{"id":771,"date":"2026-06-21T08:30:00","date_gmt":"2026-06-21T01:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forwarder.ai\/blog\/?p=771"},"modified":"2026-06-26T15:26:54","modified_gmt":"2026-06-26T08:26:54","slug":"delivery-order","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/delivery-order\/","title":{"rendered":"Apa Itu Delivery Order (DO)? Pengertian, Isi Dokumen, dan Bedanya dengan PO dan Invoice"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Delivery order<\/strong>, atau disingkat <strong>DO<\/strong>, adalah dokumen yang memerintahkan gudang untuk mengeluarkan barang dan mengirimkannya ke penerima. Dokumen ini diterbitkan penjual, distributor, atau supplier begitu ada pesanan yang dikonfirmasi. Tanpa DO, tim gudang tidak punya instruksi sah untuk menggerakkan barang. Dan di dunia logistik, ketiadaan instruksi selalu berbuntut keterlambatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak pelaku bisnis masih keliru membedakan DO dengan <em>purchase order<\/em> (PO), invoice, dan surat jalan. Wajar, karena keempat dokumen ini bekerja di tahap yang berbeda dalam satu transaksi yang sama. Tanpa gambaran urutan lengkapnya, kebingungan itu tidak akan hilang hanya dengan membaca definisi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Fungsi Delivery Order dalam Proses Pengiriman?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanpa DO, gudang tidak punya instruksi sah untuk menggerakkan barang. Mau ke mana, berapa unit, kapan dikirim, semua harus ada di dokumen ini. Empat fungsi ini yang paling sering terasa dampaknya di operasional sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Instruksi Resmi untuk Tim Gudang<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">DO memberikan perintah jelas kepada staf gudang: barang apa yang harus dikeluarkan, berapa jumlahnya, dan ke mana tujuannya. Tanpa instruksi ini, staf gudang tidak punya dasar hukum untuk menggerakkan barang. Risiko salah ambil atau salah kirim pun langsung naik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bukti Permintaan Pengiriman yang Sah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">DO adalah bukti tertulis bahwa pengiriman memang diminta oleh pihak berwenang. Ketika terjadi selisih antara barang yang dikirim dan yang dipesan, DO biasanya menjadi dokumen pertama yang dibuka. Penjual, gudang, dan jasa ekspedisi semua terlindungi dari potensi sengketa selama DO-nya lengkap dan konsisten.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Alat Pelacak Status Barang<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nomor DO digunakan untuk melacak status barang mulai dari tahap <em>picking<\/em> di gudang hingga barang tiba di tangan penerima. Kalau platform logistik kamu sudah terintegrasi dengan <a href=\"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/warehouse-management-system\/\">Warehouse Management System (WMS)<\/a>, pelacakan ini berjalan otomatis tanpa perlu kirim pesan manual ke tim gudang untuk cek status.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Dokumen Pendukung Audit dan Klaim<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">DO adalah bukti pendukung dalam rekonsiliasi keuangan, audit internal, dan klaim asuransi pengiriman. DO memverifikasi bahwa barang yang tercatat di invoice memang sudah diproses untuk dikirim. Tanpa DO yang valid dan konsisten dengan dokumen lain, klaim asuransi bisa ditolak hanya karena ada ketidaksesuaian di dokumen.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Isi Dokumen Delivery Order?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indonesia belum punya format standar nasional untuk delivery order. Makanya format DO bisa sangat berbeda antar perusahaan, dan ini penyebab utama kenapa DO manual sering bikin bingung ketika dua pihak memakai template yang tidak sama. Isi pokoknya yang konsisten. Ada enam informasi yang wajib ada di setiap DO yang valid.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Nomor dan Tanggal DO<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap DO harus punya nomor unik dan tanggal penerbitan. Nomor ini digunakan untuk pelacakan, pengarsipan, dan referensi lintas departemen. Jika satu transaksi melibatkan beberapa pengiriman bertahap, nomor DO memastikan setiap batch barang bisa ditelusuri secara terpisah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Identitas Pengirim dan Penerima<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">DO mencantumkan nama, alamat lengkap, dan nomor kontak pihak pengirim serta penerima. Sertakan juga nama PIC (<em>person in charge<\/em>) di masing-masing pihak. Kalau ada kendala di jalan, tim logistik butuh orang yang bisa langsung dihubungi, bukan nomor kantor yang tidak diangkat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Detail Barang yang Dikirim<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nama produk, kode barang atau SKU, jumlah unit, satuan (pcs, karton, kg), dan deskripsi singkat kondisi barang. Semakin spesifik informasi ini, semakin kecil ruang untuk interpretasi yang salah di gudang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Instruksi Pengiriman Khusus<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa DO menyertakan instruksi tambahan: jenis layanan yang diinginkan, batas waktu pengiriman, atau penanganan khusus untuk barang fragil, barang bersuhu, atau barang berbahaya. Instruksi ini kritis untuk barang yang tidak boleh diperlakukan sembarangan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Referensi Purchase Order<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk bisnis B2B, DO harus mencantumkan nomor PO yang menjadi dasar pengiriman. Ini kelihatan sepele, tapi saat rekonsiliasi akhir bulan dengan volume transaksi tinggi, absennya nomor PO di DO bisa bikin tim finance kerja dua kali.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tanda Tangan dan Stempel Resmi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">DO yang valid harus ditandatangani oleh pihak berwenang di perusahaan pengirim. Beberapa industri dan kontrak B2B juga mewajibkan cap perusahaan. Tanpa tanda tangan, DO bisa dianggap tidak sah oleh pihak penerima.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk memahami posisi DO dalam ekosistem dokumen yang lebih luas, baca panduan <a href=\"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/jenis-dokumen-logistik\/\">jenis-jenis dokumen logistik yang digunakan dalam pengiriman<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Siapa yang Membuat Delivery Order dan Kapan?