Home / Blog / Pahami Metode LIFO dan Risikonya bagi Bisnis
Pahami Metode LIFO dan Risikonya bagi Bisnis

Pahami Metode LIFO dan Risikonya bagi Bisnis

Tidak semua barang harus keluar sesuai urutan kedatangannya. Dalam kondisi tertentu, stok yang terakhir masuk justru menjadi prioritas untuk diambil terlebih dahulu. Prinsip tersebut dikenal sebagai LIFO (Last In, First Out). Meskipun terdengar tidak lazim, metode ini punya fungsi tersendiri dan masih digunakan pada jenis produk maupun sistem penyimpanan tertentu.

Yuk, kita bahas selengkapnya mengenai metode ini dalam artikel berikut!

Pengertian Metode LIFO (Last In, First Out)?

Pahami Metode LIFO dan Risikonya bagi Bisnis (magnific)
Pahami Metode LIFO dan Risikonya bagi Bisnis (magnific)

LIFO adalah metode pengelolaan persediaan yang memprioritaskan stok terakhir masuk untuk keluar terlebih dahulu. Pola ini biasanya muncul pada sistem penyimpanan berupa tumpukan sehingga barang di posisi teratas lebih mudah diambil dibanding stok yang lebih lama.

Agar lebih mudah memahaminya, bayangkan kamu punya tumpukan kardus di gudang. Kardus yang baru datang akan diletakkan di bagian paling atas. Saat ada pesanan, petugas cukup mengambil kardus tersebut tanpa perlu membongkar seluruh tumpukan untuk mengambil barang yang ada di paling bawah. Cara kerja ini menjadi dasar metode LIFO.

Berbeda dengan FIFO (First In, First Out) yang berfokus pada umur barang, LIFO lebih mengutamakan kemudahan proses pengambilan. Tujuannya bukan memprioritaskan stok yang baru datang, melainkan membuat proses pengambilan produk jadi lebih cepat dan praktis.

Baca Juga: Pilih FIFO atau LIFO dalam Manajemen Stok? Ini Jawabannya

Bagaimana Cara Kerja LIFO dalam Pengelolaan Gudang?

Penerapan metode ini sangat bergantung pada cara produk disusun di gudang. Produk yang baru datang biasanya ditempatkan di posisi paling mudah dijangkau, sedangkan stok lama tetap berada di bagian bawah atau belakang. Saat ada permintaan, petugas langsung mengambil stok terbaru tanpa perlu memindahkan barang lain terlebih dahulu. Sederhananya, alur kerjanya kurang lebih seperti ini:

  • Barang baru ditempatkan di posisi paling atas

Setiap barang yang baru diterima akan langsung ditumpuk di atas stok sebelumnya. Penempatan ini membuat produk terbaru menjadi paling mudah dijangkau ketika proses pengambilan dimulai. Sistem seperti ini umum digunakan pada penyimpanan berupa tumpukan atau stacking, bukan rak dengan akses ke setiap sisi.

  • Gudang mengambil stok yang terakhir masuk

Ketika ada permintaan proses, petugas akan mengambil stok yang berada di posisi paling atas karena aksesnya paling mudah. Proses ini membuat aktivitas picking berlangsung lebih cepat tanpa perlu membongkar seluruh susunan barang. Efisiensi waktu ini menjadi alasan utama penggunaan metode LIFO dalam kondisi tertentu.

  • Stok lama tetap berada di bagian bawah

Selama stok baru terus berdatangan, produk yang sudah ada lebih dulu akan tetap berada di posisi bawah. Kondisi ini tidak menjadi masalah apabila produk tidak memiliki masa kedaluwarsa atau risiko penurunan kualitas. Sebaliknya, metode ini kurang cocok untuk produk yang harus segera didistribusikan sesuai urutan waktu masuk, karena memiliki masa kedaluwarsa.

Bisnis Seperti Apa yang Cocok Menggunakan LIFO?

Sebelum menerapkan prinsip last in, first out, kamu perlu melihat terlebih dahulu jenis produk yang kamu kelola di gudang. Tidak semua produk cocok menggunakan metode ini, karena biasanya penggunaannya lebih efektif untuk barang yang tidak mengalami perubahan kualitas selama penyimpanan.

Beberapa contoh bisnis yang biasanya menggunakan metode ini di antaranya:

  • Industri Material Konstruksi

Material seperti pasir, batu, baja, atau besi umumnya tidak memiliki masa kedaluwarsa. Stok yang datang hari ini maupun minggu depan kualitasnya tetap sama. Kondisi tersebut membuat pengambilan stok terbaru tidak menimbulkan masalah, sekaligus mengurangi pekerjaan untuk membongkar tumpukan material.

  • Industri Manufaktur Tertentu

Beberapa bahan baku industri juga dapat menggunakan LIFO apabila karakteristik produknya stabil selama penyimpanan. Selama kualitas tidak berubah dan tidak ada batas masa simpan, proses pengambilan produk bisa lebih sederhana. Jadi, aktivitas gudang jadi lebih efisien.

  • Gudang dengan Sistem Penyimpanan Bertumpuk

Gudang dengan sistem stacking sering kali lebih mudah menerapkan LIFO dibanding FIFO. Petugas tidak perlu memindahkan seluruh tumpukan hanya untuk mengambil barang yang berada di bagian bawah. Cara ini membantu menghemat waktu sekaligus mengurangi aktivitas bongkar muat.

Apa Kelebihan dan Risiko Menggunakan Metode LIFO?

Pemilihan metode pengelolaan stok selalu memiliki konsekuensinya tersendiri. Hal yang sama juga berlaku pada last in, first out. Sebelum menerapkannya, kamu perlu memahami manfaat sekaligus risikonya terlebih dahulu agar cara yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan operasional.

Kelebihan LIFO

Beberapa keuntungan yang bisa diperoleh dari penerapan prinsip last in, first out meliputi:

  • Proses pengambilan barang lebih cepat karena stok terbaru berada di posisi paling mudah dijangkau.
  • Aktivitas bongkar muat menjadi lebih sedikit pada sistem penyimpanan bertumpuk.
  • Cocok untuk barang tanpai masa kedaluwarsa.
  • Membantu meningkatkan efisiensi operasional pada jenis gudang tertentu.

Risiko LIFO

Di sisi lain, prinsip ini juga memiliki beberapa risiko yang perlu kamu pertimbangkan:

  • Stok lama berpotensi tertinggal terlalu lama di gudang.
  • Risiko barang menjadi usang (obsolete) lebih tinggi apabila produk memiliki kasa simpan singkat.
  • Kurang sesuai untuk barang yang kualitasnya menurun seiring waktu.
  • Tidak banyak digunakan pada gudang modern yang menangani produk konsumsi dengan rotasi stok tinggi.

Oleh karena itu, banyak bisnis cenderung memilih FIFO atau FEFO untuk mengelola persediaan, terutama jika produk memiliki masa simpan atau tanggal kedaluwarsa. LIFO memang tetap relevan, meskipun penerapannya lebih terbatas pada jenis produk dan sistem penyimpanan tertentu.

LIFO adalah metode pengelolaan persediaan yang dirancang untuk kebutuhan operasional tertentu, bukan untuk semua jenis barang. Efektivitasnya tergantung pada karakteristik produk, pola penyimpanan, serta tujuan pengelolaan stok. Selama penggunaannya pada kondisi yang tepat, metode ini dapat membantu mempercepat proses pengambilan barang. Sebaliknya, untuk produk dengan masa simpan atau berisiko mengalami penurunan kualitas, metode seperti FIFO atau FEFO umumnya menjadi pilihan paling masuk akal.

Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.

Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top