Home / Blog / ETA vs ETD: Apa Bedanya dan Kenapa Penting dalam Logistik?
Perbedaan ETA dan ETD dalam Logistik

ETA vs ETD: Apa Bedanya dan Kenapa Penting dalam Logistik?

Kamu sering bingung waktu dengar istilah ETA dan ETD di dunia logistik? Sebagai pemilik bisnis, kamu perlu memahami istilah-istilah dalam dunia logistik ini supaya seluruh pengiriman kamu jadi lebih hemat, efisien, dan tepat waktu.

ETA dan ETD sebenarnya mengacu ke dua momen berbeda dalam proses pengiriman, dan begitu kamu paham bedanya, mengelola pengiriman jadi jauh lebih gampang.

Apa Itu ETA dalam Logistik?

ETA adalah singkatan dari “Estimated Time of Arrival” atau dalam bahasa Indonesia berarti “Perkiraan Waktu Kedatangan”.

Secara sederhana, ETA artinya adalah waktu yang diperkirakan ketika suatu barang atau pengiriman akan tiba di tujuan. Misalnya, jika kamu mengirimkan barang ke pelanggan, mengetahui ETA dapat membantu kamu memberikan informasi yang akurat kepada mereka.

ETA biasanya ditentukan berdasarkan berbagai faktor, seperti jarak tempuh, kondisi cuaca, dan jenis transportasi yang digunakan.

Dengan adanya ETA, kamu bisa merencanakan kegiatan bisnis lainnya, seperti pengaturan stok barang atau penjadwalan pengiriman berikutnya.

Apa Itu ETD dalam Logistik?

Sementara itu, ETD adalah singkatan dari “Estimated Time of Departure” atau “Perkiraan Waktu Keberangkatan”. ETD artinya adalah waktu yang diperkirakan ketika suatu barang atau pengiriman akan berangkat dari titik asal.

Dalam dunia logistik, ETD sangat penting untuk merencanakan pengiriman dan memastikan bahwa semua proses berjalan sesuai jadwal.

ETD juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kesiapan barang, proses dokumentasi, dan kondisi transportasi.

Dengan mengetahui ETD, kamu bisa mengatur waktu pengambilan barang dan memastikan bahwa semua persiapan telah dilakukan sebelum keberangkatan.

Baca Juga: Waktu Transit FCL: Estimasi dan Faktor Penentu ETA

Apa Perbedaan antara ETA dan ETD?

Meskipun sama-sama berkaitan dengan waktu, ETA dan ETD punya fokus yang berbeda.

  • ETA (Estimated Time of Arrival): Menunjukkan waktu kedatangan barang di tujuan. ETA adalah informasi yang sangat penting bagi penerima barang, karena mereka bisa merencanakan penerimaan dan pengelolaan barang yang akan datang.
  • ETD (Estimated Time of Departure): Menunjukkan waktu keberangkatan barang dari titik asal. ETD adalah informasi yang lebih relevan bagi pengirim, karena mereka perlu memastikan bahwa semua persiapan telah dilakukan sebelum barang berangkat.

Dengan kata lain, ETA berfokus pada tujuan akhir, sedangkan ETD berfokus pada titik awal.

Baca Juga: Pengertian Jasa Digital Freight Forwarding

Mengapa ETA dan ETD Sangat Penting bagi Rantai Pasok Bisnismu?

ETA dan ETD bukan sekadar dua singkatan teknis. Dua data ini ikut menentukan seberapa rapi rantai pasok bisnismu berjalan, dari perencanaan produksi sampai jadwal pengiriman ke pelanggan. Inilah pentingnya ETA dan ETD dalam supply chain yang sering luput diperhatikan pebisnis.

Perencanaan Jadi Lebih Akurat

ETA yang tepat membantu kamu menjadwalkan penerimaan barang tanpa harus menebak-nebak. Gudang tidak menumpuk stok terlalu lama, dan tim logistik tidak kelabakan menyiapkan ruang penyimpanan mendadak. ETD yang jelas juga memastikan barang berangkat sesuai rencana, bukan mundur karena dokumen belum lengkap.

