Kalau bisnismu sedang berkembang, kamu pasti paham banget betapa kompleksnya urusan logistik.
Mulai dari pengiriman, pergudangan, hingga koordinasi dengan berbagai vendor, semuanya butuh pengawasan yang ketat dan sistem yang terintegrasi.
Pada tahap inilah konsep 4PL (Fourth-Party Logistics) mulai relevan untuk dipertimbangkan. Namun, sebenarnya kapan waktu yang tepat menggunakannya dan apakah semua bisnis butuh? Yuk, temukan jawabannya di artikel ini.
4PL atau Fourth-Party Logistics adalah sistem di mana satu perusahaan logistik profesional membantu mengatur seluruh proses pengiriman dan rantai pasok sebuah bisnis.
Biasanya, perusahaan bekerja dengan beberapa pihak, misalnya ekspedisi, gudang, dan transportasi (ini disebut 3PL atau Third Party Logistics).
Nah, kalau pakai 4PL, kamu nggak perlu mengatur semua itu satu per satu. Cukup serahkan ke penyedia 4PL, karena mereka yang akan mengoordinasikan semuanya buat kamu.
Jadi, 4PL ini yang memastikan semua proses, dari pengiriman, penyimpanan, sampai pelacakan berjalan lancar dan efisien.
Di Indonesia, sistem seperti ini mulai banyak digunakan oleh perusahaan besar yang punya pengiriman antar kota atau bahkan antar negara, supaya lebih mudah dan hemat waktu.
Baca Juga: Apa Itu Warehouse Management System? Kenali Manfaat dan Contohnya
Selain konsep 4PL, ada juga istilah 3PL. Nah, perbedaan antara keduanya cukup signifikan, terutama dari segi fungsi dan tanggung jawab.
3PL fokus pada operasional logistik, seperti pengiriman barang, manajemen gudang, atau distribusi last mile.
Sedangkan, 4PL fokus pada manajemen dan strategi supply chain secara keseluruhan. Mereka tidak hanya menjalankan, tetapi juga merancang dan mengoptimalkan seluruh proses agar lebih efisien.
Sederhananya, 3PL adalah eksekutor, sementara 4PL adalah “otak” yang mengatur jalannya seluruh sistem logistik.
Selain itu, 3PL biasanya memiliki aset fisik seperti truk atau gudang. Sebaliknya, 4PL umumnya tidak memiliki aset sendiri. Mereka mengandalkan teknologi, data, dan analitik untuk memilih penyedia terbaik dan menyusun strategi logistik yang paling efisien.
Baca Juga: Logistik Bukan Cuma Kirim Barang, Ini Penjelasan dan Proses Lengkapnya
Peran 4PL bukan sekadar menyalurkan barang dari titik A ke B. Mereka bertugas mengatur strategi, integrasi sistem, serta memastikan seluruh proses berjalan efisien.
4PL juga menjadi jembatan antara berbagai penyedia layanan logistik agar saling terhubung secara sistematis.
Keuntungan lainnya, 4PL dapat membantu perusahaan melakukan supply chain optimization, yaitu menganalisis data operasional untuk menemukan cara paling hemat dan efektif dalam mengatur logistik.
Baca Juga: Apa Itu Reefer Container? Kenali Fungsi dan Cara Kerjanya
Berikut beberapa keunggulan menggunakan model 4PL:
4PL bisa menggabungkan layanan dari beberapa 3PL terbaik dan menyesuaikannya dengan kebutuhan perusahaan. Dengan begitu, biaya operasional bisa ditekan tanpa menurunkan kualitas layanan.
Adanya sistem manajemen yang terintegrasi, memungkinkan 4PL mampu mengoptimalkan rute pengiriman, meminimalkan waktu transit, dan mengurangi risiko kesalahan. Hasilnya, proses logistik jadi lebih cepat dan efisien.
Salah satu keunggulan utama 4PL adalah kemampuannya menyediakan visibilitas penuh terhadap seluruh rantai pasok. Semua aktivitas pengiriman, stok gudang, hingga performa vendor bisa dipantau secara real-time melalui sistem integrasi data.
Hal ini bisa membantu bisnis mengambil keputusan lebih cepat dan akurat, terutama saat terjadi gangguan di lapangan.
Dengan menyerahkan urusan logistik ke penyedia 4PL, kamu bisa lebih fokus pada hal penting lainnya, seperti pengembangan produk, pemasaran, dan pelayanan pelanggan.
Tentunya, dengan beban operasional yang berkurang, kamu juga bisa mengalokasikan sumber daya perusahaan ke inovasi dan strategi pertumbuhan bisnis.
Ketika bisnismu tumbuh dan jumlah pesanan meningkat, sistem 4PL bisa dengan cepat menyesuaikan skala operasional. Jadi, kamu nggak perlu khawatir logistik jadi berantakan saat permintaan melonjak.
Fleksibilitas sistem 4PL memungkinkan kamu untuk memanfaatkan jaringan penyedia layanan yang luas, sehingga proses distribusi tetap lancar meskipun ada perubahan mendadak.
Baca Juga: Just in Case vs Just in Time, Mana yang Cocok untuk Bisnismu?
Jawabannya, nggak selalu. Model 4PL memang menawarkan banyak keunggulan, tapi tidak semua bisnis akan merasakan manfaat yang sama.
Biasanya, 4PL cocok untuk bisnis dengan rantai pasok yang kompleks dan volume pengiriman besar.
Kalau bisnismu masih dalam tahap menengah atau beroperasi di satu wilayah saja, menggunakan 3PL mungkin sudah cukup efisien.
Kebutuhan 4PL sangat tergantung pada:
Baca Juga: Perbedaan LCL dan FCL pada Pengiriman Menggunakan Kontainer
Beberapa jenis bisnis yang cocok menggunakan 4PL antara lain:
Keempat sektor ini memiliki kebutuhan logistik yang kompleks, mulai dari pengiriman cepat, integrasi banyak supplier, hingga kontrol suhu dan standar keamanan tinggi.
Dengan 4PL, seluruh proses ini bisa disatukan dalam satu sistem terpusat sehingga lebih efisien dan sesuai standar tanpa membebani operasional perusahaan.
Baca Juga: Cari Jasa Cargo Murah? Temukan Hanya di Forwarder.ai
Ada beberapa tanda bahwa bisnis kamu mulai membutuhkan dukungan 4PL:
Dengan sistem terintegrasi dan analisis data yang menyeluruh, 4PL membantu menyatukan semua proses logistik, meningkatkan kontrol, dan mengoptimalkan biaya dengan lebih transparan.
Kalau bisnis kamu mulai butuh kontrol logistik yang lebih besar, sistem terintegrasi seperti 4PL bisa jadi solusi.
Nah, salah satu cara mewujudkannya adalah dengan menggunakan Transport Management System (TMS) yang canggih dan mudah digunakan.
Dengan TMS, pengelolaan armada, vendor, rute, hingga pelacakan pengiriman bisa dilakukan lebih efisien dan transparan, persis yang dibutuhkan bisnis modern.
Kalau kamu ingin tahu selengkapnya bagaimana TMS bisa membantu bisnismu, yuk baca artikel ini: Transport Management System forwarder.ai, Solusi Logistik Lebih Efisien.
Booking, cek harga, pilih rute, dan tracking barang, semua bisa kamu lakukan lewat
forwarder.ai.
Nggak ada lagi cerita tanya-tanya manual. Hemat waktu, hemat tenaga, dan tetap punya kontrol
penuh atas pengirimanmu.