Home / Blog / Pengertian Transportasi Intermoda, Cara Kerja, dan Manfaatnya
Keunggulan Transportasi Intermoda

Pengertian Transportasi Intermoda, Cara Kerja, dan Manfaatnya

Transportasi intermoda adalah sistem pengangkutan barang yang menggunakan dua atau lebih moda transportasi secara berurutan, sementara barang tetap berada dalam unit muat yang sama saat berpindah moda. Unit tersebut bisa berupa kontainer atau unit lain yang memang dapat dipindahkan dari satu moda ke moda berikutnya.

Kalau kamu mencari apa itu intermoda, bayangkan satu kontainer yang berangkat dari gudang menggunakan truk, diteruskan dengan kapal, lalu kembali dibawa truk menuju tujuan akhir. Yang berpindah adalah kontainernya, bukan isi barang yang dibongkar satu per satu setiap kali moda berganti.

Jadi, intermoda artinya menggabungkan keunggulan beberapa moda dalam satu perjalanan tanpa perlu menangani ulang barang di setiap titik pergantian moda. Konsep ini relevan untuk distribusi jarak jauh, terutama ketika satu jenis transportasi saja tidak cukup untuk menghubungkan titik asal dan tujuan secara efisien.

Apa Itu Transportasi Intermoda dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Apa itu transportasi intermoda lebih mudah dipahami kalau dilihat dari cara barang bergerak. Dalam satu shipment, truk biasanya menangani perjalanan dari gudang menuju terminal atau pelabuhan. Setelah itu, perjalanan utama bisa menggunakan kapal atau kereta. Di titik tujuan, truk kembali digunakan untuk membawa barang sampai ke gudang atau penerima.

Perpindahan antar moda terjadi pada unit muatnya. Selama proses normal, isi barang tidak perlu dikeluarkan hanya karena kontainer berpindah dari truk ke kapal atau kereta.

Contohnya, barang dikirim dari Bandung menuju Makassar:

  1. Barang dimuat dan ditata ke dalam kontainer di titik asal.
  2. Truk membawa kontainer menuju pelabuhan.
  3. Kontainer dipindahkan dari chassis truk ke kapal.
  4. Kapal mengangkut kontainer menuju pelabuhan tujuan.
  5. Setelah dibongkar dari kapal, kontainer ditempatkan kembali pada truk.
  6. Truk membawa kontainer menuju gudang atau lokasi penerima.

Kontainer tidak selalu harus dibuka setiap kali moda berubah. Namun, pembukaan tetap mungkin dilakukan kalau ada kebutuhan pemeriksaan, konsolidasi tertentu, atau proses operasional lain yang memang mengharuskannya.

Sebelum perjalanan dimulai, barang tetap perlu melalui proses pemilihan jenis container yang sesuai dengan karakter muatan. Ukuran, suhu, bentuk, dan kebutuhan penanganan barang ikut menentukan equipment yang digunakan.

Intermoda dan Multimoda, Apa Bedanya?

Intermoda dan multimoda sama-sama melibatkan lebih dari satu moda transportasi. Perbedaannya terletak pada apa yang menjadi fokus sistemnya.

AspekIntermodaMultimoda
Moda transportasiDua atau lebih modaDua atau lebih moda
Fokus utamaBarang tetap berada dalam unit muat atau kendaraan yang sama saat moda bergantiPerjalanan barang menggunakan beberapa moda sebagai satu rangkaian transportasi
Handling barangBarang tidak dibongkar hanya karena terjadi pergantian modaTidak selalu didefinisikan berdasarkan penggunaan unit muat yang sama
KontrakDapat melibatkan pengaturan antarcarrier sesuai struktur shipmentDalam konteks regulasi angkutan multimoda Indonesia, menggunakan satu kontrak angkutan multimoda
Contoh sederhanaSatu kontainer berpindah dari truk ke kapal lalu kembali ke trukSatu perjalanan barang menggunakan lebih dari satu moda di bawah pengaturan multimoda

Dengan kata lain, intermodal merupakan bentuk yang lebih spesifik karena menekankan perpindahan unit muat tanpa memindahkan barang di dalamnya ketika moda berganti. Dalam percakapan sehari-hari, kedua istilah ini memang kadang digunakan secara longgar sehingga konteksnya perlu diperhatikan.

