Land freight adalah pengangkutan barang melalui jalur darat menggunakan moda seperti truk dan kereta api. Layanan ini banyak digunakan untuk distribusi antargudang, pengiriman antarkota, distribusi ke toko atau distributor, serta perjalanan awal dan akhir dalam pengiriman multimoda.
Dalam praktiknya, land freight tidak hanya berarti menyewa truk. Model layanannya dapat berupa FTL, LTL, dedicated trucking, konsolidasi, pengangkutan kontainer, cold chain, hingga rail freight. Pilihan terbaik bergantung pada volume, berat, karakter barang, rute, target waktu, dan kebutuhan handling.
Karena itu, land freight tidak otomatis menjadi pilihan paling murah atau paling cepat. Efisiensinya baru terlihat setelah bisnis membandingkan total biaya, kapasitas armada, jumlah transfer, waktu perjalanan, dan risiko operasional dari origin sampai destination.
Baca Juga: Jenis Land Freight untuk Distribusi Darat
Apa Itu Land Freight?
Secara sederhana, land freight adalah pengiriman barang melalui jaringan transportasi darat. Dalam bahasa Indonesia, arti land freight paling dekat dengan “angkutan barang darat” atau “pengiriman kargo melalui jalur darat”.
Istilah landfreight juga sering muncul dalam pencarian atau penamaan layanan, meskipun penulisan bahasa Inggris yang lebih umum adalah land freight.
Moda yang paling umum adalah:
- truk dan kendaraan niaga untuk road freight
- kereta api untuk rail freight
Truk unggul dari sisi fleksibilitas karena dapat menjangkau lebih banyak titik origin dan destination. Kereta mempunyai jaringan yang lebih terbatas, tetapi dapat digunakan untuk pergerakan volume besar pada koridor yang memiliki layanan angkutan barang.
Land Transportation Adalah Apa?
Land transportation adalah transportasi melalui daratan. Istilah ini lebih luas daripada land freight karena dapat mencakup angkutan barang maupun penumpang.
Jadi, arti land transportation adalah “transportasi darat”, sedangkan land freight secara khusus membahas barang atau kargo.
| Istilah | Arti | Cakupan |
|---|---|---|
| Land Transportation | Transportasi melalui daratan | Barang maupun penumpang |
| Land Freight | Angkutan barang melalui daratan | Kargo |
| Land Trucking | Pengangkutan barang menggunakan truk | Bagian dari road freight |
| Rail Freight | Pengangkutan barang menggunakan kereta | Koridor jaringan rel |
| Land Logistics | Pengelolaan aliran logistik berbasis transportasi darat | Dapat mencakup transportasi, handling, penyimpanan, distribusi, dan koordinasi |
Dengan kata lain, land logistics biasanya mempunyai cakupan lebih luas daripada transportasi itu sendiri. Pengelolaannya dapat mencakup perencanaan rute, pemilihan armada, warehouse, cargo handling, distribusi, dan monitoring pengiriman.
Apa Saja Jenis Transportasi dalam Land Freight?
1. Road Freight atau Land Trucking
Land trucking adalah pengangkutan barang melalui jalan raya menggunakan kendaraan niaga. Jenis armadanya sangat beragam, mulai dari van, pickup, CDE, CDD, wingbox, fuso, tronton, hingga tractor head dengan trailer.
Pemilihan kendaraan tidak cukup berdasarkan berat total barang. Volume, dimensi, cara bongkar muat, akses jalan, karakter barang, serta fasilitas di lokasi pickup dan delivery juga perlu diperiksa.
Untuk membandingkan armada yang tersedia, lihat panduan jenis truk dalam logistik.
2. Rail Freight
Rail freight adalah pengangkutan barang menggunakan kereta api. Moda ini dapat digunakan untuk volume besar atau pengiriman rutin pada rute yang terhubung jaringan rel dan terminal barang.
Kelemahannya, kereta tidak dapat mengakses gudang atau toko yang tidak mempunyai koneksi rel. Karena itu, perjalanan biasanya membutuhkan truk untuk first mile atau last mile.
