Home / Blog / Pengertian Transportasi Multimoda, Cara Kerja, Manfaat, dan Contoh
Keunggulan Transportasi Multimoda

Pengertian Transportasi Multimoda, Cara Kerja, Manfaat, dan Contoh

Transportasi multimoda adalah pengangkutan barang menggunakan sedikitnya dua moda transportasi yang berbeda dalam satu rangkaian perjalanan. Kombinasinya bisa berupa truk dan kapal, truk dan kereta, atau beberapa moda lain yang dipilih berdasarkan asal, tujuan, karakter barang, waktu, dan biaya.

Namun, multimoda bukan sekadar barang berpindah dari truk ke kapal. Dalam konteks angkutan multimoda di Indonesia, perjalanan tersebut juga melibatkan satu kontrak angkutan multimoda dan satu dokumen angkutan multimoda yang mengatur pengiriman dari titik barang diterima sampai titik penyerahan yang disepakati.

Model seperti ini relevan ketika satu moda saja tidak cukup untuk menghubungkan lokasi asal dan tujuan. Di negara kepulauan seperti Indonesia, misalnya, perjalanan barang bisa membutuhkan angkutan darat menuju pelabuhan, kapal untuk menyeberang antarpulau, lalu truk lagi menuju gudang penerima.

Baca Juga: Manajemen Logistik: Pengertian, Fungsi, dan Tujuannya

Apa Itu Transportasi Multimoda?

Secara sederhana, transportasi multimoda menggabungkan beberapa moda dalam satu perjalanan barang. Istilah bahasa Inggrisnya adalah multimodal transport.

Dalam penggunaan sehari-hari, frasa “multimoda transportasi” adalah penyebutan yang kadang digunakan untuk konsep yang sama, meskipun susunan yang lebih lazim dalam bahasa Indonesia adalah “transportasi multimoda” atau, dalam konteks regulasi, “angkutan multimoda”.

Contoh paling mudah adalah pengiriman dengan urutan berikut:

Gudang → Truk → Pelabuhan → Kapal → Pelabuhan Tujuan → Truk → Gudang Penerima

Walaupun menggunakan dua jenis moda, perjalanan tersebut dapat direncanakan sebagai satu rangkaian pengangkutan. Pengirim tidak perlu menyusun setiap segmen sebagai proses yang benar-benar terpisah jika layanan memang dikelola dalam skema multimoda.

Pengertian Angkutan Multimoda Menurut Regulasi Indonesia

Dalam konteks Indonesia, istilah yang digunakan dalam regulasi adalah angkutan multimoda.

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2011 tentang Angkutan Multimoda pada dasarnya menetapkan beberapa unsur penting:

  • pengangkutan menggunakan paling sedikit dua moda transportasi yang berbeda
  • pengangkutan dilakukan berdasarkan satu kontrak angkutan multimoda
  • digunakan dokumen angkutan multimoda
  • barang diterima di satu tempat dan diserahkan di tempat yang sudah ditentukan
  • penyelenggara angkutan multimoda mempunyai tanggung jawab terhadap pelaksanaan pengangkutan sesuai ketentuan yang berlaku

Definisi ini penting karena tidak setiap perjalanan yang kebetulan memakai truk dan kapal otomatis memiliki struktur kontraktual yang sama dengan angkutan multimoda menurut regulasi.

Jadi, kalau bisnis hanya memesan truk sendiri, kemudian memesan kapal secara terpisah, lalu kembali mencari truk lain di tujuan, perjalanan tersebut memang menggunakan banyak moda. Namun, struktur tanggung jawab dan kontraknya dapat berbeda dari layanan multimoda yang dikelola sebagai satu rangkaian.

Bagaimana Sistem Transportasi Multimoda Bekerja?

Sistem transportasi multimoda membutuhkan koordinasi antarmoda sejak sebelum barang bergerak. Jadwal satu segmen harus mempertimbangkan kapan barang tiba untuk melanjutkan ke moda berikutnya.

