Home / Blog / Apa Itu Ekspedisi? Ini Contoh dan Bedanya dengan Freight Forwarding
Apa Itu Ekspedisi

Apa Itu Ekspedisi? Ini Contoh dan Bedanya dengan Freight Forwarding

Saat belanja online atau mengirim barang ke luar kota, kamu pasti sering mendengar istilah ekspedisi. Tapi, apa itu ekspedisi sebenarnya? Apakah sama dengan freight forwarding?

Nah, kalau kamu ingin memahami layanan ini secara mendalam, atau ingin tahu contoh ekspedisi yang ada di Indonesia, yuk baca artikel ini sampai habis serta pahami juga kapan harus menggunakan masing-masing layanan ini.

Apa Itu Ekspedisi?

Ekspedisi adalah layanan pengiriman barang dari satu tempat ke tempat lain, baik dalam kota, antar kota, antar pulau, maupun lintas negara. Biasanya, ekspedisi menangani pengiriman dalam jumlah kecil hingga menengah, seperti paket atau dokumen, dengan proses yang lebih sederhana dibandingkan freight forwarding.

Secara regulasi, kegiatan ekspedisi di Indonesia diakui melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 57/M-DAG/PER/12/2017. Peraturan itu menyebutkan bahwa ekspedisi merupakan bagian dari usaha logistik yang mencakup jasa transportasi, distribusi, penyimpanan, dan pengiriman barang. Tujuannya: menjamin kelancaran dan keamanan aliran barang dari pengirim ke penerima.

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 59 Tahun 2021 juga mendefinisikan usaha jasa transportasi sebagai kegiatan yang diperlukan bagi terlaksananya pengiriman dan penerimaan barang melalui angkutan darat, kereta api, laut, dan/atau udara. Jadi, ekspedisi ini cakupannya luas, meliputi semua moda yang ada.

Dalam praktiknya, ekspedisi biasanya menangani pengiriman skala kecil hingga menengah. Kamu tinggal serahkan paket ke agen, bayar tarif sesuai berat dan tujuan, lalu terima nomor resi sebagai bukti dan alat lacak pengiriman. Simpel!

Baca Juga: Logistik vs Supply Chain: Apa Bedanya & Kaitan Keduanya?

Kenapa Ekspedisi Penting dalam Distribusi Barang?

Tanpa ekspedisi, barang dari produsen nggak akan pernah sampai ke tangan konsumen. Apalagi di Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau. Ekspedisi jadi komponen kritis dalam distribusi logistik nasional. Ini beberapa fungsi utamanya:

Menghubungkan Pengirim dan Penerima

Ekspedisi bertindak sebagai perantara fisik yang memindahkan barang dari titik asal ke titik tujuan. Mulai dari pick-up, penanganan di gudang transit, hingga pengantaran ke alamat penerima. Kalau nggak ada ekspedisi, perdagangan antardaerah dan antarpulau bakal terhambat total.

Menjaga Kelancaran Supply Chain

Dalam supply chain management, ekspedisi adalah salah satu mata rantai yang menghubungkan produsen, distributor, dan pengecer. Keterlambatan pengiriman di satu titik bisa berdampak ke seluruh rantai pasok, mulai dari ketersediaan stok hingga kepuasan pelanggan akhir.

Baca Juga: Apa Itu Supply Chain atau Rantai Pasok?

Memberikan Bukti dan Kepastian Pengiriman

Setiap transaksi ekspedisi menghasilkan dokumen resmi, seperti resi pengiriman, surat jalan, atau bill of lading untuk pengiriman laut. Dokumen ini jadi bukti sah bahwa barang sudah diterima dan sedang dalam proses pengiriman. Dua pihak terlindungi, dua pihak tenang.

Melayani Semua Skala Bisnis

Mau kirim satu paket atau satu kontainer penuh? Ekspedisi punya jawabannya. Dari pedagang kecil hingga perusahaan manufaktur skala besar, semua bisa pakai layanan ekspedisi sesuai kebutuhan dan anggaran. Pihak yang menggunakan jasa ini disebut shipper, dan mereka adalah penggerak awal dalam rantai logistik.

Menopang Ekosistem E-Commerce

Setiap pesanan belanja online butuh ekspedisi untuk sampai ke tangan pembeli. Tanpa layanan ini, transaksi digital hanya jadi angka di layar. Ekspedisi adalah infrastruktur tak terlihat yang membuat e-commerce Indonesia terus tumbuh setiap tahunnya.

Jenis-Jenis Layanan Ekspedisi di Indonesia

Ekspedisi bukan satu jenis layanan yang sama untuk semua kebutuhan. Ada berbagai pilihan yang dibedakan berdasarkan moda transportasi, cakupan wilayah, dan jenis muatan. Kenali masing-masing supaya kamu bisa pilih yang paling pas!