Kombinasi kereta dan truk seperti ini dapat menjadi bagian dari transportasi intermoda jika unit muat berpindah antar moda tanpa perlu membongkar isi barang hanya karena pergantian moda.
Apa Itu Land Freight Services?
Land freight services adalah layanan pengangkutan barang melalui darat dengan cakupan yang dapat berbeda antarprovider. Ada penyedia yang hanya menyediakan kendaraan, sementara yang lain dapat menangani pickup, konsolidasi, line haul, delivery, tracking, hingga handling tertentu.
Karena itu, saat meminta quotation, jangan hanya melihat istilah “land freight service”. Pastikan cakupan pekerjaannya disebutkan secara jelas.
Layanan dapat dibedakan berdasarkan beberapa model berikut.
FTL atau Full Truck Load
FTL menggunakan satu kendaraan untuk muatan satu shipper atau satu shipment sesuai layanan yang dipesan. Model ini memberikan ruang kendaraan secara eksklusif dan biasanya mengurangi kebutuhan konsolidasi dengan barang milik shipper lain.
FTL tidak berarti truk harus selalu terisi penuh sampai kapasitas maksimum. Bisnis dapat menyewa satu kendaraan secara eksklusif meskipun ruangnya tidak digunakan seluruhnya.
LTL atau Less Than Truckload
LTL menggabungkan barang dari beberapa pengirim dalam kapasitas kendaraan atau jaringan distribusi yang sama. Pengirim tidak perlu menanggung biaya satu truk penuh apabila jumlah barangnya lebih kecil.
Konsekuensinya, barang dapat melewati proses konsolidasi, sorting, transfer, atau beberapa terminal sebelum sampai ke destination. Karena itu, struktur waktu dan handling-nya berbeda dari FTL.
Baca Juga: Perbedaan FTL dan LTL dalam Pengiriman Darat
Dedicated Trucking
Pada dedicated trucking, kendaraan dialokasikan khusus untuk kebutuhan tertentu sesuai kontrak atau order. Model ini dapat dipilih ketika bisnis membutuhkan kontrol lebih besar terhadap kendaraan, jadwal, atau pola distribusi.
Cold Chain Trucking
Barang sensitif suhu membutuhkan kendaraan dan prosedur yang sesuai dengan requirement produk. Reefer truck atau kendaraan berpendingin hanya salah satu komponennya. Penyimpanan, loading, monitoring, dan handoff juga harus tetap terkontrol.
Untuk produk seperti makanan segar, beku, atau produk farmasi tertentu, pahami terlebih dahulu prinsip cold chain logistics.
Bagaimana Proses Land Freight?
Alur land freight berbeda menurut FTL, LTL, dedicated trucking, maupun rail freight. Namun, secara umum prosesnya dapat dibaca sebagai berikut.
1. Mengumpulkan Data Shipment
Tim perlu mengetahui jenis barang, jumlah koli, berat, dimensi, lokasi pickup, destination, target waktu, dan kebutuhan handling.
Data ini menentukan jenis kendaraan dan model layanan yang layak dibandingkan.
2. Memilih Armada dan Layanan
Muatan kecil belum tentu harus LTL dan muatan besar belum tentu otomatis FTL. Pilihan perlu mempertimbangkan total tarif, urgency, risiko handling, akses kendaraan, dan jadwal.
3. Pickup atau First Mile
Barang diambil dari pabrik, gudang, toko, atau lokasi lain menuju kendaraan utama atau fasilitas konsolidasi.
Pada beberapa jaringan, land freight dapat digunakan pada first mile, middle mile, maupun last mile, tergantung posisi perjalanan dalam rantai distribusi.
4. Cargo Handling dan Loading
Barang diperiksa, dipindahkan, dan dimuat ke kendaraan. Urutan dan metode loading perlu mengikuti berat, ukuran, fragility, tujuan, serta karakter barang.
Handling yang buruk dapat meningkatkan risiko kerusakan sekalipun armada dan rutenya sudah tepat. Prinsipnya dapat dipelajari dalam panduan cargo handling.
