Freight Forwarder adalah pihak yang mengatur dan memantau pergerakan barang atas nama pengirim. Pekerjaannya dapat mencakup pemilihan rute dan moda, pembelian jasa transportasi, konsolidasi, penanganan dokumen, penyimpanan, pengemasan, atau koordinasi kepabeanan sesuai mandat yang diberikan.
Cakupan layanan tidak sama pada setiap perusahaan atau shipment. Sebuah forwarder dapat hanya mengatur transportasi dan dokumen, sementara forwarder lain menyediakan layanan logistik yang lebih luas. Kontrak, quotation, dan dokumen yang diterbitkan menunjukkan peran yang benar-benar diambil pada transaksi tertentu.
Shipper memberikan data barang, asal, tujuan, dan kebutuhan layanan. Freight forwarder menyusun opsi rute, menghubungi penyedia transportasi, serta mengoordinasikan dokumen sampai kargo dapat bergerak. Di tujuan, Consignee atau agennya menggunakan informasi kedatangan dan release sesuai susunan pengiriman.
Dalam pengiriman laut, forwarder dapat membuat Booking atas nama pengirim dan memperoleh kapasitas dari Carrier. Konfirmasi pemesanan tetap berasal dari proses penyedia angkutan; permintaan yang baru dikirim tidak boleh dianggap sebagai ruang yang sudah dikonfirmasi.
Carrier adalah pihak yang melakukan atau menjanjikan pengangkutan berdasarkan kontrak angkut. Freight forwarder pada peran agen mengatur layanan untuk pengirim. Satu perusahaan dapat menjalankan peran berbeda pada transaksi berbeda, sehingga nama perusahaan saja tidak cukup untuk menentukan tanggung jawabnya.
Dalam konteks regulasi pelayaran Amerika Serikat, NVOCC bertindak sebagai common carrier, menerbitkan house bill of lading, dan tidak mengoperasikan kapal yang mengangkut kargo. Ocean freight forwarder mengatur ruang serta dokumentasi atas nama shipper. Batas istilah di yurisdiksi lain dapat berbeda.
Freight forwarder dapat mengoordinasikan layanan kepabeanan atau bekerja dengan pihak lain sesuai kewenangan yang berlaku. Cakupan dan persyaratan pihak yang menjalankan formalitas tersebut mengikuti yurisdiksi terkait, sehingga layanan customs perlu disebut secara eksplisit dan tidak diasumsikan dari label freight forwarder.
Incoterms mengatur pembagian kewajiban penjual dan pembeli dalam kontrak jual beli, bukan otomatis menentukan seluruh pekerjaan forwarder. Forwarder menggunakan term tersebut untuk memahami titik penyerahan, pihak pembayar, dan kebutuhan koordinasi, lalu mencocokkannya dengan kontrak transportasi.
Dokumen yang ditangani dapat meliputi booking confirmation, bill of lading, air waybill, commercial invoice, packing list, atau deklarasi pabean. Forwarder tidak selalu menerbitkan semuanya; perannya dapat berupa menyiapkan data, meneruskan instruksi, atau memeriksa konsistensi antar dokumen.
Sebagai contoh, eksportir meminta forwarder mengatur pengambilan dari pabrik sampai pelabuhan tujuan. Forwarder memperoleh jadwal kapal, mengatur truk, mengoordinasikan dokumen ekspor, dan memantau koneksi. Penyedia truk dan pelayaran tetap menjalankan bagian transportasi sesuai kontrak masing-masing.
Jika terjadi perubahan jadwal, pihak yang memberi keputusan mengikuti sumber perubahan dan kewenangan kontraknya. Forwarder mengoordinasikan informasi, tetapi perubahan vessel berasal dari carrier dan release kepabeanan berasal dari otoritas atau pihak yang diberi kewenangan.
Untuk mengetahui posisi freight forwarder, lihat siapa yang menandatangani kontrak, siapa yang menerbitkan dokumen angkut, layanan apa yang ditagihkan, dan atas nama siapa tindakan dilakukan. Empat petunjuk tersebut lebih akurat daripada menganggap semua forwarder memiliki model tanggung jawab yang sama.
Your Reliable, Friendly Neighborhood Forwarder