lain, baik antar kota, antar pulau, bahkan antar negara.
Dalam logistik, shipping mencakup banyak hal. Mulai dari proses penjemputan barang, pengemasan, hingga pengangkutan dan penyerahan ke penerima.
Shipping bisa dilakukan lewat berbagai moda transportasi, seperti:
Kalau kamu pernah belanja online dan pilih pengiriman reguler atau ekspres, nah itu salah satu bentuk layanan shipping juga.
Tapi di skala bisnis, shipping bisa jauh lebih kompleks dan butuh perencanaan yang matang. Makanya, banyak bisnis sekarang mulai mengandalkan teknologi untuk membantu proses ini.
Salah satunya lewat forwarder.ai, platform yang memudahkan kamu mengatur pengiriman barang dari awal sampai akhir, lebih praktis, bisa dipantau real-time, dan pastinya lebih efisien.
Baca Juga: Estimasi Pengiriman Kok Lama? Ini Penyebab dan Solusinya
Perbedaan Shipping, Delivery, dan Logistik
Sering bingung bedain ketiga istilah ini? Wajar banget. Banyak yang pakai ketiganya secara bergantian, padahal artinya beda, lho.
| Aspek | Shipping | Delivery | Logistik |
|---|---|---|---|
| Definisi | Proses pengiriman barang dari pengirim ke titik tujuan atau hub distribusi | Tahap pengantaran akhir dari hub ke tangan penerima | Sistem pengelolaan aliran barang dari hulu ke hilir secara menyeluruh |
| Cakupan | Dari gudang pengirim ke hub atau tujuan | Dari hub ke pintu penerima | Seluruh rantai pasok |
| Pelaksana utama | Kapal, pesawat, truk jarak jauh | Kurir last-mile | Perusahaan logistik, 3PL |
| Contoh | Barang dikirim dari gudang Jakarta ke hub Surabaya | Kurir mengantarkan paket ke rumah pembeli | Pengelolaan stok, rute, gudang, dan distribusi keseluruhan |
Gampangnya gini: shipping itu kayak perjalanan kereta dari Jakarta ke Surabaya. Delivery itu si ojek yang anterin kamu dari stasiun ke rumah. Nah, logistik adalah sistem besar yang ngatur semua itu dari awal sampai akhir.
Dalam rantai pasok, shipping punya peran yang nggak bisa dianggap remeh. Kalau pengiriman terganggu, produk nggak akan sampai ke konsumen tepat waktu. Dan ujung-ujungnya, bisnis yang kena dampaknya. Untuk konteks yang lebih luas, pelajari bagaimana proses logistik bekerja dan di mana posisi shipping di dalamnya.
Baca Juga: Apa Itu Ekspedisi? Bedanya dengan Freight Forwarding dan Cara Memilihnya
Proses Shipping dari Awal hingga Selesai
Banyak yang mengira shipping itu cuma soal masukin barang ke kotak terus kirim. Padahal, ada alur yang cukup panjang sebelum barang beneran sampai ke tangan penerima. Ini tahapannya:
1. Konfirmasi Pesanan dan Booking Pengiriman
Semua dimulai dari sini: pengirim bikin booking ke penyedia jasa logistik. Detail barang, alamat tujuan, dan moda transportasi sudah harus ditentukan dari awal. Kalau pakai platform digital, proses ini bisa beres dalam hitungan menit.
2. Persiapan dan Pengemasan Barang
Sebelum dikirim, barang harus dikemas sesuai standar moda transportasi yang dipilih. Ini penting banget. Pengemasan yang salah bisa bikin barang rusak di jalan, terutama untuk pengiriman laut yang risiko guncangannya lebih tinggi.
3. Pengambilan Barang (Pickup)
Kalau pakai layanan door to door, armada langsung datang ke gudang atau rumah kamu. Tapi kalau pakai port to port, kamu yang perlu anterin sendiri barangnya ke pelabuhan atau terminal kargo.
