Cycle Time

Cycle Time adalah durasi yang diperlukan untuk menyelesaikan satu siklus proses dari titik awal hingga titik akhir yang ditetapkan. Dalam logistik, siklus dapat berupa penerimaan barang, picking satu pesanan, pemuatan kendaraan, atau rangkaian lain yang diukur berulang.

Angka cycle time baru bermakna jika batas pengukurannya jelas. Dua tim dapat menyebut metrik yang sama, tetapi satu menghitung dari order diterima dan yang lain dari picking dimulai. Tanpa timestamp awal, akhir, dan aturan waktu tunggu, perbandingannya tidak setara.

Apakah Waktu Tunggu Masuk Cycle Time?

Dalam panduan Lean EPA, processing time juga disebut cycle time atau touch time dan didefinisikan sebagai waktu menyelesaikan proses tanpa waktu tunggu. Sementara itu, praktik operasional lain dapat memasukkan seluruh waktu yang berlalu dalam satu siklus. Karena konvensinya dapat berbeda, definisi metrik harus ditulis sebelum angka dipakai.

Jika tujuan pengukuran adalah menilai kerja aktif, waktu antre dapat dipisahkan. Jika tujuannya menilai pengalaman alur dari awal sampai akhir, waktu tunggu dapat dicatat sebagai komponen sendiri. Keduanya berguna selama nama metrik dan batasnya konsisten.

Cara Mengukur Cycle Time

Tetapkan unit yang diukur, event awal, event akhir, dan sumber timestamp. Jika metrik memakai seluruh waktu yang berlalu, kurangi waktu awal dari waktu akhir untuk setiap siklus. Jika waktu tunggu dikecualikan, jumlahkan durasi kerja aktif sesuai definisi yang telah ditetapkan. Setelah itu, ringkas hasilnya dengan ukuran yang sesuai seperti median, rata-rata, rentang, atau persentil. Catat pengecualian agar data gagal proses tidak hilang diam-diam.

Cycle time dapat dihitung untuk satu langkah atau rangkaian yang lebih besar. Pada Fulfillment, misalnya, tim dapat mengukur cycle time picking, packing, dan keseluruhan pemenuhan pesanan. Angka setiap tahap membantu menemukan bagian yang paling banyak menggunakan waktu.

Contoh Cycle Time dalam Logistik

Dalam proses Inbound, event awal dapat berupa kendaraan tiba di dock dan event akhir berupa barang tersedia untuk proses berikutnya. Pada Dispatch, event awal dapat dimulai ketika pesanan siap muat dan berakhir saat kendaraan keluar. Contoh tersebut perlu disesuaikan dengan definisi internal operasi yang diukur.

Jika cycle time naik, pecah durasi menjadi kerja aktif, antre, perpindahan, pemeriksaan, dan rework. Langkah ini membantu menemukan penyebab tanpa langsung menyimpulkan produktivitas pekerja menurun. Perubahan volume, urutan kerja, sistem, atau ketersediaan alat juga dapat memengaruhi hasil.

Perbedaan Cycle Time dan Istilah Waktu Lain

Delivery Estimate adalah perkiraan kapan atau berapa lama kiriman akan tiba, sedangkan cycle time mengukur durasi proses yang sudah memiliki event awal dan akhir. Cut-off Time adalah tenggat, bukan durasi. Lead time biasanya mencakup rentang yang lebih luas dari permintaan hingga hasil diterima.

Cycle time dapat membantu menjelaskan perubahan Inventory jika batas proses memang berkaitan dengan pergerakan stok, tetapi hubungan sebab-akibat tetap perlu diuji. Metrik waktu tidak dengan sendirinya membuktikan penyebab stok bertambah atau menurun.

Ringkasan Cycle Time

Singkatnya, cycle time adalah durasi satu siklus yang batasnya harus dinyatakan secara eksplisit. Tentukan event awal dan akhir, aturan waktu tunggu, sumber timestamp, dan unit analisis. Dengan definisi yang konsisten, perubahan angka dapat ditelusuri ke tahap proses yang tepat.

Back to Glossary
Copyright © PT Digital Freight Forwarder 2026. All Rights Reserved