Home / Blog / Pengertian Sortir Barang dalam Logistik dan Prosesnya
Pengertian Sortir Barang dalam Logistik dan Prosesnya (freepik)

Pengertian Sortir Barang dalam Logistik dan Prosesnya

Barang yang sudah tiba di gudang belum tentu langsung siap dikirim ke tujuan berikutnya. Sebelum itu, barang perlu dipisahkan berdasarkan rute, jenis, prioritas, atau kriteria lain. Kalau kamu sedang mencari tahu sortir itu apa, jawabannya cukup sederhana: sortir adalah proses memilih dan mengelompokkan barang agar masuk ke jalur yang sesuai.

Proses ini mungkin terlihat sederhana, tetapi berpengaruh langsung pada kelancaran distribusi. Salah kelompok atau salah jalur bisa membuat barang harus diperiksa dan dipindahkan kembali sebelum pengiriman dilanjutkan.

Apa Itu Sortir Barang dalam Logistik?

Sortir barang adalah aktivitas memilih, memisahkan, dan mengelompokkan muatan berdasarkan kriteria tertentu. Dalam operasional logistik, kriterianya bisa berupa tujuan pengiriman, jenis barang, ukuran, kebutuhan penanganan, atau tingkat prioritas.

Tujuan utamanya adalah memastikan barang bergerak ke jalur distribusi yang tepat. Karena itu, proses sortir biasanya dilakukan di area atau fasilitas yang menjadi titik transit sebelum barang diteruskan ke hub, pusat distribusi, atau alamat tujuan.

Di titik inilah paket dapat dikelompokkan berdasarkan kota, wilayah, rute, atau kategori lain yang digunakan oleh perusahaan logistik. Sistem penyortiran yang digunakan bisa berbeda tergantung volume barang dan kebutuhan operasional.

Jenis Sortasi dalam Operasional Logistik

Secara umum, proses pemilahan barang dapat dilakukan secara manual maupun dengan bantuan sistem otomatis. Pemilihannya menyesuaikan jumlah barang, karakter muatan, fasilitas gudang, dan kebutuhan bisnis.

Pengertian Sortir Barang dalam Logistik dan Prosesnya (freepik)
 Pengertian Sortir Barang dalam Logistik dan Prosesnya (freepik)

1. Sortasi Manual (Konvensional)

Pada penyortiran manual, petugas membaca label atau dokumen barang kemudian memisahkannya sesuai kategori yang sudah ditentukan. Metode ini masih dapat digunakan ketika jumlah barang belum terlalu besar atau karakter barang membutuhkan pemeriksaan langsung.

Karena prosesnya bergantung pada petugas, ketelitian menjadi faktor penting. Semakin banyak barang yang harus diproses, semakin besar pula kebutuhan untuk menjaga konsistensi pengecekan dan pencatatan. Dalam praktiknya, tugas ini bisa menjadi bagian dari pekerjaan operator warehouse yang menangani pergerakan barang di dalam gudang.

2. Sortasi Otomatis (Conveyor dan Barcode)

Saat volume barang bertambah, sistem otomatis dapat membantu mempercepat proses pemilahan. Conveyor belt memindahkan barang di sepanjang jalur operasional, sementara barcode scanner membaca informasi pada label untuk membantu menentukan jalur berikutnya.

Jika sistem dirancang dan dijalankan dengan baik, proses ini dapat mengurangi kebutuhan pemilahan manual dan membuat alur barang lebih konsisten. Namun, hasilnya tetap bergantung pada kualitas label, data, perangkat, serta konfigurasi sistem yang digunakan.

Baca Juga: Pengertian Barcode: Fungsi dan Cara Kerjanya untuk Pergudangan

Proses Sortir di Gudang dan Ekspedisi

Dalam alur pergudangan, penyortiran adalah tahap yang umumnya dilakukan setelah barang diterima dan sebelum masuk ke proses pengiriman berikutnya. Barang yang sudah masuk dapat dipilah berdasarkan tujuan, kategori, atau kebutuhan penanganannya.

Pada jaringan ekspedisi, satu paket juga bisa melewati lebih dari satu titik sortir. Barang bergerak dari titik awal ke hub atau pusat distribusi regional sebelum diteruskan ke area tujuan. Di setiap titik, informasi barang dicek kembali agar paket masuk ke jalur berikutnya.

