Home / Blog / Pengertian Invoice, Fungsi, Isi, dan Alur Penggunaannya
Pengertian Invoice, Fungsi, Isi, dan Alur Penggunaannya

Pengertian Invoice, Fungsi, Isi, dan Alur Penggunaannya

Penjual biasanya mulai melakukan penagihan setelah barang dikirim atau jasa selesai diberikan sesuai ketentuan transaksi. Invoice adalah dokumen tagihan yang berisi rincian transaksi dan nominal yang perlu dibayar oleh pembeli kepada penjual. Dokumen ini membantu kedua pihak menggunakan acuan yang sama untuk memeriksa barang atau jasa, nilai transaksi, hingga waktu pembayaran.

Pada transaksi B2B, informasi di dalam invoice biasanya juga perlu sesuai dengan purchase order (PO), kontrak, atau dokumen lain yang menjadi dasar transaksi.

Yuk, kita kupas tuntas mulai dari definisi, fungsi, isi, hingga alur penggunaan invoice dalam artikel ini!

Pengertian Invoice dalam Transaksi Bisnis

Pengertian Invoice, Fungsi, Isi, dan Alur Penggunaannya (magnific)
Pengertian Invoice, Fungsi, Isi, dan Alur Penggunaannya (magnific)

Invoice adalah dokumen yang diterbitkan penjual untuk menagih pembayaran atas barang atau jasa kepada pembeli. Isinya menunjukkan rincian tagihan, mulai dari identitas kedua pihak, rincian barang atau jasa, harga, hingga jumlah pembayaran. Dalam penggunaan bisnis sehari-hari, invoice juga sering disebut faktur dan umumnya memiliki nomor tersendiri untuk memudahkan pelacakan.

Penerbitan invoice tidak berarti pembayaran sudah diterima. Sebaliknya, pembeli menggunakan dokumen tersebut untuk memeriksa tagihan sebelum melakukan pembayaran. Pada transaksi perusahaan, tim finance dapat mencocokkan informasi di dalam invoice dengan PO, kontrak, atau dokumen pendukung lainnya sebelum memberikan persetujuan pembayaran.

Pemeriksaan tersebut membantu memastikan nilai tagihan, barang atau jasa, serta ketentuan pembayarannya sesuai dengan transaksi yang sudah disepakati.

Baca juga: Jenis Dokumen Logistik yang Penting

Fungsi Invoice bagi Penjual, Pembeli, dan Tim Keuangan

Satu invoice dapat digunakan oleh beberapa bagian perusahaan untuk kebutuhan berbeda. Berikut beberapa fungsi dokumen ini dalam proses transaksi:

  • Penjual menggunakan invoice sebagai dasar penagihan sekaligus untuk memantau transaksi yang sudah atau belum dibayar.
  • Pembeli dapat memeriksa rincian tagihan dengan mencocokkan barang atau jasa, jumlah, harga, serta ketentuan pembayaran dengan kesepakatan sebelumnya.
  • Tim finance menggunakannya untuk memproses pembayaran setelah informasi dan dokumen pendukung memenuhi prosedur perusahaan.
  • Perusahaan dapat menyimpan dokumen tersebut sebagai catatan transaksi untuk kebutuhan pembukuan, rekonsiliasi, maupun pemeriksaan internal.

Dokumen ini juga menghubungkan proses pengadaan dengan pembayaran. Ketika nomor PO, jumlah barang, harga, atau tanggal jatuh tempo tidak sesuai dengan kesepakatan, tim procurement dan finance perlu memeriksa kembali tagihan sebelum pembayaran diproses.

Informasi yang Perlu Ada di Dalam Invoice

Format invoice antara satu perusahaan dan perusahaan lain dapat berbeda. Namun, informasinya perlu cukup lengkap agar pembeli dapat mengetahui asal, nilai, dan rincian tagihan. Dalam transaksi B2B, perusahaan juga dapat mencantumkan nomor purchase order atau referensi kontrak untuk membantu pencocokan dokumen.