Alurnya secara umum seperti berikut.

1. Pengumpulan Data Barang

Jenis barang, jumlah koli, berat, dimensi, kebutuhan penanganan, lokasi asal, tujuan, dan target waktu dikumpulkan terlebih dahulu.

Data tersebut menentukan moda yang memungkinkan digunakan dan kebutuhan equipment sepanjang perjalanan. Untuk pengiriman berkontainer, karakter muatan juga menentukan jenis container logistik yang paling sesuai.

2. Perencanaan Moda dan Rute

Rute tidak hanya ditentukan berdasarkan jarak terpendek. Perencana juga perlu melihat kapasitas moda, jadwal, titik transfer, akses terminal, biaya, dan kebutuhan waktu.

Untuk rute antarpulau, misalnya, truk bisa digunakan untuk perjalanan awal, kapal untuk perjalanan utama, lalu truk kembali digunakan untuk distribusi dari pelabuhan ke penerima.

3. Pickup dan First Mile

Barang dijemput dari gudang, pabrik, atau fasilitas lain dan dibawa menuju simpul transportasi berikutnya. Tahap ini merupakan bagian dari first mile dalam alur logistik, sedangkan perjalanan dari simpul terakhir menuju penerima masuk ke tahap last mile.

4. Transfer ke Moda Berikutnya

Di terminal, pelabuhan, atau fasilitas transfer, barang atau unit muat berpindah ke moda berikutnya sesuai rencana.

Proses transfer ini menjadi salah satu titik yang perlu diperhatikan. Jadwal yang tidak sinkron dapat membuat barang menunggu lebih lama sebelum moda berikutnya tersedia.

5. Main Haul

Perjalanan utama biasanya menggunakan moda yang sesuai dengan jarak dan volume. Untuk distribusi antarpulau dengan volume besar dan waktu yang masih fleksibel, sea freight dapat digunakan sebagai bagian utama perjalanan. Kereta juga dapat menjadi pilihan pada koridor yang memiliki layanan angkutan barang.

6. Transfer di Tujuan

Setelah perjalanan utama selesai, barang dipindahkan ke moda yang menangani segmen berikutnya. Pada pengiriman laut, tahap ini dapat dimulai setelah kargo dibongkar di port of discharge sebelum diteruskan menggunakan transportasi darat.

7. Last Mile dan Penyerahan

Moda darat biasanya digunakan untuk membawa barang dari terminal terakhir menuju gudang, pabrik, toko, atau lokasi penerima yang ditentukan.

Contoh Transportasi Multimoda

Contoh transportasi multimoda akan berbeda menurut kondisi rute. Berikut beberapa gambaran sederhana.

KombinasiContoh AlurKondisi yang Mendukung
Truk + kapal + trukGudang → pelabuhan → pelabuhan tujuan → penerimaDistribusi antarpulau
Truk + kereta + trukGudang → terminal kereta → terminal tujuan → penerimaRute yang terhubung jaringan angkutan barang kereta
Truk + pesawat + trukGudang → bandara → bandara tujuan → penerimaBarang yang lebih sensitif terhadap waktu
Truk + kapal + kereta + trukOrigin → pelabuhan → terminal rel → destinationRute kompleks dengan beberapa simpul transportasi

Untuk barang yang perlu menempuh perjalanan utama dalam waktu lebih singkat, air freight juga bisa menjadi salah satu segmen dalam rute multimoda. Penggunaannya tetap perlu dibandingkan dengan biaya, kapasitas, karakter barang, dan target waktu.

Semakin banyak moda bukan berarti semakin baik. Moda tambahan hanya masuk akal kalau memberikan manfaat terhadap akses, kapasitas, biaya, atau waktu yang lebih besar daripada tambahan handling dan koordinasinya.

Apa Tujuan dari Transportasi Multimoda?

