Restock

Restock berarti mengisi kembali persediaan di toko, gudang, atau titik penyimpanan ketika barang berkurang atau dibutuhkan untuk operasi. Dalam konteks Inventory, istilah ini sering merujuk pada replenishment: menentukan kebutuhan, memilih sumber pasokan, lalu memindahkan barang ke lokasi yang memerlukannya.

Catatan persediaan dapat membedakan barang yang tersedia, dicadangkan untuk pesanan, sedang dipesan, atau berada di perjalanan. Sistem min-max Oracle, sebagai satu contoh, memperhitungkan jumlah on-hand dan on-order ketika menghitung kebutuhan pemesanan. Jumlah fisik di rak dan jumlah yang siap dijanjikan merupakan dua informasi yang dibaca bersama.

Pemicu dan jumlah pengisian kembali

Satu kebijakan dapat memulai replenishment saat stok mencapai titik pemesanan ulang; pendekatan min-max menggunakan batas minimum dan maksimum yang dikonfigurasi. Dalam contoh Oracle, usulan tindak lanjut berupa permintaan pembelian atau perpindahan stok disesuaikan dengan sumber pasokan. Pemicu dan jenis tindakan merupakan bagian dari aturan perencanaan persediaan.

Perencanaan juga mempertimbangkan permintaan, waktu pasok, jumlah yang sudah dipesan, ruang simpan, serta prioritas lokasi. Jika satu toko memerlukan stok tetapi gudang pusat memiliki kelebihan, pemindahan internal mungkin dipilih. Jika seluruh jaringan kekurangan, pembelian ke pemasok dapat menjadi opsi. Pilihan ini mengikuti data dan aturan organisasi.

Contoh alur restock

Sebagai ilustrasi hipotetis, sebuah toko menjual lampu meja dari gudang pusat. Ketika jumlah tersedia mendekati batas yang ditetapkan, sistem mengusulkan pemindahan beberapa unit dari pusat. Petugas memeriksa catatan stok dan kapasitas lokasi, menyetujui perpindahan, lalu memperbarui jumlah setelah barang benar-benar diterima.

Buffer Stock adalah persediaan cadangan untuk menghadapi variasi permintaan atau pasokan. Tingkat cadangan dipilih melalui kebijakan persediaan, sementara Restock menjelaskan tindakan menambah jumlah di lokasi yang memerlukannya. Kebijakan itu menyeimbangkan ketersediaan barang dengan ruang simpan dan modal yang dialokasikan.

Sebelum memesan atau memindahkan barang, data fisik dapat dicocokkan dengan catatan sistem. Stock Opname membantu memeriksa kuantitas pada lokasi, sementara transaksi barang masuk dan keluar dicatat menurut alur kerja. Tim kemudian memperbarui persediaan tujuan saat barang diterima sehingga catatan menunjukkan hasil replenishment yang sudah terjadi.

Siklus restock dapat dipantau dari kebutuhan yang terdeteksi sampai persediaan tersedia di lokasi pemakai. Catatan permintaan, pesanan pemasok atau perpindahan internal, waktu penerimaan, serta perubahan saldo menunjukkan bagian proses yang telah selesai. Informasi tersebut mendukung perencanaan berikutnya ketika tim menilai pola penggunaan dan ketersediaan barang.

Back to Glossary
Copyright © PT Digital Freight Forwarder 2026. All Rights Reserved