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">DO diterbitkan oleh pihak yang pegang stok dan berwenang mengeluarkannya. Dalam praktik bisnis, ada tiga pihak yang paling sering menerbitkan DO:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Penjual atau retailer<\/strong> saat menerima dan mengonfirmasi pesanan dari pelanggan akhir.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Distributor atau supplier<\/strong> saat menerima PO dari buyer-nya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tim gudang atau logistik internal<\/strong> di perusahaan manufaktur untuk instruksi pengiriman ke channel distribusi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">DO terbit setelah pesanan dikonfirmasi dan sebelum barang keluar gudang. Ini sinyal resmi bagi tim gudang untuk mulai memproses pengiriman. Di sistem yang sudah terintegrasi dengan ERP atau WMS, DO bisa terbit otomatis begitu status pesanan berubah. Tidak perlu input manual.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam konteks pengiriman laut, ada pihak lain yang juga menerbitkan DO dengan fungsi yang berbeda. Selengkapnya di bagian sea freight.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Alur Proses Delivery Order dari Awal hingga Selesai?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alur DO sendiri tidak rumit. Tapi sebelum masuk ke langkah-langkahnya, lebih berguna kalau kita lihat dulu posisi DO dalam urutan dokumen yang lebih besar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Urutan Dokumen dalam Satu Transaksi Pengiriman<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PO, DO, surat jalan, dan invoice sering dibahas terpisah. Padahal keempatnya bekerja dalam urutan yang logis di satu transaksi yang sama. Memahami urutannya jauh lebih membantu daripada menghafal definisi masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; border: 1px solid #ffe0cc; border-radius: 6px; padding: 20px 24px; margin: 20px 0;\">\n<p style=\"font-weight: bold; margin-bottom: 16px; color: #333;\">Alur Dokumen dalam Satu Transaksi:<\/p>\n<ol style=\"margin: 0; padding-left: 22px; line-height: 2.1;\">\n<li><strong>Purchase Order (PO)<\/strong>: Pembeli menerbitkan PO ke supplier. &#8220;Saya mau beli ini, sebanyak ini, dengan harga ini.&#8221;<\/li>\n<li><strong>Delivery Order (DO)<\/strong>: Supplier mengonfirmasi dan menerbitkan DO ke gudang. &#8220;Siapkan barang ini, kirim ke alamat ini.&#8221;<\/li>\n<li><strong>Surat Jalan<\/strong>: Logistik menerbitkan surat jalan saat barang keluar. &#8220;Barang ini sedang dalam perjalanan, ini detailnya.&#8221;<\/li>\n<li><strong>Invoice<\/strong>: Supplier menerbitkan invoice ke pembeli. &#8220;Ini tagihan untuk barang yang sudah kami kirim.&#8221;<\/li>\n<li><strong>BAST (Berita Acara Serah Terima)<\/strong>: Penerima menandatangani bukti penerimaan. &#8220;Barang sudah diterima sesuai kondisi yang disepakati.&#8221;<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"margin: 16px 0 0; font-size: 0.92em; color: #666;\">Catatan: Urutan ini bisa sedikit berbeda tergantung jenis bisnis dan kontrak. Di beberapa transaksi, invoice bisa diterbitkan bersamaan dengan DO. Tapi secara logis, PO selalu pertama dan BAST selalu terakhir.<\/p>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan urutan ini, pertanyaan klasik &#8220;mana yang duluan, PO atau DO?&#8221; langsung terjawab: PO selalu lebih dulu, karena PO adalah permintaan dan DO adalah respons atas permintaan itu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Pesanan Masuk dari Pembeli<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembeli membuat pesanan melalui sistem, email, atau marketplace. Data pesanan itu langsung jadi dasar penerbitan DO.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Penjual atau Distributor Menerbitkan DO<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah pesanan dikonfirmasi, penjual membuat DO yang mencantumkan detail barang, jumlah, dan alamat tujuan. DO biasanya juga mereferensikan nomor PO supaya mudah ditelusuri. Kamu bisa lihat bagaimana DO berhubungan dengan dokumen pengiriman lain di panduan <a href=\"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/informasi-shipping-instruction\/\">cara membuat shipping instruction yang lengkap dan benar<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Gudang Memproses DO<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tim gudang menerima DO dan mulai menyiapkan barang sesuai instruksi. Mereka melakukan <em>picking<\/em>, pengecekan kualitas, dan pengemasan berdasarkan data yang tercantum di DO.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Ekspedisi atau Kurir Mengambil Barang<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah barang siap, jasa pengiriman mengambil muatan. Di sinilah surat jalan mulai berperan sebagai dokumen perjalanan yang menyertai barang ke tangan penerima.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Barang Diterima dan DO Ditutup<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penerima menandatangani bukti penerimaan. Data ini masuk ke sistem untuk menutup siklus DO dan memperbarui catatan stok secara otomatis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Perbedaan Delivery Order dengan PO, Invoice, dan Surat Jalan?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cara paling mudah membedakan keempatnya: pahami dulu kategorinya. Definisi saja tidak cukup.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PO dan Invoice adalah dokumen keuangan, menyangkut nilai transaksi, syarat pembayaran, dan rekam akuntansi. DO adalah dokumen operasional, perintah untuk menggerakkan barang secara fisik. Surat jalan adalah dokumen custody, bukti bahwa barang berpindah tangan selama perjalanan.