Ekspedisi Darat (Land Freight)

Ekspedisi darat menggunakan kendaraan bermotor seperti motor, mobil box, truk, atau kontainer untuk mengangkut barang lewat jalan raya. Ini jenis ekspedisi yang paling umum untuk pengiriman antar kota dalam satu pulau karena biayanya lebih terjangkau dibanding udara.

Ada dua skema layanan darat yang bisa kamu pilih: FTL (Full Truckload) untuk muatan satu truk penuh, dan LTL (Less Than Truckload) untuk muatan yang digabung dengan pengirim lain. Pilih berdasarkan volume barang dan seberapa mendesak pengirimannya.

Ekspedisi Laut (Sea Freight)

Untuk pengiriman antar pulau atau ekspor-impor, ekspedisi laut adalah pilihan utama, terutama untuk muatan besar dan berat. Wajar saja, Indonesia punya lebih dari 17.000 pulau, dan jalur laut jadi tulang punggung distribusi barang skala nasional.

Tersedia format FCL (Full Container Load) untuk muatan satu kontainer penuh, dan LCL (Less Container Load) untuk muatan lebih kecil yang digabung dengan pengirim lain. Proses pengiriman via sea freight lebih kompleks karena melibatkan koordinasi pelabuhan, bea cukai, serta dokumen seperti Bill of Lading dan packing list.

Ekspedisi Udara (Air Freight)

Butuh pengiriman cepat? Ekspedisi udara jawabannya. Menggunakan pesawat kargo, waktu pengiriman untuk rute domestik bisa ditekan jadi 1 hingga 3 hari. Cocok banget untuk barang bernilai tinggi, produk mudah rusak, atau kiriman dengan deadline ketat.

Memang biayanya lebih tinggi dibanding darat dan laut. Tapi keunggulan air freight bukan cuma soal kecepatan, tingkat keamanannya pun lebih tinggi dan penanganan barangnya lebih ketat dari moda lainnya.

Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL)

EMKL adalah jenis ekspedisi khusus yang fokus pada administrasi dan koordinasi pengiriman via jalur laut. Berbeda dari ekspedisi laut biasa, EMKL lebih berperan di sisi dokumen kepabeanan dan koordinasi di pelabuhan agar barang bisa naik kapal dengan lancar.

Perusahaan EMKL nggak punya kapal sendiri, tapi mereka punya keahlian khusus soal prosedur pelabuhan dan regulasi bea cukai. Mau tahu lebih dalam soal peran dan cara kerja Ekspedisi Muatan Kapal Laut? Kami sudah siapkan artikel lengkapnya.

Ekspedisi Internasional

Untuk pengiriman lintas negara, baik via udara, laut, maupun darat, inilah ekspedisi internasional. Prosesnya melibatkan kepabeanan, dokumen ekspor-impor, dan kepatuhan regulasi negara tujuan. Kebutuhan layanan ini terus meningkat seiring aktivitas perdagangan lintas batas yang makin ramai.

Mulai dari bisnis yang ekspor produk lokal ke pasar global, hingga perusahaan yang impor bahan baku dari luar negeri, semua butuh ekspedisi internasional yang andal dan berpengalaman.

Baca Juga: Apa Itu Shipper? Tugas dan Contohnya di Logistik

Cara Kerja Ekspedisi Pengiriman Barang

Penasaran gimana sebenarnya proses pengiriman berjalan dari awal sampai paket sampai di tangan penerima? Yuk, ikuti alurnya tahap per tahap!

Tahap 1: Penyerahan dan Pengecekan Barang

Kamu serahkan barang ke agen ekspedisi atau jadwalkan layanan pick-up ke alamatmu. Petugas akan cek kondisi barang, pastikan pengemasan aman, serta catat dimensi dan berat. Pengemasan yang kurang baik adalah penyebab utama barang rusak di perjalanan, jadi jangan anggap remeh tahap ini.

Tahap 2: Input Data dan Pembuatan Resi

Setelah barang diterima, petugas input semua data pengiriman ke sistem: nama dan alamat pengirim, nama dan alamat penerima, jenis barang, berat, dan tujuan. Dari sini terbit nomor resi atau nomor tracking, identitas unik kiriman kamu selama dalam perjalanan.

Tahap 3: Proses Sortir di Gudang

Barang masuk ke gudang sortir atau hub regional, lalu dikelompokkan berdasarkan tujuan. Paket dari banyak pengirim digabung untuk diangkut bersama ke area yang sama. Ini cara ekspedisi mengoptimalkan kapasitas armada sekaligus menekan biaya operasional.

