Tidak sedikit pelaku bisnis mencoba menekan biaya logistik dengan mengirim barang sekaligus dalam satu perjalanan. Semakin banyak muatan dalam sekali jalan, makin sedikit frekuensi pengiriman yang perlu kamu lakukan. Cara ini memang terlihat efisien di awal. Namun, ketika muatan melebihi kapasitas kendaraan, risiko di jalan justru ikut meningkat. ODOL adalah istilah untuk menggambarkan kondisi tersebut, yaitu ketika kendaraan membawa muatan atau memiliki dimensi melebihi batas yang ditentukan.
Pengertian ODOL dan Mengapa Jadi Sorotan Pemerintah

ODOL adalah singkatan dari Over Dimension Over Loading. Istilah ini merujuk pada kendaraan dengan dua pelanggaran sekaligus, yaitu ukuran kendaraan yang dimodifikasi melebihi standar serta muatannya melebihi batas maksimal. Banyak pelaku usaha menggunakan cara ini untuk mengangkut lebih banyak barang dalam satu perjalanan. Praktik ini pada dasarnya bertujuan untuk menghemat biaya, tetapi dampaknya cukup besar terhadap keselamatan dan infrastruktur. Oleh karena itu, pemerintah mulai menaruh perhatian serius terhadap kendaraan ODOL dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: 6 Penyebab Overload Pengiriman dan Dampak Buruknya pada Bisnis
Bahaya Truk ODOL Bagi Keselamatan dan Jalan
Muatan yang melebihi batas membuat kendaraan lebih sulit dikontrol. Sistem pengereman bekerja lebih berat, terutama saat melewati jalan menurun atau kondisi lalu lintas padat. Selain itu, beban berlebih juga mempercepat kerusakan jalan, seperti retak atau berlubang, karena tekanan yang diterima permukaan jalan jauh di atas kapasitas desainnya. Kondisi ini tidak hanya merugikan pemerintah, tetapi juga pengguna jalan lain. Risiko kecelakaan meningkat dan waktu tempuh pengiriman bisa terganggu akibat kerusakan jalan.
Baca Juga: 9 Jenis Truk Logistik, Kapasitas, dan Fungsinya di Indonesia
Aturan dan Sanksi Untuk Kendaraan ODOL
Pemerintah Indonesia telah menetapkan berbagai aturan untuk membatasi praktik ODOL, salah satunya melalui program Zero ODOL. Kendaraan yang terbukti melanggar dapat dikenakan sanksi, mulai dari tilang hingga pembatasan operasional. Dalam beberapa kasus, kendaraan juga dapat diminta untuk menurunkan muatan sebelum melanjutkan perjalanan. Penegakan aturan ini bertujuan menciptakan sistem logistik yang lebih aman dan berkelanjutan. Dengan aturan yang lebih ketat, pelaku usaha diharapkan mulai menyesuaikan cara pengiriman barang mereka.
Baca Juga: 5 Jenis Mobil Pengangkut Barang Paling Populer di Indonesia
Cara Menghitung Jumlah Berat yang Diizinkan (JBI)
Setiap kendaraan memiliki batas maksimal muatan atau dikenal dengan Jumlah Berat yang Diizinkan (JBI). Angka ini ditentukan berdasarkan spesifikasi kendaraan, termasuk jumlah sumbu roda dan kemampuan teknisnya. Jika muatan melebihi angka tersebut, kendaraan masuk kategori overload. Perhitungan JBI biasanya tercantum dalam dokumen kendaraan dan menjadi acuan saat proses pengangkutan barang. Memahami batas ini penting agar pengiriman tetap aman dan sesuai dengan regulasi.
Baca Juga: Gross Weight: Cara Menghitung dan Bedanya dengan Net Weight
Dampak Kebijakan Zero ODOL Bagi Pelaku Usaha
Kebijakan Zero ODOL membawa konsekuensi bagi pelaku usaha logistik. Di satu sisi kebijakan ini akan mendorong efisiensi dan keselamatan dalam jangka panjang. Namun, di sisi lain, ada kekhawatiran akan kenaikan biaya logistik karena truk tidak bisa lagi mengangkut muatan melebihi kapasitas. Perusahaan juga mulai memperbaiki perencanaan muatan agar lebih sesuai dengan kapasitas kendaraan. Di sisi lain, pemerintah juga perlu menyiapkan moda transportasi alternatif agar transisi kebijakan tidak mengganggu kelancaran rantai pasok.
Cara Memilih Mitra Logistik yang Patuh Aturan ODOL
Memilih mitra logistik tidak hanya soal harga, tetapi juga dari kepatuhan mereka terhadap aturan untuk menghindari risiko operasional:
Memeriksa Riwayat Kepatuhan Armada
Kamu bisa mulai dengan melihat apakah perusahaan logistik memiliki riwayat pelanggaran atau tidak. Armada yang terawat dan sesuai standar biasanya lebih aman digunakan. Selain itu, perusahaan taat regulasi cenderung memiliki sistem operasional yang lebih rapi. Hal ini membantu memastikan pengiriman berjalan sesuai rencana.
Memastikan Transparansi Perhitungan Muatan
Mitra logistik yang patuh terhadap regulasi biasanya terbuka dalam menjelaskan kapasitas muatan kendaraan. Mereka akan memberikan perhitungan jelas terkait jumlah barang yang bisa diangkut dalam satu perjalanan. Transparansi ini membantu kamu menghindari risiko overload. Dengan begitu, pengiriman tetap sesuai aturan tanpa menimbulkan masalah di perjalanan.
Baca Juga: 12 Jenis Layanan Logistik yang Umum Digunakan
Perbedaan Over Dimension dan Overloading
Keduanya sering disebut sebagai ODOL, tetapi masing-masing punya definisi dan konsekuensi hukum yang berbeda. Over dimension merujuk pada kendaraan dengan dimensi melebihi standar pabrikan dan ketentuan aturan berlaku, baik panjang, lebar, maupun tingginya. Hal ini sering terjadi akibat adanya modifikasi ilegal pada armada logistik. Sementara itu, overloading merujuk pada kondisi di mana kendaraan membawa muatan berlebih dari kapasitas seharusnya di atas jumlah berat yang diizinkan (JBI) sehingga membahayakan keselamatan.
ODOL adalah praktik yang terlihat menguntungkan dalam jangka pendek, tetapi sangat berisiko bagi keselamatan, infrastruktur, dan keberlanjutan bisnis. Pengiriman yang melebihi kapasitas kendaraan memang bisa menghemat biaya sekali jalan, tetapi dampaknya bisa jauh lebih mahal jika terjadi kerusakan atau kecelakaan. Dengan memahami batas muatan dan memilih mitra logistik yang patuh aturan, bisnis dapat menjaga operasional tetap berjalan tanpa harus menghadapi risiko pelanggaran aturan dan masalah di jalan.
Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.
Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!
Kirim Barang Tanpa Ribet. Semua Bisa dari Satu Platform!
Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.