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto;\">\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-size: 0.93em; margin: 16px 0;\">\n<thead>\n<tr style=\"background-color: #ff6726; color: #ffffff;\">\n<th style=\"padding: 10px 12px; text-align: left; min-width: 90px;\">Aspek<\/th>\n<th style=\"padding: 10px 12px; text-align: left; min-width: 130px;\">Delivery Order (DO)<\/th>\n<th style=\"padding: 10px 12px; text-align: left; min-width: 130px;\">Purchase Order (PO)<\/th>\n<th style=\"padding: 10px 12px; text-align: left; min-width: 110px;\">Invoice<\/th>\n<th style=\"padding: 10px 12px; text-align: left; min-width: 120px;\">Surat Jalan<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr style=\"background-color: #fff8f4;\">\n<td style=\"padding: 10px 12px; border-bottom: 1px solid #ffe0cc;\"><strong>Kategori<\/strong><\/td>\n<td style=\"padding: 10px 12px; border-bottom: 1px solid #ffe0cc;\">Dokumen operasional<\/td>\n<td style=\"padding: 10px 12px; border-bottom: 1px solid #ffe0cc;\">Dokumen keuangan<\/td>\n<td style=\"padding: 10px 12px; border-bottom: 1px solid #ffe0cc;\">Dokumen keuangan<\/td>\n<td style=\"padding: 10px 12px; border-bottom: 1px solid #ffe0cc;\">Dokumen custody<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 10px 12px; border-bottom: 1px solid #ffe0cc;\"><strong>Fungsi<\/strong><\/td>\n<td style=\"padding: 10px 12px; border-bottom: 1px solid #ffe0cc;\">Perintah mengeluarkan dan mengirim barang dari gudang<\/td>\n<td style=\"padding: 10px 12px; border-bottom: 1px solid #ffe0cc;\">Permintaan pembelian dari buyer ke supplier<\/td>\n<td style=\"padding: 10px 12px; border-bottom: 1px solid #ffe0cc;\">Tagihan keuangan dari penjual ke pembeli<\/td>\n<td style=\"padding: 10px 12px; border-bottom: 1px solid #ffe0cc;\">Bukti bahwa barang sedang dalam perjalanan ke penerima<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"background-color: #fff8f4;\">\n<td style=\"padding: 10px 12px; border-bottom: 1px solid #ffe0cc;\"><strong>Penerbit<\/strong><\/td>\n<td style=\"padding: 10px 12px; border-bottom: 1px solid #ffe0cc;\">Penjual, distributor, atau supplier<\/td>\n<td style=\"padding: 10px 12px; border-bottom: 1px solid #ffe0cc;\">Pembeli atau tim pengadaan<\/td>\n<td style=\"padding: 10px 12px; border-bottom: 1px solid #ffe0cc;\">Penjual<\/td>\n<td style=\"padding: 10px 12px; border-bottom: 1px solid #ffe0cc;\">Pihak logistik atau ekspedisi<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 10px 12px; border-bottom: 1px solid #ffe0cc;\"><strong>Urutan Terbit<\/strong><\/td>\n<td style=\"padding: 10px 12px; border-bottom: 1px solid #ffe0cc;\">Kedua (setelah PO)<\/td>\n<td style=\"padding: 10px 12px; border-bottom: 1px solid #ffe0cc;\">Pertama<\/td>\n<td style=\"padding: 10px 12px; border-bottom: 1px solid #ffe0cc;\">Keempat (setelah barang dikirim)<\/td>\n<td style=\"padding: 10px 12px; border-bottom: 1px solid #ffe0cc;\">Ketiga (saat barang keluar gudang)<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"background-color: #fff8f4;\">\n<td style=\"padding: 10px 12px; border-bottom: 1px solid #ffe0cc;\"><strong>Isi Utama<\/strong><\/td>\n<td style=\"padding: 10px 12px; border-bottom: 1px solid #ffe0cc;\">Nama barang, jumlah, alamat pengiriman, referensi PO<\/td>\n<td style=\"padding: 10px 12px; border-bottom: 1px solid #ffe0cc;\">Jenis, jumlah, harga, dan syarat pembelian<\/td>\n<td style=\"padding: 10px 12px; border-bottom: 1px solid #ffe0cc;\">Nilai barang, qty, harga satuan, syarat pembayaran<\/td>\n<td style=\"padding: 10px 12px; border-bottom: 1px solid #ffe0cc;\">Detail barang, nomor kendaraan, identitas kurir<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td style=\"padding: 10px 12px;\"><strong>Tujuan<\/strong><\/td>\n<td style=\"padding: 10px 12px;\">Instruksi pengiriman fisik<\/td>\n<td style=\"padding: 10px 12px;\">Persetujuan transaksi pembelian<\/td>\n<td style=\"padding: 10px 12px;\">Penagihan dan rekam transaksi keuangan<\/td>\n<td style=\"padding: 10px 12px;\">Dokumen perjalanan dan serah terima fisik<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk memahami lebih lanjut bagaimana surat jalan bekerja sebagai dokumen custody pengiriman, baca panduan <a href=\"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/what-is-a-waybill-and-how-does-it-work\/\">pengertian surat jalan dan cara penggunaannya<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana dengan COD? Apa Bedanya dengan DO?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">COD (<em>Cash on Delivery<\/em>) dan delivery order sering disebut bersamaan, tapi keduanya tidak bisa dibandingkan secara langsung karena berbeda kategori. COD adalah metode pembayaran di mana pembeli membayar saat barang diterima. DO adalah dokumen administrasi pengiriman. Satu transaksi bisa menggunakan COD sekaligus memiliki DO. Keduanya tidak saling menggantikan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Terjadi Jika Delivery Order Salah atau Terlambat?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">DO yang bermasalah dampaknya tidak berhenti di barang terlambat. Konsekuensinya bisa menyebar ke beberapa area sekaligus, dan tidak semuanya langsung kelihatan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Barang Tertahan di Gudang dan Biaya Penumpukan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanpa DO yang valid, gudang tidak punya instruksi untuk mengeluarkan barang. Kalau kamu menggunakan gudang pihak ketiga atau gudang berikat, biaya penyimpanan per hari terus berjalan. Semakin lama barang tertahan, semakin besar tagihan yang menunggu di akhir.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Demurrage di Pelabuhan untuk Pengiriman Laut<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam sea freight, keterlambatan penerbitan atau pengambilan DO dari shipping agent bisa berujung pada biaya demurrage, yaitu biaya penumpukan kontainer di pelabuhan setelah periode <em>free time<\/em> habis. Free time biasanya berkisar 3 sampai 5 hari kerja, tergantung shipping line. Besarnya demurrage bervariasi, tapi bisa cepat jadi beban yang cukup berat kalau tidak segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Klaim Asuransi Pengiriman Ditolak<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika terjadi kerusakan atau kehilangan barang dalam perjalanan, perusahaan asuransi akan memeriksa kelengkapan dokumen. DO yang tidak konsisten dengan invoice atau surat jalan (misalnya jumlah barang yang berbeda di antara ketiga dokumen itu) bisa menjadi alasan penolakan klaim, meski kerusakan terbukti terjadi saat pengiriman.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Penalti SLA di Kontrak B2B<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam kontrak Business-to-Business, banyak buyer menetapkan <a href=\"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/sla-adalah\/\"><em>service level agreement<\/em> (SLA)<\/a> untuk waktu pengiriman. Kalau DO terlambat diterbitkan sehingga pengiriman melewati batas waktu yang disepakati, supplier bisa terkena penalti yang sudah tertulis di kontrak. Ini terutama kritis di sektor retail modern dan manufaktur yang mengandalkan sistem <em>just-in-time<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Barang Salah Kirim dan Biaya Retur<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">DO yang salah, baik karena data barang keliru atau alamat tidak lengkap, langsung berdampak pada pengiriman. Biaya retur, biaya re-pengiriman, dan potensi kerusakan selama proses bolak-balik adalah kerugian yang sepenuhnya bisa dihindari dengan DO yang akurat sejak awal.