Home / Blog / Cara Menghitung Biaya Cargo, Tarif Darat, Laut, dan Udara
Menghitung Biaya Pengiriman Cargo

Cara Menghitung Biaya Cargo, Tarif Darat, Laut, dan Udara

Biaya cargo tidak memiliki satu tarif yang berlaku untuk semua pengiriman. Totalnya bergantung pada moda transportasi, rute, berat dan dimensi barang, jenis layanan, serta biaya tambahan yang berlaku. Bahkan, dua barang dengan berat yang sama bisa menghasilkan ongkos berbeda kalau ukuran, tujuan, atau cara penanganannya tidak sama.

Karena itu, biaya pengiriman cargo tidak cukup dihitung dengan rumus berat barang x tarif per kg. Pada layanan tertentu, penyedia menggunakan berat volumetrik. Pengiriman laut bisa dihitung berdasarkan CBM atau kontainer, sedangkan angkutan darat juga dapat menggunakan tarif per kg, volume, kendaraan, atau trip.

Kalau kamu sedang membandingkan biaya pengiriman lewat cargo, cek dulu apa yang menjadi dasar penagihannya. Setelah itu, baru tambahkan komponen lain seperti pickup, handling, terminal, asuransi jika digunakan, atau biaya layanan tambahan.

Baca Juga: Apa Itu Cargo? Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Cara Kerjanya

Apa Saja yang Masuk dalam Biaya Cargo?

Angka tarif yang pertama kali terlihat belum tentu sama dengan total biaya sampai barang tiba. Cakupan layanan berbeda antarpenyedia, jadi kamu perlu melihat komponen apa saja yang sudah termasuk dalam quotation.

Secara umum, biaya kirim cargo dapat terdiri dari:

  • tarif angkutan utama
  • pickup dari lokasi pengirim
  • biaya bongkar muat atau handling
  • biaya terminal, pelabuhan, atau bandara jika relevan
  • konsolidasi dan dekonsolidasi
  • pengemasan atau penanganan khusus
  • asuransi jika dipilih
  • penyimpanan jika barang harus menunggu
  • pengantaran dari terminal atau hub ke lokasi penerima
  • surcharge atau biaya tambahan sesuai layanan

Itulah sebabnya freight cost sebaiknya dilihat sebagai total struktur biaya pengiriman, bukan hanya satu angka tarif dasar.

Dasar Perhitungan Tarif Cargo Tidak Selalu per Kg

Istilah biaya pengiriman cargo per kg memang umum ditemui, terutama pada layanan yang menggunakan berat sebagai dasar penagihan. Namun, tidak semua shipment dihitung seperti itu.

Dasar PenagihanUmumnya Digunakan untukHal yang Perlu Dicek
Per kgLayanan udara atau darat tertentuBerat aktual atau volumetrik yang digunakan
Berat volumetrikBarang yang ringan tetapi memakan banyak ruangRumus dan divisor penyedia
CBMLCL laut dan layanan berbasis volume tertentuVolume aktual serta minimum charge
Weight/MeasureLCL tertentuPerbandingan berat dan volume sesuai aturan tarif
Per kontainerFCLUkuran, tipe kontainer, dan rute
Per kendaraan atau tripTrucking dan distribusi darat tertentuJenis armada, rute, kapasitas, dan batas operasional

Jadi, saat melihat tarif cargo, jangan langsung mengalikan berat barang dengan angka per kilogram. Cari tahu satuan penagihannya terlebih dahulu.

Baca Juga: Rate Card Logistik, Cara Membaca Tarif dan Biaya Tambahan Pengiriman

Faktor yang Memengaruhi Biaya Pengiriman Cargo

1. Asal dan Tujuan Pengiriman

Rute menentukan jarak, pilihan moda, kebutuhan transit, serta kapasitas layanan yang tersedia. Dua tujuan dengan jarak mirip belum tentu memiliki tarif yang sama jika jaringan transportasi dan frekuensi keberangkatannya berbeda.

2. Berat Aktual dan Dimensi Barang

Penyedia perlu mengetahui berapa berat barang sekaligus ruang yang digunakan. Muatan yang sangat ringan tetapi berukuran besar tetap menghabiskan kapasitas kendaraan, kontainer, atau pesawat.

Karena itu, timbang barang setelah selesai dikemas dan catat panjang, lebar, serta tingginya. Data inilah yang nantinya digunakan untuk mengecek apakah tarif mengikuti berat aktual, volume, atau satuan lain.

3. Moda Transportasi

Pengiriman udara, laut, dan darat mempunyai karakter biaya yang berbeda. Udara menempatkan kapasitas berat dan ruang sebagai faktor penting. Laut mengenal skema seperti LCL dan FCL. Sementara itu, darat bisa menggunakan kendaraan dedicated, tarif per trip, berat, atau skema lain.