Tujuan transportasi multimoda bukan sekadar menggunakan sebanyak mungkin jenis kendaraan. Intinya adalah menghubungkan titik asal dan tujuan dengan kombinasi moda yang lebih sesuai daripada memaksakan satu moda untuk seluruh perjalanan.

Dalam praktiknya, multimoda dapat digunakan untuk:

  • menghubungkan lokasi yang tidak dapat dilayani langsung oleh satu moda
  • memanfaatkan kapasitas besar kapal atau kereta untuk perjalanan tertentu
  • menggunakan fleksibilitas truk untuk first mile dan last mile
  • menyederhanakan koordinasi pengiriman di bawah satu pengaturan
  • menyesuaikan biaya dengan target waktu pengiriman
  • memberikan alternatif rute ketika jaringan distribusi melibatkan beberapa wilayah

Hasil akhirnya tidak selalu lebih murah atau lebih cepat. Efisiensi baru muncul kalau kombinasi moda, jadwal, dan titik transfer memang sesuai dengan karakter shipment.

Siapa yang Menangani Transportasi Multimoda?

Perjalanan multimoda melibatkan beberapa pihak. Ada carrier darat, operator kapal, operator kereta atau penerbangan jika digunakan, terminal, gudang, serta pihak lain yang mendukung proses transfer.

Dalam skema angkutan multimoda, ada penyelenggara atau operator yang mengatur perjalanan sebagai satu rangkaian sesuai kontrak. Operator tersebut tidak harus mengoperasikan seluruh moda menggunakan aset miliknya sendiri. Pelaksanaan setiap segmen dapat melibatkan carrier yang berbeda.

Di luar pengertian hukum angkutan multimoda, freight forwarder juga dapat berperan mengatur moda, carrier, jadwal, dokumentasi, dan proses transportasi berdasarkan kebutuhan shipment.

Hal yang perlu diperhatikan bisnis adalah siapa pihak yang menjadi lawan kontrak, apa cakupan tanggung jawabnya, dan di titik mana tanggung jawab berpindah jika melibatkan beberapa penyedia.

Baca Juga: Apa Itu Freight Forwarder? Pengertian, Tugas, dan Bedanya dengan PPJK

Transportasi Multimoda dan Intermoda, Apa Bedanya?

Transportasi multimoda dan intermoda sama-sama dapat menggunakan dua atau lebih moda. Namun, fokus konsepnya berbeda.

AspekMultimodaIntermoda
ModaMenggunakan dua atau lebih modaMenggunakan dua atau lebih moda
Fokus utamaPengelolaan perjalanan menggunakan beberapa moda sebagai satu rangkaianPerpindahan unit muat yang sama antar moda tanpa membongkar barang hanya karena moda berubah
Kontrak dalam konteks regulasi IndonesiaSatu kontrak dan dokumen angkutan multimodaTidak didefinisikan terutama berdasarkan satu kontrak multimoda
Handling barangBergantung pada desain shipmentMenekankan pengurangan handling langsung terhadap isi barang saat pergantian moda

Satu shipment bisa sekaligus bersifat multimoda dan intermoda. Contohnya, satu kontainer bergerak dari truk ke kapal lalu kembali ke truk tanpa barang dibongkar ketika moda berubah, sementara seluruh perjalanan dikelola berdasarkan satu kontrak multimoda.

Kalau ingin memahami perbedaannya lebih dalam dari sisi unit muat dan transfer antarmoda, baca panduan transportasi intermoda.

Keunggulan Transportasi Multimoda

1. Menggabungkan Kekuatan Beberapa Moda

Truk memiliki fleksibilitas akses, kapal mempunyai kapasitas besar, sementara kereta dapat membawa muatan dalam jumlah besar pada koridor yang tersedia. Multimoda memungkinkan setiap moda digunakan pada bagian perjalanan yang paling sesuai.