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Delivery Order di Sea Freight: Dua Jenis yang Sering Tertukar<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam sea freight, DO punya mekanisme yang berbeda dari distribusi darat. Ada dua jenisnya, dan keduanya sering disebut dengan nama yang sama padahal berbeda fungsi dan pihak yang terlibat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>DO dari shipper ke forwarder<\/strong> bekerja seperti DO distribusi biasa: instruksi dari eksportir kepada forwarder untuk menjemput dan memproses kargo.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>DO dari shipping line ke consignee<\/strong> adalah dokumen yang memungkinkan penerima barang mengambil kontainer dari pelabuhan atau depo. Ini diterbitkan setelah penerima menyerahkan Bill of Lading (B\/L) asli atau <em>telex release<\/em> kepada agen shipping line, dan setelah semua biaya pengiriman dilunasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang sering tidak disadari: proses penerbitan DO dari shipping agent di Indonesia umumnya membutuhkan 1 hingga 3 hari kerja setelah B\/L diserahkan. Artinya, meski kapal sudah sandar dan barang sudah tersedia di terminal, penerima belum bisa mengambil kontainernya sebelum DO terbit. Free time mulai berjalan di titik ini. Demurrage mulai mengancam kalau prosesnya tidak dikelola cepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi ada dua konteks DO dalam praktik nyata yang tidak bisa dicampur: DO untuk distribusi darat dan DO dari shipping line di pelabuhan. Detail dokumen-dokumen yang diperlukan dalam proses pengiriman laut bisa kamu baca di artikel <a href=\"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/essential-documents-in-sea-freight-the-complete-guide-to-sea-freight-shipping\/\">dokumen penting dalam pengiriman barang melalui laut<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Checklist Sebelum Menerbitkan Delivery Order<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Enam hal ini yang paling sering jadi sumber masalah kalau dilewati saat menerbitkan DO.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Verifikasi Data Barang<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pastikan nama produk, kode SKU, jumlah unit, dan satuan sudah sesuai dengan PO yang menjadi dasar pengiriman. Satu angka yang berbeda antara DO dan PO bisa memblokir proses rekonsiliasi keuangan di kemudian hari.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Cek Alamat Penerima Sampai ke Detail Terkecil<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nama penerima, nama gedung, nomor lantai, kode pos, dan nomor kontak PIC perlu dicek ulang, bukan diasumsikan sama dengan pengiriman sebelumnya. Alamat yang tidak lengkap adalah penyebab paling sering terjadinya pengiriman yang tertahan di jalan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Cantumkan Nomor PO yang Relevan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini kecil tapi sering terlewat. Nomor PO di DO adalah penghubung antara dokumen operasional dan keuangan. Tanpa ini, tim finance harus melakukan pencocokan manual yang memakan waktu saat rekonsiliasi akhir bulan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Konfirmasi Ketersediaan Stok Sebelum DO Terbit<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">DO yang diterbitkan untuk barang yang stoknya ternyata kosong menciptakan masalah berantai: gudang bingung, pengiriman tertunda, pembeli kecewa. Konfirmasi stok aktual dulu sebelum DO terbit. Langkahnya sederhana, tapi sering dilewati karena dianggap sudah pasti.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pastikan Ada Tanda Tangan Pihak Berwenang<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">DO tanpa tanda tangan resmi bisa ditolak oleh penerima atau tidak diakui perusahaan asuransi. Di lingkungan bisnis yang bergantung pada dokumen digital, pastikan sistem kamu mendukung tanda tangan elektronik yang sah secara hukum.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Simpan Salinan Digital Segera Setelah DO Diterbitkan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Arsip digital memungkinkan penelusuran cepat saat ada pertanyaan atau klaim. Jangan tunggu sampai ada masalah baru mulai mengarsipkan, karena saat itu biasanya prosesnya jadi jauh lebih panjang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, sekarang kamu sudah tahu cara kerja DO, apa isi dokumennya, dan apa yang bisa terjadi kalau prosesnya meleset. Kalau kamu mau coba pengiriman yang dokumennya sudah digital dan bisa dilacak real-time, coba forwarder.ai dan klaim <a href=\"https:\/\/forwarder.ai\/\/article-voucher-claim\" target=\"_blank\" rel=\"noopener nofollow\">voucher diskon hingga 200K untuk pengiriman pertamamu<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pertanyaan Umum tentang Delivery Order (DO)<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Delivery order itu artinya apa?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Delivery order artinya dokumen perintah pengiriman barang. DO memberikan instruksi resmi kepada gudang atau tim logistik untuk mengeluarkan barang tertentu dan mengirimkannya ke penerima yang sudah ditentukan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Siapa yang membuat delivery order?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">DO dibuat oleh pihak yang memiliki stok barang: penjual, distributor, atau supplier. Dalam sistem yang sudah terintegrasi, DO bisa diterbitkan otomatis oleh software ERP atau WMS segera setelah pesanan dikonfirmasi. Dalam pengiriman laut, DO juga diterbitkan oleh shipping line kepada penerima barang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa perbedaan delivery order dan purchase order?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PO diterbitkan oleh pembeli kepada supplier sebelum transaksi terjadi: permintaan untuk membeli. DO diterbitkan oleh supplier kepada gudang setelah pesanan dikonfirmasi: instruksi untuk menyiapkan dan mengirim barang. PO memulai proses pembelian, DO memulai proses pengiriman fisik. Urutan yang benar selalu PO dulu, baru DO.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa perbedaan delivery order dan invoice?