4. Pengiriman dan Transit
Barang mulai bergerak menuju tujuan. Pengiriman dalam kota? Bisa selesai dalam hitungan jam. Tapi untuk antar pulau atau internasional, ada proses transit di hub, pelabuhan, atau bandara yang butuh waktu lebih panjang.
5. Bongkar Muat dan Pengantaran ke Penerima
Barang tiba di area tujuan, dibongkar, lalu diproses di gudang distribusi. Setelah itu baru diantarkan ke alamat penerima. Penerima menandatangani bukti penerimaan sebagai tanda serah terima resmi.
Jenis-jenis Layanan Shipping yang Sering Digunakan
Kalau kamu baru memulai bisnis atau sering mengirim barang, penting banget nih tahu jenis-jenis layanan shipping. Soalnya, beda kebutuhan, beda juga jenis pengirimannya.
Nah, berikut ini beberapa jenis layanan shipping yang paling umum dipakai:
1. Shipping Darat
Jenis ini paling umum untuk pengiriman antar kota di Indonesia. Biasanya menggunakan truk, mobil box, atau kendaraan logistik lainnya.
- FTL (Full Truckload): Sewa satu truk penuh untuk barang kamu saja. Biasanya lebih cepat karena truk langsung berangkat tanpa menunggu muatan lain.
- LTL (Less than Truckload): Barang kamu digabung dengan barang orang lain dalam satu truk. Biayanya lebih murah, tapi waktu tempuh lebih lama karena truk akan berhenti di beberapa tempat.
Cocok untuk pengiriman dalam jumlah banyak, misalnya dari gudang pusat ke toko-toko cabang.
- Kelebihan: Biaya lebih terjangkau, fleksibel, dan jangkauan dalam negeri cukup luas.
- Kekurangan: Waktu pengiriman bisa lebih lama tergantung kondisi lalu lintas atau cuaca.
2. Shipping Laut
Kalau kiriman banyak banget atau ukurannya besar, jalur laut biasanya jadi pilihan. Barang dikirim pakai kapal kargo atau kapal kontainer.
- FCL (Full Container Load): Sewa satu kontainer penuh. Barang nggak dicampur dengan orang lain, jadi lebih aman. Cocok untuk kiriman besar atau bernilai tinggi.
- LCL (Less than Container Load): Barang digabung dengan kiriman lain dalam satu kontainer. Lebih hemat biaya, tapi ada kemungkinan pengiriman sedikit lebih lama karena harus menunggu muatan penuh.
Kalau pengiriman kamu lintas pulau dan barangnya banyak, shipping laut bisa jadi pilihan oke. Biasanya dipakai oleh bisnis yang udah cukup besar.
- Kelebihan: Kapasitas besar dan biaya per unit lebih murah untuk jarak jauh.
- Kekurangan: Waktu pengiriman cukup lama dan ada risiko kerusakan barang karena gelombang laut.
3. Shipping Udara
Jenis shipping ini paling cepat dan sering digunakan untuk barang-barang yang bernilai tinggi atau urgent. Misalnya dokumen penting, elektronik, atau produk yang mudah rusak.
- Kelebihan: Waktu pengiriman cepat.
- Kekurangan: Biaya jauh lebih mahal dibanding shipping darat atau laut
Baca Juga: Kenapa Airway Bill Krusial dalam Pengiriman Udara? Ini Faktanya
Istilah Penting dalam Shipping yang Wajib Kamu Pahami
Dunia shipping punya banyak istilah teknis yang sering bikin bingung. Tapi tenang, nggak perlu hafal semuanya. Kenali yang paling sering muncul ini dulu, biar nggak salah langkah waktu berkomunikasi sama penyedia jasa logistik.
Shipper
Shipper adalah pengirim barang, bisa individu, toko online, atau perusahaan. Shipper bertanggung jawab mulai dari persiapan sampai penyerahan barang ke penyedia jasa. Namanya selalu ada di dokumen pengiriman sebagai pihak asal.
