Home / Blog / Kenali Arti Stuffing Container dan Prosesnya di Logistik
Stuffing Container dan Prosesnya di Logistik

Kenali Arti Stuffing Container dan Prosesnya di Logistik

Kalau bisnismu sering kirim barang dalam jumlah besar, istilah stuffing container pasti sudah nggak asing lagi di telinga. Stuffing container adalah proses memuat dan menata barang ke dalam kontainer sebelum dikirim, baik lewat jalur laut, darat, maupun udara, supaya barang sampai dengan aman dan ruang kontainer terpakai semaksimal mungkin.

Tapi, apakah kamu sudah benar-benar paham arti stuffing container dan seperti apa prosesnya di lapangan? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di artikel ini, mulai dari jenis, tahapan proses, dokumen yang dibutuhkan, sampai kisaran biayanya.

Apa Arti Stuffing Container dalam Logistik?

Stuffing adalah proses memuat barang ke dalam kontainer atau alat transportasi lain seperti kapal dan truk, dengan cara yang efisien dan aman. Tujuannya supaya barang yang dimuat sampai ke tujuan tanpa kerusakan, sekaligus memanfaatkan ruang kontainer semaksimal mungkin.

Simpelnya, kalau ditanya stuffing container artinya apa, jawabannya adalah kegiatan menyusun dan mengamankan barang di dalam kontainer, bukan sekadar memasukkan barang asal muat.

Kedengarannya sederhana, tapi stuffing container tetap butuh ketelitian dan perencanaan yang matang. Kalau kamu mau barang sampai aman dan tepat waktu, proses ini nggak boleh dikerjakan asal-asalan.

Cara kamu menyusun barang di dalam kontainer berpengaruh langsung ke biaya pengiriman dan keamanannya selama perjalanan. Misalnya, barang besar atau berat harus ditempatkan supaya tidak bergeser atau rusak sepanjang perjalanan. Semua harus disusun dengan cermat, supaya barang tetap aman sampai ke tujuan.

Apa Saja Jenis Stuffing Container Berdasarkan Lokasinya?

Selain dilihat dari cara penyusunannya, stuffing container juga bisa dibedakan dari tempat prosesnya berlangsung. Dua jenis yang paling umum dipakai di lapangan adalah stuffing dalam dan stuffing luar.

Stuffing Dalam (Gudang atau Depo)

Stuffing dalam dilakukan di area gudang pengirim atau depo kontainer. Barang dikemas dan ditata langsung ke dalam kontainer di lokasi tersebut, sebelum kontainer dikirim ke pelabuhan atau tujuan akhir.

Jenis ini memberi kontrol lebih besar terhadap pengemasan dan penataan muatan, sehingga risiko kerusakan bisa ditekan. Cara ini biasanya cocok untuk pengiriman Full Container Load (FCL), karena satu kontainer memang khusus dipakai untuk barang dari satu pengirim.

Stuffing Luar (Langsung dari Kendaraan)

Sementara itu, stuffing luar dilakukan di luar gudang, misalnya di pelabuhan, lapangan penumpukan, atau langsung dari truk pengangkut ke kontainer yang sudah siap di lokasi. Cara ini biasanya dipilih untuk mempercepat proses pengiriman, tapi tetap butuh koordinasi yang rapi supaya barang tidak rusak saat dipindahkan.

Jenis StuffingLokasiCocok Untuk
Stuffing DalamGudang pengirim atau depo kontainerPengiriman FCL, barang yang perlu penanganan khusus
Stuffing LuarPelabuhan, lapangan penumpukan, atau langsung dari trukPengiriman yang butuh diproses lebih cepat

Bagaimana Tahapan Proses Stuffing?

Sekarang, yuk kita bahas tahapan proses stuffing yang perlu kamu tahu, dari persiapan sampai kontainer siap dikirim.

1. Persiapan Barang

Sebelum mulai memuat barang ke dalam kontainer, semua barang yang akan dikirim harus diperiksa dan dipastikan sudah siap. Barang harus dikemas dengan baik dan sesuai standar.

Kalau barang tidak dipersiapkan dengan baik, risiko kerusakan saat pengiriman jadi semakin besar.

2. Pengecekan Kontainer

Sebelum digunakan, kontainer yang akan dipakai harus diperiksa dulu. Pastikan kontainer dalam keadaan bersih, kokoh, dan tidak ada kerusakan yang bisa merusak barang. Kalau kontainer sudah rusak, barang di dalamnya bisa ikut terancam.