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">DO adalah dokumen operasional yang menggerakkan barang secara fisik. Invoice adalah dokumen keuangan yang mencatat nilai transaksi dan menjadi dasar penagihan. DO terbit sebelum atau bersamaan dengan pengiriman, invoice umumnya terbit setelah barang dikirim atau diterima. Keduanya bisa berjalan di satu transaksi yang sama tapi tidak bisa saling menggantikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Beda delivery order dan surat jalan?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">DO adalah instruksi internal sebelum barang keluar dari gudang. Surat jalan adalah dokumen yang menemani barang selama perjalanan dan menjadi bukti serah terima fisik. DO datang sebelum barang bergerak, surat jalan menyertai barang saat bergerak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa bedanya COD dan delivery order?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">COD (<em>Cash on Delivery<\/em>) adalah metode pembayaran di mana pembeli membayar saat barang diterima. Delivery order adalah dokumen administrasi pengiriman. Keduanya berbeda kategori dan bisa ada bersama dalam satu transaksi: COD mengatur cara bayar, DO mengatur alur dokumen operasional logistiknya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><script type=\"application\/ld+json\"><br \/>\n{<br \/>\n  \"@context\": \"https:\/\/schema.org\",<br \/>\n  \"@type\": \"FAQPage\",<br \/>\n  \"mainEntity\": [<br \/>\n    {<br \/>\n      \"@type\": \"Question\",<br \/>\n      \"name\": \"Delivery order itu artinya apa?\",<br \/>\n      \"acceptedAnswer\": {<br \/>\n        \"@type\": \"Answer\",<br \/>\n        \"text\": \"Delivery order artinya dokumen perintah pengiriman barang. DO memberikan instruksi resmi kepada gudang atau tim logistik untuk mengeluarkan barang tertentu dan mengirimkannya ke penerima yang sudah ditentukan.\"<br \/>\n      }<br \/>\n    },<br \/>\n    {<br \/>\n      \"@type\": \"Question\",<br \/>\n      \"name\": \"Siapa yang membuat delivery order?\",<br \/>\n      \"acceptedAnswer\": {<br \/>\n        \"@type\": \"Answer\",<br \/>\n        \"text\": \"DO dibuat oleh pihak yang memiliki stok barang: penjual, distributor, atau supplier. Dalam sistem yang sudah terintegrasi, DO bisa diterbitkan otomatis oleh software ERP atau WMS segera setelah pesanan dikonfirmasi. Dalam pengiriman laut, DO juga diterbitkan oleh shipping line kepada penerima barang.\"<br \/>\n      }<br \/>\n    },<br \/>\n    {<br \/>\n      \"@type\": \"Question\",<br \/>\n      \"name\": \"Apa perbedaan delivery order dan purchase order?\",<br \/>\n      \"acceptedAnswer\": {<br \/>\n        \"@type\": \"Answer\",<br \/>\n        \"text\": \"PO diterbitkan oleh pembeli kepada supplier sebelum transaksi terjadi: permintaan untuk membeli. DO diterbitkan oleh supplier kepada gudang setelah pesanan dikonfirmasi: instruksi untuk menyiapkan dan mengirim barang. PO memulai proses pembelian, DO memulai proses pengiriman fisik. Urutan yang benar selalu PO dulu, baru DO.\"<br \/>\n      }<br \/>\n    },<br \/>\n    {<br \/>\n      \"@type\": \"Question\",<br \/>\n      \"name\": \"Apa perbedaan delivery order dan invoice?\",<br \/>\n      \"acceptedAnswer\": {<br \/>\n        \"@type\": \"Answer\",<br \/>\n        \"text\": \"DO adalah dokumen operasional yang menggerakkan barang secara fisik. Invoice adalah dokumen keuangan yang mencatat nilai transaksi dan menjadi dasar penagihan. DO terbit sebelum atau bersamaan dengan pengiriman, invoice umumnya terbit setelah barang dikirim atau diterima.\"<br \/>\n      }<br \/>\n    },<br \/>\n    {<br \/>\n      \"@type\": \"Question\",<br \/>\n      \"name\": \"Beda delivery order dan surat jalan?\",<br \/>\n      \"acceptedAnswer\": {<br \/>\n        \"@type\": \"Answer\",<br \/>\n        \"text\": \"DO adalah instruksi internal sebelum barang keluar dari gudang. Surat jalan adalah dokumen yang menemani barang selama perjalanan dan menjadi bukti serah terima fisik. DO datang sebelum barang bergerak, surat jalan menyertai barang saat bergerak.\"<br \/>\n      }<br \/>\n    },<br \/>\n    {<br \/>\n      \"@type\": \"Question\",<br \/>\n      \"name\": \"Apa bedanya COD dan delivery order?\",<br \/>\n      \"acceptedAnswer\": {<br \/>\n        \"@type\": \"Answer\",<br \/>\n        \"text\": \"COD (Cash on Delivery) adalah metode pembayaran di mana pembeli membayar saat barang diterima. Delivery order adalah dokumen administrasi pengiriman. Keduanya berbeda kategori dan bisa ada bersama dalam satu transaksi: COD mengatur cara bayar, DO mengatur alur dokumen operasional logistiknya.\"<br \/>\n      }<br \/>\n    }<br \/>\n  ]<br \/>\n}<br \/>\n<\/script><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-rich is-provider-embed-handler wp-block-embed-embed-handler wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Logistik Tanpa Drama: forwarder.ai | Short Ver\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/mWki-6J3Mxs?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group alignfull has-text-color has-background is-layout-flow wp-container-core-group-is-layout-9c51073a wp-block-group-is-layout-flow\" style=\"border-style:none;border-width:0px;border-top-left-radius:24px;border-top-right-radius:24px;border-bottom-left-radius:24px;border-bottom-right-radius:24px;color:#000000;background-color:#ffffff;min-height:0px;margin-top:0;margin-bottom:0;padding-top:var(--wp--preset--spacing--50);padding-right:0;padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--50);padding-left:0\">\n<h3 class=\"wp-block-heading has-text-align-center has-ast-global-color-0-color has-ast-global-color-4-background-color has-text-color has-background has-link-color wp-elements-3c382d95524bb35caab8b898e2ed6487\" id=\"schedule-a-visit\" style=\"padding-top:var(--wp--preset--spacing--40);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--40);font-size:24px;line-height:1\"><strong><strong><strong>Kirim Barang Tanpa Ribet. Semua Bisa dari Satu Platform!<\/strong><\/strong><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\" style=\"padding-top:0;padding-bottom:0;font-size:14px;line-height:1\">Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-horizontal is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-core-buttons-is-layout-cbcdc57d wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button has-custom-width wp-block-button__width-50 is-style-fill\"><a class=\"wp-block-button__link has-ast-global-color-4-color has-ast-global-color-0-background-color has-text-color has-background has-link-color wp-element-button\" href=\"https:\/\/forwarder.ai\/article-voucher-claim\" style=\"border-radius:50px\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Dapatkan Diskon!