Jenis container logistik adalah pengelompokan peti kemas berdasarkan desain, sistem bukaan, dan jenis muatan yang bisa diangkutnya, mulai dari container tertutup untuk barang kering sampai container khusus untuk muatan cair, dingin, atau berukuran besar. Setiap kali kamu mengirim barang lewat kapal, truk, atau kereta, jenis kontainer pengiriman yang dipilih inilah yang menentukan apakah barangmu sampai dalam kondisi aman atau justru rusak di jalan.
Banyak pelaku usaha baru sadar jenis kontainer yang mereka pakai salah setelah barangnya bermasalah di pelabuhan. Supaya kamu tidak mengalami hal yang sama, artikel ini merangkum 20 jenis container logistik yang paling sering dipakai di Indonesia, lengkap dengan ukuran standarnya dan cara memilih yang paling pas untuk kebutuhan bisnismu.
Bagaimana Standar Internasional Mengatur Container yang Kamu Pakai?
Container yang menumpuk di pelabuhan bukan sekadar kotak baja biasa. Ukuran, kekuatan, dan cara pengetesannya diatur ketat lewat standar internasional ISO 668 tentang klasifikasi dan dimensi container, yang menetapkan lebar tetap 2,44 meter serta panjang mulai dari 8 sampai 45 feet.
Standar ini dilengkapi ISO 1496 yang mengatur spesifikasi teknis dan pengujian kekuatan struktur container sebelum boleh dipakai untuk pengiriman internasional. Di level keselamatan, International Maritime Organization lewat International Convention for Safe Containers (CSC) 1972 mewajibkan setiap container yang dipakai untuk pengiriman internasional punya pelat sertifikasi keselamatan dari otoritas negara asalnya.
Di Indonesia, aturan ini diperkuat lewat Undang-Undang Pelayaran Nomor 17 Tahun 2008 Pasal 149, yang mewajibkan setiap peti kemas yang dipakai sebagai alat angkut memenuhi persyaratan kelaikan dan verifikasi berat kotor atau Verified Gross Mass. Ketentuan tentang penyelenggaraan depo tempat container disimpan dan diperbaiki juga diatur lewat Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 83 Tahun 2016.
Kalau kamu masih asing dengan istilah container secara umum, ada baiknya baca dulu penjelasan lengkapnya di Apa Itu Kontainer dalam Pengiriman Barang.
Container Apa Saja yang Dipakai untuk Barang Kering dan Bervolume Besar?
Sebagian besar pengiriman barang, baik produk ritel maupun bahan baku industri, sebenarnya tidak butuh penanganan khusus. Dua jenis container berikut ini paling sering dipilih untuk kebutuhan pengiriman standar.
1. Dry Container (General Purpose Container)
Dry container, atau sering disebut general purpose container, adalah jenis container paling umum, dipakai untuk barang kering yang tidak butuh suhu khusus seperti pakaian, elektronik, sparepart, dan produk retail. Bentuknya tertutup rapat dengan pintu di salah satu ujung sehingga muatan terlindungi dari hujan, debu, dan benturan selama perjalanan. Tarif sewanya juga paling terjangkau dibanding jenis container lain karena strukturnya paling sederhana.
2. High Cube Container
High cube container punya bentuk mirip dry container, tapi tingginya sekitar 30 cm lebih tinggi, biasanya mencapai 2,9 meter. Tambahan ruang vertikal ini cocok untuk barang ringan tapi memakan tempat, misalnya furnitur, kasur, atau produk yang dikemas dalam palet tinggi. Container jenis ini umumnya hanya tersedia dalam ukuran 40 feet dan 45 feet.
Jenis Container Apa yang Cocok untuk Barang Bersuhu Khusus?
Barang yang sensitif terhadap suhu, seperti makanan segar, obat-obatan, atau komoditas pertanian, butuh jenis container yang bisa menjaga kondisi lingkungan di dalamnya. Berikut empat jenis container yang dirancang khusus untuk kebutuhan itu.
3. Reefer Container
Reefer container dilengkapi mesin pendingin aktif yang bisa mengatur suhu dari sekitar -30°C hingga +30°C, tergantung kebutuhan muatan. Jenis ini dipakai untuk barang yang gampang rusak kalau suhunya berubah, seperti makanan beku, seafood, buah segar, produk susu, hingga obat-obatan dan vaksin. Karena butuh listrik dan perawatan mesin pendingin, biaya sewa reefer container biasanya lebih mahal dibanding dry container.