2. Koordinasi Bisa Lebih Sederhana

Jika perjalanan dikelola sebagai satu layanan, pengirim tidak harus membuat koordinasi operasional secara terpisah dengan setiap carrier pada setiap tahap.

Namun, tingkat kemudahannya tetap bergantung pada cakupan kontrak dan kemampuan penyedia yang digunakan.

3. Memberikan Lebih Banyak Pilihan Rute

Ketika titik asal dan tujuan tidak memiliki koneksi langsung, kombinasi moda memberi alternatif untuk menghubungkan keduanya melalui terminal, pelabuhan, atau simpul distribusi lain.

4. Bisa Lebih Efisien untuk Volume dan Jarak Tertentu

Untuk shipment dalam jumlah besar atau perjalanan jarak jauh, menggunakan moda berkapasitas besar pada segmen utama bisa menghasilkan struktur biaya yang lebih efisien daripada menggunakan kendaraan jalan untuk seluruh perjalanan.

Keuntungan tersebut tidak otomatis terjadi. Biaya transfer, terminal, first mile, last mile, dan waktu tunggu tetap harus dihitung.

5. Tanggung Jawab Lebih Jelas dalam Satu Pengaturan

Dalam skema multimoda yang menggunakan satu kontrak, bisnis memiliki struktur hubungan pengangkutan yang lebih jelas daripada harus mengelola beberapa kontrak terpisah tanpa satu pihak yang mengoordinasikan perjalanan secara keseluruhan.

6. Bisa Mendukung Visibilitas End-to-End

Jika penyedia mempunyai sistem yang mengintegrasikan data antarsegmen, status perjalanan dapat dipantau sebagai satu shipment meskipun moda berubah.

Namun, tracking terintegrasi bukan karakter otomatis dari setiap layanan multimoda. Kemampuannya bergantung pada sistem dan pertukaran data antarpihak yang terlibat.

Kekurangan dan Tantangan Transportasi Multimoda

Jumlah moda yang lebih banyak juga berarti lebih banyak titik yang harus disinkronkan.

1. Transfer Antar Moda Menambah Kompleksitas

Barang atau unit muat perlu berpindah di terminal. Proses ini membutuhkan fasilitas, equipment, dan jadwal yang sesuai.

2. Keterlambatan Satu Segmen Bisa Berdampak ke Segmen Berikutnya

Truk yang tiba melewati cutoff dapat membuat barang tertinggal kapal. Kapal yang terlambat juga dapat mengubah jadwal trucking di tujuan.

3. Biaya Transfer dan Terminal

Penggunaan moda berkapasitas besar bisa menekan biaya perjalanan utama, tetapi ada biaya tambahan untuk handling, terminal, penyimpanan, dan perpindahan.

Karena itu, perhitungkan keseluruhan biaya logistik, bukan hanya tarif kapal, kereta, atau truk secara terpisah.

4. Visibilitas Data Bisa Terputus

Setiap carrier dapat menggunakan sistem yang berbeda. Jika data tidak terintegrasi, tim operasional perlu menggabungkan update dari beberapa sumber.

5. Tidak Semua Rute Mendukung Kombinasi Moda yang Efisien

Multimoda membutuhkan terminal, pelabuhan, stasiun, akses jalan, serta jadwal yang saling mendukung. Kalau fasilitas transfer terlalu jauh atau frekuensi layanan rendah, kombinasi moda bisa justru memperpanjang perjalanan.

Dokumen dalam Transportasi Multimoda

Dokumen yang diperlukan mengikuti jenis barang, moda, rute, dan struktur layanan. Tidak semua shipment mempunyai daftar dokumen yang identik.

Dalam skema angkutan multimoda menurut regulasi Indonesia, terdapat Dokumen Angkutan Multimoda (DAM) yang berkaitan dengan kontrak pengangkutannya.