<\/a><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<h6 class=\"wp-block-heading\" style=\"margin-top:0;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0\">Feeling enlightened? Share this article to more people.<\/h6>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-outermost-social-sharing alignleft is-layout-flex wp-container-outermost-social-sharing-is-layout-b0461a5d wp-block-outermost-social-sharing-is-layout-flex\"><li class=\"outermost-social-sharing-link outermost-social-sharing-link-facebook wp-block-outermost-social-sharing-link\">\n\t<a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/sharer\/sharer.php?u=https%3A%2F%2Fforwarder.ai%2Fblog%2Fdelivery-order%2F&#038;title=Apa%20Itu%20Delivery%20Order%20%28DO%29%3F%20Pengertian%2C%20Isi%20Dokumen%2C%20dan%20Bedanya%20dengan%20PO%20dan%20Invoice\" aria-label=\"Share on Facebook\" rel=\"noopener nofollow\" target=\"_blank\" class=\"wp-block-outermost-social-sharing-link-anchor\">\n\t\t<svg width=\"24\" height=\"24\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.1\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path d=\"M12 2C6.5 2 2 6.5 2 12c0 5 3.7 9.1 8.4 9.9v-7H7.9V12h2.5V9.8c0-2.5 1.5-3.9 3.8-3.9 1.1 0 2.2.2 2.2.2v2.5h-1.3c-1.2 0-1.6.8-1.6 1.6V12h2.8l-.4 2.9h-2.3v7C18.3 21.1 22 17 22 12c0-5.5-4.5-10-10-10z\"><\/path><\/svg>\t\t<span class=\"wp-block-outermost-social-sharing-link-label screen-reader-text\">\n\t\t\tShare on Facebook\t\t<\/span>\n\t<\/a>\n<\/li>\n\n\n<li class=\"outermost-social-sharing-link outermost-social-sharing-link-linkedin wp-block-outermost-social-sharing-link\">\n\t<a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/shareArticle?mini=true&#038;url=https%3A%2F%2Fforwarder.ai%2Fblog%2Fdelivery-order%2F&#038;title=Apa%20Itu%20Delivery%20Order%20%28DO%29%3F%20Pengertian%2C%20Isi%20Dokumen%2C%20dan%20Bedanya%20dengan%20PO%20dan%20Invoice\" aria-label=\"Share on LinkedIn\" rel=\"noopener nofollow\" target=\"_blank\" class=\"wp-block-outermost-social-sharing-link-anchor\">\n\t\t<svg width=\"24\" height=\"24\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.1\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path d=\"M19.7,3H4.3C3.582,3,3,3.582,3,4.3v15.4C3,20.418,3.582,21,4.3,21h15.4c0.718,0,1.3-0.582,1.3-1.3V4.3 C21,3.582,20.418,3,19.7,3z M8.339,18.338H5.667v-8.59h2.672V18.338z M7.004,8.574c-0.857,0-1.549-0.694-1.549-1.548 c0-0.855,0.691-1.548,1.549-1.548c0.854,0,1.547,0.694,1.547,1.548C8.551,7.881,7.858,8.574,7.004,8.574z M18.339,18.338h-2.669 v-4.177c0-0.996-0.017-2.278-1.387-2.278c-1.389,0-1.601,1.086-1.601,2.206v4.249h-2.667v-8.59h2.559v1.174h0.037 c0.356-0.675,1.227-1.387,2.526-1.387c2.703,0,3.203,1.779,3.203,4.092V18.338z\"><\/path><\/svg>\t\t<span class=\"wp-block-outermost-social-sharing-link-label screen-reader-text\">\n\t\t\tShare on LinkedIn\t\t<\/span>\n\t<\/a>\n<\/li>\n\n\n<li class=\"outermost-social-sharing-link outermost-social-sharing-link-x wp-block-outermost-social-sharing-link\">\n\t<a href=\"https:\/\/x.com\/share?url=https%3A%2F%2Fforwarder.ai%2Fblog%2Fdelivery-order%2F&#038;text=Apa%20Itu%20Delivery%20Order%20%28DO%29%3F%20Pengertian%2C%20Isi%20Dokumen%2C%20dan%20Bedanya%20dengan%20PO%20dan%20Invoice\" aria-label=\"Share on X\" rel=\"noopener nofollow\" target=\"_blank\" class=\"wp-block-outermost-social-sharing-link-anchor\">\n\t\t<svg width=\"24\" height=\"24\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.1\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path d=\"M13.982 10.622 20.54 3h-1.554l-5.693 6.618L8.745 3H3.5l6.876 10.007L3.5 21h1.554l6.012-6.989L15.868 21h5.245l-7.131-10.378Zm-2.128 2.474-.697-.997-5.543-7.93H8l4.474 6.4.697.996 5.815 8.318h-2.387l-4.745-6.787Z\"><\/path><\/svg>\t\t<span class=\"wp-block-outermost-social-sharing-link-label screen-reader-text\">\n\t\t\tShare on X\t\t<\/span>\n\t<\/a>\n<\/li>\n\n\n<li class=\"outermost-social-sharing-link outermost-social-sharing-link-threads wp-block-outermost-social-sharing-link\">\n\t<a href=\"https:\/\/www.threads.net\/intent\/post?text=https%3A%2F%2Fforwarder.ai%2Fblog%2Fdelivery-order%2F\" aria-label=\"Share on Threads\" rel=\"noopener nofollow\" target=\"_blank\" class=\"wp-block-outermost-social-sharing-link-anchor\">\n\t\t<svg width=\"24\" height=\"24\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.1\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path d=\"M16.3 11.3c-.1 0-.2-.1-.2-.1-.1-2.6-1.5-4-3.9-4-1.4 0-2.6.6-3.3 1.7l1.3.9c.5-.8 1.4-1 2-1 .8 0 1.4.2 1.7.7.3.3.5.8.5 1.3-.7-.1-1.4-.2-2.2-.1-2.2.1-3.7 1.4-3.6 3.2 0 .9.5 1.7 1.3 2.2.7.4 1.5.6 2.4.6 1.2-.1 2.1-.5 2.7-1.3.5-.6.8-1.4.9-2.4.6.3 1 .8 1.2 1.3.4.9.4 2.4-.8 3.6-1.1 1.1-2.3 1.5-4.3 1.5-2.1 0-3.8-.7-4.8-2S5.7 14.3 5.7 12c0-2.3.5-4.1 1.5-5.4 1.1-1.3 2.7-2 4.8-2 2.2 0 3.8.7 4.9 2 .5.7.9 1.5 1.2 2.5l1.5-.4c-.3-1.2-.8-2.2-1.5-3.1-1.3-1.7-3.3-2.6-6-2.6-2.6 0-4.7.9-6 2.6C4.9 7.2 4.3 9.3 4.3 12s.6 4.8 1.9 6.4c1.4 1.7 3.4 2.6 6 2.6 2.3 0 4-.6 5.3-2 1.8-1.8 1.7-4 1.1-5.4-.4-.9-1.2-1.7-2.3-2.3zm-4 3.8c-1 .1-2-.4-2-1.3 0-.7.5-1.5 2.1-1.6h.5c.6 0 1.1.1 1.6.2-.2 2.3-1.3 2.7-2.2 2.7z\"\/><\/svg>\t\t<span class=\"wp-block-outermost-social-sharing-link-label screen-reader-text\">\n\t\t\tShare on Threads\t\t<\/span>\n\t<\/a>\n<\/li>\n\n\n<li class=\"outermost-social-sharing-link outermost-social-sharing-link-whatsapp wp-block-outermost-social-sharing-link\">\n\t<a href=\"https:\/\/api.whatsapp.com\/send?text=Apa%20Itu%20Delivery%20Order%20%28DO%29%3F%20Pengertian%2C%20Isi%20Dokumen%2C%20dan%20Bedanya%20dengan%20PO%20dan%20Invoice%20&mdash;%20https%3A%2F%2Fforwarder.ai%2Fblog%2Fdelivery-order%2F\" aria-label=\"Share on WhatsApp\" rel=\"noopener nofollow\" target=\"_blank\" class=\"wp-block-outermost-social-sharing-link-anchor\">\n\t\t<svg width=\"24\" height=\"24\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.1\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\" focusable=\"false\"><path d=\"M 12.011719 2 C 6.5057187 2 2.0234844 6.478375 2.0214844 11.984375 C 2.0204844 13.744375 2.4814687 15.462563 3.3554688 16.976562 L 2 22 L 7.2324219 20.763672 C 8.6914219 21.559672 10.333859 21.977516 12.005859 21.978516 L 12.009766 21.978516 C 17.514766 21.978516 21.995047 17.499141 21.998047 11.994141 C 22.000047 9.3251406 20.962172 6.8157344 19.076172 4.9277344 C 17.190172 3.0407344 14.683719 2.001 12.011719 2 z M 12.009766 4 C 14.145766 4.001 16.153109 4.8337969 17.662109 6.3417969 C 19.171109 7.8517969 20.000047 9.8581875 19.998047 11.992188 C 19.996047 16.396187 16.413812 19.978516 12.007812 19.978516 C 10.674812 19.977516 9.3544062 19.642812 8.1914062 19.007812 L 7.5175781 18.640625 L 6.7734375 18.816406 L 4.8046875 19.28125 L 5.2851562 