5. Line Haul atau Perjalanan Utama
Kendaraan bergerak melalui rute yang direncanakan menuju destination atau terminal berikutnya. Pada FTL, perjalanan dapat lebih langsung. Pada LTL, barang dapat melewati hub atau fasilitas konsolidasi.
6. Transfer atau Sorting jika Diperlukan
Shipment LTL atau jaringan hub-and-spoke dapat membutuhkan unloading dan loading kembali untuk menggabungkan barang berdasarkan rute tujuan.
Semakin banyak titik transfer, semakin penting pencatatan barang, label yang jelas, dan koordinasi antaroperasi.
7. Last Mile dan Delivery
Pada tahap akhir, barang dibawa ke penerima. Akses lokasi, jam penerimaan, kebutuhan alat bongkar, dan kesiapan penerima dapat memengaruhi waktu penyelesaian.
Setelah barang diserahkan, Proof of Delivery dapat digunakan sebagai catatan bahwa shipment telah diterima sesuai proses layanan.
Apakah Land Freight Selalu Door-to-Door?
Tidak. Land freight memang memungkinkan layanan door-to-door karena truk dapat langsung mengakses banyak lokasi, tetapi struktur layanan tetap bergantung pada provider dan rutenya.
Contoh cakupannya dapat berupa:
- door-to-door
- door-to-hub
- hub-to-door
- hub-to-hub
- port-to-door
- warehouse-to-warehouse
Karena itu, jangan menganggap tarif land freight otomatis sudah mencakup pickup dan delivery. Periksa origin charge, destination charge, handling, serta batas layanan yang tercantum pada quotation.
Apa Keunggulan Land Freight?
1. Fleksibel Menjangkau Banyak Lokasi
Truk dapat masuk ke berbagai kawasan industri, gudang, toko, dan alamat penerima tanpa membutuhkan terminal khusus seperti kapal atau pesawat.
2. Mendukung Door-to-Door
Untuk rute tertentu, satu truk dapat membawa barang dari lokasi pengirim langsung ke penerima sehingga jumlah transfer dapat dikurangi.
3. Pilihan Armada Banyak
Bisnis dapat menyesuaikan kendaraan dengan ukuran shipment, mulai dari kendaraan ringan sampai trailer.
4. Fleksibel untuk FTL dan LTL
Bisnis tidak selalu perlu menyewa satu truk. Shipment kecil dapat masuk jaringan konsolidasi, sedangkan volume besar dapat menggunakan kendaraan eksklusif.
5. Penting dalam Transportasi Multimoda
Bahkan jika perjalanan utama menggunakan kapal atau kereta, transportasi darat sering tetap dibutuhkan untuk menghubungkan gudang dengan terminal.
Apa Kekurangan dan Risiko Land Freight?
1. Terpengaruh Kondisi Jalan
Kemacetan, perbaikan jalan, kecelakaan, banjir, pembatasan kendaraan, atau gangguan lain dapat mengubah waktu perjalanan.
2. Lead Time Tidak Selalu Konsisten
ETA tetap berupa estimasi. Perjalanan yang sama dapat mempunyai waktu tempuh berbeda pada hari atau jam berbeda.
Untuk mengevaluasinya, bisnis sebaiknya mengukur lead time aktual, bukan hanya jarak kilometer.
3. Barang Bisa Mengalami Beberapa Kali Handling
Risiko ini terutama relevan pada layanan konsolidasi yang menggunakan hub. Barang dapat dibongkar, disortir, dan dimuat ulang sebelum sampai ke destination.
4. Risiko Kerusakan dan Kehilangan Tetap Ada
Getaran, kecelakaan, packaging yang tidak sesuai, securing yang buruk, atau kesalahan handling dapat merusak barang. Tracking membantu visibilitas, tetapi tidak menggantikan perlindungan fisik.
