Kapal yang membawa barang antar pulau atau antar negara tentu tidak bisa berhenti sembarangan ketika tiba di tujuan. Ada area khusus yang menjadi tempat singgah sebelum barang berpindah ke gudang, kendaraan distribusi, atau proses logistik berikutnya. Dalam aktivitas pelabuhan, dermaga adalah salah satu fasilitas yang berperan penting mendukung perpindahan barang dan kelancaran operasional.
Yuk, kita bahas selengkapnya apa itu dermaga, jenis-jenisnya, hingga perbedaannya dengan pelabuhan pada artikel ini!
Apa Itu Dermaga?
Dermaga adalah bangunan di tepi laut atau sungai yang berfungsi sebagai tempat kapal atau perahu bersandar untuk menaikkan dan menurunkan barang maupun penumpang, pengisian bahan bakar, hingga pemeriksaan operasional kapal. Bentuknya bisa menjorok ke laut atau sejajar dengan garis pantai.
Dermaga ibarat tempat parkir untuk kapal. Fasilitas ini dilengkapi dengan fender (ban atau bantalan karet) untuk mencegah benturan antara kapal dengan beton dermaga, serta bollard (tiang tambat) untuk mengikat kapal agar tidak hanyut. Tanpa dermaga, kapal akan kesulitan bersandar dengan aman dan proses bongkar muat akan lambat, bahkan membahayakan.
Jenis Dermaga yang Umum Digunakan
Setiap pelabuhan memiliki kebutuhan operasional yang berbeda sehingga jenis dermaga pun berbeda pula, tergantung kondisi lokasi dan aktivitasnya. Jenis dermaga terbagi menjadi dua jenis utama berdasarkan konstruksinya:

1. Dermaga Fixed (Tetap)
Dermaga fixed adalah tempat singgah kapal dengan struktur permanen yang terhubung langsung dengan daratan. Umumnya, dermaga ini digunakan pada pelabuhan kontainer, barang umum, dan penumpang. Konstruksinya yang permanen tertanam kuat di dasar laut dan tidak bergerak mengikuti pasang-surut air.
Kelebihan:
- struktur sangat kokoh, mampu menahan kapal besar
- umur panjang (bisa puluhan tahun)
- cocok untuk pelabuhan dengan selisih pasang surut tidak terlalu ekstrem
Kekurangan:
- biaya konstruksi sangat mahal
- jika selisih pasang surut besar, dermaga fixed menyulitkan proses bongkar muat, karena tinggi dermaga tidak bisa menyesuaikan kondisi air laut.
2. Dermaga Floating (Terapung)
Dermaga floating adalah tempat singgah yang dapat mengikuti perubahan permukaan air. Jenis ini cocok digunakan di wilayah dengan kondisi pasang surut yang cukup tinggi. Kemampuan menyesuaikan ketinggian permukaan air membantu proses sandar kapal jadi lebih fleksibel. Saat air pasang, dermaga ikut naik. Sebaliknya, saat surut dermaga ikut turun.
Kelebihan
- ketinggian selalu sejajar dengan kapal sehingga memudahkan bongkar muat
- biaya konstruksi lebih murah
- pemasangan relatif cepat
Kekurangan
- tidak bisa untuk kapal yang sangat besar
- perlu perawatan lebih sering (periksa ponton, rantai tambat)
- tidak cukup stabil menahan gelombang besar (ombak tinggi), hanya cocok untuk perairan tenang seperti teluk, sungai, atau pelabuhan terlindung
Fungsi Dermaga dalam Proses Bongkar Muat
Fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat kapal bersandar saja, tetapi juga mendukung beberapa aktivitas seperti:
- mempermudah perpindahan barang dari kapal ke daratan
- membantu pergerakan alat berat
- mengatur arus kendaraan operasional
- mengurangi potensi penumpukan barang
Posisi dan desain dermaga dapat memengaruhi kecepatan operasional. Jika akses kendaraan atau alat berat kurang memadai, proses distribusi bisa ikut terhambat.
Perbedaan Dermaga dan Pelabuhan
Tidak sedikit orang beranggapan bahwa dermaga dan pelabuhan merujuk pada satu hal yang sama. Padahal, cakupan operasional keduanya berbeda. Pelabuhan adalah kawasan luas yang mencakup seluruh ekosistem transportasi laut, mulai dari wilayah perairan tempat labuh jangkar, area pabean, kantor imigrasi, area penumpukan kontainer (container yard), hingga gedung administrasi.
Sementara itu, dermaga adalah tempat kapal bersandar yang merupakan bagian dari pelabuhan. Operasionalnya berfokus pada aktivitas kapal dan bongkar muat. Gampangnya, pelabuhan ibarat pusat perbelanjaan dan dermaga adalah salah satu bagian di dalamnya.
Standar Keselamatan di Daerah Dermaga
Aktivitas pada fasilitas ini melibatkan kapal, alat berat, kendaraan operasional, dan pekerja yang bergerak bersamaan. Oleh karena itu, ada beberapa standar keselamatan yang perlu diterapkan seperti:
- penggunaan alat pelindung diri (APD)
- pengaturan jalur kendaraan operasional
- prosedur keselamatan bongkar muat
- pemeriksaan fasilitas secara berkala
Prosedur ini membantu mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga operasional tetap berjalan lancar.
Kelancaran aktivitas pelabuhan tidak hanya bergantung pada kapal atau alat berat yang digunakan. Infrastruktur pendukung juga memegang peranan krusial dalam menjaga arus barang tetap berjalan sesuai rencana. Dalam praktik operasional, dermaga adalah salah satu titik penting yang membantu menghubungkan proses sandar kapal dengan aktivitas distribusi berikutnya agar perpindahan barang berjalan lancar dan efisien.
Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.
Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!