Beberapa informasi yang umumnya tercantum dalam dokumen penagihan antara lain:

  • Nomor dan tanggal invoice untuk mengidentifikasi serta melacak dokumen.
  • Identitas penjual dan pembeli, seperti nama perusahaan, alamat, dan informasi kontak.
  • Nomor PO atau referensi transaksi apabila digunakan sebagai acuan pembelian.
  • Rincian barang atau jasa yang dapat mencakup deskripsi, kuantitas, dan harga satuan.
  • Rincian nilai tagihan, seperti subtotal, pajak, diskon, atau biaya tambahan lainnya jika berlaku.
  • Total pembayaran yang menunjukkan nominal akhir yang perlu dibayar pembeli.
  • Payment terms dan tanggal jatuh tempo untuk menjelaskan ketentuan serta batas waktu pembayaran.
  • Instruksi pembayaran yang dapat berisi metode pembayaran dan informasi rekening sesuai prosedur transaksi.

Payment terms dalam tagihan perlu sesuai dengan ketentuan pembayaran yang telah disepakati dalam PO atau kontrak. Kesesuaian informasi tersebut memudahkan tim finance memeriksa tagihan sebelum memproses pembayaran.

Jenis-Jenis Invoice dalam Bisnis dan Pengiriman

Kebutuhan transaksi dapat menentukan jenis dokumen yang digunakan. Berikut beberapa jenis invoice yang umum ditemui dalam kegiatan bisnis dan pengiriman barang:

Standard Invoice atau Sales Invoice

Jenis ini diterbitkan penjual kepada pembeli atas barang atau jasa yang telah disepakati. Dokumen biasanya dibuat setelah transaksi berjalan atau pesanan dipenuhi sesuai ketentuan kedua pihak. Isinya mencakup rincian barang atau jasa, harga, total tagihan, serta ketentuan pembayaran.

Penjual menggunakannya sebagai dasar penagihan, sedangkan pembeli menggunakannya untuk memeriksa kewajiban pembayaran.

Proforma Invoice

Sebelum transaksi diselesaikan, penjual dapat memberikan proforma invoice sebagai dokumen awal kepada pembeli. Isinya dapat mencakup barang atau jasa, kuantitas, harga, biaya terkait, serta ketentuan penawaran.

Dokumen ini memberi pembeli gambaran mengenai rincian transaksi sebelum pesanan dilanjutkan. Berbeda dari invoice final, proforma invoice pada dasarnya merupakan dokumen sementara atau penawaran awal dan bukan tagihan final.

Commercial Invoice

Commercial invoice digunakan dalam perdagangan internasional untuk mencatat rincian transaksi antara penjual dan pembeli. Dokumen ini dapat memuat identitas kedua pihak, deskripsi dan kuantitas barang, harga, serta nilai transaksi.

Dalam pengiriman internasional, informasi pada commercial invoice juga digunakan dalam proses customs clearance. Karena itu, data barang dan nilai transaksi perlu konsisten dengan dokumen pendukung lainnya.

Baca juga: Apa Itu Delivery Order (DO)? Pengertian, Isi Dokumen, dan Bedanya dengan PO dan Invoice

Kapan Invoice Dibuat dan Dikirim?

Waktu penerbitan invoice mengikuti kesepakatan serta payment terms antara penjual dan pembeli. Penjual dapat menerbitkannya setelah barang dikirim, jasa selesai diberikan, atau tahapan pekerjaan tertentu sudah dipenuhi.

Pada kontrak dengan pembayaran bertahap, tagihan dapat diterbitkan sesuai termin yang sudah disepakati. Dalam transaksi lain, invoice dapat diterbitkan bersamaan dengan pengiriman atau setelah bukti penerimaan tersedia. Karena itu, tidak ada satu waktu penerbitan yang berlaku untuk seluruh transaksi.

Invoice, Faktur, Nota, Kuitansi, dan Surat Jalan: Apa Bedanya?

Dalam penggunaan bisnis sehari-hari, invoice sering diterjemahkan sebagai faktur. Namun, istilah tersebut perlu dibedakan dari faktur pajak, yang memiliki fungsi perpajakan tersendiri. Invoice juga berbeda dari nota, kuitansi, dan surat jalan karena masing-masing digunakan pada tahapan transaksi yang berbeda.

