Home / Blog / Uji KIR Kendaraan Angkutan Barang, Fungsi dan Hal yang Perlu Dicek
Uji KIR Kendaraan Angkutan Barang, Fungsi dan Hal yang Perlu Dicek

Uji KIR Kendaraan Angkutan Barang, Fungsi dan Hal yang Perlu Dicek

Kendaraan angkutan barang perlu memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan sebelum dioperasikan. KIR merupakan istilah yang umum digunakan untuk menyebut Uji Berkala Kendaraan Bermotor, yaitu pengujian yang dilakukan untuk memastikan kendaraan wajib uji memenuhi ketentuan teknis dan laik jalan.

Bagi bisnis yang menggunakan armada untuk distribusi, status uji berkala menjadi salah satu hal yang perlu diperiksa sebelum kendaraan digunakan. Namun, bukti lulus uji bukan satu-satunya indikator kesiapan armada. Kondisi aktual kendaraan, kapasitas muatan, serta kesesuaiannya dengan jenis barang dan rute tetap perlu diperhatikan.

Yuk, kita bahas selengkapnya mengenai uji berkala kendaraan bermotor dalam artikel ini!

Mengapa KIR Penting untuk Kendaraan Angkutan Barang?

Uji KIR Kendaraan Angkutan Barang, Fungsi dan Hal yang Perlu Dicek (magnific)
Uji KIR Kendaraan Angkutan Barang, Fungsi dan Hal yang Perlu Dicek (magnific)

Uji berkala membantu memastikan kendaraan memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan sebelum digunakan untuk operasional. Pemeriksaannya tidak hanya berkaitan dengan mesin, tetapi juga komponen kendaraan yang memengaruhi keselamatan dan kelayakan armada ketika berada di jalan.

Bagi operasional logistik, kondisi tersebut berpengaruh langsung pada kesiapan kendaraan dalam menjalankan pengiriman. Armada yang mengalami masalah di tengah perjalanan dapat menyebabkan keterlambatan sekaligus meningkatkan risiko keselamatan bagi pengemudi dan pengguna jalan lainnya.

Karena itu, ketika memilih truk kargo, bisnis tidak cukup hanya melihat kapasitas atau jenis baknya. Status uji berkala dan kondisi aktual kendaraan juga perlu diperiksa sebelum proses pemuatan.

Kendaraan Apa Saja yang Wajib Menjalani Uji Berkala?

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 19 Tahun 2021 mengatur bahwa uji berkala dilakukan terhadap beberapa jenis kendaraan berikut:

  • Mobil penumpang umum, yaitu kendaraan angkutan orang yang digunakan dengan dipungut bayaran.
  • Mobil bus, yaitu kendaraan bermotor angkutan orang sesuai klasifikasi yang berlaku.
  • Mobil barang, yaitu kendaraan yang dirancang sebagian atau seluruhnya untuk mengangkut barang.
  • Kereta gandengan, yaitu sarana angkut yang dirancang untuk ditarik kendaraan bermotor dan seluruh bebannya ditumpu oleh sarana tersebut.
  • Kereta tempelan, yaitu sarana angkut yang dirancang untuk ditarik kendaraan bermotor dan sebagian bebannya ditumpu oleh kendaraan penarik.

Untuk kebutuhan logistik, perhatian utama biasanya berada pada mobil barang, kereta gandengan, dan kereta tempelan. Karena itu, jenis pelat nomor saja tidak cukup dijadikan patokan untuk menentukan apakah sebuah kendaraan termasuk kendaraan wajib uji.

Baca juga: Panduan Layanan Land Freight di Forwarder.ai

Komponen Kendaraan yang Diperiksa Saat Uji KIR

Uji berkala mencakup pemeriksaan dan pengujian fisik terhadap persyaratan teknis serta persyaratan laik jalan. Pemeriksaan tersebut digunakan untuk menilai apakah kendaraan masih sesuai dengan ketentuan sebelum dinyatakan lulus uji.

Sistem Pengereman, Lampu, Ban, Kemudi, dan Perlengkapan Keselamatan

Komponen yang berhubungan dengan keselamatan menjadi bagian penting dalam pemeriksaan kendaraan. Beberapa di antaranya meliputi sistem pengereman, sistem lampu, kondisi ban, serta komponen lain yang berkaitan dengan pengoperasian kendaraan secara aman.

Kondisi tersebut sebaiknya tidak hanya diperhatikan ketika jadwal uji berkala sudah dekat. Pemeriksaan rutin di pool dan perawatan armada tetap dibutuhkan untuk menemukan keausan atau kerusakan yang dapat muncul selama kendaraan digunakan.

Bisnis dengan banyak kendaraan dapat memanfaatkan sistem seperti fleet management system untuk membantu mencatat jadwal perawatan dan memantau kondisi operasional armada.

Baca Juga: Jenis Software Logistik untuk Bisnis Modern

Dimensi, Berat, dan Identitas Kendaraan

Pengujian juga memperhatikan kesesuaian data teknis kendaraan, termasuk dimensi utama, konfigurasi sumbu, daya angkut, serta spesifikasi lainnya. Pada mobil barang dan kendaraan terkait, kartu uji juga memuat informasi seperti JBI dan/atau JBKI.

Kesesuaian dimensi menjadi penting terutama jika kendaraan menggunakan karoseri truk tertentu. Perubahan konstruksi atau penggunaan kendaraan perlu tetap sesuai dengan spesifikasi teknis dan peruntukannya.