Consignee
Consignee adalah penerima barang. Nama dan alamatnya tercantum di semua dokumen pengiriman sebagai tujuan akhir. Saat barang tiba, consignee yang bertanggung jawab untuk ambil barang dan tanda tangan bukti penerimaan.
Tracking Number
Nomor tracking atau nomor resi adalah kode unik untuk satu pengiriman. Dengan nomor ini, shipper dan consignee bisa pantau posisi barang secara real-time lewat sistem pelacakan penyedia jasa, kapan pun kamu butuh.
Door to Door dan Port to Port
Nah, dua model ini nentuin siapa yang ngurusin pengantaran di titik awal dan akhir. Door to door: barang dijemput dari lokasi pengirim dan diantar sampai depan pintu penerima. Port to port: pengirim anterin sendiri ke pelabuhan, penerima ambil sendiri di tujuan. Keduanya punya kelebihan masing-masing dari sisi biaya dan kemudahan. Cek perbandingannya di panduan door to door vs port to port ini.
Estimasi Pengiriman (ETA)
ETA atau estimasi pengiriman adalah perkiraan waktu barang sampai di tujuan. Angka ini dipengaruhi rute, moda, dan kondisi operasional di lapangan. Makanya ETA kadang nggak sama persis sama waktu aktual. Mau tahu lebih lanjut kenapa? Simak panduan tentang apa itu estimasi pengiriman dan faktor apa yang membuatnya meleset.
Faktor yang Memengaruhi Biaya Shipping
Kenapa biaya shipping bisa beda-beda untuk paket yang kelihatannya serupa? Ternyata ada banyak komponen yang ikut nentuin angkanya. Kalau kamu paham ini, kamu bisa lebih siap ngitung dan bahkan negosiasi biaya pengiriman.
Berat dan Dimensi Barang
Penyedia jasa hitung biaya berdasarkan berat aktual atau berat volumetrik (dari dimensi barang), terus ambil yang lebih besar. Artinya, kotak besar tapi ringan bisa kena tarif lebih tinggi dari berat fisiknya, lho. Rumus berat volumetrik juga beda antara moda darat/laut dan udara.
Jarak dan Rute Pengiriman
Makin jauh, makin mahal. Itu sudah pasti. Tapi rute yang melewati wilayah terpencil atau butuh transit tambahan juga bisa bikin biaya naik, karena operasionalnya lebih kompleks.
Pilihan Moda Transportasi
Udara paling mahal, laut paling hemat untuk volume besar, darat di tengah-tengah. Pilih moda yang paling pas sama kebutuhan waktu dan volume kamu biar biaya shipping tetap efisien.
Jenis Barang
Barang yang butuh penanganan khusus seperti produk berbahaya, barang berpendingin, atau benda fragil biasanya kena tarif lebih tinggi. Maklum, prosedur pengemasan dan penanganannya lebih ketat dan butuh sumber daya ekstra.
Asuransi Kargo
Nambah asuransi memang bikin total biaya naik, tapi perlindungannya worth it kalau barangmu bernilai tinggi. Kalau barang hilang atau rusak di jalan, kamu tetap bisa klaim. Jangan anggap ini sekadar biaya tambahan, tapi investasi keamanan pengiriman. Pelajari lebih lanjut tentang keuntungan asuransi cargo bagi kelangsungan bisnis pengirimanmu.
Mau paham semua komponen biaya ini secara lebih rinci? Baca panduan tentang cara menghitung freight cost dan komponen apa saja yang memengaruhinya.