Baca Juga: 5 Keunggulan Transportasi Multimoda, Tak Hanya Cepat dan Murah!

Komponen Penting dalam Sistem Transportasi Intermoda

Intermoda tidak cukup hanya dengan menyediakan truk, kapal, atau kereta. Setiap moda harus terhubung melalui fasilitas dan proses yang memungkinkan unit muat berpindah tanpa membuat alur barang terputus.

1. Unit Muat Intermoda

Kontainer menjadi salah satu unit muat yang paling umum karena dapat dipindahkan antara kapal, kereta, dan chassis truk tanpa membongkar isi barang.

Pemilihan unit perlu menyesuaikan barang. General cargo dapat menggunakan dry container, sementara barang dengan kebutuhan suhu tertentu mungkin membutuhkan reefer. Barang oversized juga dapat memerlukan equipment berbeda.

2. Moda Transportasi

Setiap moda mempunyai fungsi yang berbeda dalam rantai intermoda. Truk unggul untuk fleksibilitas dari dan menuju lokasi yang tidak terhubung langsung ke terminal. Kapal menawarkan kapasitas besar untuk perjalanan laut, sedangkan kereta dapat membawa banyak unit dalam satu rangkaian pada koridor yang tersedia.

3. Terminal dan Simpul Transportasi

Pelabuhan, terminal kereta, depo, dan fasilitas transfer menjadi titik tempat unit berpindah dari satu moda ke moda lainnya.

Efisiensi intermoda sangat dipengaruhi oleh simpul tersebut. Kalau kontainer harus menunggu terlalu lama sebelum pindah moda, keuntungan waktu atau biaya dari perjalanan utama bisa berkurang.

4. First Mile dan Last Mile

Kapal atau kereta tidak selalu bisa menjangkau pintu gudang secara langsung. Karena itu, truk biasanya tetap dibutuhkan untuk perjalanan awal dari lokasi pengirim dan perjalanan akhir menuju penerima.

5. Jadwal dan Informasi Operasional

Moda yang saling terhubung perlu memiliki jadwal yang sinkron. Truk yang terlambat datang ke terminal bisa membuat kontainer tertinggal kapal atau kereta. Sebaliknya, keterlambatan pada perjalanan utama dapat memengaruhi jadwal kendaraan di titik berikutnya.

Karena itu, transportasi menjadi bagian yang perlu dikelola bersama komponen lain dalam manajemen logistik, bukan sebagai aktivitas yang berdiri sendiri.

Bagaimana Proses Pengiriman Intermoda?

1. Perencanaan Rute dan Moda

Tim menentukan kombinasi moda berdasarkan asal, tujuan, jenis barang, volume, jadwal, fasilitas yang tersedia, dan anggaran. Tidak semua rute otomatis lebih efisien jika menggunakan banyak moda.

2. Persiapan dan Stuffing Barang

Barang dikemas lalu dimuat ke unit pengiriman. Penataan perlu mempertimbangkan distribusi berat, bentuk muatan, kemungkinan barang bergeser, dan proses bongkar di tujuan.

Baca Juga: Kenali Arti Stuffing Container dan Prosesnya di Logistik

3. Pengangkutan First Mile

Truk membawa unit muat dari gudang menuju pelabuhan, terminal kereta, atau simpul transportasi berikutnya.

4. Transfer Antar Moda

Di terminal, unit muat dipindahkan menggunakan peralatan yang sesuai. Kontainer, misalnya, dapat dipindahkan dari chassis truk menuju kereta atau kapal tanpa mengeluarkan barang di dalamnya.

5. Perjalanan Utama

Bagian terpanjang dari rute dapat menggunakan kereta atau kapal, tergantung jaringan yang tersedia dan tujuan shipment.

Pada pengiriman antarpulau, sea freight dapat menjadi bagian utama dari perjalanan, sedangkan truk menghubungkan gudang dengan pelabuhan di kedua ujung rute.