3. Menyusun Rencana Muatan

Sebelum barang benar-benar dimasukkan, petugas biasanya membuat rencana penempatan muatan terlebih dahulu. Barang yang lebih berat sebaiknya ditempatkan di bagian bawah, supaya distribusi bobot merata dan kontainer tidak oleng saat diangkut. Barang yang lebih ringan atau mudah pecah ditaruh di bagian atas.

Rencana ini juga menentukan urutan bongkar di tujuan. Barang yang perlu dikeluarkan lebih dulu sebaiknya dimasukkan paling akhir, supaya mudah diambil tanpa harus memindahkan barang lain.

4. Proses Stuffing

Nah, ini dia tahap inti dari proses stuffing. Di sini, barang mulai dimasukkan ke dalam kontainer sesuai rencana muatan yang sudah dibuat.

Untuk barang-barang besar, penempatannya harus diperhatikan supaya tidak mengganggu barang lain atau bahkan merusak barang itu sendiri.

5. Pemeriksaan Akhir

Sebelum kontainer ditutup, ada baiknya dilakukan pengecekan ulang. Pastikan susunan barang sudah stabil, tali pengikat atau lashing sudah kencang, dan tidak ada ruang kosong besar yang bisa membuat muatan bergeser selama perjalanan.

6. Penyegelan Kontainer

Setelah semua barang dimasukkan dan diperiksa, kontainer akan disegel. Penyegelan ini penting untuk memastikan kontainer tidak dibuka atau dirusak selama perjalanan. Segel juga menjadi tanda bahwa kontainer sudah siap dikirim.

7. Pengiriman

Setelah disegel, kontainer siap dikirim ke tujuan, baik menggunakan kapal laut, pesawat, maupun truk. Pengiriman bisa dilakukan secara internasional atau domestik, tergantung lokasi tujuannya.

Baca Juga: Apa Itu Cargo? Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Berapa Kisaran Biaya Stuffing Container?

Biaya stuffing container bisa berbeda-beda tergantung beberapa hal, seperti lokasi proses, ukuran dan jenis kontainer, sampai karakteristik barang yang dimuat. Barang yang butuh penanganan khusus, misalnya barang mudah pecah atau bahan kimia, biasanya kena biaya tambahan.

Sebagai gambaran umum, biaya stuffing container di Indonesia biasanya berkisar antara Rp1 juta sampai Rp3 juta per kontainer. Angka ini sifatnya perkiraan saja, karena tarif pasti bisa berbeda-beda antar penyedia jasa logistik. Sebelum memutuskan, ada baiknya kamu minta penawaran dari beberapa pihak dulu supaya bisa membandingkan harga dan layanan yang ditawarkan.

Satu hal yang sering luput diperhatikan: kalau proses stuffing molor dari jadwal yang disepakati dengan pihak pelayaran, risikonya bisa merembet ke biaya lain di pelabuhan tujuan, seperti demurrage akibat kontainer terlambat keluar dari terminal. Jadi, mengatur waktu stuffing dengan rapi sama pentingnya dengan mengatur biayanya.

Untuk pengiriman LCL, komponen stuffing dan destuffing biasanya sudah termasuk dalam perhitungan tarif LCL secara keseluruhan, jadi tidak dihitung terpisah.

Apa Saja Dokumen yang Dibutuhkan saat Stuffing?

Selain proses fisik memuat barang, ada juga beberapa dokumen penting yang harus disiapkan agar barang bisa dikirim dengan lancar.

Berikut beberapa dokumen yang biasanya dibutuhkan saat proses stuffing:

Bill of Lading (BOL)

Bill of Lading atau BOL adalah dokumen yang sangat penting dalam pengiriman internasional. Dokumen ini mencantumkan rincian barang yang dimuat, termasuk jenis barang, jumlah, tujuan pengiriman, dan syarat pembayaran.

Selain itu, BOL juga berfungsi sebagai bukti kepemilikan barang selama pengiriman. Jadi, kalau kamu mengirim barang, pastikan BOL ini sudah lengkap dan benar.

Delivery Order (DO)

Delivery Order adalah surat yang dikeluarkan oleh perusahaan pengiriman untuk memberikan instruksi pengiriman barang kepada pihak jasa ekspedisi.

