Home / Blog / Mengenal Truk Towing: Fungsi, Jenis, dan Cara Kerjanya
Truk Towing: Fungsi, Jenis, dan Cara Kerja

Mengenal Truk Towing: Fungsi, Jenis, dan Cara Kerjanya

Truk towing adalah kendaraan yang digunakan untuk memindahkan mobil atau kendaraan lain dengan bantuan platform dan perangkat pengangkut. Dalam penggunaan yang umum di Indonesia, seluruh badan kendaraan ditempatkan di atas bak towing sehingga rodanya tidak menyentuh jalan selama perjalanan.

Towing dapat dipakai untuk kendaraan mogok, mobil dengan kondisi khusus, pengiriman antarkota, hingga distribusi kendaraan baru. Jenis truk dan mekanisme pemuatan perlu disesuaikan dengan kondisi kendaraan, jarak, jumlah unit, serta akses di lokasi penjemputan dan tujuan.

Apa Fungsi Utama Truk Towing?

Truk Towing: Fungsi, Jenis, dan Cara Kerja
Truk Towing: Fungsi, Jenis, dan Cara Kerja (freepik)

Truk towing memiliki beberapa fungsi utama berikut:

  • Memindahkan kendaraan yang tidak dapat dikemudikan. Towing membantu mengangkut mobil rusak atau kendaraan yang tidak boleh dijalankan di jalan.
  • Menjaga kondisi kendaraan selama pengiriman. Seluruh kendaraan dapat ditempatkan di atas platform agar odometer tidak bertambah dan roda tidak bersentuhan dengan jalan.
  • Mendukung distribusi bisnis. Towing dapat membawa kendaraan dari pelabuhan, gudang, dealer, lokasi pameran, atau pelanggan.
  • Menangani kendaraan khusus. Kendaraan bernilai tinggi atau unit dengan kebutuhan penanganan tertentu dapat dipindahkan menggunakan konfigurasi yang sesuai.

Berbeda dari mobil pengangkut barang biasa, platform towing dirancang untuk menaikkan, mengikat, dan menurunkan kendaraan. Keamanannya tetap bergantung pada kapasitas unit, titik ikat, kondisi ban, ground clearance, serta pengalaman operator.

Sebelum pemuatan, dokumentasikan sisi depan, belakang, samping, kabin, dan bagian yang sudah memiliki goresan. Catat kunci, aksesori lepas, bahan bakar, serta kondisi alarm. Pemeriksaan ini membantu pengirim dan operator membedakan kondisi awal dari kejadian selama penanganan.

Apa Saja Jenis Truk Towing Berdasarkan Mekanismenya?

Truk towing juga ada jenis berdasarkan cara kerjanya. Biar kamu paham, berikut jenis truk towing.

Flatbed

Jenis towing dapat dibedakan berdasarkan cara menopang dan memindahkan kendaraan. Flatbed memiliki platform datar yang membawa seluruh kendaraan.

Pada model hidrolik, bak dapat dimiringkan atau diturunkan untuk memudahkan kendaraan naik menggunakan tenaga sendiri atau winch. Jenis ini banyak dipilih karena seluruh roda berada di atas platform.

Flatbed cocok untuk pengiriman jarak jauh, kendaraan dengan kerusakan tertentu, dan mobil yang perlu dijaga agar tidak terseret. Operator tetap harus memastikan sudut ramp aman bagi ground clearance kendaraan.

Wheel-Lift

Wheel-lift mengangkat sepasang roda menggunakan perangkat berbentuk penyangga, sedangkan roda lainnya tetap menyentuh jalan. Mekanisme ini lebih sering dikaitkan dengan derek untuk pemindahan jarak tertentu daripada pengiriman kendaraan sepenuhnya di atas bak.

Penggunaannya harus mempertimbangkan sistem penggerak dan instruksi kendaraan. Metode yang tidak sesuai dapat membebani transmisi atau komponen lainnya.

Wheel-lift juga memerlukan pengamanan roda dan pencahayaan yang memadai. Jarak serta kecepatan pengangkutan perlu mengikuti kemampuan peralatan. Untuk kendaraan all-wheel drive, instruksi produsen harus diperiksa karena roda yang tetap berputar dapat menimbulkan risiko pada sistem penggerak.

Integrated

Integrated towing menggabungkan boom dan wheel-lift dalam satu kendaraan. Konfigurasi ini banyak digunakan untuk pekerjaan pemulihan atau pemindahan kendaraan yang membutuhkan tenaga lebih besar, termasuk kendaraan berat pada spesifikasi tertentu.

