Truk kontainer sering digunakan untuk distribusi barang, mulai dari pengiriman antar kota sampai antar pulau.
Pemilihan jenisnya untuk pengiriman barang nggak bisa asal, ya. Soalnya, masing-masing punya fungsi dan kapasitas yang berbeda.
Kalau kamu salah pilih, bisa bikin biaya operasional membengkak atau malah bikin pengiriman jadi kurang efisien.
Mau tahu tipe mana yang cocok untuk kebutuhan bisnis kamu? Yuk, temukan jawabannya di artikel ini.
Truk kontainer adalah adalah kendaraan pengangkut barang yang dilengkapi dengan chassis atau rangka khusus di bagian belakangnya untuk menaikkan dan mengangkut kontainer (peti kemas).
Di Indonesia, peran truk kontainer besar banget. Dari pabrik ke pelabuhan, dari gudang ke toko, semua sering melibatkan truk jenis ini.
Selain melindungi barang dari hujan dan panas, truk kontainer juga membantu distribusi jadi lebih cepat dan aman.
Baca Juga: Refrigerated Cargo Ship, Solusi Distribusi Produk Segar Tanpa Risiko Rusak
Dalam industri logistik, truk kontainer diklasifikasikan berdasarkan ukuran chassis yang disiapkan untuk membawa kontainer.
Truk kontainer 20 feet adalah truk dengan panjang sekitar 6 meter yang digunakan untuk membawa kontainer ukuran 20’.
Karena ukurannya tidak terlalu panjang, truk ini lebih lincah dan mudah bermanuver, terutama untuk rute dalam kota, jalan sempit, atau area gudang yang padat.
Spesifikasi Kontainer 20 Feet:
Jenis Kontainer 20 Feet yang Bisa Diangkut:
Cocok Untuk Jenis Pengiriman:
Baca Juga: Apa Itu Stuffing Container? Begini Prosesnya di Logistik
Truk kontainer 40 feet memiliki panjang sekitar 12 meter. Kapasitasnya lebih besar dibanding 20 feet sehingga cocok untuk pengiriman dalam jumlah banyak, jarak jauh, atau antar-pulau.
Spesifikasi Kontainer 40 Feet:
Jenis Kontainer 40 Feet yang Bisa Diangkut:
Cocok Untuk Jenis Pengiriman:
Baca Juga: Pengiriman Kargo Apakah Aman? Ini Fakta & Cara Menghindari Risikonya
Berikut jenis-jenis kontainer yang paling sering digunakan dalam pengiriman menggunakan truk kontainer.
Dry container adalah jenis kontainer yang paling sering digunakan dalam pengiriman. Kontainer ini dirancang untuk mengangkut barang kering yang tidak memerlukan pengaturan suhu khusus.
Struktur dry container tertutup rapat dan tahan cuaca sehingga aman dipakai untuk berbagai jenis barang.
Barang yang biasa dikirim menggunakan dry container meliputi pakaian, produk retail, sparepart, barang industri, hingga produk e-commerce.
High Cube adalah versi lebih tinggi dari kontainer standar. Tambahan tinggi sekitar 30 cm yang memberikan ruang lebih lega, terutama untuk muatan besar atau barang yang dikemas dalam palet tinggi.
Kontainer ini cocok untuk pengiriman furniture besar, peralatan elektronik berukuran besar, barang bulky, dan muatan yang memerlukan ruang ekstra di bagian atas.
Baca Juga: Benarkah FTL Bikin Pengiriman Lebih Cepat? Begini Faktanya!
Kontainer ini punya mesin pendingin aktif, jadi bisa menjaga suhu stabil sepanjang perjalanan. Rentang suhunya kira-kira dari -30°C sampai +30°C.
Reefer container banyak digunakan untuk mengirim daging beku, seafood, buah segar, es krim, produk dairy, hingga barang farmasi yang sensitif terhadap suhu.
Open Top Container memiliki bagian atas yang terbuka dan biasanya ditutup menggunakan terpal.
Desain ini mempermudah proses bongkar muat barang yang dilakukan dari atas menggunakan crane, terutama untuk muatan yang tidak dapat dimasukkan melalui pintu depan.
Kontainer jenis ini umum dipakai untuk mesin besar, pipa panjang, kayu gelondongan, material proyek, serta barang-barang tinggi yang membutuhkan ruang tambahan vertikal.
Flat Rack Container dirancang untuk menangani barang berukuran besar, berat, atau bentuknya tidak beraturan.
Kontainer ini tidak memiliki dinding samping, dan beberapa versinya memiliki dinding depan–belakang. Area dasarnya dibuat sangat kuat sehingga mampu menopang beban berat.
Flat rack biasa digunakan untuk mengangkut mesin berat, kendaraan proyek, excavator, forklift, hingga material konstruksi besar yang tidak muat dalam kontainer standar.
Baca Juga: 5 Keuntungan Pakai LTL untuk Pengiriman, Bikin Hemat Ongkir!
Memilih antara kontainer 20 feet dan 40 feet sebenarnya bukan soal lebih besar lebih bagus, tapi soal kebutuhan muatan, akses lokasi, dan biaya logistik.
Kalau salah pilih, biaya bisa jadi lebih mahal atau proses pengiriman malah jadi ribet.
Biar nggak bingung, yuk bahas empat pertimbangan utama yang paling sering dipakai dalam industri logistik.
Kalau barang kamu udah lebih dari setengah kapasitas 40’, biasanya langsung ambil 40 feet lebih hemat. Kalau barang sedikit atau sedang-sedang saja, 20 feet sudah cukup.
Kenapa begitu? Karena kontainer 20’ lebih stabil untuk mengangkut beban berat, sementara 40’ biasanya dimaksimalkan untuk volume.
Truk 40 feet itu panjang, jadi butuh radius belok besar dan area manuver luas.
Kalau barang kamu hampir memenuhi kontainer, 40 feet hampir selalu jadi pilihan paling ekonomis.
Baca Juga: 5 Jenis Mobil Pengangkut Barang Paling Populer di Indonesia
Agar pengiriman lebih aman dan minim risiko, perhatikan hal berikut:
Setiap jenis truk kontainer punya keunggulannya masing-masing. Jadi, pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnismu, ya.
Kalau masih bingung harus pilih yang mana, langsung aja gunakan forwarder.ai. Kamu bisa konsultasi dan juga melakukan pengiriman barang lewat platform ini.
Dengan menggunakan forwarder.ai, kamu bebas memilih jenis truknya dengan mudah dan biayanya juga transparan sejak awal.
Platform digital ini bisa membantu kamu mengirim barang lewat darat, laut, atau udara dengan sistem yang transparan, cepat, dan bisa dilacak real-time.
Mau tahu seperti apa keunggulan menggunakan layanan kirim barang lewat platform ini? Yuk, baca artikel ini: Jasa Pengiriman Container Lebih Mudah Lewat Forwarder.ai
Booking, cek harga, pilih rute, dan tracking barang, semua bisa kamu lakukan lewat
forwarder.ai.
Nggak ada lagi cerita tanya-tanya manual. Hemat waktu, hemat tenaga, dan tetap punya kontrol
penuh atas pengirimanmu.