Home / Blog / Jenis Truk CDD untuk Pengiriman Barang
Jenis Truk CDD untuk Pengiriman Barang (freepik)

Jenis Truk CDD untuk Pengiriman Barang

Memilih armada pengiriman barang bukan hanya ukuran dan kapasitas saja. Banyak bisnis sudah menggunakan truk CDD (Colt Diesel Double), tetapi belum tentu memilih jenis yang tepat sesuai kebutuhannya. Oleh karena itu, pemahaman mengenai jenis truk CDD bisa berdampak langsung pada efisiensi operasional. Barang lebih aman, proses bongkar muat lebih cepat, dan risiko kerusakan bisa diantisipasi sejak awal.

Colt Diesel Double dikenal sebagai kendaraan distribusi skala menengah yang cukup untuk membawa lebih banyak muatan dalam satu perjalanan tanpa perlu beralih ke armada yang lebih besar.

Yuk, kita kupas tuntas jenis armada satu ini selengkapnya!

Baca Juga: Apa Itu Truk CDD dalam Logistik?

1. CDD Bak Terbuka

Jenis Truk CDD untuk Pengiriman Barang (freepik)
Jenis Truk CDD untuk Pengiriman Barang (freepik)

Jenis CDD satu ini memiliki bak tanpa atap. Dinding sampingnya juga terbuka atau hanya memiliki pembatas rendah. Cocok untuk material bangunan (pasir, batu bata, besi), mesin, palet kosong, dan barang curah yang kedap air.

Kelebihan:

  • Memuat barang tinggi yang tidak muat di bak tertutup
  • Mudah bongkar muat menggunakan crane atau forklift dari atas
  • Harga sewa lebih murah dibanding jenis lain

Kekurangan:

  • Barang tidak terlindung dari hujan atau debu
  • Risiko pencurian lebih tinggi

Baca Juga: Truk CDD vs CDE: Mana yang Cocok untuk Kebutuhan Logistikmu?

2. CDD Box Tertutup

CDD box menjadi salah satu tipe yang paling sering digunakan dalam aktivitas distribusi sehari-hari. Dinding dan atapnya terbuat dari lembaran logam atau komposit. Bagian belakang tertutup rapat sehingga cocok untuk produk retail, barang elektronik, dan FMCG (Fast Moving Consumer Goods).

Kelebihan:

  • Melindungi barang dari hujan, panas, dan debu
  • Keamanan lebih baik karena terkunci rapat
  • Barang kemasan tetap rapi dan tidak berantakan

Kekurangan:

  • Harga sewa lebih mahal dari bak terbuka
  • Tidak bisa memuat barang yang melebihi tinggi bak

Baca Juga: Jenis Truk dalam Logistik: Mana yang Sesuai untuk Bisnismu?

3. CDD Long (Long Chasis)

Truk ini memiliki rangka yang lebih panjang dari CDD standar sehingga panjang baknya juga lebih besar. Biasanya penggunaannya untuk mengangkut barang berukuran besar, muatan dengan volume lebih panjang, dan pengiriman dalam jumlah lebih banyak dalam satu trip.

Kelebihan:

  • Kapasitas muatan lebih besar, volumenya mencapai 15–18 CBM, berat hingga 6–7 ton
  • Efisien untuk barang panjang seperti pipa, kayu, atau profil besi
  • Mengurangi jumlah perjalanan karena sekali angkut lebih banyak

Kekurangan:

  • Sulit bermanuver di jalan sempit
  • Butuh ruang parkir lebih luas

4. CDD Pendingin (Reefer/Chiller)

Jenis ini dilengkapi sistem pendingin dengan suhu yang bisa diatur. Biasanya digunakan untuk makanan segar dan beku, produk farmasi, dan bahan kimia tertentu. Kontrol suhu menjadi kunci. Tanpa pendinginan, kualitas barang bisa turun bahkan rusak sebelum sampai tujuan.

Kelebihan:

  • Menjaga suhu stabil selama perjalanan
  • Bisa mengangkut produk segar dan beku dalam kondisi prima
  • Terdapat termometer dan pencatat suhu untuk monitoring

Kekurangan:

  • Harga sewa paling mahal di antara semua jenis CDD
  • Biaya operasional lebih tinggi karena konsumsi listrik/BBM untuk mesin pendingin

Baca Juga: Perbedaan Truk Engkel dan CDD

5. CDD Wingbox

Varian satu ini merupakan modifikasi tingkat lanjut dari tipe box. Perbedaannya terletak pada sisi kanan dan kiri karoseri yang bisa terbuka seperti sayap burung. Penggunaan unit ini sangat efektif bagi gudang-gudang besar yang mengutamakan kecepatan arus keluar-masuk barang.

Akses samping memungkinkan forklift bekerja dari dua sisi secara bersamaan. Hal ini memangkas waktu tunggu armada secara signifikan daripada harus mengantre bongkar muat dari pintu belakang saja. Cocok untuk pengiriman ke toko ritel dengan akses sempit, bongkar muat cepat di tempat terbatas, barang yang perlu diambil bertahap (multiple drop-off).

Kelebihan:

  • Memudahkan bongkar muat dari samping
  • Akses cepat untuk barang yang harus diambil sebagian tanpa membongkar muatan keseluruhan
  • Atap tetap melindungi dari panas dan hujan

Kekurangan:

  • Harga sewa lebih mahal dari box biasa karena mekanisme wing-nya
  • Perawatan lebih rumit, karena sistem buka-tutup sayapnya butuh penanganan khusus

Baca Juga: Kenapa Truk Wingbox Sangat Cocok untuk Bisnis FMCG? Ini Alasannya

Satu jenis truk tidak selalu cocok untuk semua kebutuhan. Meskipun barangnya sama, tetapi jenis karoserinya berbeda bisa berdampak pada waktu bongkar muat, tingkat keamanan hingga biaya operasional.

Di sinilah pentingnya memahami jenis truk CDD sesuai kebutuhannya, bukan berdasarkan kapasitasnya saja. Ketika pilihan armada sudah selaras dengan karakter barang dan pola distribusi, pengiriman tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga lebih efisien dan terkendali dalam jangka panjang.

Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.

Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top