4. Insulated Container
Insulated container menjaga suhu di dalamnya tetap stabil tanpa mesin pendingin aktif, mengandalkan lapisan dinding berbahan isolator termal. Jenis ini jadi alternatif yang lebih hemat dibanding reefer container untuk barang yang tidak butuh kontrol suhu ekstrem, misalnya cokelat, susu UHT, atau bahan kimia yang sensitif terhadap perubahan suhu ringan. Container ini cocok dipakai untuk rute pengiriman jarak pendek sampai menengah, di mana suhu lingkungan masih relatif stabil.
5. Heated Container
Heated container mirip reefer, tapi fungsinya kebalikan, yaitu menghangatkan muatan, bukan mendinginkannya. Jenis ini dipakai untuk barang yang bisa membeku atau mengeras kalau suhunya terlalu rendah, seperti bahan kimia tertentu, aspal cair, atau produk yang butuh suhu hangat konstan selama pengiriman melewati wilayah beriklim dingin.
6. Ventilated Container (Fantainer)
Ventilated container atau fantainer punya lubang ventilasi di sisi dindingnya untuk menjaga sirkulasi udara alami tanpa mesin. Jenis ini cocok untuk komoditas organik yang masih “bernapas” selama perjalanan, seperti biji kopi, kakao, dan hasil bumi lain yang berisiko berjamur kalau kelembapannya terlalu tinggi. Ada dua tipe ventilasi yang umum dipakai, yaitu ventilasi alami dan ventilasi mekanik yang dibantu kipas.
Container Jenis Apa untuk Muatan Cair, Gas, dan Curah?
Tidak semua muatan berbentuk padat dan bisa ditumpuk begitu saja. Dua jenis container ini dirancang khusus untuk menangani cairan, gas, dan barang curah tanpa kemasan.
7. Tank Container (ISO Tank)
Tank container atau ISO tank adalah container berbentuk tabung silinder dari baja tahan karat yang dibungkus rangka ISO standar, dipakai untuk mengangkut cairan atau gas dalam jumlah besar. Muatan yang umum dikirim dengan tank container meliputi bahan kimia, minyak nabati, sirup, hingga minuman dalam kemasan curah. Pengisian tangki biasanya dibatasi minimal 80 persen dan maksimal 95 persen dari kapasitas untuk menyisakan ruang ekspansi termal saat suhu berubah selama perjalanan.
8. Bulk Container
Bulk container dirancang untuk mengangkut barang curah kering tanpa kemasan, seperti biji-bijian, gula, pasir, atau pupuk. Bagian atasnya punya lubang pengisian dan bagian bawah punya lubang pengeluaran, sehingga proses bongkar muat bisa dilakukan lebih cepat dibanding dry container biasa yang harus dibongkar manual dari pintu belakang.
Jenis Container Apa untuk Barang Oversize dan Berat?
Barang yang ukurannya melebihi dimensi standar container, seperti alat berat atau material konstruksi, perlu container dengan bukaan khusus supaya proses loading tetap aman. Berikut lima jenis container yang biasa dipakai untuk kebutuhan ini.
9. Open Top Container
Open top container punya bagian atas terbuka yang ditutup memakai terpal setelah proses pemuatan selesai. Desain ini memudahkan barang dimasukkan dari atas memakai crane, cocok untuk muatan yang tingginya mendekati atau melebihi kapasitas pintu belakang, seperti mesin industri, material konstruksi, atau kayu gelondongan.
10. Flat Rack Container
Flat rack container hanya punya lantai dan dinding pendek di kedua ujungnya, tanpa dinding samping sama sekali. Jenis ini dipakai untuk barang besar, berat, atau berbentuk tidak biasa yang tidak muat di container tertutup, misalnya alat berat, pipa baja, atau kendaraan proyek. Ada dua varian flat rack, yaitu fixed end yang dindingnya permanen dan collapsible end yang bisa dilipat saat container kosong.
11. Platform Container
Platform container adalah versi flat rack yang lebih ekstrem karena sama sekali tidak punya dinding, hanya lantai datar dengan rangka baja yang kuat. Jenis ini dipakai untuk muatan super besar atau berat yang bahkan tidak muat di flat rack, contohnya turbin, baling-baling kincir angin, atau alat tambang berukuran raksasa. Beberapa operator logistik juga menyebutnya flatbed, meski istilah ini bukan klasifikasi resmi dalam standar ISO container.