Shipping Domestik vs Shipping Internasional
Shipping domestik dan internasional itu beda jauh, bukan cuma dari sisi jarak. Dokumen, regulasi, dan tingkat kompleksitasnya juga berbeda signifikan. Simak perbandingannya:
| Aspek | Shipping Domestik | Shipping Internasional |
|---|---|---|
| Jangkauan | Dalam satu negara | Lintas negara |
| Dokumen utama | Surat jalan, manifest | Bill of Lading, packing list, commercial invoice, dokumen kepabeanan |
| Regulasi | Peraturan dalam negeri (Kemenhub) | Incoterms, regulasi bea cukai negara tujuan |
| Waktu proses | Lebih cepat | Lebih lama, termasuk proses kepabeanan |
| Pelaksana | Ekspedisi domestik | Freight forwarder internasional |
Pengiriman internasional itu lebih dari sekadar pilih moda transportasi. Kamu juga wajib siapin dokumen ekspor-impor yang lengkap, salah satunya Bill of Lading yang berfungsi sebagai bukti kepemilikan sekaligus kontrak pengangkutan. Kenali lebih dalam soal fungsi Bill of Lading dan mengapa dokumen ini tidak boleh diabaikan.
Makanya, banyak bisnis yang pilih pakai jasa freight forwarder berpengalaman buat nanganin semua kerumitan pengiriman lintas negara ini.
Berdasarkan catatan Kementerian Perhubungan RI, biaya logistik nasional masih tinggi, sekitar 23% dari PDB. Salah satu penyebab utamanya: kondisi geografis kepulauan yang bikin distribusi barang dari Sabang sampai Merauke butuh kombinasi beberapa moda transportasi.
Tips Memilih Layanan Shipping yang Tepat
Kalau kamu masih bingung harus pakai layanan shipping yang mana, ini beberapa tips yang bisa kamu pertimbangkan:
Cek reputasi penyedia jasa
Murah itu penting, tapi jangan sampai asal ambil yang paling murah tanpa lihat kualitasnya. Coba cari tahu reputasi mereka, bisa lewat review online, tanya ke komunitas bisnis, atau bahkan pengalaman teman sendiri.
Sesuaikan dengan jenis barang
Kalau barang kamu gampang pecah, atau nilainya tinggi banget (misalnya elektronik atau skincare mahal), pastikan jasa pengiriman yang kamu pilih emang bisa menangani barang seperti itu. Jangan sampai karena salah pilih, barang malah rusak di jalan.
Perhitungkan estimasi waktu pengiriman
Waktu adalah segalanya, apalagi buat kamu yang jualan online. Coba cek, berapa lama barang akan sampai ke pembeli? Jangan sampai customer kamu kecewa gara-gara telat kirim.
Pastikan ada fitur tracking
Tracking itu penting. Dengan fitur pelacakan, kamu bisa tahu posisi barang secara real-time tanpa harus bolak-balik tanya CS.
Sekarang kamu sudah lebih paham ya soal apa itu shipping, jenis shipping yang ada, dan perbedaan shipping dan delivery.
Intinya, shipping adalah bagian penting dari perjalanan produk kamu ke tangan pelanggan. Dan kalau dilakukan dengan tepat, bisa membantu bisnis kamu tumbuh lebih cepat dan lebih efisien.
Di Indonesia, trucking menjadi moda pengiriman yang paling sering dipilih, baik untuk distribusi dalam kota maupun antar kota. Alasannya, trucking lebih fleksibel untuk berbagai jenis barang dan biayanya relatif kompetitif.
Tapi, mencari layanan trucking yang tepat seringkali bikin repot, mulai dari harus menghubungi banyak vendor, negosiasi harga manual, kurang transparansi biaya, sampai kesulitan melacak posisi armada di lapangan.
Nah, semua kendala ini bisa diatasi dengan forwarder.ai. Lewat satu dashboard, kamu bisa memilih armada sesuai kebutuhan, mendapatkan harga final tanpa biaya tersembunyi, dan melacak pengiriman secara real-time.
Kirim Barang Tanpa Ribet. Semua Bisa dari Satu Platform!
Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.