Biaya Operasional Lebih Terkendali

Selisih kecil pada ETA atau ETD bisa merembet jadi biaya tambahan, mulai dari denda keterlambatan di pelabuhan sampai lembur tim gudang. Manajemen ETA/ETD yang konsisten membantu kamu menghindari biaya ini lebih awal, bukan menanganinya setelah tagihan datang.

Kepercayaan Pelanggan Tetap Terjaga

Dampak ETA dan ETD pada bisnis paling kelihatan di titik ini. Pelanggan yang tahu kapan barangnya tiba cenderung lebih sabar menunggu, dan lebih percaya untuk memesan lagi. Sebaliknya, estimasi yang meleset tanpa penjelasan bisa merusak hubungan yang sudah kamu bangun lama.

Apa Saja Faktor yang Memengaruhi ETA dan ETD?

ETA artinya adalah perkiraan waktu kedatangan barang di tujuan, dan angka ini tidak muncul begitu saja dari sistem. Ada beberapa faktor yang memengaruhi hasil perhitungannya.

Cara Menghitung ETA secara Sederhana

Cara menghitung ETA yang paling umum adalah membagi jarak tempuh dengan kecepatan rata-rata moda transportasi, lalu menambahkan waktu buffer untuk hambatan di jalan. Rumus dasar ini masih dipakai banyak forwarder kecil secara manual, meski hasilnya sering meleset karena kondisi lapangan yang berubah-ubah.

Berikut faktor-faktor yang paling sering memengaruhi angka ETA dan ETD kamu:

  1. Kondisi Cuaca: Cuaca buruk seperti hujan lebat atau badai bisa banget menghambat perjalanan dan menyebabkan keterlambatan baik dalam keberangkatan maupun kedatangan. Jadi, pastikan kamu selalu cek prakiraan cuaca, ya.
  2. Kondisi Jalan: Kemacetan lalu lintas, kecelakaan, atau perbaikan jalan juga bisa memengaruhi waktu perjalanan. Meski di luar kendali kita, tapi tetap perlu kamu waspadai.
  3. Jenis Transportasi: Penggunaan moda transportasi yang berbeda, seperti truk, kapal, atau pesawat, juga memengaruhi ETA dan ETD. Setiap moda memiliki kecepatan dan waktu tempuh yang berbeda, jadi pastikan kamu pilih yang paling tepat untuk perjalananmu.
  4. Proses Dokumentasi: Kesiapan dokumen pengiriman juga memengaruhi, lho. Kalau dokumen kamu belum lengkap, ETD bisa tertunda sehingga akan memengaruhi ETA. Jadi, jangan lupa pastikan semua dokumen sudah siap, ya!
  5. Kesiapan Barang: Kalau barang belum siap untuk dikirim, ETD akan terpengaruh. Jadi, pastikan kamu sudah menyiapkan semuanya dengan baik sebelum waktu keberangkatan yang dijadwalkan.

Contoh Penggunaan ETA dan ETD

Misalnya, kamu adalah pemilik toko online yang menjual produk fashion. Kamu baru saja menerima pesanan dari pelanggan yang ingin barangnya tiba dalam waktu dua hari.

  • ETD

Kamu menjadwalkan pengiriman barang pada pukul 10.00 WIB hari ini. Inilah yang disebut dengan ETD kamu. Pastikan semua barang sudah siap dan dokumen pengiriman lengkap sebelum waktu tersebut, ya!

  • ETA

Setelah barang berangkat, kamu menerima informasi dari jasa pengiriman bahwa barang tersebut diperkirakan akan tiba di alamat pelanggan pada pukul 14.00 WIB keesokan harinya. Ini adalah ETA yang bisa kamu sampaikan kepada pelanggan.

Dengan memberikan informasi yang jelas mengenai ETD dan ETA, kamu bisa meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap layanan yang kamu tawarkan.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengirim Kargo yang Aman?