6. Transfer di Terminal Tujuan

Unit muat diturunkan dari moda utama kemudian disiapkan untuk moda berikutnya. Kecepatan proses ini bergantung pada jadwal, kapasitas terminal, dan kesiapan kendaraan lanjutan.

7. Pengangkutan Last Mile

Truk membawa barang dari terminal menuju gudang, distribution center, pabrik, toko, atau lokasi penerima.

Apa Keunggulan Transportasi Intermoda?

1. Memanfaatkan Kekuatan Tiap Moda

Tidak ada satu moda yang unggul untuk setiap kondisi. Truk fleksibel untuk akses langsung, kapal mampu membawa volume besar, sedangkan kereta dapat efektif untuk angkutan massal pada koridor yang memiliki layanan rel.

Intermoda memungkinkan bisnis memakai masing-masing moda pada bagian perjalanan yang paling sesuai.

2. Bisa Lebih Efisien untuk Jarak dan Volume Tertentu

Untuk perjalanan panjang dengan volume yang cukup, penggunaan kapal atau kereta pada segmen utama dapat menghasilkan struktur biaya yang lebih efisien dibanding seluruh perjalanan dilakukan dengan truk.

Namun, penghematan tidak otomatis terjadi. Biaya terminal, transfer, first mile, last mile, dan waktu tunggu tetap perlu dihitung dalam total biaya.

3. Mengurangi Handling Langsung pada Barang

Karena yang dipindahkan adalah unit muat, barang tidak perlu dibongkar dan dimuat ulang satu per satu pada setiap pergantian moda.

Hal ini dapat mengurangi titik handling langsung yang berpotensi menambah risiko kesalahan atau kerusakan. Tetap saja, barang harus dikemas dan diamankan dengan benar karena kontainer atau unit muat masih mengalami pengangkatan, getaran, serta perpindahan selama perjalanan.

4. Kapasitas Lebih Besar untuk Perjalanan Utama

Penggunaan kapal atau kereta memungkinkan banyak unit muat dibawa dalam satu perjalanan. Untuk bisnis dengan distribusi rutin atau volume besar, kapasitas seperti ini dapat membantu perencanaan pengiriman.

5. Berpotensi Mengurangi Ketergantungan pada Angkutan Jalan

Kalau tersedia jalur rel atau laut yang sesuai, sebagian perjalanan panjang tidak harus menggunakan truk. Truk dapat difokuskan pada first mile dan last mile, sementara moda berkapasitas lebih besar digunakan pada segmen utama.

6. Dapat Mendukung Pengiriman dengan Emisi Lebih Rendah

Peralihan sebagian perjalanan dari jalan ke kereta atau laut dapat mengurangi konsumsi energi dan emisi untuk kondisi tertentu, terutama pada angkutan volume besar dan jarak jauh. Hasil sebenarnya tetap bergantung pada jenis moda, tingkat keterisian, jarak transfer, sumber energi, dan efisiensi operasional.

Apa Kekurangan dan Tantangan Transportasi Intermoda?

Menambah moda berarti menambah titik koordinasi. Karena itu, intermoda tidak otomatis lebih sederhana dibanding pengiriman langsung menggunakan satu moda.

1. Bergantung pada Infrastruktur yang Terhubung

Rute baru bisa berjalan efektif jika jalan, terminal, pelabuhan, rel, dan fasilitas transfer saling mendukung. Moda utama yang efisien tidak banyak membantu kalau akses menuju terminal justru menimbulkan bottleneck.

2. Ada Biaya Transfer Antar Moda

Kontainer tetap perlu diangkat, dipindahkan, ditumpuk, atau disimpan sementara. Setiap transfer dapat menimbulkan biaya terminal dan handling.

3. Jadwal Harus Sinkron

Intermoda melibatkan beberapa jadwal sekaligus. Keterlambatan satu moda dapat membuat unit melewatkan koneksi berikutnya dan menambah waktu tunggu.

4. Tracking Bisa Terfragmentasi

Kalau setiap carrier menggunakan sistem berbeda, tim operasional dapat kesulitan mendapatkan satu gambaran lengkap mengenai perjalanan shipment.

