Home / Blog / Memahami Inventory: Pengertian, Jenis, dan Cara Mengelolanya
Memahami Inventory: Pengertian, Jenis, dan Cara Kelola

Memahami Inventory: Pengertian, Jenis, dan Cara Mengelolanya

Pelanggan datang untuk membeli produk yang mereka cari, tetapi ternyata stoknya habis. Beberapa waktu berselang, barang yang sama justru menumpuk di gudang karena jumlah pembeliannya melebihi permintaan pelanggan. Situasi seperti ini cukup sering terjadi ketika bisnis belum mampu mengelola persediaannya dengan baik. Oleh karena itu, inventory adalah bagian penting dalam operasional, karena tidak hanya berkaitan dengan penyimpanan barang, tetapi juga menentukan kelancaran penjualan dan pengadaan barang.

Yuk, kita kupas tuntas jenis-jenis persediaan dan cara pengelolaannya!

Pengertian Inventory dan Perbedaannya dengan Stock

Memahami Inventory: Pengertian, Jenis, dan Cara Kelola (freepik)
Memahami Inventory: Pengertian, Jenis, dan Cara Kelola (freepik)

Inventory adalah seluruh persediaan yang dimiliki suatu bisnis untuk mendukung kegiatan operasional. Persediaan tersebut tidak hanya berupa barang jadi siap jual, tetapi juga bahan baku, barang setengah jadi, hingga perlengkapan pendukung operasional. Berbeda dengan stock yang merujuk pada barang siap jual kepada pelanggan. Dengan kata lain, stock adalah bagian dari inventory (inventaris) dengan cakupan lebih luas.

Baca Juga: Inventory Turnover: Arti, Rumus, dan Cara Menghitungnya

Jenis-jenis Inventory yang Umum Ditemukan dalam Bisnis

Tidak semua inventaris punya fungsi yang sama. Berikut adalah empat jenis inventaris dalam bisnis:

  • Raw Material (Bahan Baku)

Raw material adalah bahan utama yang akan diolah menjadi produk jadi. Misalnya, pabrik roti menyimpan tepung, gula, dan mentega sebagai bahan baku sebelum diproduksi menjadi roti. Kamu harus menyesuaikan jumlah bahan baku dengan rencana produksi agar pabrik tidak berhenti beroperasi karena kekurangan bahan, sekaligus tidak menyimpan terlalu banyak stok yang akhirnya rusak atau kedaluwarsa.

  • Work-in-Process (Barang Setengah Jadi)

Barang setengah jadi adalah produk yang sudah melewati sebagian proses produksi, tetapi belum siap jual. Contohnya rangka sepeda yang sudah dirakit, tetapi roda dan aksesori lainnya belum terpasang. Persediaan jenis ini membantu bisnis mengetahui jumlah produk di jalur produksi serta produk yang siap diselesaikan.

  • Finished Goods (Barang Jadi)

Finished goods adalah produk yang telah melewati tahap akhir produksi dan siap dikirim ke distributor, toko, atau pelanggan. Contohnya minuman kemasan yang sudah dikemas dalam kardus dan menunggu proses distribusi. Kamu perlu memantau jumlah barang jadi agar produk selalu tersedia saat permintaan meningkat, tetapi tidak menumpuk terlalu lama di gudang.

  • MRO (Maintenance, Repair, and Operating Supplies)

MRO adalah perlengkapan yang digunakan untuk mendukung operasional perusahaan, tetapi bukan bagian dari produk penjualan. Misalnya oli untuk mesin produksi, alat kebersihan gudang, sarung tangan kerja, atau suku cadang forklift. Meskipun tidak menghasilkan pendapatan secara langsung, ketersediaannya tetap penting agar kegiatan operasional terus berjalan.

Baca Juga: Arti Stock Opname, Cara Kerja, dan Manfaatnya

Mengapa Inventory Penting Bagi Kelangsungan Operasional Bisnis?

Pengelolaan inventory yang baik membantu bisnis memenuhi permintaan pelanggan tanpa harus menunggu barang datang dari pemasok setiap kali ada pesanan. Di sisi lain, jumlah barang yang terlalu banyak juga dapat memenuhi ruang gudang dan menahan modal yang seharusnya bisa digunakan untuk kebutuhan lain. Bisnis perlu menentukan jumlah persediaan barang di gudang agar operasional tetap berjalan tanpa membuat stok menumpuk.

Cara Menghitung dan Mengelola Inventory

Mengelola persediaan tidak cukup dengan mencatat jumlah barang masuk dan keluar. Bisnis juga perlu menentukan cara menghitung nilai persediaan serta kapan waktu yang tepat untuk membeli stok baru agar biaya penyimpanan tetap efisien.

