Home / Blog / Apa Itu Postal Code? Pengertian dan Fungsinya dalam Pengiriman
Apa Itu Postal Code? Pengertian dan Fungsinya dalam Pengiriman

Apa Itu Postal Code? Pengertian dan Fungsinya dalam Pengiriman

Postal code adalah kode angka, huruf, atau kombinasinya yang digunakan untuk mengidentifikasi area dalam sistem pos suatu negara. Di Indonesia, istilah yang lebih umum adalah kode pos. Data ini menjadi bagian penting dari alamat karena membantu sistem mengelompokkan kiriman berdasarkan wilayah tujuan.

Postal code bukan pengganti alamat lengkap. Nama jalan, nomor bangunan, kota, provinsi, negara, dan kontak penerima tetap perlu dicantumkan. Kode wilayah berfungsi sebagai alat bantu agar proses sortir, validasi, dan penentuan rute lebih konsisten.

Apa Itu Postal Code dan Bagaimana Strukturnya di Indonesia?

Apa Itu Postal Code? Pengertian dan Fungsinya dalam Pengiriman (freepik)
Apa Itu Postal Code? Pengertian dan Fungsinya dalam Pengiriman (freepik)

Di Indonesia, kode pos umumnya terdiri dari lima digit. Kode tersebut mengarahkan kiriman ke wilayah tertentu, tetapi pengguna tidak sebaiknya menebak makna setiap digit tanpa merujuk data resmi. Perubahan administratif atau cakupan layanan dapat membuat asumsi lama tidak lagi tepat.

Saat sebuah formulir internasional meminta postal code, masukkan kode pos sesuai alamat Indonesia yang digunakan. Pastikan lima digit tetap ditulis lengkap, termasuk angka nol di depan jika ada. Kolom ini berbeda dari nomor rumah, nomor telepon, atau kode negara.

Postal code juga berbeda dengan ZIP Code. ZIP Code adalah nama sistem milik Amerika Serikat, sedangkan postal code merupakan istilah generik yang dapat digunakan untuk sistem berbagai negara.

Dalam database, postal code sebaiknya disimpan sebagai teks, bukan angka hitung. Cara ini mempertahankan nol di depan dan memungkinkan format alfanumerik. Sistem juga perlu menyediakan kolom negara agar validasi tidak menerapkan pola Indonesia pada seluruh alamat internasional.

Apa Fungsi Postal Code dalam Proses Sortir dan Pengiriman?

Dalam proses sortir dan pengiriman, postal code memiliki beberapa fungsi berikut:

  • Mengelompokkan kiriman. Sistem menggunakan kode pada label untuk mengarahkan barang ke fasilitas, area, atau jalur sortir barang yang sesuai.
  • Mendukung validasi alamat. Kode membantu sistem memeriksa kecocokan kota, kecamatan, dan wilayah sebelum kiriman diproses.
  • Membantu penentuan rute. Operator dapat memakai kode wilayah sebagai salah satu dasar pembagian area last mile dan perencanaan pengantaran.
  • Mengurangi pembacaan manual. Pada volume besar, data terstruktur membuat proses pengelompokan tidak sepenuhnya bergantung pada pembacaan alamat oleh petugas.

Postal code tetap perlu kamu lihat bersama elemen alamat lainnya. Dua lokasi dapat memiliki nama jalan serupa, sehingga kode yang salah tetap berpotensi mengarahkan barang ke jalur yang perlu dikoreksi.

Untuk pengiriman berulang, kamu dapat memantau frekuensi koreksi alamat per pelanggan agar sumber kesalahan dapat diperbaiki pada master data.

Apa Saja Jenis-Jenis Postal Code?

Jenis postal code dapat kamu bedakan berdasarkan format dan penggunaannya:

  • Kode numerik. Sistem ini hanya menggunakan angka, seperti kode pos lima digit di Indonesia.
  • Kode alfanumerik. Sejumlah negara menggabungkan huruf dan angka untuk menunjukkan area pengantaran.
  • Kode dengan panjang tetap atau bervariasi. Jumlah karakter mengikuti aturan masing-masing negara dan tidak dapat diseragamkan.
  • Kode penggunaan khusus. Beberapa sistem menyediakan kode untuk PO Box, kepentingan militer, atau organisasi dengan volume surat tinggi.