4. Jenis Barang

Barang pecah belah, berukuran tidak standar, berbahaya, sensitif terhadap suhu, atau membutuhkan peralatan bongkar muat khusus dapat memiliki kebutuhan penanganan berbeda dari barang umum.

Kebutuhan tersebut dapat memengaruhi jenis kendaraan, kemasan, ruang penyimpanan, dokumentasi, dan biaya penanganan.

5. Jenis Layanan

Airport-to-airport, port-to-port, door-to-door, serta layanan dengan pickup dan delivery memiliki cakupan berbeda. Tarif yang terlihat lebih rendah belum tentu lebih murah setelah biaya tahap awal dan akhir ditambahkan.

6. Kapasitas dan Jadwal

Ketersediaan ruang di kendaraan, kapal, atau pesawat dapat berubah. Periode dengan permintaan tinggi juga bisa memengaruhi tarif dan pilihan jadwal yang tersedia.

7. Biaya Tambahan

Beberapa shipment dapat memiliki fuel surcharge, biaya keamanan, biaya terminal, waktu tunggu, penyimpanan, handling, atau komponen lain. Jenis serta besarannya bergantung pada moda dan penyedia layanan.

Kalau ingin melihat biaya distribusi secara lebih luas di luar ongkos transportasi, baca juga pembahasan mengenai jenis biaya logistik.

Cara Menghitung Biaya Cargo Udara

Pada air cargo, dasar tarif dapat menggunakan chargeable weight. Berat aktual dibandingkan dengan berat volumetrik, kemudian aturan tarif penyedia menentukan berat yang digunakan untuk penagihan.

Rumus volumetrik yang umum digunakan dalam industri air freight adalah:

Berat volumetrik = Panjang (cm) x Lebar (cm) x Tinggi (cm) / 6.000

Namun, jangan menganggap angka 6.000 berlaku pada setiap layanan. Carrier atau produk tertentu bisa menetapkan divisor berbeda. Karena itu, perhitungan terakhir tetap harus mengikuti quotation dan ketentuan penyedia.

Contoh: sebuah koli memiliki ukuran 50 cm x 40 cm x 30 cm dengan berat aktual 20 kg.

Berat volumetrik dengan divisor 6.000:

(50 x 40 x 30) / 6.000 = 10 kg

Karena berat aktualnya 20 kg, sedangkan hasil volumetrik 10 kg, contoh ini memiliki berat aktual yang lebih tinggi.

Setelah berat yang ditagihkan diketahui, struktur sederhananya menjadi:

Estimasi biaya = Chargeable weight x tarif per kg + biaya tambahan yang berlaku

Tanpa tarif per kg dan komponen tambahan dari penyedia, angka totalnya belum bisa dihitung secara akurat.

Untuk pembahasan khusus volumetrik udara, lihat cara hitung volume air freight.

Cara Membuat Estimasi Biaya Cargo Darat

Estimasi biaya cargo darat perlu dimulai dari skema tarif yang digunakan penyedia. Tidak semua angkutan darat memakai tarif per kg.

Beberapa model yang bisa ditemui antara lain:

  • tarif berdasarkan berat aktual
  • tarif berdasarkan berat volumetrik
  • tarif berdasarkan kubikasi
  • tarif per kendaraan
  • tarif per trip atau rute
  • minimum charge untuk satu shipment

Karena itu, rumus volumetrik darat tidak boleh diasumsikan sama untuk semua ekspedisi. Kalau penyedia memang menggunakan berat volume, cek divisor yang tercantum dalam rate card atau quotation.

Untuk layanan per kendaraan, perhitungannya lebih dekat ke:

Estimasi biaya darat = tarif kendaraan atau trip + biaya tambahan yang berlaku

Jenis kendaraan yang dibutuhkan ditentukan oleh berat, volume, dimensi, bentuk barang, serta kondisi lokasi pickup dan delivery.

Cara Menghitung Biaya Cargo Laut

Pengiriman laut perlu dibedakan antara LCL (Less than Container Load) dan FCL (Full Container Load) karena dasar tarifnya tidak sama.

Biaya LCL

Pada LCL, barang dari beberapa pengirim berbagi ruang dalam satu kontainer. Volume dalam CBM menjadi salah satu data penting untuk menentukan penggunaan ruang.

CBM dihitung dengan:

CBM = Panjang (cm) x Lebar (cm) x Tinggi (cm) / 1.000.000

Beberapa tarif LCL juga menggunakan konsep weight/measure, sehingga berat dan volume perlu dibandingkan berdasarkan ketentuan penyedia. Karena itu, biaya akhirnya tidak selalu sekadar CBM x ocean freight.

Ada biaya konsolidasi, CFS, dokumentasi, terminal, trucking, maupun komponen lain tergantung cakupan layanan.