12. Open Side Container
Open side container punya pintu di sisi samping yang bisa dibuka lebar, bahkan pada beberapa model seluruh sisi panjangnya bisa terbuka penuh. Desain ini mempercepat proses bongkar muat barang yang panjang dan sulit masuk lewat pintu belakang, seperti pipa panjang, kayu gelondongan, atau gulungan kabel besar.
13. Double Door Container (Tunnel Container)
Double door container atau tunnel container punya dua pintu, satu di masing-masing ujung, sehingga barang bisa dimasukkan dan dikeluarkan dari dua arah sekaligus. Desain ini mempercepat proses loading dan unloading untuk muatan panjang, terutama saat akses dari satu sisi saja tidak memungkinkan.
Ada Jenis Container Khusus Apa Lagi untuk Kebutuhan Tertentu?
Selain jenis-jenis di atas, industri logistik juga punya beberapa container dengan fungsi yang sangat spesifik, dari mengangkut kendaraan sampai hewan ternak. Berikut tujuh jenis container tambahan yang perlu kamu ketahui.
14. Half Height Container
Half height container punya tinggi sekitar separuh dari container standar, tapi tetap punya kekuatan muat yang besar. Jenis ini cocok untuk barang padat dan berat tapi bervolume kecil, seperti batu bara, batu split, pasir, atau semen curah, karena bentuknya yang rendah memudahkan proses bongkar dari atas.
15. Car Carrier Container
Car carrier container dirancang khusus untuk mengangkut kendaraan roda empat dalam jarak jauh. Bagian dalamnya punya dua tingkat rak yang memungkinkan dua mobil dimuat sekaligus dalam satu unit container, sehingga lebih efisien dibanding mengirim mobil satu per satu.
16. Hanger Container (Garmentainer)
Hanger container, atau sering disebut garmentainer, punya rangka gantungan di bagian dalamnya, mirip lemari pakaian berjalan. Jenis ini dipakai untuk mengirim pakaian jadi dalam kondisi tergantung supaya tidak kusut, sehingga produk fashion siap langsung dipajang tanpa perlu disetrika ulang saat sampai di gudang tujuan.
17. Collapsible Container (Cargo Storage Roll)
Collapsible container atau cargo storage roll punya rangka yang dilengkapi jaring kawat dan roda sehingga bisa dilipat saat kosong untuk menghemat ruang penyimpanan. Jenis ini banyak dipakai untuk distribusi barang ritel skala menengah yang butuh fleksibilitas ruang di gudang atau pusat distribusi.
18. Livestock Container
Livestock container dirancang khusus untuk mengangkut hewan ternak hidup, seperti sapi atau kambing, dilengkapi ventilasi tambahan, sekat antar hewan, serta akses untuk pemberian pakan dan air selama perjalanan. Regulasi kesejahteraan hewan biasanya mengatur kepadatan muatan dan durasi maksimal perjalanan untuk jenis container ini.
19. Swap Body Container
Swap body container adalah jenis container fleksibel yang punya kaki penyangga sehingga bisa diturunkan sendiri dari chassis truk tanpa bantuan crane. Desain ini populer untuk distribusi darat jarak menengah karena mempercepat proses tukar muatan antar truk tanpa harus menunggu alat bongkar muat di pelabuhan atau gudang.
20. Special Purpose Container
Special purpose container adalah kategori container yang dimodifikasi untuk kebutuhan sangat spesifik, mulai dari pengiriman barang bernilai tinggi dan bahan berbahaya, sampai fungsi non-logistik seperti kantor lapangan, klinik darurat, atau ruang pamer portable. Karena diproduksi dalam jumlah terbatas dan sesuai pesanan, biaya sewa maupun pembuatannya juga jauh lebih tinggi dibanding container standar.
Berapa Ukuran Container yang Umum Dipakai di Indonesia?