Gambaran prosesnya kurang lebih seperti ini:

  1. Penerimaan (Inbound Receiving): barang diterima dan dapat diperiksa jumlah, kondisi, serta kesesuaiannya dengan data yang tersedia.
  2. Identifikasi dan Labeling: barang diberi atau dicek identitasnya melalui barcode, RFID, atau sistem identifikasi lain agar status dan posisinya lebih mudah dilacak.
  3. Pengelompokan (Sorting): barang dipisahkan berdasarkan kriteria operasional, misalnya wilayah tujuan, jenis produk, kebutuhan penanganan, atau jenis layanan pengiriman.
  4. Penataan (Staging): barang ditempatkan di area keberangkatan yang sesuai sebelum proses loading ke armada.
  5. Pengiriman Berikutnya: barang keluar dari area sortir menuju hub lain, pusat distribusi, atau alamat tujuan sesuai jalur pengirimannya.

Baca Juga: Proses Receiving di Gudang: Tahapan dan Tips Efisiensi

Peran Teknologi RFID dalam Sortasi

RFID (Radio Frequency Identification) merupakan salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk membantu identifikasi barang. Berbeda dengan barcode yang umumnya perlu dibaca melalui pemindai, RFID menggunakan gelombang radio untuk membaca tag yang terpasang pada barang.

Dalam kondisi dan konfigurasi yang mendukung, satu pembaca RFID dapat mendeteksi beberapa tag tanpa harus mengarahkan pemindai ke setiap label satu per satu. Kemampuan sebenarnya tetap bergantung pada jenis tag, perangkat pembaca, jarak, material barang, dan lingkungan operasional.

Beberapa kelebihan RFID yang dapat mendukung proses sortir antara lain:

  • dapat membantu membaca beberapa tag dalam satu proses
  • tidak selalu membutuhkan posisi label yang sama seperti pemindaian barcode secara langsung
  • jenis tag tertentu dapat menyimpan atau memperbarui data sesuai kebutuhan sistem

Teknologi ini dapat dipertimbangkan untuk operasi dengan volume barang besar atau kebutuhan identifikasi yang sulit ditangani hanya dengan pemeriksaan manual. Dalam gudang yang lebih terintegrasi, barcode atau RFID juga dapat terhubung dengan Warehouse Management System (WMS) agar data pergerakan barang lebih mudah dikelola.

Baca Juga: SOP Gudang: Fungsi, Langkah, dan Tips Penerapannya

Manfaat Sortir

Proses sortir yang tertata membantu barang bergerak lebih jelas dari satu tahap ke tahap berikutnya. Beberapa manfaatnya antara lain:

  • membantu mempercepat proses distribusi
  • mengurangi risiko barang masuk ke jalur yang salah
  • memudahkan pengelolaan barang dalam jumlah besar
  • menjaga alur barang lebih teratur
  • mendukung pembagian barang berdasarkan rute pengiriman
  • membantu proses pelacakan dan pengecekan status barang

Manfaatnya biasanya makin terasa saat jumlah barang yang diproses bertambah. Tanpa alur sortir yang jelas, tim perlu lebih sering mengecek ulang paket, memindahkan barang ke jalur lain, atau memperbaiki kesalahan pengelompokan. Pekerjaan seperti ini bisa memperlambat proses berikutnya.

Untuk bisnis dengan volume yang belum terlalu besar, proses manual masih bisa menjadi pilihan selama alurnya jelas dan pengecekan dilakukan dengan konsisten. Ketika jumlah barang terus meningkat, penggunaan conveyor, barcode, atau teknologi lain mulai layak dipertimbangkan untuk mengurangi pekerjaan manual.

Kalau diringkas, proses sortir bukan sekadar memindahkan paket dari satu tumpukan ke tumpukan lain. Barang perlu dikenali, dikelompokkan, lalu diarahkan ke jalur berikutnya berdasarkan informasi yang tersedia. Alur ini membantu tim menjaga proses distribusi tetap rapi ketika volume pengiriman bertambah.

Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, bisnis juga dapat menggunakan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu pengelolaan pengiriman dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.

Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis kamu!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top