17.496094 L 5.5019531 16.695312 L 5.0878906 15.976562 C 4.3898906 14.768562 4.0204844 13.387375 4.0214844 11.984375 C 4.0234844 7.582375 7.6067656 4 12.009766 4 z M 8.4765625 7.375 C 8.3095625 7.375 8.0395469 7.4375 7.8105469 7.6875 C 7.5815469 7.9365 6.9355469 8.5395781 6.9355469 9.7675781 C 6.9355469 10.995578 7.8300781 12.182609 7.9550781 12.349609 C 8.0790781 12.515609 9.68175 15.115234 12.21875 16.115234 C 14.32675 16.946234 14.754891 16.782234 15.212891 16.740234 C 15.670891 16.699234 16.690438 16.137687 16.898438 15.554688 C 17.106437 14.971687 17.106922 14.470187 17.044922 14.367188 C 16.982922 14.263188 16.816406 14.201172 16.566406 14.076172 C 16.317406 13.951172 15.090328 13.348625 14.861328 13.265625 C 14.632328 13.182625 14.464828 13.140625 14.298828 13.390625 C 14.132828 13.640625 13.655766 14.201187 13.509766 14.367188 C 13.363766 14.534188 13.21875 14.556641 12.96875 14.431641 C 12.71875 14.305641 11.914938 14.041406 10.960938 13.191406 C 10.218937 12.530406 9.7182656 11.714844 9.5722656 11.464844 C 9.4272656 11.215844 9.5585938 11.079078 9.6835938 10.955078 C 9.7955938 10.843078 9.9316406 10.663578 10.056641 10.517578 C 10.180641 10.371578 10.223641 10.267562 10.306641 10.101562 C 10.389641 9.9355625 10.347156 9.7890625 10.285156 9.6640625 C 10.223156 9.5390625 9.737625 8.3065 9.515625 7.8125 C 9.328625 7.3975 9.131125 7.3878594 8.953125 7.3808594 C 8.808125 7.3748594 8.6425625 7.375 8.4765625 7.375 z\"><\/path><\/svg>\t\t<span class=\"wp-block-outermost-social-sharing-link-label screen-reader-text\">\n\t\t\tShare on WhatsApp\t\t<\/span>\n\t<\/a>\n<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Delivery order, atau disingkat DO, adalah dokumen yang memerintahkan gudang untuk mengeluarkan barang dan mengirimkannya ke penerima. Dokumen ini diterbitkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":773,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-771","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-dokumen-kepabeanan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.9 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Delivery Order (DO): Pengertian, Isi Dokumen, dan Beda dengan PO - Forwarder.ai - Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Delivery order adalah dokumen perintah pengiriman barang dari gudang kepenerima. Pahami isi dokumen DO, fungsinya, siapa yang membuat, sertabedanya dengan PO, invoice, dan surat jalan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/delivery-order\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Delivery Order (DO): Pengertian, Isi Dokumen, dan Beda dengan PO - Forwarder.ai - Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Delivery order adalah dokumen perintah pengiriman barang dari gudang kepenerima. Pahami isi dokumen DO, fungsinya, siapa yang membuat, sertabedanya dengan PO, invoice, dan surat jalan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/delivery-order\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Forwarder.ai - Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/forwarder.official\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-21T01:30:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-26T08:26:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/delivery_order.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1240\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Miftahul Khoir\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Miftahul Khoir\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/delivery-order\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/delivery-order\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Miftahul Khoir\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/94be42dbbf79b7bf8d9796bad4b1aaed\"},\"headline\":\"Apa Itu Delivery Order (DO)? Pengertian, Isi Dokumen, dan Bedanya dengan PO dan Invoice\",\"datePublished\":\"2026-06-21T01:30:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-26T08:26:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/delivery-order\\\/\"},\"wordCount\":2423,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/delivery-order\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/delivery_order.png\",\"articleSection\":[\"Dokumen &amp; Kepabeanan\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"description\":\"Delivery order adalah dokumen perintah pengiriman barang dari gudang kepenerima. Pahami isi dokumen DO, fungsinya, siapa yang membuat, sertabedanya dengan PO, invoice, dan surat jalan.\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/delivery-order\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/delivery-order\\\/\",\"name\":\"Delivery Order (DO): Pengertian, Isi Dokumen, dan Beda dengan PO - Forwarder.ai - Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/delivery-order\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/delivery-order\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/delivery_order.png\",\"datePublished\":\"2026-06-21T01:30:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-26T08:26:54+00:00\",\"description\":\"Delivery order adalah dokumen perintah pengiriman barang dari gudang kepenerima. Pahami isi dokumen DO, fungsinya, siapa yang membuat, sertabedanya dengan PO, invoice, dan surat jalan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/delivery-order\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/delivery-order\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/delivery-order\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/delivery_order.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/delivery_order.png\",\"width\":1240,\"height\":640,\"caption\":\"Apa Itu DO (Delivery Order)?\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/delivery-order\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Itu Delivery Order (DO)? Pengertian, Isi Dokumen, dan Bedanya dengan PO dan Invoice\",\"item\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/delivery-order\\\/\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Forwarder.ai\",\"description\":\"Platform Digital Pengiriman Cargo Laut, Darat dan Udara\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"PT Digital Freight Forwarder\",\"url\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/cropped-forwarder-ai-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/cropped-forwarder-ai-logo.png\",\"width\":214,\"height\":36,\"caption\":\"PT Digital Freight Forwarder\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/forwarder.official\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/forwarder-ai\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/94be42dbbf79b7bf8d9796bad4b1aaed\",\"name\":\"Miftahul Khoir\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/44b6775408bd42384b1082adf48e0a2473cc3d745ad8a381dfd245aebaaa9a59?