DokumenFungsi UtamaUmumnya Digunakan
Invoice atau faktur komersialMenyampaikan rincian tagihan kepada pembeliSebelum pembayaran
NotaMencatat rincian transaksi penjualanPada saat atau setelah transaksi, tergantung proses bisnis
KuitansiMenjadi bukti penerimaan pembayaranSetelah pembayaran diterima
Surat jalanMenyertai dan mencatat barang dalam proses pengirimanSaat barang dikirim
Faktur pajakMenjadi bukti pemungutan pajak sesuai ketentuan perpajakanSesuai ketentuan perpajakan yang berlaku

Baca juga: Aturan PPN Jasa Freight Forwarding dan Perhitungannya

Alur Invoice dari Pesanan hingga Pembayaran

Invoice menjadi salah satu dokumen dalam rangkaian transaksi yang biasanya sudah dimulai sejak pembeli membuat pesanan. Prosedurnya dapat berbeda di setiap perusahaan, terutama pada transaksi B2B yang melibatkan tim procurement, gudang, operasional, dan finance.

Secara umum, alurnya dapat berlangsung seperti berikut:

  1. Pembeli membuat pesanan atau purchase order yang memuat barang atau jasa, harga, jumlah, serta ketentuan transaksi.
  2. Penjual memproses dan memenuhi pesanan sesuai kesepakatan, misalnya dengan menyiapkan dan mengirim barang atau menyelesaikan jasa.
  3. Penjual menerbitkan invoice berdasarkan transaksi dan mengirimkannya kepada pembeli melalui saluran yang telah disepakati.
  4. Pembeli memeriksa tagihan dengan mencocokkannya terhadap PO, kontrak, penerimaan barang, atau dokumen pendukung lainnya sesuai prosedur perusahaan.
  5. Tagihan masuk ke proses persetujuan sebelum tim finance menjadwalkan pembayaran.
  6. Pembeli melakukan pembayaran berdasarkan nominal dan payment terms yang telah disepakati.
  7. Kedua pihak memperbarui catatan transaksi agar status tagihan dan pembayaran dapat ditelusuri kembali.

Sebelum pembayaran diproses, tim finance dapat mencocokkan invoice dengan PO untuk memeriksa barang atau jasa, jumlah, harga, serta ketentuan transaksi. Jika terdapat perbedaan informasi, tagihan perlu diklarifikasi atau dikoreksi sebelum masuk ke proses pembayaran.

Kesalahan Invoice yang Bisa Menghambat Pembayaran dan Pengiriman

Invoice yang sudah dikirim belum tentu langsung masuk ke jadwal pembayaran. Tim procurement atau finance dapat meminta koreksi ketika informasi di dalamnya berbeda dari transaksi atau persyaratan administrasi perusahaan.

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:

  • Nomor PO atau referensi transaksi tidak sesuai sehingga pembeli kesulitan mencocokkan tagihan dengan pesanan.
  • Nama atau identitas perusahaan keliru, terutama ketika satu grup usaha memiliki beberapa badan hukum.
  • Deskripsi, jumlah, atau harga barang berbeda dari pesanan sehingga nilai tagihan tidak sesuai dengan PO atau barang yang diterima.
  • Payment terms atau tanggal jatuh tempo berbeda dari kesepakatan sehingga penjual dan pembeli dapat menggunakan jadwal pembayaran yang berbeda.
  • Instruksi pembayaran tidak akurat, misalnya informasi rekening berbeda dari data vendor yang tercatat.
  • Dokumen pendukung belum lengkap ketika prosedur pembeli mensyaratkan PO, bukti penerimaan barang, atau dokumen lainnya.

Dampaknya dapat meluas ketika transaksi melibatkan pengiriman internasional. Kesalahan pada commercial invoice dapat memengaruhi proses kepabeanan karena dokumen tersebut memuat informasi mengenai barang dan nilai transaksi. Tim pengirim perlu memastikan keterangannya konsisten dengan dokumen ekspor-impor lain sebelum kargo diproses lebih lanjut.

Invoice menjadi titik temu antara kesepakatan transaksi dan proses pembayaran. Ketika informasi di dalamnya sesuai dengan transaksi yang berlangsung, proses penagihan dapat berjalan dengan lebih sedikit klarifikasi antara penjual dan pembeli. Sebaliknya, data yang salah atau tidak lengkap dapat menahan proses pembayaran meskipun barang atau jasa sudah diberikan.

Ketelitian saat membuat dan memeriksa invoice menjadi bagian penting untuk menjaga kelancaran transaksi hingga pembayaran selesai.

Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.

Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis kamu!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top