Punya bisnis yang menjual produk segar atau sensitif terhadap suhu seperti makanan beku, buah, sayur, atau obat-obatan? Kalau iya, kamu perlu mengenal reefer container.
Kontainer berpendingin ini berperan penting menjaga kualitas produk selama pengiriman, sehingga barang sampai ke pelanggan tetap dalam kondisi terbaik.
Lantas, selain produk-produk tersebut, barang apa lagi yang sebenarnya membutuhkan reefer container? Yuk, cari tahu di artikel ini.
reefer container adalah jenis kontainer khusus yang dilengkapi sistem pendingin aktif untuk menjaga suhu di dalamnya tetap stabil. Istilah "reefer" sendiri berasal dari kata refrigerated, yang artinya didinginkan.
Kontainer ini dirancang agar bisa mengatur suhu sesuai kebutuhan barang yang diangkut. Biasanya, suhu di dalam reefer container bisa disetel dari -30°C hingga +30°C, tergantung kebutuhan.
Jadi, sangat cocok untuk mengangkut produk seperti daging beku, seafood, buah-buahan, sayuran, hingga obat-obatan.
Baca Juga: 10 Jenis Container Logistik, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Secara garis besar, fungsi utama reefer container adalah untuk menjaga suhu, kelembapan, dan sirkulasi udara agar produk tetap dalam kondisi optimal.
Tapi kalau kita lihat lebih dalam, manfaatnya nggak cuma itu saja:
Produk seperti buah, sayuran, daging, ikan, atau bunga itu sangat sensitif terhadap suhu.
Naik-turun suhu sedikit aja bisa bikin cepat layu, basi, atau rusak sebelum sampai ke tangan konsumen.
Nah, di sinilah manfaat memakai reefer container. Dengan suhu yang bisa diatur sesuai kebutuhan, misalnya di kisaran 0-4°, maka proses pembusukan bisa diperlambat, dan kesegaran produk bisa tetap terjaga lebih lama.
Jadi, produk tetap segar meskipun menempuh perjalanan jauh berhari-hari.
Baca Juga: Kenapa Cold Chain Penting bagi Industri F&B? Ini Alasannya
Coba bayangkan kamu order makanan beku atau buah segar, tapi sampai rumah malah udah rusak atau meleleh. Pasti kecewa, kan?
Nah, dengan pengiriman memakai reefer container, risiko seperti ini bisa dikurangi. Produk sampai ke pelanggan pun bisa dalam kondisi utuh, segar, dan sesuai standar kualitas.
Kalau pelanggan puas dengan kualitas produk yang dikirim, mereka juga akan lebih percaya sama brand atau bisnismu.
Indonesia punya banyak produk lokal yang kualitasnya nggak kalah dengan luar negeri, seperti buah tropis, seafood, dan rempah-rempah.
Dengan bantuan reefer container, produk-produk ini bisa dikirim ke luar negeri dalam keadaan baik.
Begitu juga sebaliknya. Produk impor seperti daging sapi, susu, atau obat-obatan dari luar bisa masuk ke Indonesia dalam kondisi terjaga.
Intinya, reefer container membuka pintu ekspor-impor untuk produk-produk yang dulunya susah dikirim karena rentan rusak.
Nggak cuma produk makanan, dunia farmasi juga sangat terbantu dengan kehadiran reefer container. Obat-obatan tertentu, terutama vaksin dan insulin harus disimpan dalam suhu yang sangat spesifik untuk tetap efektif.
Kalau suhunya terlalu dingin atau terlalu panas, efektivitas vaksin bisa menurun, bahkan rusak.
reefer container punya sistem pendingin yang bisa diatur secara presisi sesuai kebutuhan. Beberapa unit modern bahkan dilengkapi dengan sensor suhu digital dan sistem pemantauan jarak jauh, jadi suhu bisa terus dipantau selama perjalanan.
Baca Juga: Delivery Duty Paid: Solusi atau Beban Bagi Pelaku Logistik?
Secara teknis, reefer container menggunakan mesin pendingin yang bekerja secara otomatis. Mesin ini dilengkapi dengan sensor suhu dan sistem ventilasi udara untuk menjaga sirkulasi di dalam kontainer.
Beberapa komponen penting yang ada di dalam reefer container antara lain:
Kalau kamu punya kebutuhan pengiriman untuk produk yang butuh suhu stabil, seperti makanan beku atau obat-obatan, pakai reefer container memang jadi pilihan yang paling pas.
Baca Juga: 5 Keunggulan Transportasi Multimodal, Tak Hanya Cepat dan Murah!
Beberapa jenis barang yang biasa diangkut dengan reefer container antara lain:
Di Indonesia sendiri, permintaan reefer container terus meningkat, apalagi dengan berkembangnya sektor pertanian dan perikanan yang ingin menjangkau pasar domestik yang lebih luas maupun ekspor.
Baca Juga: Takut Kena Demurrage? Ini Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari
Walaupun sangat bermanfaat, penggunaan reefer container juga punya beberapa tantangan, antara lain:
Karena butuh energi listrik dan perawatan mesin pendingin, biaya sewanya biasanya lebih mahal dibanding kontainer biasa.
Selain itu, temperatur harus dicek secara rutin. Jika mesin pendingin rusak dan tidak segera ditangani, kualitas produk bisa menurun drastis.
Di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya luar Jawa, jumlah reefer container masih terbatas, sehingga pemanfaatannya masih terkonsentrasi di wilayah tertentu saja.
Baca Juga: 5 Peran Tol Laut dalam Logistik, Benarkah Mampu Tekan Biaya?
Jawabannya tergantung jenis produk yang kamu kirim. Kalau bisnismu bergerak di bidang makanan beku, produk segar (seperti buah, sayur, daging), bunga, atau bahkan farmasi, ya, kamu sangat perlu mempertimbangkan pengiriman dengan reefer container.
Kenapa? Karena produk-produk tadi sangat sensitif terhadap suhu.
Sedikit saja suhu naik atau turun di luar batas normal, kualitasnya bisa langsung menurun, bisa cepat busuk, mencair, atau bahkan rusak total.
Sekarang, memilih layanan pengiriman dengan jenis kontainer yang tepat, termasuk reefer container, bukan lagi hal yang rumit.
Forwarder.ai memudahkan kamu menemukan berbagai pilihan layanan logistik dalam satu platform, lengkap dengan informasi harga yang transparan dan proses pemesanan yang praktis.
Yuk, cari tahu bagaimana platform ini menjadi solusi praktis untuk bisnismu. Temukan ulasan lengkapnya di artikel ini: Marketplace Logistik Online forwarder.ai
Jangan sampai salah pilih partner logistik ya, karena kelancaran bisnis kamu dimulai dari pengiriman yang tepat!