5. Tidak Selalu Cocok untuk Volume Kecil atau Rute Pendek

Untuk pengiriman jarak pendek, menggunakan truk langsung bisa lebih sederhana daripada menambah transfer ke kereta atau kapal. Intermoda baru masuk akal jika keuntungan pada perjalanan utama cukup untuk mengimbangi biaya dan waktu perpindahan.

6. Koordinasi Melibatkan Banyak Pihak

Carrier darat, operator terminal, pelayaran atau kereta, serta pihak lain perlu bekerja mengikuti rencana yang sama. Di sinilah freight forwarder dapat berperan mengoordinasikan moda, rute, jadwal, dan proses pengiriman tanpa harus menjadi operator semua armada tersebut.

Baca Juga: Apa Itu Freight Forwarder? Pengertian, Tugas, dan Bedanya dengan PPJK

Kapan Transportasi Intermoda Cocok Digunakan?

Intermoda layak dibandingkan dengan opsi lain ketika karakter rute memang membutuhkan atau mendapatkan manfaat dari kombinasi moda.

Beberapa kondisi yang mendukung penggunaan intermoda antara lain:

  • jarak pengiriman cukup panjang
  • barang dapat ditempatkan dalam unit muat yang kompatibel antar moda
  • volume pengiriman cukup untuk membuat biaya transfer masuk akal
  • asal dan tujuan memiliki akses ke pelabuhan, terminal kereta, atau simpul intermoda
  • shipment tidak membutuhkan perpindahan yang sangat cepat
  • bisnis memiliki jadwal pengiriman rutin yang dapat direncanakan
  • perjalanan menggunakan truk sepenuhnya kurang efisien atau sulit dilakukan

Sebaliknya, intermoda bisa kurang menarik untuk rute yang pendek, shipment yang sangat mendesak, volume terlalu kecil, atau lokasi asal dan tujuan yang jauh dari simpul transportasi.

Cara Menilai Apakah Rute Intermoda Lebih Efisien

Jangan membandingkan tarif kapal, kereta, atau truk secara terpisah. Yang perlu dilihat adalah biaya dan waktu dari titik asal sampai tujuan akhir.

Setidaknya, periksa:

  • biaya truk dari origin ke terminal pertama
  • biaya terminal dan transfer
  • tarif perjalanan utama
  • biaya penyimpanan jika terjadi waktu tunggu
  • biaya transfer di tujuan
  • biaya last mile
  • total lead time door-to-door
  • jumlah titik transfer
  • risiko kehilangan koneksi jadwal berikutnya
  • ketersediaan tracking sepanjang perjalanan

Rute dengan tarif utama murah belum tentu menghasilkan total biaya terendah kalau jarak first mile dan last mile terlalu panjang atau shipment banyak menunggu di terminal.

Mengapa Sistem Transportasi Intermoda Perlu Dikembangkan di Indonesia?

Mengapa sistem transportasi intermoda perlu dikembangkan di Indonesia berkaitan langsung dengan karakter geografis dan jaringan distribusinya. Pengiriman antarpulau tidak mungkin hanya bergantung pada jalan raya. Barang perlu berpindah antara kawasan produksi, gudang, pelabuhan, terminal, distribution center, dan pasar di berbagai wilayah.

1. Indonesia Memerlukan Koneksi Antarpulau

Transportasi laut berperan besar untuk menghubungkan pulau, tetapi kapal tidak mengantar kontainer langsung sampai ke pintu gudang. Tetap dibutuhkan jaringan darat untuk membawa barang menuju dan keluar dari pelabuhan.

Intermoda membantu melihat perjalanan tersebut sebagai satu rantai, bukan dua atau tiga aktivitas transportasi yang berjalan sendiri-sendiri.

2. Simpul Logistik Perlu Terhubung Lebih Baik

Pelabuhan yang memiliki kapasitas besar tetap dapat mengalami hambatan kalau akses jalan, terminal kereta, kawasan pergudangan, atau distribution center di sekitarnya tidak terhubung dengan baik.

Pengembangan intermoda berarti membenahi koneksi antar simpul sekaligus, termasuk proses transfer dan informasi shipment.