Masa Berlaku dan Cara Memastikan Status KIR Kendaraan

Dalam ketentuan yang berlaku saat ini, uji berkala pertama untuk mobil barang dilakukan satu tahun setelah STNK pertama kali diterbitkan. Uji berkala pertama tersebut memiliki masa berlaku enam bulan. Setelah masa berlakunya habis, perpanjangan uji berkala dilakukan setiap enam bulan.

Sebelum menggunakan armada, tim operasional dapat memeriksa masa berlaku bukti lulus uji sekaligus mencocokkannya dengan identitas kendaraan. Kartu uji memuat berbagai data teknis, antara lain dimensi utama, daya angkut, masa berlaku hasil uji, serta JBI dan/atau JBKI untuk kendaraan yang relevan.

Tanda uji juga memuat informasi seperti nomor kendaraan, JBI dan/atau JBKI, daya angkut, masa berlaku uji, serta muatan sumbu terberat. Data tersebut dapat membantu tim mengetahui spesifikasi legal armada sebelum menentukan muatan.

Apa Dampaknya Jika Kendaraan Operasional Tidak Memenuhi KIR?

Bukti uji berkala yang sudah habis masa berlakunya menunjukkan kendaraan belum memenuhi kewajiban pengujian berkala untuk periode berikutnya. Kondisi ini dapat menimbulkan masalah ketika armada digunakan untuk operasional di jalan.

Namun, bukti lulus uji yang masih berlaku juga bukan jaminan bahwa kondisi kendaraan tidak dapat berubah. Komponen dapat mengalami keausan, kerusakan, atau perubahan kondisi selama digunakan. Karena itu, tim operasional tetap perlu menjalankan inspeksi dan perawatan rutin di antara jadwal uji berkala.

Pemeriksaan sebelum keberangkatan dapat membantu menemukan masalah pada ban, rem, lampu, pengikatan muatan, maupun bagian kendaraan lainnya sebelum gangguan tersebut memengaruhi perjalanan.

Hubungan KIR dengan JBI, JBKI, dan Pemeriksaan di Jembatan Timbang

KIR, JBI, dan JBKI memiliki fungsi yang berbeda tetapi saling berkaitan dalam pengoperasian kendaraan barang.

Uji berkala berkaitan dengan pemenuhan persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan. Sementara itu, JBI atau Jumlah Berat yang Diizinkan menjadi acuan berat maksimum kendaraan beserta muatannya yang diizinkan. Untuk rangkaian kendaraan tertentu, terdapat JBKI atau Jumlah Berat Kombinasi yang Diizinkan.

Memahami angka tersebut penting untuk mencegah kendaraan mengalami kelebihan muatan atau ODOL. Kendaraan yang secara teknis sudah lulus uji tetap harus dioperasikan dengan muatan yang sesuai batasnya.

Jembatan timbang atau Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) berfungsi dalam pengawasan angkutan barang saat beroperasi di jalan. Pemeriksaan dapat mencakup penimbangan kendaraan dan tekanan sumbu, pemeriksaan dokumen angkutan barang, serta pencatatan pelanggaran muatan. Jadi, kelulusan uji berkala tidak berarti kendaraan bebas membawa muatan tanpa memperhatikan batas berat yang berlaku.

Baca juga: 7 Jenis Truk Kontainer di Indonesia, Kapasitas Legal, dan Cara Memilihnya

Checklist Dokumen dan Data Armada Sebelum Memesan Truk

Sebelum mengonfirmasi armada pengiriman, tim operasional dapat memeriksa beberapa hal berikut:

  • Status uji berkala: pastikan masa berlaku bukti lulus uji masih aktif.
  • Identitas kendaraan: cocokkan nomor kendaraan dengan data unit yang akan digunakan.
  • Jenis dan kapasitas truk: sesuaikan kendaraan dengan berat, volume, dan karakter barang.
  • JBI/JBKI: perhatikan batas berat kendaraan beserta muatannya sesuai data unit.
  • Dimensi kendaraan dan ruang muat: pastikan panjang, lebar, dan tinggi sesuai dengan karakter muatan serta kebutuhan rute.
  • Distribusi muatan: jangan hanya melihat berat total karena penempatan barang juga dapat memengaruhi beban pada sumbu kendaraan.
  • Kondisi armada: cek ban, lampu, rem, bagian ruang muat, serta kondisi fisik lain sebelum pemuatan.
  • Kesesuaian rute: pastikan jenis kendaraan, dimensi, dan beratnya sesuai dengan jalan yang akan dilalui.

Checklist tersebut membantu tim memilih kendaraan berdasarkan kebutuhan muatan dan kondisi operasional, bukan sekadar berdasarkan armada yang sedang tersedia.

Uji KIR atau uji berkala menjadi salah satu bagian penting dalam menilai kelayakan kendaraan angkutan barang sebelum menjalankan pengiriman. Namun, hasil uji tersebut tetap perlu dilihat bersama dengan kondisi aktual kendaraan, kapasitas muatan, dimensi, distribusi beban, serta batas berat yang diizinkan.

Dengan melakukan pengecekan tersebut sejak sebelum pemuatan, bisnis dapat memilih armada yang bukan hanya tersedia, tetapi juga sesuai dengan karakter barang dan kebutuhan perjalanan.

Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.

Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnismu!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top