  • Metode FIFO, LIFO, dan Average Cost

FIFO (First In, First Out) berarti barang yang lebih dulu masuk akan terlebih dahulu dikeluarkan. Metode ini banyak digunakan untuk makanan, minuman, dan produk dengan masa simpan terbatas. Sementara itu, metode LIFO (Last In, First Out) menerapkan barang yang terakhir masuk akan keluar pertama. Namun, metode ini tidak lagi diperbolehkan dalam beberapa standar akuntansi seperti IFRS, karena dinilai tidak mencerminkan alur keluar barang sebenarnya pada sebagian besar bisnis.

Cara lainnya adalah menggunakan metode Average Cost. Metode ini menghitung nilai persediaan berdasarkan rata-rata harga pembelian. Cara ini banyak dipilih ketika harga barang sering berubah karena pencatatannya lebih sederhana dibanding menghitung nilai setiap barang.

Baca Juga: Pilih FIFO atau LIFO dalam Manajemen Stok? Ini Jawabannya

  • Rumus Economic Order Quantity (EOQ)

EOQ membantu bisnis menentukan jumlah pembelian paling ekonomis dalam setiap pemesanan. Perhitungan ini mempertimbangkan biaya pemesanan dan biaya penyimpanan agar perusahaan tidak terlalu sering membeli dalam jumlah kecil atau justru menyimpan terlalu banyak barang di gudang. Dengan jumlah pembelian yang lebih terukur, biaya operasional dapat ditekan tanpa meningkatkan risiko kehabisan stok.

Bagaimana Lead Time Memengaruhi Jumlah Persediaan yang Perlu Disiapkan?

Lead time adalah waktu yang dibutuhkan sejak barang dipesan hingga diterima. Semakin lama waktu tunggunya, makin besar juga cadangan persediaan yang harus disiapkan. Sebaliknya, jika pasokan datang secara cepat dan konsisten, bisnis dapat menyimpan stok dengan jumlah lebih sedikit.

  • Lead Time dari Pemasok Bahan Baku

Pemasok yang membutuhkan waktu dua minggu untuk mengirim bahan baku tentu memerlukan perencanaan berbeda dibanding supplier yang bisa mengirim dalam dua hari. Jika bisnis tidak memperhitungkan waktu tunggu tersebut, proses produksi bisa berhenti karena bahan baku belum tiba.

  • Lead Time dari Mitra Logistik atau Forwarder

Waktu pengiriman juga dipengaruhi oleh mitra logistik yang kamu pilih. Misalnya, pengiriman antarpulau membutuhkan waktu lebih lama dibanding pengiriman dalam satu kota. Kondisi cuaca, jadwal kapal, atau antrean di pelabuhan juga dapat memperpanjang waktu distribusi. Faktor-faktor ini perlu diperhitungkan saat menentukan jumlah stok cadangan yang harus tersedia.

Baca Juga: Arti Lead Time dalam Logistik, Jenis, dan Cara Menghitungnya

Apa Risiko Jika Inventory Tidak Dikelola dengan Baik?

Kesalahan dalam mengelola inventaris dapat menimbulkan berbagai masalah operasional. Barang yang terlalu lama tersimpan berisiko rusak, kedaluwarsa, atau tidak lagi diminati pelanggan. Sebaliknya, stok yang habis saat permintaan sedang tinggi bisa membuat pelanggan beralih ke kompetitor. Pencatatan yang tidak akurat juga dapat menyebabkan selisih antara jumlah barang di sistem dan kondisi sebenarnya di gudang. Semua kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya operasional sekaligus menurunkan penjualan.

Apa Perbedaan Inventory Management dan Inventory Control?

Inventory management merupakan proses mengatur seluruh siklus persediaan, mulai dari memperkirakan kebutuhan barang, melakukan pembelian, menyimpan, hingga mengevaluasi jumlah stok ideal. Berbeda dengan inventory control yang lebih berfokus pada kegiatan sehari-hari, seperti mencatat barang masuk dan keluar, menghitung stok fisik, serta memastikan jumlah barang di gudang sesuai dengan data di sistem.

Keduanya saling melengkapi. Tanpa perencanaan yang baik, pencatatan harian tidak akan cukup. Sebaliknya, strategi yang bagus juga tidak akan berjalan jika kondisi stok di lapangan tidak dipantau secara rutin.

Inventory adalah aset yang menjadi dasar bagi bisnis untuk mengambil keputusan berdasarkan kondisi stok di lapangan, bukan sekadar perkiraan. Saat jumlah inventaris tercatat dengan akurat, bisnis bisa menentukan waktu untuk membeli stok baru, produk mana yang perputarannya melambat, hingga barang apa yang perlu segera diisi kembali. Evaluasi rutin terhadap inventaris juga membantu bisnis lebih sigap merespons perubahan permintaan pelanggan sebelum masalah seperti kehabisan stok atau penumpukan barang terjadi.

Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.

Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top