Baca Juga: Cara Menghitung Tarif LCL dengan Tepat

Biaya FCL

FCL menggunakan satu kontainer untuk shipment dari satu pengirim. Tarif dasarnya umumnya berkaitan dengan rute, ukuran kontainer, tipe equipment, serta kondisi layanan.

Struktur sederhananya dapat dibaca sebagai:

Estimasi biaya FCL = tarif kontainer + biaya origin + biaya destination + trucking + surcharge yang berlaku

Tidak semua komponen tersebut selalu muncul atau termasuk dalam satu quotation. Itu sebabnya dua penawaran dengan tarif ocean freight berbeda tipis tetap dapat menghasilkan total akhir yang berbeda jauh.

Baca Juga: Biaya FCL: Komponen Biaya dan Cara Menghitungnya

Cara Menghitung Volume Barang sebelum Cek Tarif

Dimensi yang tidak akurat membuat estimasi biaya ikut meleset. Sebelum meminta quotation, ukur barang setelah selesai dikemas.

Untuk satu koli berbentuk kotak, catat:

  • panjang
  • lebar
  • tinggi
  • berat aktual
  • jumlah koli dengan ukuran yang sama

Kalau ada beberapa ukuran berbeda, jangan hanya menghitung satu kardus lalu mengalikannya dengan seluruh jumlah barang. Kelompokkan tiap ukuran, hitung masing-masing, lalu jumlahkan hasilnya.

Baca Juga: Cara Menghitung Volume Paket untuk Pengiriman

Perhitungan Estimasi Biaya dan Waktu Ekspedisi Pengiriman Barang

Perhitungan estimasi biaya dan waktu ekspedisi pengiriman barang sebaiknya dilakukan bersamaan. Pilihan termurah belum tentu paling cocok kalau barang tiba setelah stok habis atau melewati jadwal produksi.

Mulai dengan menyiapkan data berikut:

  1. Lokasi asal dan tujuan: sertakan area pickup dan delivery, bukan hanya nama kota jika tersedia.
  2. Jenis barang: jelaskan isi muatan dan kebutuhan penanganannya.
  3. Jumlah koli: catat berapa unit, kardus, palet, atau kemasan yang dikirim.
  4. Berat aktual: timbang barang setelah dikemas.
  5. Dimensi: catat panjang, lebar, dan tinggi setiap kelompok kemasan.
  6. Target waktu: tentukan kapan barang perlu tiba, bukan hanya kapan ingin diberangkatkan.
  7. Cakupan layanan: tentukan apakah hanya terminal-to-terminal atau perlu pickup dan delivery.

Setelah mendapatkan beberapa quotation, bandingkan setidaknya empat hal: total biaya, estimasi waktu, cakupan layanan, dan ketentuan biaya tambahan.

Yang DibandingkanApa yang Perlu Dicek
TarifDasar penagihan dan minimum charge
Total biayaBiaya dasar + handling + surcharge + pickup/delivery
WaktuPickup, jadwal keberangkatan, transit, dan delivery
CakupanDoor-to-door, port-to-port, airport-to-airport, atau lainnya
KetentuanMasa berlaku tarif, batas ukuran, waktu tunggu, dan pengecualian

Estimasi waktu juga sebaiknya tidak diperlakukan sebagai jaminan. Jadwal kendaraan, penerbangan, kapal, cuaca, kapasitas, proses terminal, atau kondisi rute dapat memengaruhi waktu aktual.

Kenapa Tarif per Kg Bisa Berbeda?

Dua penyedia bisa menawarkan biaya pengiriman cargo per kg yang berbeda karena struktur layanannya tidak sama. Bahkan kalau angka per kilogram terlihat lebih murah, ada kemungkinan minimum charge atau biaya tambahan membuat total akhirnya lebih tinggi.

Periksa hal-hal berikut saat membandingkan tarif pengiriman kargo:

  • apakah tarif berlaku untuk berat aktual atau chargeable weight
  • minimum berat yang ditagihkan
  • apakah pickup sudah termasuk
  • apakah delivery sudah termasuk
  • biaya handling
  • fuel atau security surcharge jika ada
  • jenis barang yang dikecualikan dari tarif normal
  • masa berlaku quotation

Dengan cara ini, kamu membandingkan landed logistics cost atau total biaya yang relevan, bukan sekadar angka paling kecil di rate card.

Biaya Tambahan yang Sering Terlewat

Kesalahan paling umum saat menghitung biaya kirim barang lewat cargo adalah berhenti di ongkos transportasi utama. Padahal, biaya tambahan tertentu baru muncul karena kondisi barang atau proses operasional.