Ukuran container mengikuti standar ISO 668 yang menetapkan lebar tetap 2,44 meter dengan variasi panjang mulai dari 8 feet sampai 45 feet. Selain ukuran ekspor-impor standar, ada juga varian domestik yang khusus dipakai untuk rute darat di Indonesia.
| Ukuran | Panjang | Lebar | Tinggi | Volume |
|---|---|---|---|---|
| 8 feet | 2,44 m | 2,20 m | 2,26 m | sekitar 10 m³ |
| 10 feet | 2,99 m | 2,44 m | 2,59 m | sekitar 16 m³ |
| 20 feet | 6,06 m | 2,44 m | 2,59 m | sekitar 33 m³, muatan maksimum sekitar 30,48 ton |
| 21 feet (varian domestik) | sedikit lebih panjang dari 20 feet | 2,44 m | 2,59 m | sekitar 34 sampai 37 m³ |
| 40 feet | 12,19 m | 2,44 m | 2,59 m | sekitar 67 m³, muatan maksimum sekitar 30,48 ton |
| 40 feet High Cube | 12,19 m | 2,44 m | 2,90 m | lebih dari 67 m³ |
| 45 feet | 13,72 m | 2,44 m | 2,90 m | sekitar 86 m³ |
Di luar ukuran-ukuran tadi, kadang ada juga wacana container 53 feet atau bahkan 60 feet yang disebut sebagai ukuran container terbesar. Faktanya, kedua ukuran ini praktis tidak beredar di jalur pengiriman Indonesia karena keterbatasan kapal, crane pelabuhan, dan chassis truk yang tersedia, jadi jangan heran kalau kamu jarang menemukannya di lapangan.
Kalau kamu ingin lihat rincian dimensi lengkap tiap ukuran beserta ilustrasinya, cek panduan lengkapnya di Dimensi dan Ukuran Container 8 Hingga 45 Feet.
Bagaimana Cara Memilih Jenis Container yang Tepat untuk Bisnismu?
Container yang salah pilih bukan cuma bikin proses bongkar muat ribet, tapi juga bisa merusak barang dan membengkakkan biaya pengiriman. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu pakai supaya keputusan memilih jenis container lebih tepat sasaran.
Kenali Karakter Barang yang Akan Dikirim
Tentukan dulu apakah barangmu kering, basah, butuh suhu terkendali, atau termasuk kategori berbahaya. Kesalahan paling umum yang masih sering terjadi adalah mengirim makanan beku pakai dry container biasa. Begitu sampai tujuan, barangnya sudah tidak layak konsumsi karena suhu di dalam container ikut suhu lingkungan.
Ukur Dimensi dan Berat Barang Secara Akurat
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah memaksakan barang over dimension masuk ke dry container dengan cara dilipat atau dipotong bagian kemasannya, padahal risiko kerusakannya jauh lebih besar dibanding langsung memakai flat rack atau open top container sejak awal.
Tentukan Skema Pengiriman, FCL atau LCL
Kalau muatanmu belum memenuhi satu container penuh, kamu bisa menggabungkannya dengan pengirim lain lewat skema Less than Container Load. Pahami dulu perbedaan LCL dan FCL pada pengiriman supaya kamu tidak membayar lebih untuk ruang yang sebenarnya tidak terpakai.
Pahami Proses Loading yang Dibutuhkan
Setiap jenis container punya cara pemuatan yang berbeda, ada yang lewat pintu belakang, ada yang harus dari atas pakai crane. Kalau kamu belum familiar dengan istilah teknisnya, baca dulu proses stuffing container supaya tidak kaget saat barangmu masuk proses pemuatan.
Sesuaikan dengan Moda Transportasi Darat
Setelah jenis container ditentukan, pastikan juga truk pengangkutnya sesuai. Cari tahu lebih lanjut di jenis truk container yang cocok untuk bisnismu supaya proses pengiriman dari gudang ke pelabuhan atau sebaliknya tetap lancar.
Pemilihan jenis container yang tepat sebenarnya cuma satu bagian dari proses logistik yang lebih besar, mulai dari pengemasan, dokumentasi, sampai pengiriman ke tujuan akhir. Semakin kamu paham karakter barang dan jenis container yang cocok, semakin kecil juga risiko biaya tambahan atau kerusakan di jalan.
Kalau kamu ingin coba mengirim barang dengan lebih praktis setelah menentukan jenis container yang tepat, kamu bisa langsung klaim voucher untuk pengiriman pertamamu di forwarder.ai dan rasakan sendiri prosesnya yang lebih terkontrol serta bisa dipantau lewat dashboard digital.
Kirim Barang Tanpa Ribet. Semua Bisa dari Satu Platform!
Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.


