Port of Discharge adalah lokasi tempat kargo dibongkar dari kapal laut terakhir yang membawanya pada suatu rute. Istilah ini sering diterjemahkan sebagai pelabuhan bongkar dan menjadi pasangan Port of Loading, yaitu lokasi kargo dimuat ke kapal laut pertama.
Kata terakhir penting ketika rute memakai transhipment. Kontainer dapat dibongkar di pelabuhan antara untuk dipindahkan ke kapal lain, lalu dibongkar lagi di pelabuhan tujuan laut. Port of Discharge pada dokumen perlu dibaca menurut cakupan rute yang dicatat, bukan sekadar setiap tempat kapal melakukan bongkar.
Proses discharge menandai perpindahan kargo dari kapal ke sisi darat atau fasilitas terminal. Peristiwa fisik ini mengakhiri sektor laut yang bersangkutan, tetapi perjalanan kargo dapat berlanjut melalui pemeriksaan, penumpukan sementara, pengambilan, atau transportasi darat sesuai susunan pengirimannya.
ETA membantu menunjukkan perkiraan waktu kapal tiba di pelabuhan bongkar. Perkiraan tersebut berguna untuk perencanaan, namun bukan bukti bahwa kapal sudah sandar atau kontainer telah tersedia. Status aktual perlu dibedakan antara kedatangan kapal, selesai bongkar, dan kesiapan pelepasan kargo.
Nama atau kode pelabuhan bongkar dapat muncul pada Bill of Lading maupun Sea Waybill sebagai bagian dari data rute. Ejaan, kode lokasi, dan negara harus menunjuk tempat yang sama. Perbedaan nama terminal masih mungkin terjadi karena satu pelabuhan dapat memiliki lebih dari satu fasilitas.
Port of Discharge juga tidak selalu sama dengan place of delivery. Istilah pertama menunjuk titik bongkar dari kapal, sedangkan place of delivery dapat menunjuk lokasi lanjutan dalam kontrak pengangkutan. Pemisahan ini penting pada pengiriman yang mencakup sektor darat setelah pelabuhan.
Free Time menentukan jangka waktu bebas menurut ketentuan yang berlaku. Setelah periode terkait berakhir, Demurrage dapat dikenakan pada penggunaan peralatan, sementara storage berkaitan dengan ruang penumpukan di terminal atau fasilitas. Titik awal, kalender hari, tarif, dan pengecualian berbeda menurut lokasi dan ketentuan pengiriman.
THC merujuk biaya penanganan terminal dan harus dibaca sebagai komponen tersendiri pada penawaran atau invoice. Keberadaan Port of Discharge tidak dengan sendirinya menentukan besaran, pihak penagih, atau cakupan biaya tersebut. Nama biaya dan layanan yang tercakup mengikuti terminal, carrier, dan kontrak.
Susun rute berdasarkan pelabuhan muat, pelabuhan transhipment bila ada, pelabuhan bongkar, dan tujuan darat. Lalu cocokkan nama kapal untuk tiap sektor. Cara ini membantu menjelaskan mengapa satu kontainer dapat memiliki beberapa peristiwa bongkar tanpa menjadikan seluruh pelabuhan tersebut sebagai tujuan laut terakhir.
Contohnya, kontainer berangkat dari Surabaya, berpindah kapal di Singapura, lalu dibongkar dari kapal terakhir di Rotterdam sebelum diteruskan ke lokasi darat. Dalam contoh itu, Singapura adalah titik transhipment dan Rotterdam adalah Port of Discharge untuk sektor laut akhir.
Your Reliable, Friendly Neighborhood Forwarder