Home / Blog / Metode FIFO: Cara Kerja dan Contoh Penerapannya
Metode FIFO: Cara Kerja dan Contoh Penerapannya (freepik)

Metode FIFO: Cara Kerja dan Contoh Penerapannya

Setiap kali stok baru datang, banyak pemilik usaha langsung menaruhnya di rak paling depan agar lebih mudah diambil. Kebiasaan sederhana ini ternyata bisa menimbulkan masalah. Barang yang datang lebih dulu justru tertinggal di belakang hingga lupa terjual, padahal umur simpannya terus berkurang. Supaya kondisi seperti ini tidak terjadi, banyak bisnis menerapkan metode FIFO dalam pengelolaan stok.

Yuk, kita kupas tuntas mengenai metode pengelolaan stok ini dalam artikel berikut!

Baca Juga: Pilih FIFO atau LIFO dalam Manajemen Stok? Ini Jawabannya

Pengertian Metode FIFO (First In, First Out)

Metode FIFO: Cara Kerja dan Contoh Penerapannya
Metode FIFO: Cara Kerja dan Contoh Penerapannya (freepik)

FIFO adalah salah satu metode dalam manajemen persediaan yang memprioritaskan barang dengan waktu kedatangan paling awal untuk didistribusikan atau dijual terlebih dahulu. Secara konsep, metode ini sebenarnya sederhana dan mudah dipahami, karena mengikuti alur alami pergerakan barang di gudang. Sebagai contoh, kamu bisa membayangkan toko buku yang setiap hari menerima kiriman baru. Dalam metode FIFO, buku yang datang lebih dulu akan ditempatkan di bagian depan rak sehingga pelanggan membeli buku yang sudah lebih lama tersimpan terlebih dahulu.

Meskipun umum dikaitkan dengan pencatatan akuntansi, FIFO juga berperan penting dalam operasional gudang. Penataan, rak, pemberian label, hingga proses pengambilan barang perlu mengikuti urutan stok agar metode ini benar-benar berjalan sesuai prinsipnya. Tanpa pengelolaan gudang yang rapi, metode ini hanya akan menjadi teori tanpa memberikan manfaat optimal.

Bagaimana Cara Kerja FIFO dalam Pengelolaan Stok Gudang?

Penerapan metode first in, first out tidak hanya bergantung pada pencatatan stok, tetapi juga penataan barang di gudang. Barang yang masuk lebih awal ditaruh di posisi paling mudah dijangkau, sedangkan stok baru disimpan di belakang agar persediaan lama tetap menjadi prioritas untuk keluar lebih dulu. Saat ada permintaan barang, petugas akan mengambil stok yang lebih lama sesuai urutan kedatangannya. Pola ini membantu menjaga perputaran stok tetap teratur sekaligus mengurangi risiko barang terlalu lama tersimpan.

Agar metode ini berjalan konsisten, ada beberapa langkah yang biasa dilakukan dalam operasional gudang:

  • Mencatat Tanggal Barang Masuk

Setiap barang yang diterima perlu dicatat tanggal kedatangannya, baik melalui sistem gudang maupun label pada kemasan. Informasi ini membantu tim mengetahui stok mana yang harus menjadi prioritas saat ada permintaan. Pencatatan rapi juga memudahkan proses audit stok dan mengurangi risiko kesalahan pengambilan barang. Semakin akurat data yang dimiliki, semakin mudah juga untuk menerapkan FIFO secara konsisten.

  • Menata Barang Sesuai Urutan Kedatangan

Setelah proses penerimaan selesai, barang perlu ditempatkan berdasarkan urutan masuk. Stok lama sebaiknya berada pada posisi yang lebih mudah dijangkau, sedangkan stok baru ditempatkan di belakang atau di area penyimpanan berikutnya. Penataan seperti ini membantu petugas gudang mengambil barang sesuai urutan tanpa harus memeriksa satu per satu tanggal penerimaan. Proses pengambilan barang pun menjadi lebih cepat dan teratur.

  • Mengambil Stok Lama Terlebih Dahulu

Saat ada pesanan, petugas gudang akan mengambil barang yang sudah lebih lama tersimpan sebelum menggunakan stok terbaru. Langkah ini menjaga perputaran persediaan tetap berjalan sesuai prinsip FIFO. Selain mengurangi risiko barang kedaluwarsa, metode ini juga membantu menjaga kualitas produk yang diterima pelanggan. Kebiasaan sederhana ini sering kali memberikan dampak besar terhadap efisiensi pengelolaan stok.

  • Melakukan Pengecekan Stok Secara Berkala

Penerapan FIFO tetap membutuhkan evaluasi secara rutin. Pengecekan stok membantu memastikan tidak ada barang tertinggal terlalu lama akibat kesalahan penempatan atau pencatatan. Proses ini juga menjadi kesempatan untuk menemukan produk yang mendekati masa kedaluwarsa sehingga bisa menjadi prioritas utama distribusi. Dengan begitu, potensi kerugian akibat stok rusak atau tidak terjual dapat diminimalisir.

