Dalam operasional logistik, menjaga ketersediaan stok bukan hanya soal punya barang yang cukup. Cara Anda menyiapkan cadangan stok juga menentukan apakah operasional berjalan lancar atau malah menimbulkan biaya yang tidak perlu. Di sinilah pentingnya memahami perbedaan buffer stock dan safety stock. Keduanya sama-sama berfungsi sebagai cadangan, tetapi cara menentukan jumlahnya berbeda.
Yuk, kita kupas tuntas perbedaan keduanya dalam artikel ini!
Pengertian Buffer Stock dan Safety Stock

Buffer stock adalah persediaan tambahan yang sengaja disimpan untuk mengantisipasi kondisi yang tidak pasti, seperti lonjakan permintaan atau keterlambatan pasokan. Pendekatannya cenderung praktis, karena banyak bisnis menentukan jumlahnya berdasarkan pengalaman atau perkiraan. Buffer stock (stok cadangan) bersifat proaktif, karena Anda tahu kapan akan membutuhkannya.
Sementara itu, safety stock (stok pengaman) juga berfungsi sebagai stok cadangan, tetapi penentuan jumlahnya melalui perhitungan yang lebih spesifik. Sistem ini mempertimbangkan variasi permintaan dan waktu pengiriman (lead time). Safety stock bersifat reaktif, Anda tidak tahu kapan akan menggunakannya, tetapi Anda siap jika ada kebutuhan mendesak di waktu mendatang.
Baca Juga: Apa Itu Buffer Stock dalam Logistik
Perbedaan Fokus dan Tujuan
Aspek paling krusial yang jadi pembeda kedua jenis stok ini adalah dari fokus dan tujuannya. Stok cadangan fokus pada fleksibilitas. Anda menyiapkan persediaan tambahan agar tidak kehabisan barang saat terjadi perubahan yang tidak terduga.
Stok pengaman lebih fokus pada akurasi. Tujuannya bukan sekadar menambah stok, tetapi menentukan jumlah cadangan yang paling tepat berdasarkan data. Agar lebih mudah memahaminya, Anda bisa melihat perbandingannya melalui tabel berikut:
| Aspek | Buffer Stock | Safety Stock |
| Tujuan | Memenuhi lonjakan permintaan yang terencana | Melindungi dari gangguan pasokan atau lonjakan tak terduga |
| Sifat | Proaktif (direncanakan) | Reaktif (jaga-jaga) |
| Pemicu | Musim ramai, hari raya, promo | Keterlambatan pemasok, kerusakan mesin, bencana |
| Contoh | Stok es krim lebih banyak saat musim panas | Stok ban cadangan di gudang jika pemasok telat |
Konteks Penggunaan dalam Operasional
Keduanya sering digunakan dalam situasi yang berbeda. Penggunaan stok dalam kondisi yang lebih dinamis, misalnya bisnis ritel dengan permintaan yang sulit diprediksi dan distribusi barang dengan pola permintaan fluktuatif.
Di sisi lain, stok pengaman lebih cocok untuk operasional yang sudah memiliki data historis yang cukup seperti sektor manufaktur dengan pola produksi stabil serta bisnis yang memiliki data penjualan dan lead time konsisten.
Dalam praktiknya, banyak bisnis yang menggabungkan keduanya. Mereka menggunakan pendekatan stok untuk fleksibilitas, lalu menyempurnakannya dengan perhitungan safety stock.
Baca Juga: Benarkah Mother Vessel Bisa Tekan Biaya Logistik? Cek Faktanya
Perbedaan Rumus Perhitungan
Adapun rumus persediaan cadangan lebih sederhana, yaitu:
Buffer Stock = (Permintaan Maksimum – Permintaan Rata-rata) x Lead Time
Contoh:
Permintaan rata-rata 100 unit/hari, permintaan maksimum saat promo 150 unit/hari, lead time 7 hari. Maka perhitungannya:
Buffer Stock = (150 – 100) x 7 = 50 x 7 = 350 unit
Sementara itu, rumus persediaan pengaman, yaitu:
Safety Stock = (Permintaan Maksimum Harian x Lead Time Maksimum) – (Permintaan Rata-rata x Lead Time Rata-rata)
Permintaan rata-rata 100 unit/hari, permintaan maksimum saat promo 150 unit/hari, lead time rata-rata 7 hari, lead time maksimumnya 10 hari. Maka perhitungannya:
Safety Stock = (150 x 10) – (100 x 7) = 1.500 – 700 = 800 unit
Dalam praktik operasional sehari-hari, skenario perhitungan stok pengaman biasanya menghasilkan angka yang lebih besar, karena memperhitungkan skenario terburuk di dua variabel sekaligus. Berbeda dengan stok cadangan yang hanya fokus pada satu variabel saja, yaitu permintaan.
Memahami perbedaan buffer stock dan safety stock membantu Anda mengalokasikan stok dengan lebih efisien. Gunakan stok cadangan untuk peak season dan stok pengaman sebagai antisipasi keterlambatan. Hitung kebutuhannya masing-masing, jangan sampai terlalu sedikit atau terlalu banyak.
Kirim Barang Tanpa Ribet. Semua Bisa dari Satu Platform!
Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.