Tahap 4: Pengiriman via Moda Transportasi

Paket dikirim menggunakan moda transportasi yang sesuai dengan tujuan dan layanan yang kamu pilih. Untuk tujuan jauh atau antar pulau, barang mungkin transit di beberapa hub perantara sebelum sampai ke wilayah tujuan akhir.

Tahap 5: Pengantaran ke Penerima (Last Mile Delivery)

Di kota tujuan, paket diserahkan ke kurir lokal untuk diantarkan langsung ke alamat penerima. Inilah tahap last-mile delivery, tahap terakhir sebelum barang sampai ke tangan konsumen. Kecepatan dan akurasi di tahap ini yang paling terasa dampaknya bagi penerima.

Tahap 6: Konfirmasi Penerimaan

Penerima tanda tangan bukti penerimaan (Proof of Delivery/POD) sebagai konfirmasi barang sudah diterima dalam kondisi baik. Data ini langsung diperbarui di sistem sehingga status pengiriman berubah jadi “terkirim”. Kamu bisa cek konfirmasi ini kapan saja lewat nomor resi secara online.

Komponen Utama yang Perlu Kamu Pahami

Setiap transaksi ekspedisi punya beberapa komponen teknis yang penting kamu tahu, terutama kalau bisnis kamu mengandalkan pengiriman secara rutin. Pahami ini, dan kamu bisa pakai layanan ekspedisi jauh lebih optimal.

Resi Pengiriman (Nomor Tracking)

Resi atau nomor tracking adalah identitas unik setiap kiriman. Lewat nomor ini, kamu dan penerima bisa lacak posisi paket secara real-time via website atau aplikasi. Kalau nomor resi nggak bisa dilacak, biasanya itu karena pembaruan sistem yang terlambat atau resi yang baru terbit belum masuk database penelusuran.

Tarif dan Biaya Ekspedisi

Biaya ekspedisi dihitung dari berat aktual atau berat volume, mana yang lebih besar. Berat volume dihitung dari dimensi barang dibagi konstanta tertentu sesuai moda transportasi. Selain tarif dasar, ada potensi biaya tambahan seperti surcharge daerah terpencil atau biaya penanganan khusus. Pahami cara hitung freight cost biar anggaran logistik bisnis kamu nggak jebol.

Asuransi Kargo

Sebagian besar ekspedisi menawarkan opsi asuransi untuk melindungi barang dari risiko kerusakan atau kehilangan. Sangat direkomendasikan untuk kargo bernilai tinggi, mudah pecah, atau butuh penanganan khusus. Premi asuransi dihitung sebagai persentase dari nilai barang yang kamu deklarasikan.

Sistem Tracking Real-Time

Teknologi tracking memungkinkan kamu pantau posisi barang secara transparan dari titik pengambilan hingga pengantaran. Sistem yang baik kasih update otomatis di setiap tahap, mulai dari “masuk gudang sortir” hingga “sedang diantarkan kurir”. Visibilitas shipping seperti ini jadi standar yang makin diharapkan konsumen modern.

Apa Bedanya Ekspedisi dengan Freight Forwarder?

Banyak yang masih bingung membedakan ekspedisi dan freight forwarder. Sekilas memang mirip, sama-sama jasa pengiriman barang, tapi kalau dipelajari lebih dalam, sebenarnya ada perbedaan besar di antara keduanya.

Buat kamu yang punya bisnis dan sering mengirim barang, penting banget nih untuk tahu bedanya supaya nggak salah pilih layanan!

1. Ruang Lingkup Layanan

  • Ekspedisi: Fokus pada pengiriman barang secara langsung dari titik A ke titik B, biasanya menangani paket atau kiriman dengan volume lebih kecil.
  • Freight Forwarding: Menawarkan layanan logistik yang lebih komprehensif, termasuk perencanaan rute, konsolidasi kargo, pengurusan dokumen, kepabeanan, asuransi, dan distribusi.

2. Jenis Pengiriman

  • Ekspedisi: Umumnya menangani pengiriman retail atau B2C (Business to Consumer) dengan volume lebih kecil.
  • Freight Forwarding: Lebih fokus pada pengiriman B2B (Business to Business) dengan volume besar, biasanya menggunakan kontainer penuh (Full Container Load/FCL) atau sebagian (Less than Container Load/LCL).

Baca Juga: Perbedaan LCL dan FCL pada Pengiriman Menggunakan Kontainer

3. Kepemilikan Armada

  • Ekspedisi: Biasanya memiliki armada sendiri untuk melakukan pengiriman.
  • Freight Forwarding: Tidak selalu memiliki armada sendiri, lebih sering bertindak sebagai perantara antara pengirim dengan penyedia transportasi (shipping line, maskapai, dll).