Selain itu, perjalanan dapat melibatkan dokumen atau data lain seperti:

  • informasi shipper dan penerima
  • deskripsi barang
  • jumlah koli
  • berat dan dimensi
  • dokumen pengangkutan dari carrier yang digunakan
  • surat jalan untuk segmen darat jika relevan
  • dokumen barang khusus jika diperlukan
  • proof of delivery pada tahap penyerahan

Dokumen angkutan multimoda tidak berarti seluruh dokumen operasional dari carrier di setiap moda menjadi tidak diperlukan. Setiap segmen masih dapat memiliki dokumentasi pendukung sesuai prosesnya.

Apa yang Memengaruhi Biaya Transportasi Multimoda?

Total biaya tidak bisa dihitung hanya dengan menjumlahkan harga per kilometer atau satu tarif moda.

Komponen yang perlu diperiksa antara lain:

  • biaya pickup dan first mile
  • tarif perjalanan utama
  • terminal handling
  • biaya transfer antar moda
  • penyimpanan jika ada waktu tunggu
  • last mile
  • jenis dan ukuran equipment
  • kebutuhan penanganan khusus
  • jumlah titik transit
  • surcharge yang berlaku

Rute dengan tarif perjalanan utama paling murah belum tentu menghasilkan total biaya terendah. Kalau membutuhkan banyak transfer atau perjalanan darat tambahan, selisih tersebut bisa hilang.

Bagaimana Multimoda Memengaruhi Lead Time?

Lead time multimoda adalah akumulasi dari seluruh segmen dan waktu di antara segmen tersebut.

Secara sederhana:

Total Lead Time = First Mile + Waktu Transfer + Main Haul + Waktu Transfer Tujuan + Last Mile

Dalam praktiknya, ada pula waktu menunggu jadwal, proses terminal, antrean, dan aktivitas lain yang perlu dimasukkan.

Ini menjelaskan kenapa moda dengan waktu perjalanan utama lebih cepat belum tentu menghasilkan lead time door-to-door yang lebih singkat jika proses transfernya tidak efisien.

Baca Juga: Arti Lead Time dalam Logistik, Jenis, dan Cara Menghitungnya

Transportasi Multimoda di Indonesia

Transportasi multimoda di Indonesia relevan karena jaringan distribusi perlu menghubungkan wilayah yang dipisahkan laut, jarak yang panjang, serta kondisi infrastruktur yang berbeda.

Pada banyak rute antarpulau, pengiriman secara alami membutuhkan kombinasi transportasi darat dan laut. Tantangannya bukan hanya menyediakan kedua moda tersebut, tetapi membuat perpindahannya berjalan dengan waktu tunggu dan biaya yang terkendali.

Beberapa aspek yang menentukan kualitas integrasi transportasi multimoda di Indonesia antara lain:

  • konektivitas jalan menuju pelabuhan dan terminal
  • ketersediaan layanan angkutan barang
  • kapasitas terminal
  • sinkronisasi jadwal antarmoda
  • ketersediaan trucking di origin dan destination
  • kualitas pertukaran data antaroperator
  • kemampuan tracking shipment lintas moda
  • kejelasan tanggung jawab dan proses penanganan exception

Kementerian Perhubungan saat ini juga memiliki Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda yang menangani kebijakan di bidang integrasi transportasi dan multimoda. Hal ini menunjukkan bahwa integrasi antarmoda tidak hanya menjadi persoalan perusahaan logistik, tetapi juga bagian dari pengembangan jaringan transportasi nasional.

Kapan Transportasi Multimoda Cocok Digunakan?

Multimoda layak dipertimbangkan ketika satu moda tidak dapat atau tidak efisien untuk melayani seluruh perjalanan.