Jenis tersebut tidak berlaku seragam secara global. Jika tujuan berada di luar negeri, kamu sebaiknya meminta format dari penerima atau mengeceknya melalui layanan pos resmi, termasuk ketika suatu wilayah tidak menggunakan postal code.

Baca Juga: Perbedaan First Mile, Mid Mile, dan Last Mile dalam Logistik

Bagaimana Postal Code Memengaruhi Estimasi Biaya dan Waktu Pengiriman?

Penyedia layanan dapat memakai postal code untuk mengidentifikasi zona asal dan tujuan. Zona tersebut dapat memengaruhi ketersediaan layanan, jarak, akses, serta estimasi penanganan. Meski demikian, postal code bukan satu-satunya komponen tarif atau waktu.

Berat, volume, jenis barang, moda, kebutuhan handling, dan jadwal keberangkatan tetap berpengaruh. Pada kargo B2B, lokasi gudang yang berada jauh dari pusat kota dalam satu kode wilayah juga dapat memiliki kebutuhan akses berbeda.

Estimasi sebaiknya dikonfirmasi dengan alamat lengkap. Artikel tentang estimasi pengiriman dapat membantu kamu memahami faktor lain yang menyebabkan waktu tiba berubah.

Apa Perbedaan Sistem Postal Code Indonesia dengan Negara Lain?

Indonesia menggunakan lima digit angka, sedangkan beberapa negara menggunakan kombinasi huruf dan angka. Amerika Serikat memakai ZIP Code lima digit dan menyediakan perluasan ZIP+4. Negara lain dapat mengatur kode berdasarkan distrik pos, rute, kota, atau unit pengantaran dengan logika yang berbeda.

Perbedaan format menjadi penting pada integrasi e-commerce dan sistem pengiriman. Kolom yang hanya menerima angka tidak dapat menangani postal code alfanumerik. Sebaliknya, validasi yang terlalu longgar membuat pengguna mudah memasukkan kode yang tidak sesuai.

Untuk pengiriman internasional, sistem sebaiknya terlebih dahulu meminta negara, baru menerapkan aturan postal code yang cocok. Pengirim tetap perlu memeriksa kecocokan alamat sebelum membuat dokumen final.

Bagaimana Cara Mengecek Postal Code Tujuan dengan Benar?

Kamu dapat mengecek postal code tujuan melalui langkah-langkah berikut:

  • Cari melalui sumber resmi. Gunakan layanan operator pos atau pemerintah yang relevan dengan negara tujuan.
  • Masukkan wilayah secara bertahap. Cocokkan hasil dengan kelurahan, kecamatan, kota, provinsi, dan negara.
  • Konfirmasikan alamat perusahaan. Satu kompleks dapat memiliki titik penerimaan atau instruksi khusus yang perlu kamu tanyakan kepada penerima.
  • Samakan seluruh dokumen. Salin kode yang sudah terverifikasi ke label dan dokumen secara konsisten sebelum booking.
  • Periksa kegagalan sistem. Jika kode ditolak, kamu perlu mengecek format negara dan alamat, bukan menggantinya dengan angka sembarang.
  • Bersihkan data berkala. Untuk pengiriman berulang, gabungkan duplikasi, tandai alamat tidak aktif, dan simpan sumber konfirmasi.

Jika nama kota pada sistem berbeda dari penyebutan lokal, kamu perlu memastikan kode, provinsi, dan negara tetap cocok sebelum menambahkan catatan arah pada kolom alamat. Kamu juga dapat menguji satu label sebelum memproses banyak kiriman agar kesalahan format tidak terulang pada seluruh pesanan.

Baca Juga: Pengertian Nomor Resi Pengiriman, Fungsi, dan Cara Lacak

Postal code yang benar membantu memperkecil koreksi alamat dan proses sortir ulang. Setelah informasi penerima lengkap, kamu bisa menyiapkan pengiriman melalui forwarder.ai dan memanfaatkan voucher pengiriman sesuai ketentuan.

 

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top