Baca Juga: Metode Inventory Control dalam Pengelolaan dan Tujuannya

Bisnis Seperti Apa yang Paling Cocok Menerapkan FIFO?

Metode first in, first out pada dasarnya bisa diterapkan oleh berbagai jenis bisnis. Namun, cara ini akan memberikan manfaat paling besar bagi usaha yang menjual produk dengan masa simpan terbatas atau kualitasnya mudah berubah seiring waktu. Berikut beberapa jenis bisnis yang umumnya menggunakan metode ini:

  • Bisnis Makanan dan Minuman

Produk makanan dan minuman punya masa simpan terbatas sehingga perlu dikelola dengan cermat. Kalau stok lama tertinggal di gudang, kualitas produk bisa menurun sebelum terjual. Dengan menerapkan metode ini, barang yang lebih dulu datang akan menjadi prioritas distribusi sehingga peluang produk kedaluwarsa bisa diminimalisir. Cara ini juga membantu menjaga kualitas barang yang diterima pelanggan.

  • Apotek dan Industri Farmasi

Obat-obatan memiliki tanggal kedaluwarsa yang butuh pemantauan ketat. Kesalahan dalam mengatur perputaran stok dapat menyebabkan produk melewati masa pakainya dan tidak lagi boleh digunakan. Metode first in, first out membantu memastikan obat yang lebih dulu diterima akan diprioritaskan untuk dijual terlebih dahulu. Dalam beberapa kondisi, industri farmasi juga mengombinasikan FIFO dengan metode FEFO (First Expired, First Out) agar produk dengan masa kedaluwarsa paling dekat dapat diprioritaskan keluar terlebih dahulu.

  • Retail dan Supermarket

Retail biasanya menyimpan ribuan produk dengan tingkat perputaran yang berbeda-beda. Tanpa sistem yang rapi, stok lama dapat tertutup oleh barang baru sehingga sulit diprioritaskan saat ada penjualan. Penerapan FIFO membantu menjaga rak tetap terisi dengan produk layak jual sekaligus mengurangi potensi kerugian akibat barang rusak atau kedaluwarsa.

  • Industri Kosmetik dan Produk Perawatan

Kosmetik, produk skincare, hingga produk kebersihan juga memiliki masa simpan tertentu. Walaupun tidak secepat makanan, kualitas produk tetap dapat berubah apabila disimpan terlalu lama. Dengan menerapkan metode ini, perusahaan dapat menjaga perputaran stok sekaligus memastikan pelanggan menerima produk dengan kondisi optimal.

Apa Kelebihan dan Kekurangan Metode FIFO?

FIFO adalah salah satu metode pengelolaan stok yang paling banyak digunakan, karena prinsipnya sederhana dan penerapannya mudah. Meskipun begitu, seperti metode lainnya, FIFO tetap memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu kamu pahami sebelum menerapkannya dalam operasional bisnis.

Kelebihan FIFO

  • Mengurangi risiko produk kedaluwarsa. Stok yang masuk lebih awal akan diprioritaskan keluar sehingga potensi barang tersimpan di gudang terlalu lama jadi lebih kecil. Cara ini sangat membantu bisnis yang menjual produk dengan masa simpan terbatas.
  • Menjaga kualitas produk. Barang yang tidak terlalu lama berada di gudang umumnya memiliki kualitas lebih baik saat diterima pelanggan. Kondisi ini juga membantu mengurangi potensi komplain maupun retur.
  • Membuat pengelolaan gudang lebih teratur. Penataan rak dan pencatatan stok menjadi lebih rapi karena setiap barang memiliki urutan keluar jelas. Proses pengambilan barang juga jadi lebih cepat dan terorganisir.
  • Membantu mengurangi dead stock. Mengeluarkan stok lama lebih dulu membantu mencegah barang yang sulit terjual sekaligus membuat ruang penyimpanan lebih efisien.

Kekurangan FIFO

  • Membutuhkan konsistensi penataan gudang. Barang harus disimpan sesuai urutan kedatangannya agar proses pengambilan tetap mengikuti prinsip first in, first out. Semakin banyak jenis produknya, makin tinggi juga kedisiplinan dalam penataan stoknya.
  • Pencatatan stok harus akurat. Kesalahan mencatat tanggal penerimaan atau lokasi penyimpanan dapat membuat stok lama tertinggal di gudang. Risiko ini bisa dikurangi melalui pencatatan rapi atau penggunaan sistem manajemen gudang.

Menata barang di gudang saja belum cukup. Kamu juga perlu memastikan stok lama keluar lebih dulu agar tidak tertinggal terlalu lama di rak penyimpanan. Perbedaan keduanya sering kali ditentukan oleh cara bisnis mengelola keluar masuknya barang setiap harinya. FIFO adalah salah satu metode yang membantu menjaga keseimbangan tersebut sehingga stok lama tidak tertinggal di gudang dan distribusi dapat berjalan lebih lancar. Dengan pengelolaan yang konsisten, bisnis menjadi lebih mudah untuk menjaga kualitas produk sekaligus menekan risiko kerugian.

Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.

Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top