Beberapa yang perlu ditanyakan sejak awal:

  • pickup dan delivery
  • bongkar muat
  • forklift atau alat khusus
  • pengemasan ulang
  • biaya barang oversized atau non-stackable
  • penanganan barang khusus
  • penyimpanan
  • waktu tunggu kendaraan
  • biaya terminal atau CFS
  • surcharge yang berlaku pada rute tersebut

Tidak semua shipment dikenakan seluruh biaya di atas. Justru karena sifatnya kondisional, quotation perlu dibaca sampai ke bagian ketentuan dan pengecualiannya.

Kesalahan yang Membuat Estimasi Biaya Cargo Meleset

1. Hanya Memberikan Berat tanpa Dimensi

Barang 30 kg dengan ukuran kecil tidak menggunakan ruang yang sama dengan barang 30 kg berukuran sangat besar. Dimensi tetap diperlukan untuk mengetahui basis penagihan yang tepat.

2. Menggunakan Satu Rumus untuk Semua Moda

Ini salah satu sumber kesalahan paling mudah terjadi. Rumus volumetrik udara tidak otomatis berlaku untuk darat. Pengiriman laut pun memiliki mekanisme LCL dan FCL yang berbeda.

3. Mengabaikan Minimum Charge

Tarif per kg tidak selalu berarti barang 5 kg cukup dibayar 5 x rate. Penyedia bisa memiliki minimum penagihan tertentu sesuai produk layanan.

4. Membandingkan Tarif dengan Cakupan Berbeda

Quotation door-to-door tidak bisa dibandingkan langsung dengan tarif terminal-to-terminal tanpa menambahkan biaya transportasi pada tahap awal dan akhir.

5. Menggunakan Tarif Lama

Tarif dapat berubah mengikuti rute, kapasitas, periode, dan kebijakan penyedia. Selalu cek masa berlaku quotation sebelum menjadikannya dasar anggaran.

Cara Menghemat Biaya Pengiriman Cargo

1. Kurangi Ruang Kosong dalam Kemasan

Kemasan tetap harus melindungi barang, tetapi ukuran luar yang jauh lebih besar dari produk dapat meningkatkan berat volumetrik atau penggunaan ruang.

2. Konsolidasikan Pengiriman jika Jadwal Memungkinkan

Beberapa shipment kecil dengan tujuan serupa bisa dibandingkan dengan opsi konsolidasi. Efisiensinya tetap perlu dihitung karena menunggu konsolidasi juga dapat menambah lead time.

3. Pilih Moda Berdasarkan Nilai Waktu

Barang yang tidak mendesak belum tentu perlu dikirim dengan layanan tercepat. Sebaliknya, memilih moda paling murah juga tidak efisien kalau keterlambatan membuat produksi berhenti atau stok habis.

4. Bandingkan Total Quote, Bukan Rate Dasar

Tarif dasar yang rendah bisa berubah setelah handling, pickup, delivery, atau surcharge ditambahkan. Bandingkan total layanan pada cakupan yang setara.

5. Siapkan Data Barang dengan Benar Sejak Awal

Berat, dimensi, jumlah koli, jenis barang, asal, dan tujuan yang akurat membuat quotation lebih mendekati kondisi shipment sebenarnya. Perubahan data setelah booking dapat mengubah tarif.

Checklist sebelum Menyetujui Tarif Cargo

Sebelum booking, gunakan checklist berikut supaya biaya yang dibandingkan tidak hanya terlihat murah di awal:

  • Apakah asal dan tujuan sudah benar?
  • Apakah berat dan dimensi sesuai barang yang sudah dikemas?
  • Apa dasar penagihannya: kg, volumetrik, CBM, kontainer, atau trip?
  • Apakah ada minimum charge?
  • Biaya apa saja yang sudah termasuk?
  • Apakah pickup dan delivery sudah masuk?
  • Apakah ada surcharge atau handling tambahan?
  • Berapa estimasi waktu dan apa saja tahap yang dihitung?
  • Sampai kapan quotation berlaku?
  • Apa yang terjadi jika berat atau dimensi aktual berbeda?

Checklist sederhana ini membantu bisnis membaca biaya sebagai satu paket layanan, bukan hanya mengejar tarif per kg yang paling rendah.

Hitung Biaya berdasarkan Shipment yang Sebenarnya

Biaya cargo baru bisa diperkirakan dengan baik setelah data shipment lengkap. Berat dan dimensi penting, tetapi keduanya hanya sebagian dari perhitungan. Moda, rute, tipe layanan, cakupan pickup dan delivery, serta biaya tambahan ikut menentukan total akhir.

Jadi, saat mencari biaya kirim cargo atau tarif pengiriman kargo, jangan hanya bertanya “berapa per kg?”. Tanyakan juga dasar tarif, komponen yang sudah termasuk, estimasi waktu, dan kondisi yang dapat mengubah quotation.

Kalau kamu ingin membandingkan pilihan pengiriman sesuai kebutuhan bisnis, cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman, rute, dan estimasi biaya kirim.

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.

Scroll to Top