Baca Juga: Pengiriman Kargo Apakah Aman? Ini Fakta & Cara Menghindari Risikonya
5. Kapasitas Dibatasi Armada dan Akses Jalan
Truk yang lebih besar belum tentu bisa masuk ke semua lokasi. Kapasitas kendaraan, batas jalan, area parkir, tinggi akses, radius putar, dan fasilitas bongkar muat perlu diperiksa.
Land Freight vs Air Freight
Land freight dan air freight tidak bisa dibandingkan hanya dengan pertanyaan “mana yang lebih murah?”. Keduanya melayani kondisi yang berbeda.
| Aspek | Land Freight | Air Freight |
|---|---|---|
| Jaringan utama | Jalan raya atau rel | Bandara dan jaringan penerbangan |
| Kecepatan main haul | Umumnya lebih lambat | Umumnya lebih cepat |
| Door-to-door | Dapat dilakukan langsung dengan trucking pada rute tertentu | Tetap membutuhkan transportasi darat dari dan menuju bandara |
| Kapasitas | Bergantung armada atau layanan kereta | Dibatasi jenis pesawat, ruang, berat, dan ketentuan air cargo |
| Cocok untuk | Distribusi darat reguler, volume menengah-besar, jaringan antarkota | Shipment yang lebih sensitif terhadap waktu atau memenuhi karakter air cargo |
Keputusan sebaiknya menggunakan total door-to-door lead time dan total landed logistics cost, bukan hanya waktu penerbangan atau tarif trucking.
Apa yang Memengaruhi Biaya Land Freight?
Tidak ada satu rumus tarif land freight yang berlaku untuk semua provider. Model harga bergantung pada jenis layanan.
Beberapa layanan dapat dihitung berdasarkan:
- satu kendaraan atau satu trip
- lane atau rute tertentu
- berat barang
- volume
- chargeable weight menurut ketentuan provider
- jumlah koli
- jarak
- kombinasi beberapa parameter
Selain tarif utama, quotation dapat dipengaruhi oleh:
- jenis armada
- FTL atau LTL
- jarak dan rute
- tol
- bahan bakar atau surcharge terkait
- pickup dan delivery
- handling
- loading dan unloading
- waktu tunggu
- storage jika ada
- kebutuhan kendaraan khusus
- kebutuhan suhu terkendali
- asuransi jika dipilih
- redelivery atau perubahan alamat
Karena itu, bandingkan total biaya logistik dari origin sampai destination. Tarif dasar yang terlihat lebih rendah dapat menjadi lebih mahal jika banyak biaya tambahan muncul di luar quotation awal.
Bagaimana Menghitung Kebutuhan Armada Land Trucking?
Jangan menentukan armada hanya dari berat atau volume secara terpisah. Gunakan keduanya bersama dimensi fisik dan cara barang ditumpuk.
Data minimum yang perlu disiapkan:
- jumlah koli
- panjang, lebar, dan tinggi tiap koli
- berat tiap koli
- total berat
- total volume
- stackability
- jenis packaging
- kebutuhan forklift atau alat bongkar
- akses kendaraan di origin dan destination
Contohnya, barang ringan dengan volume besar bisa memenuhi ruang truk sebelum mencapai batas berat. Sebaliknya, barang padat dan berat dapat mencapai batas payload meskipun ruang bak masih terlihat kosong.
Apa KPI Land Freight yang Perlu Dipantau?
| KPI | Apa yang Dilihat |
|---|---|
| On-Time Pickup | Ketepatan kendaraan tiba untuk mengambil barang |
| On-Time Delivery | Ketepatan barang sampai terhadap jadwal yang disepakati |
| Transit Time | Waktu perjalanan dari titik keberangkatan ke tujuan |
| Damage Rate | Proporsi shipment yang mengalami kerusakan |
| Claim Rate | Jumlah shipment yang menimbulkan klaim |
| Vehicle Utilization | Pemanfaatan kapasitas armada |
| Cost per Shipment/Trip | Biaya aktual per pengiriman atau perjalanan |
| Dwell/Waiting Time | Waktu kendaraan menunggu loading, unloading, atau proses lain |
| Delivery Attempt Success | Keberhasilan delivery tanpa redelivery |
Satu KPI tidak boleh dibaca sendiri. Kendaraan yang sangat penuh mungkin terlihat efisien dari sisi utilisasi, tetapi belum tentu optimal jika menyebabkan keterlambatan loading, rute terlalu panjang, atau risiko damage meningkat.
