Transhipment adalah operasi terminal ketika kontainer atau kargo dipindahkan dari satu kapal ke kapal lain untuk mencapai tujuan akhir. Pengiriman berhenti di titik antara, dibongkar dari kapal pertama, lalu dimuat pada kapal lanjutan. Ini berbeda dari direct service tanpa perpindahan antar-kapal.
Kapal pertama dapat berupa feeder vessel yang menghubungkan pelabuhan regional dengan hub. Kapal berikutnya dapat berukuran atau melayani rute berbeda. Sebutan feeder menjelaskan fungsi jaringan, bukan urutan wajib; rancangan aktual mengikuti service dan port rotation yang dipilih untuk shipment tersebut.
Pada booking dengan transhipment, transport plan memuat lebih dari satu ocean leg. Setiap leg perlu dibaca bersama vessel, voyage number, port call, serta estimasi waktunya. Nomor shipment dapat tetap sama, tetapi perubahan kapal dan jadwal terjadi pada titik koneksi yang dicantumkan.
Mother Vessel dapat menjalankan leg utama setelah koneksi di hub, tetapi pola itu merupakan contoh jaringan. Transhipment juga dapat terjadi antara dua layanan lain. Definisi utamanya tetap perpindahan antar-kapal, sehingga ukuran kapal atau sebutan komersialnya bukan syarat untuk mengklasifikasikan peristiwa tersebut.
Port of Discharge adalah lokasi kargo dibongkar dari kapal laut terakhir menurut definisi DCSA. Pelabuhan transit berada di tengah rute dan menjadi titik bongkar untuk koneksi berikutnya. Karena keduanya sama-sama melibatkan discharge, pembaca perlu membedakan bongkar di terminal transit dari Port of Discharge akhir pada shipment.
Port of Loading adalah lokasi kargo dimuat ke kapal laut pertama. Saat kontainer dimuat kembali ke kapal lanjutan di pelabuhan transit, peristiwanya adalah onward loading untuk leg berikutnya, bukan perubahan Port of Loading pada shipment. Nomor leg, vessel, voyage, dan port call membedakan kedua tahap tersebut.
Di terminal transit, unit lebih dahulu discharged dari kapal masuk, berada dalam penguasaan terminal untuk koneksi, lalu loaded ke kapal keluar. Status transhipment tidak menyatakan bahwa koneksi berikutnya sudah selesai. Timestamp dan vessel reference menentukan tahap yang benar-benar tercatat pada saat itu.
Dokumen delivery order berkaitan dengan release di tujuan dalam alur tertentu, sedangkan terminal transit menangani perpindahan antar-kapal. Karena fungsinya berbeda, dokumen release tujuan tidak menjadi bukti bahwa koneksi transit telah dimuat. Event operasional dan status dokumen perlu tetap dipisahkan.
Setiap leg perlu dibaca melalui jadwal kapal yang terkait. Perubahan arrival kapal pertama dapat memengaruhi waktu tersedia untuk koneksi, sedangkan perubahan kapal kedua dapat memperpanjang transit. Dampak akhirnya ditentukan oleh jadwal aktual, terminal, dan pengaturan ulang yang dilakukan operator.
Sebagai ilustrasi, kontainer berangkat dari pelabuhan A dengan voyage pertama, dibongkar di hub B, lalu dimuat ke voyage kedua menuju pelabuhan C. Tiga lokasi dan dua kapal membentuk satu transport plan. Contoh ini menjelaskan struktur leg tanpa menjanjikan waktu koneksi tertentu.
Your Reliable, Friendly Neighborhood Forwarder