3. Angkutan Jarak Jauh Tidak Harus Selalu Mengandalkan Jalan Raya

Pada koridor yang memungkinkan, kereta atau kapal dapat mengambil bagian perjalanan jarak jauh, sedangkan truk difokuskan pada pengangkutan dari dan menuju terminal.

Model seperti ini memberi pilihan tambahan bagi bisnis untuk menyesuaikan kapasitas, waktu, dan biaya dengan kebutuhan shipment.

4. Distribusi ke Wilayah Berbeda Membutuhkan Kombinasi Moda

Kondisi geografis dan infrastruktur tiap wilayah tidak sama. Ada rute yang mudah dijangkau truk, ada yang membutuhkan kapal, dan ada yang lebih cocok memakai kombinasi beberapa moda.

Sistem yang terintegrasi membuat perpindahan dari satu moda ke moda berikutnya lebih mudah direncanakan.

5. Integrasi Data Sama Pentingnya dengan Infrastruktur

Membangun terminal saja belum cukup. Tim logistik juga perlu mengetahui jadwal, status unit, posisi shipment, serta perubahan pada moda berikutnya.

Kalau informasi tetap terpisah antaroperator, koordinasi bisa kembali dilakukan melalui banyak sistem, telepon, atau chat. Integrasi digital membantu setiap perpindahan lebih mudah dipantau dan direncanakan.

6. Bisnis Membutuhkan Lebih Banyak Pilihan Rute

Jaringan intermoda yang baik tidak berarti barang bisa dialihkan ke moda lain kapan saja tanpa konsekuensi. Namun, semakin banyak koneksi antarmoda yang tersedia, semakin banyak pula opsi yang dapat dibandingkan ketika bisnis menyusun jaringan distribusi.

Baca Juga: Pengiriman Kargo Apakah Aman? Ini Fakta & Cara Menghindari Risikonya

Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Menggunakan Intermoda

1. Data Muatan yang Akurat

Siapkan jenis barang, jumlah koli, berat, dimensi, dan kebutuhan penanganan. Data ini menentukan unit muat serta moda yang dapat digunakan.

2. Rute Door-to-Door

Jangan hanya melihat rute kapal atau kereta. Pastikan ada solusi untuk membawa barang dari lokasi asal menuju terminal dan dari terminal tujuan menuju penerima.

3. Jadwal Setiap Moda

Periksa cutoff, jadwal keberangkatan, estimasi tiba, serta waktu yang diperlukan untuk transfer. Beri ruang waktu jika satu tahap mempunyai kemungkinan terlambat.

4. Kesesuaian Equipment

Pastikan unit yang digunakan kompatibel dengan moda dan fasilitas terminal sepanjang rute. Kontainer yang dapat berjalan di laut tetap membutuhkan chassis dan peralatan transfer yang sesuai di darat.

5. Total Cost, Bukan Tarif Satu Moda

Bandingkan keseluruhan biaya dari origin hingga destination. Tambahkan trucking, terminal handling, penyimpanan, biaya perjalanan utama, dan biaya lain yang relevan.

6. Sistem Monitoring

Semakin banyak titik transfer, semakin penting visibilitas perjalanan. Tentukan siapa yang memberi update pada setiap tahap dan bagaimana tim mengetahui jika koneksi berikutnya berubah.

Intermoda Efektif kalau Antar Moda Benar-Benar Terhubung

Nilai utama intermoda bukan terletak pada banyaknya jenis kendaraan yang digunakan. Sistem ini baru berguna ketika setiap moda punya peran yang jelas dan perpindahan antar moda tidak menambah biaya atau waktu lebih besar daripada manfaatnya.

Untuk bisnis, keputusan menggunakan intermoda perlu dimulai dari rute dan karakter barang. Hitung total biaya, total lead time, titik transfer, serta kesiapan infrastrukturnya. Dengan begitu, kombinasi truk, kapal, atau kereta dipilih karena memang relevan untuk shipment, bukan sekadar karena tersedia.

Kalau kamu ingin membandingkan pilihan pengiriman dan rute sesuai kebutuhan bisnis, cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman, rute, dan estimasi biaya kirim.

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.

Scroll to Top