Dokumen ini memastikan bahwa barang yang dikirimkan benar-benar milik pengirim dan ditujukan sesuai dengan informasi yang tertera dalam DO. Tanpa DO, barang tidak akan diterima atau dikirimkan.

Daftar Kemasan (Packing List)

Packing list berisi informasi rinci tentang barang yang dimuat ke dalam kontainer. Dokumen ini mencantumkan jumlah, berat, dimensi, dan deskripsi setiap barang yang dimasukkan.

Packing list membantu memverifikasi apakah semua barang yang tercantum dalam dokumen sudah dimuat dengan benar dan dalam jumlah yang tepat.

Dokumen Khusus

Untuk beberapa jenis barang, terutama yang punya karakteristik khusus seperti barang berbahaya atau produk makanan, dokumen khusus bisa diperlukan.

Beberapa dokumen tersebut termasuk sertifikat keamanan, lisensi, atau izin impor yang dikeluarkan oleh pihak berwenang. Misalnya, kalau kamu mengirim barang kimia berbahaya, sertifikat keamanan dan izin pengiriman internasional wajib disertakan.

Warkat Dana

Warkat dana adalah dokumen yang berisi informasi terkait pembayaran dan biaya pelayanan yang sudah dilakukan oleh pihak jasa pengiriman atau kargo.

Dokumen ini menjadi bukti bahwa pembayaran sudah dilakukan sesuai tarif yang berlaku, dan biasanya dibutuhkan untuk keperluan administrasi atau pelaporan keuangan.

Manifest

Manifest adalah dokumen yang berisi informasi rinci mengenai kontainer dan semua barang di dalamnya. Manifest mencantumkan detail seperti jumlah kontainer, nama kapal atau alat transportasi, serta rincian barang yang dimuat.

Job Order

Job Order adalah dokumen yang berfungsi sebagai surat perintah kerja dari subdivisi pelayanan. Dokumen ini memuat keterangan yang jelas mengenai tugas yang harus dilakukan oleh pihak yang menangani pengiriman barang.

Biasanya, job order memuat informasi terkait waktu pengiriman, jenis barang, dan instruksi khusus terkait pengemasan atau pemuatan barang.

Invoice

Invoice adalah dokumen yang berisi rincian biaya yang harus dibayar, termasuk harga barang, biaya pengiriman, dan biaya tambahan lainnya. Dokumen ini memberikan transparansi terkait pembayaran dan menjadi dasar pengelolaan keuangan dalam bisnis pengiriman.

Tally Sheet

Tally sheet adalah dokumen yang mencatat jumlah dan kondisi barang saat dimasukkan ke dalam kontainer. Petugas mencatat detail ini satu per satu supaya jumlah barang yang dimuat sama persis dengan yang tertera di pesanan, sekaligus menghindari perselisihan antara pengirim dan penerima di kemudian hari.

Surat Jalan

Surat jalan berfungsi sebagai bukti tertulis bahwa barang benar-benar diangkut dari pengirim ke penerima. Dokumen ini biasanya memuat identitas pengirim dan penerima, jenis barang, jumlah, dan rute pengiriman, dan berguna untuk memudahkan pengawasan selama perjalanan.

Surat Perintah Muat

Surat perintah muat adalah dokumen otorisasi dari penyedia jasa pengiriman yang memberi izin resmi untuk memulai proses stuffing. Tanpa dokumen ini, petugas di lapangan belum boleh mulai memuat barang ke dalam kontainer.

Baca Juga: Apa Itu Metode FIFO dan LIFO? Contoh dan Cara Mengelolanya

Kenali Istilah-Istilah dalam Proses Stuffing!