Karena mekanismenya kompleks, pemilihan integrated towing perlu didasarkan pada bobot kendaraan, posisi, ruang kerja, dan kemampuan unit.

Selain tiga mekanisme tersebut, pasar Indonesia sering menyebut towing gendong dan towing hidrolik. Istilah ini umumnya masih berada dalam kelompok flatbed, tetapi cara menaikkan kendaraan berbeda. Pengirim perlu meminta foto unit dan spesifikasi agar tidak hanya mengandalkan nama layanan.

Baca Juga: Jenis Truk dalam Logistik: Mana yang Sesuai untuk Bisnismu?

Apa Perbedaan Truk Towing dengan Mobil Derek?

Towing flatbed mengangkut seluruh kendaraan di atas platform, sedangkan derek dapat menarik kendaraan dengan sebagian roda tetap menyentuh jalan. Towing lebih sering digunakan untuk pengiriman terencana, sementara derek banyak dipakai untuk penanganan darurat, penertiban, atau pemindahan jarak dekat.

Perbedaan tersebut tidak berarti satu metode selalu lebih baik. Kondisi kendaraan, sistem penggerak, jarak, akses, dan biaya perlu dipertimbangkan. Kendaraan dengan kerusakan roda atau suspensi tertentu mungkin membutuhkan perlakuan khusus dan tidak boleh dipaksakan naik tanpa alat pendukung.

Bagaimana Truk Towing Digunakan dalam Distribusi Kendaraan Baru Secara B2B?

Dalam distribusi B2B, kendaraan baru biasanya ditangani melalui alur berikut:

  • Mencatat identitas unit. Setiap kendaraan didata berdasarkan nomor identifikasi, kondisi awal, titik penjemputan, dan tujuan.
  • Memeriksa kondisi awal. Foto dan catatan sebelum perjalanan membantu kamu menentukan tanggung jawab jika terdapat perubahan kondisi.
  • Menyusun urutan pengantaran. Kendaraan dimuat berdasarkan rute dan jadwal penerimaan agar proses bongkar tidak terhambat.
  • Mengamankan kendaraan. Operator mengikat unit pada titik yang direkomendasikan dan memeriksa kembali pengaman sebelum berangkat.
  • Mendokumentasikan serah terima. Perusahaan dapat menggunakan BAST dalam serah terima barang sebagai referensi pencatatan kondisi akhir.

Jadwal juga perlu memperhitungkan akses dealer, batas waktu penerimaan, serta larangan operasional kendaraan angkutan di wilayah tertentu.

Bagaimana Pertimbangan Biaya Towing vs Car Carrier untuk Banyak Kendaraan?

Untuk membandingkan biaya towing dan car carrier, kamu perlu melihat beberapa faktor berikut:

Jumlah kendaraan. Towing cocok untuk satu unit atau jumlah terbatas, sedangkan car carrier berpotensi membagi biaya angkut ke lebih banyak kendaraan.

Jadwal dan rute. Towing dapat lebih efisien untuk kebutuhan mendesak atau tujuan berbeda, sementara car carrier sesuai untuk jadwal yang dapat dikonsolidasikan.

Akses bongkar. Ruang manuver, waktu penerimaan, serta kebutuhan door-to-door memengaruhi jenis kendaraan pengangkut yang dapat digunakan.

Cakupan tarif. Kamu perlu meminta rincian biaya penjemputan, tol, penyeberangan, asuransi, waktu tunggu, dan pembatalan agar penawaran dapat dibandingkan secara adil.

Kondisi kendaraan. Pastikan operator mampu menangani kendaraan listrik, kendaraan rendah, atau unit yang tidak dapat dinyalakan karena masing-masing dapat memerlukan alat berbeda.

Kamu juga perlu mengonfirmasi apakah kendaraan boleh diisi barang pribadi karena praktik tersebut dapat dibatasi oleh penyedia. Kesepakatan tertulis sebelum penjemputan membantu mencegah perbedaan pemahaman saat operator tiba di lokasi.

Baca Juga: Benarkah Trucking dalam Logistik Lebih Efisien?

Sebelum memesan, sampaikan jenis kendaraan, dimensi, kondisi, lokasi, dan kebutuhan waktu secara lengkap. Untuk kebutuhan pengiriman lain yang mendukung operasional bisnismu, kamu dapat klaim voucher pengiriman melalui forwarder.ai.

 

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top