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/44b6775408bd42384b1082adf48e0a2473cc3d745ad8a381dfd245aebaaa9a59?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/44b6775408bd42384b1082adf48e0a2473cc3d745ad8a381dfd245aebaaa9a59?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Miftahul Khoir\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/forwarder.ai\\\/blog\\\/author\\\/miftahul-khoir\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Delivery Order (DO): Pengertian, Isi Dokumen, dan Beda dengan PO - Forwarder.ai - Blog","description":"Delivery order adalah dokumen perintah pengiriman barang dari gudang kepenerima. Pahami isi dokumen DO, fungsinya, siapa yang membuat, sertabedanya dengan PO, invoice, dan surat jalan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/delivery-order\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Delivery Order (DO): Pengertian, Isi Dokumen, dan Beda dengan PO - Forwarder.ai - Blog","og_description":"Delivery order adalah dokumen perintah pengiriman barang dari gudang kepenerima. Pahami isi dokumen DO, fungsinya, siapa yang membuat, sertabedanya dengan PO, invoice, dan surat jalan.","og_url":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/delivery-order\/","og_site_name":"Forwarder.ai - Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/forwarder.official\/","article_published_time":"2026-06-21T01:30:00+00:00","article_modified_time":"2026-06-26T08:26:54+00:00","og_image":[{"width":1240,"height":640,"url":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/delivery_order.png","type":"image\/png"}],"author":"Miftahul Khoir","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Miftahul Khoir","Est. reading time":"11 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/delivery-order\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/delivery-order\/"},"author":{"name":"Miftahul Khoir","@id":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/#\/schema\/person\/94be42dbbf79b7bf8d9796bad4b1aaed"},"headline":"Apa Itu Delivery Order (DO)? Pengertian, Isi Dokumen, dan Bedanya dengan PO dan Invoice","datePublished":"2026-06-21T01:30:00+00:00","dateModified":"2026-06-26T08:26:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/delivery-order\/"},"wordCount":2423,"publisher":{"@id":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/delivery-order\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/delivery_order.png","articleSection":["Dokumen &amp; Kepabeanan"],"inLanguage":"en-US","description":"Delivery order adalah dokumen perintah pengiriman barang dari gudang kepenerima. Pahami isi dokumen DO, fungsinya, siapa yang membuat, sertabedanya dengan PO, invoice, dan surat jalan."},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/delivery-order\/","url":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/delivery-order\/","name":"Delivery Order (DO): Pengertian, Isi Dokumen, dan Beda dengan PO - Forwarder.ai - Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/delivery-order\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/delivery-order\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/delivery_order.png","datePublished":"2026-06-21T01:30:00+00:00","dateModified":"2026-06-26T08:26:54+00:00","description":"Delivery order adalah dokumen perintah pengiriman barang dari gudang kepenerima. Pahami isi dokumen DO, fungsinya, siapa yang membuat, sertabedanya dengan PO, invoice, dan surat jalan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/delivery-order\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/forwarder.ai\/blog\/delivery-order\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/delivery-order\/#primaryimage","url":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/delivery_order.png","contentUrl":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/delivery_order.png","width":1240,"height":640,"caption":"Apa Itu DO (Delivery Order)?"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/delivery-order\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/forwarder.ai\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Delivery Order (DO)? Pengertian, Isi Dokumen, dan Bedanya dengan PO dan Invoice","item":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/delivery-order\/"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/#website","url":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/","name":"Forwarder.ai","description":"Platform Digital Pengiriman Cargo Laut, Darat dan Udara","publisher":{"@id":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/#organization","name":"PT Digital Freight Forwarder","url":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/cropped-forwarder-ai-logo.png","contentUrl":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/cropped-forwarder-ai-logo.png","width":214,"height":36,"caption":"PT Digital Freight Forwarder"},"image":{"@id":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/forwarder.official\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/forwarder-ai\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/#\/schema\/person\/94be42dbbf79b7bf8d9796bad4b1aaed","name":"Miftahul Khoir","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/44b6775408bd42384b1082adf48e0a2473cc3d745ad8a381dfd245aebaaa9a59?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/44b6775408bd42384b1082adf48e0a2473cc3d745ad8a381dfd245aebaaa9a59?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/44b6775408bd42384b1082adf48e0a2473cc3d745ad8a381dfd245aebaaa9a59?s=96&d=mm&r=g","caption":"Miftahul Khoir"},"url":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/author\/miftahul-khoir\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/771","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=771"}],"version-history":[{"count":22,"href":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/771\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5329,"href":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/771\/revisions\/5329"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/773"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=771"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=771"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/forwarder.ai\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=771"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}