4. Dokumen dan Regulasi

  • Ekspedisi: Pengurusan dokumen relatif sederhana, terutama untuk pengiriman domestik.
  • Freight Forwarding: Menangani dokumen yang lebih kompleks, terutama untuk pengiriman internasional, termasuk Bill of LadingCommercial InvoicePacking List, hingga dokumen kepabeanan.

Kapan Harus Menggunakan Ekspedisi atau Freight Forwarding?

Buat pemilik bisnis, memilih layanan pengiriman yang tepat itu penting banget. Kalau salah pilih, bisa-bisa biaya membengkak atau barang telat sampai.

Nah, kapan sih sebaiknya pakai ekspedisi, dan kapan harus pakai freight forwarding?

Pilih Ekspedisi Jika:

  • Kamu mengirim barang dalam jumlah kecil hingga sedang, seperti paket online shop atau dokumen.
  • Pengiriman mayoritas domestik dengan prosedur sederhana.
  • Butuh pengiriman cepat dengan biaya terjangkau.
  • Barang yang dikirim tidak memerlukan penanganan khusus.

Pilih Freight Forwarding Jika:

  • Kamu mengirim dalam volume besar atau menggunakan kontainer.
  • Melakukan pengiriman internasional yang membutuhkan dokumen khusus.
  • Memerlukan layanan tambahan seperti pengurusan kepabeanan, gudang, konsolidasi kargo.
  • Barangnya bernilai tinggi atau butuh penanganan ekstra, seperti mesin atau alat berat.

Intinya, ekspedisi cocok buat kiriman sehari-hari yang simpel, sedangkan freight forwarding lebih pas buat bisnis dengan volume besar dan proses pengiriman yang lebih kompleks.

Baca Juga: Jenis-Jenis Freight Forwarding dan Fungsinya

Tips Memilih Layanan Ekspedisi yang Tepat

Pilihan ekspedisi banyak, tapi nggak semua cocok untuk semua kebutuhan. Supaya kamu nggak salah pilih, ini beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan:

Sesuaikan dengan Jenis dan Volume Barang

Paket kecil seperti dokumen atau produk retail? Ekspedisi reguler sudah cukup. Tapi kalau kamu kirim mesin industri, furnitur, atau barang dalam satuan kontainer, pertimbangkan freight forwarding atau ekspedisi kargo khusus yang punya armada lebih besar dan pengalaman menangani muatan berat.

Pertimbangkan Kecepatan vs. Biaya

Udara: paling cepat, paling mahal. Laut: paling hemat untuk volume besar, tapi butuh waktu lebih lama. Darat: pilihan tengah untuk rute dalam satu pulau. Sesuaikan dengan tingkat urgensi dan anggaran kamu agar efisiensi tetap terjaga.

Periksa Cakupan Wilayah Layanan

Pastikan ekspedisi yang kamu pilih melayani rute tujuanmu, termasuk daerah-daerah yang lokasinya jauh dari kota besar. Jaringan distribusi yang luas dan merata jadi nilai plus yang penting, terutama untuk bisnis yang punya pelanggan di berbagai pelosok Indonesia.

Pastikan Ada Sistem Tracking yang Andal

Pilih ekspedisi dengan tracking real-time agar kamu dan penerimamu bisa pantau posisi barang kapan saja, di mana saja. Fitur ini krusial untuk bisnis e-commerce karena transparansi pengiriman langsung berdampak pada kepuasan dan kepercayaan pelanggan.

Cek Ketersediaan Asuransi

Untuk barang bernilai tinggi atau mudah rusak, pastikan ekspedisi menyediakan opsi asuransi kargo. Biaya asuransi jauh lebih kecil dibanding kerugian kalau barang rusak atau hilang dalam perjalanan tanpa perlindungan apapun.

Evaluasi Transparansi Harga

Pilih layanan logistik yang kasih kalkulasi biaya jelas dari awal, tanpa biaya tersembunyi yang baru muncul di tagihan akhir. Transparansi harga membantu kamu anggarkan biaya logistik secara akurat sekaligus jaga arus kas bisnis tetap sehat.

Kirim Barang Anti Ribet dengan forwarder.ai

Sebagai pemilik bisnis, kamu pasti tahu betapa pentingnya pengiriman yang lancar. Tapi faktanya di lapangan, sering kali prosesnya bikin pusing. Biaya nggak transparan, harus bolak-balik urus ini itu, belum lagi kalau ada keterlambatan yang bikin pelanggan kecewa.

Itulah kenapa ada forwarder.ai, jasa freight forwarding digital yang bikin pengiriman barang jadi lebih simpel dan efisien. Nggak perlu repot urus ini itu, cukup satu platform, kamu bisa booking pengiriman dengan mudah, cek harga langsung, dan lacak barang kapan aja.

Coba forwarder.ai sekarang, karena urusan pengiriman seharusnya nggak bikin ribet!

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.
Scroll to Top