Kapan Land Freight Cocok Digunakan?
Land freight layak dipertimbangkan ketika:
- origin dan destination dapat diakses melalui jaringan darat
- bisnis membutuhkan pickup atau delivery langsung
- volume dapat disesuaikan dengan kendaraan yang tersedia
- shipment tidak membutuhkan kecepatan main haul seperti air freight
- barang perlu bergerak antargudang, distributor, toko, atau pelanggan
- pengiriman dilakukan rutin pada lane tertentu
- trucking diperlukan sebagai bagian dari perjalanan multimoda
Jarak bukan satu-satunya penentu. Perjalanan yang lebih jauh masih dapat masuk akal jika rute, kapasitas, jadwal, dan biaya mendukung. Sebaliknya, pengiriman pendek pun bisa tidak efisien jika kendaraan terlalu besar, waktu tunggunya tinggi, atau akses destination sulit.
Kapan Land Freight Kurang Cocok?
- deadline sangat ketat dan transportasi udara memberikan lead time lebih sesuai
- destination tidak dapat dijangkau dengan kendaraan yang dibutuhkan
- volume terlalu besar untuk jaringan road freight tetapi tersedia pilihan kereta atau moda lain yang lebih efektif
- jalan memiliki pembatasan berat, tinggi, atau dimensi yang tidak sesuai dengan barang
- risiko keterlambatan di jalur darat terlalu besar untuk karakter shipment
- biaya transfer atau trucking tambahan membuat moda alternatif lebih efisien secara end-to-end
Cara Memilih Land Freight Services
Provider yang tepat bukan hanya yang menawarkan tarif terendah. Bisnis perlu memastikan layanan benar-benar sesuai dengan lane, jenis barang, dan kebutuhan operasional.
- Apakah layanan FTL, LTL, atau keduanya tersedia?
- Jenis armada apa yang digunakan?
- Apakah armada sesuai berat, volume, dan dimensi barang?
- Apakah pickup dan delivery termasuk?
- Berapa banyak titik transfer?
- Bagaimana barang ditangani saat konsolidasi?
- Berapa estimasi lead time?
- Apa cutoff atau jadwal pickup?
- Bagaimana tracking dilakukan?
- Bagaimana prosedur jika terjadi delay?
- Bagaimana proses klaim jika barang rusak?
- Apa saja biaya yang belum termasuk quotation?
- Apakah POD diberikan setelah delivery?
Jika ingin memahami alur layanan Forwarder.ai secara khusus, baca panduan layanan land freight di Forwarder.ai.
Land Freight Efisien jika Armada dan Model Layanannya Tepat
Land freight bukan sekadar mengirim barang dengan truk. Pilihan moda, jenis kendaraan, FTL atau LTL, jumlah transfer, handling, rute, waktu tunggu, dan proses delivery semuanya memengaruhi biaya serta hasil akhir pengiriman.
Untuk shipment yang sederhana dan dapat dikirim langsung, trucking dapat memberikan fleksibilitas tinggi. Untuk barang yang lebih kecil, konsolidasi LTL bisa menghindari biaya satu kendaraan penuh. Sementara itu, rail freight dapat menjadi bagian dari solusi ketika volume dan jaringan rel mendukung.
Karena itu, mulailah dari data shipment dan kebutuhan bisnis. Bandingkan total biaya, lead time, risiko handling, serta cakupan layanan sebelum menentukan opsi yang digunakan.
Untuk kebutuhan pengiriman bisnis, klaim voucher Forwarder.ai dan lihat penawaran yang tersedia sesuai rute serta kebutuhan pengiriman.
Kirim Barang Tanpa Ribet. Semua Bisa dari Satu Platform!
Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.
Yuk, coba sekarang dan bikin pengiriman barang lebih simpel dengan Forwarder.ai!