Beberapa kondisi yang mendukung penggunaannya antara lain:

  • rute membutuhkan perjalanan antarpulau
  • asal atau tujuan tidak berada langsung di pelabuhan atau terminal
  • volume barang cukup besar untuk memanfaatkan moda berkapasitas tinggi
  • pengiriman memiliki jadwal yang dapat direncanakan
  • bisnis ingin mengelola beberapa moda dalam satu rangkaian layanan
  • penggunaan satu moda untuk seluruh rute terlalu mahal atau tidak memungkinkan

Multimoda bisa kurang menarik untuk perjalanan pendek yang dapat dilayani langsung oleh satu kendaraan, shipment yang sangat mendesak tetapi memiliki koneksi antarmoda terbatas, atau rute yang membutuhkan terlalu banyak waktu transfer.

Cara Memilih Rute Transportasi Multimoda

1. Mulai dari Kebutuhan Barang

Periksa berat, dimensi, jumlah, karakter barang, target waktu, serta kebutuhan penanganannya.

2. Petakan Rute Door-to-Door

Jangan hanya membandingkan perjalanan utama. Gambarkan bagaimana barang bergerak dari gudang asal sampai lokasi penerima.

3. Cek Titik Transfer

Hitung berapa kali barang atau unit muat berpindah moda dan berapa lama waktu tunggu yang mungkin muncul.

4. Bandingkan Total Biaya

Masukkan biaya first mile, perjalanan utama, terminal, transfer, penyimpanan, dan last mile.

5. Bandingkan Total Lead Time

Perhitungkan waktu perjalanan dan waktu tunggu. Jadwal antarmoda yang buruk dapat membuat rute yang terlihat cepat menjadi lebih lambat secara door-to-door.

6. Periksa Struktur Tanggung Jawab

Pastikan jelas siapa yang menangani shipment, pihak yang menjadi lawan kontrak, prosedur klaim, serta proses ketika terjadi keterlambatan atau kerusakan.

7. Periksa Visibilitas Shipment

Cari tahu apakah status pengiriman dapat dipantau secara menyeluruh atau harus diperiksa melalui beberapa pihak yang berbeda.

Baca Juga: Pengiriman Kargo Apakah Aman? Ini Fakta & Cara Menghindari Risikonya

Checklist sebelum Menggunakan Transportasi Multimoda

Sebelum booking, cek hal-hal berikut:

  • Apakah perjalanan memang membutuhkan dua moda atau lebih?
  • Apa kombinasi moda yang digunakan?
  • Berapa jumlah titik transfer?
  • Siapa pihak yang mengoordinasikan seluruh perjalanan?
  • Apakah pengangkutan menggunakan satu kontrak multimoda?
  • Dokumen apa yang diterbitkan?
  • Siapa carrier pada tiap segmen?
  • Berapa estimasi biaya door-to-door?
  • Berapa total lead time?
  • Apakah ada jadwal tetap pada moda berikutnya?
  • Bagaimana status shipment akan dipantau?
  • Bagaimana prosedur jika barang terlambat, rusak, atau gagal melanjutkan koneksi?

Checklist ini membantu bisnis membandingkan multimoda sebagai satu perjalanan utuh. Tanpa itu, tim mudah terfokus pada harga salah satu segmen dan melewatkan biaya atau waktu di titik transfer.

Multimoda Efektif kalau Setiap Moda Saling Terhubung

Transportasi multimoda memberi bisnis lebih banyak pilihan untuk memindahkan barang melalui jaringan yang tidak bisa dilayani hanya dengan satu moda. Namun, manfaatnya bukan berasal dari jumlah kendaraan yang digunakan. Kuncinya ada pada bagaimana setiap segmen direncanakan dan disambungkan.

Rute yang baik perlu mempertimbangkan biaya door-to-door, total lead time, titik transfer, kapasitas, jenis barang, dan struktur tanggung jawab. Kombinasi truk, kapal, kereta, atau pesawat baru memberikan nilai kalau keseluruhan perjalanan lebih sesuai dengan kebutuhan shipment.

Untuk pengelolaan pengiriman yang lebih terstruktur, bisnis juga dapat menggunakan platform yang membantu membandingkan pilihan rute dan layanan. Cek Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman, rute, dan estimasi biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis.

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.

Scroll to Top