LTL adalah metode pengiriman barang melalui jalan darat ketika satu pengiriman memakai sebagian kapasitas truk dan berbagi ruang dengan muatan pengirim lain. Kepanjangannya adalah Less Than Truckload. Pengaturan ini memungkinkan Shipper mengirim barang dalam jumlah yang lebih kecil tanpa menyewa seluruh kapasitas truk untuk kiriman tersebut.
Muatan LTL dapat berupa beberapa palet atau unit barang yang disiapkan untuk pengangkutan bersama. Penyedia layanan menggabungkan pengiriman yang sesuai dengan jaringan dan tujuan layanannya. Ukuran kiriman menjadi salah satu pertimbangan, bersama jadwal, jenis barang, serta kebutuhan penanganan saat barang dijemput dan diserahkan.
Dalam jaringan LTL yang memakai terminal, barang dari beberapa pengirim dikumpulkan dan disortir menurut arah pengiriman. Muatan dapat berpindah kendaraan di titik penghubung sebelum diteruskan ke area tujuan. Cross-Docking dapat menjadi bagian dari pengaturan ini ketika barang dipindahkan antarangkutan tanpa penyimpanan jangka panjang.
Karena perjalanan dapat melibatkan pemindahan dan beberapa pemberhentian, penyiapan unit muatan perlu memperhatikan penanganan berulang. Kemasan harus sesuai karakter barang dan barang perlu terikat stabil pada palet jika memakai palet. Identitas pengiriman yang jelas membantu setiap unit tetap terhubung dengan tujuan yang benar selama perpindahan.
Data pengiriman meliputi jumlah unit, dimensi setelah dikemas, Gross Weight, lokasi asal dan tujuan, serta karakter barang. Dimensi dan berat membantu penyedia menilai pemakaian kapasitas. Informasi fasilitas di kedua ujung perjalanan juga penting, misalnya apakah tersedia area bongkar muat atau diperlukan alat bantu pemindahan dari kendaraan.
Tarif LTL disusun menurut struktur layanan masing-masing penyedia. Berat, ukuran, rute, karakter penanganan, dan layanan tambahan dapat memengaruhi penawaran. Membaca cakupan penjemputan serta penyerahan membantu memahami biaya yang dibandingkan, terutama ketika salah satu penawaran memuat bantuan bongkar sementara penawaran lain hanya mencakup angkutan dasarnya.
Sebagai contoh hipotetis, sebuah produsen mengirim dua palet kemasan ke distributor setiap minggu. Jumlah itu cukup kecil dibandingkan ruang truk yang tersedia, dan distributor mempunyai jendela penerimaan yang sesuai dengan layanan gabungan. Dalam kondisi tersebut, LTL menjadi pilihan yang dapat dibandingkan dengan pengiriman menggunakan truk khusus.
FTL mengalokasikan truk untuk satu pengirim atau satu muatan khusus. Perbedaan utama terhadap LTL terletak pada pembagian kapasitas, bukan kewajiban memenuhi setiap ruang kendaraan. Pada contoh produsen tadi, kebutuhan jadwal langsung atau pemisahan muatan dapat menjadi alasan memilih truk khusus meskipun hanya sebagian kapasitasnya terpakai.
LTL sesuai untuk dibahas ketika pengirim mempunyai muatan relatif kecil dan dapat menyesuaikan kebutuhannya dengan jaringan layanan bersama. Penilaian akhirnya menghubungkan karakter barang, kesiapan kemasan, waktu yang diperlukan, dan cakupan layanan. Dengan begitu, berbagi ruang truk dipahami sebagai pengaturan pengiriman yang konkret, bukan sekadar label untuk barang sedikit.
Your Reliable, Friendly Neighborhood Forwarder