Strategi Mengatasi Perbedaan antara ETA dan ETD Aktual

ETA dan ETD tetap berupa perkiraan, jadi selisih dengan waktu aktual hampir selalu ada. Cara mengatasi perbedaan ETA dan ETD inilah yang membedakan bisnis yang siap dari yang panik di menit-menit terakhir.

Komunikasi Proaktif

Begitu kamu menyadari ada potensi selisih antara ETA atau ETD dengan waktu aktual, segera kabari pihak terkait, baik itu pelanggan, pemasok, maupun tim internal. Jelaskan alasan keterlambatan dan langkah yang sedang kamu ambil. Pelanggan biasanya lebih bisa menerima keterlambatan yang dijelaskan lebih awal daripada kejutan di detik terakhir.

Bangun Fleksibilitas dalam Jadwal

Hindari menjadwalkan pengiriman terlalu ketat. Sisipkan waktu buffer, terutama untuk rute yang sering bermasalah atau musim pengiriman yang padat. Fleksibilitas ini memberi kamu ruang gerak ketika ada hal tak terduga, tanpa harus mengorbankan janji ke pelanggan.

Diversifikasi Pemasok dan Jasa Pengiriman

Risiko keterlambatan pengiriman naik kalau kamu hanya mengandalkan satu pemasok atau satu jasa kirim. Dengan beberapa opsi cadangan, kamu bisa beralih lebih cepat saat salah satu rekanan bermasalah berulang. Solusi keterlambatan pengiriman semacam ini butuh persiapan di awal, tapi menyelamatkan banyak waktu saat masalah benar-benar terjadi.

Peran Teknologi Digital dalam Mengoptimalkan ETA dan ETD

Peran teknologi dalam ETA dan ETD makin besar, bukan lagi sekadar pelengkap sistem lama. Berikut cara teknologi digital membantu optimasi ETA dan ETD di operasional harianmu.

Prediksi Lebih Akurat lewat Analitik Data

Sistem logistik digital mengumpulkan data dari berbagai sumber, mulai dari kondisi lalu lintas, cuaca, sampai riwayat pengiriman sebelumnya. Dengan data sebanyak itu, algoritma bisa memberi prediksi ETA dan ETD yang jauh lebih dekat dengan kenyataan dibanding perhitungan manual.

Visibilitas Penuh dari Awal sampai Akhir

Keuntungan tracking real time logistik yang paling terasa adalah kamu tahu persis di mana barangmu berada, kapan berangkat, dan kapan tiba, tanpa harus menelepon vendor berkali-kali. Visibilitas ini membuat kamu bisa merespons masalah lebih cepat, sebelum pelanggan sempat bertanya.

Dokumen Diproses Lebih Cepat

Proses dokumentasi sering jadi penyebab ETD molor. Dengan platform digital, dokumen pengiriman bisa dibuat, ditandatangani, dan dikirim secara elektronik. Waktu tunggu berkurang, dan risiko dokumen tercecer juga lebih kecil.

Tracking Pengiriman Real Time dengan Forsis dari forwarder.ai

Mengelola logistik dengan efektif tidak berhenti di ETA dan ETD saja. Kamu juga perlu memastikan seluruh proses berjalan lancar, efisien, dan terpantau dengan baik.

Forsis dari forwarder.ai merupakan TMS (Transportation Management System) berbasis AI yang dirancang untuk membantu perusahaan mengelola armada, vendor, serta pengiriman secara real-time.

Tidak perlu lagi repot dengan pengelolaan manual yang memakan waktu. Dengan sistem ini, kamu bisa mengoptimalkan proses pengiriman, menekan biaya, dan menjaga kepuasan pelanggan tetap tinggi. Sebagai langkah awal, kamu bisa klaim penawaran khusus untuk pembaca artikel ini dan coba sendiri bagaimana Forsis membantu operasional pengirimanmu.

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.
Scroll to Top