Dalam proses stuffing, ada berbagai istilah yang sering dipakai. Yuk, kenalan dengan beberapa istilah stuffing di bawah ini supaya kamu lebih paham dalam mengikuti prosesnya:

  • Stuffing: Proses memuat barang ke dalam kontainer untuk pengiriman.
  • Destuffing: Kebalikan dari stuffing, yaitu proses membongkar muatan barang dari kontainer setelah sampai di tujuan. Baca penjelasan lengkapnya di artikel destuffing atau stripping container.
  • Prosedur Pra-Stuffing: Langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum memulai proses stuffing yang sebenarnya, seperti pemeriksaan kontainer dan penataan barang.
  • Lashing: Pengikatan muatan pada kendaraan atau kontainer menggunakan tali, kawat, rantai, atau bahan lainnya, untuk memastikan barang aman selama perjalanan.
  • Klaim OS+D (Over, Short, and Damaged): Proses klaim yang dilakukan ketika ada barang yang hilang, berkurang jumlahnya, atau rusak selama pengiriman.
  • Reefer: Kontainer berpendingin yang digunakan untuk mengangkut barang yang membutuhkan suhu khusus, seperti makanan atau bahan kimia.
  • Cross Docking: Cara pengiriman di mana barang langsung dipindahkan dari kendaraan yang datang ke kendaraan yang akan pergi, tanpa harus disimpan terlebih dahulu. Selengkapnya ada di artikel cross docking.
  • Stasiun Pengangkutan Kontainer (CFS): Fasilitas tempat kargo dikonsolidasikan, dibongkar, atau dipindahkan antar moda transportasi dalam proses pengiriman. Kenali lebih jauh di artikel CFS dalam logistik.
  • Full Container Load (FCL): Cara pengiriman di mana satu kontainer diisi penuh dengan barang dari satu pengirim saja. Baca lebih lengkap di artikel FCL.
  • Less than Container Load (LCL): Cara pengiriman di mana beberapa pengirim berbagi satu kontainer, dan barang dari beberapa pengirim dikombinasikan dalam satu kontainer. Baca lebih lengkap di artikel LCL.
  • OverStuffing: Kondisi ketika barang dimasukkan ke dalam kontainer melebihi kapasitasnya.
  • Seal: Segel atau kunci yang digunakan untuk mengamankan kontainer, supaya barang di dalamnya tetap aman dan tidak terganggu selama perjalanan.

Baca Juga: Arti dan Pentingnya Lead Time dalam Pengelolaan Logistik

Apa Saja Faktor yang Memengaruhi Proses Stuffing?

Selain teknik penyusunan barang, ada beberapa faktor yang memengaruhi bagaimana proses stuffing berjalan. Beberapa di antaranya adalah:

Jenis Barang

Jenis barang yang dikirim sangat memengaruhi cara penyusunannya di dalam kontainer. Barang yang mudah pecah atau butuh suhu tertentu perlu penanganan khusus.

Misalnya, barang elektronik butuh pelindung tambahan, sementara bahan kimia mungkin memerlukan kontainer yang lebih aman.

Ukuran dan Jenis Kontainer

Kontainer yang digunakan menentukan bagaimana barang disusun. Kontainer yang lebih besar memberi lebih banyak ruang, tapi harus disusun dengan cara yang lebih hati-hati supaya barang tidak rusak.

Kontainer yang lebih kecil mungkin lebih mudah dipenuhi, tapi kadang perlu mengurangi jenis barang yang dimuat.

Jarak Pengiriman

Pengiriman jarak jauh, misalnya antarnegara, memerlukan perhatian ekstra pada cara penyusunan barang, karena semakin jauh pengiriman, semakin besar risiko kerusakan.

Sementara itu, pengiriman dalam negeri mungkin lebih fleksibel, tapi tetap harus diperhatikan dengan cermat.

Checklist Sebelum Kontainer Disegel

Sebelum kontainer benar-benar disegel dan siap dikirim, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu pastikan lebih dulu:

  • Kontainer sudah diperiksa dan bebas dari kerusakan atau bau sisa muatan sebelumnya
  • Berat dan susunan barang sudah sesuai rencana muatan
  • Barang besar atau berat sudah diamankan dengan lashing atau bahan pengganjal
  • Tidak ada ruang kosong besar yang bisa membuat muatan bergeser
  • Dokumen seperti tally sheet, packing list, dan surat jalan sudah lengkap dan sesuai
  • Nomor segel sudah dicatat dan cocok dengan dokumen pengiriman

Proses stuffing yang rapi jadi salah satu kunci supaya barang sampai ke tujuan dengan aman dan sesuai jadwal. Kalau kamu ingin memantau seluruh proses pengiriman, mulai dari status kontainer sampai estimasi biaya, dalam satu platform yang lebih mudah dipantau, kamu bisa coba klaim voucher pengiriman pertamamu di forwarder.ai dan rasakan langsung bedanya.

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.
Scroll to Top