Home / Blog / Gross Weight: Cara Menghitung dan Bedanya dengan Net Weight

Gross Weight: Cara Menghitung dan Bedanya dengan Net Weight

Gross weight dalam konteks logistik adalah berat gabungan dari kemasan (container) dan juga barang muatan di dalamnya. Perhitungan gross weight digunakan untuk menentukan kapasitas muatan, menghitung biaya angkut, hingga memastikan kepatuhan terhadap regulasi transportasi.

Oleh karena peran perhitungan gross weight yang sangat penting, maka dari itu pahamilah semua informasi dan cara menghitungnya di artikel ini.

Apa Itu Gross Weight?

Gross weight adalah berat total suatu muatan setelah ditambah dengan seluruh kemasan atau alat angkut yang menyertainya. Dalam konteks pengiriman menggunakan container, gross weight merupakan gabungan antara berat bersih barang (net weight) dan berat kosong container (tare weight).

Informasi gross weight memiliki peran penting dalam berbagai aktivitas logistik, seperti:

  • Shipping line menggunakan data ini untuk memastikan berat container masih berada dalam batas aman kapal
  • Perusahaan trucking membutuhkannya untuk memastikan kendaraan tidak mengalami overload.
  • Operator pelabuhan menggunakannya untuk menentukan metode penanganan container selama proses bongkar muat.

Perbedaan Gross Weight dan Net Weight

Gross weight dan net weight merupakan dua istilah yang sama-sama berkaitan dengan berat barang, tetapi keduanya memiliki fungsi yang berbeda dalam proses logistik. Memahami perbedaannya akan membantu kamu menghindari kesalahan saat menghitung muatan maupun menyusun dokumen pengiriman.

  • Gross Weight merupakan berat total barang beserta seluruh kemasan atau media angkut yang digunakan, seperti pallet, peti kayu, atau container.
  • Net Weight adalah berat bersih barang tanpa menghitung berat kemasan, pallet, maupun container.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan mengirim mesin dengan berat bersih (net weight) sebesar 5.000 kg menggunakan peti kayu seberat 300 kg.

Maka:

  • Net Weight = 5.000 kg
  • Berat Kemasan (tare weight) = 300 kg
  • Gross Weight = 5.300 kg

Net weight biasanya digunakan untuk menunjukkan berat aktual barang yang diperjualbelikan, sedangkan gross weight digunakan untuk menentukan kapasitas angkut kendaraan, menghitung biaya logistik tertentu, serta memastikan muatan tidak melebihi batas yang diizinkan.

Setelah memahami perbedaan gross weight dan net weight, kamu juga perlu mengetahui peran tare weight sebagai komponen yang membentuk gross weight, khususnya pada pengiriman menggunakan container atau kendaraan angkut.

Baca Juga: Pahami Tare Weight dan Cara Hitungnya dalam Logistik

Cara Menghitung Gross Weight

Pada praktiknya, gross weight dapat diperoleh melalui proses penimbangan maupun perhitungan berdasarkan data berat barang dan kemasan. Jika seluruh komponen berat sudah diketahui, kamu dapat menghitungnya menggunakan rumus sederhana berikut.

Menentukan berat bersih (net weight)

Langkah pertama adalah mengetahui berat bersih barang tanpa menghitung berat kemasan container. Sebagai contoh, sebuah perusahaan akan mengirim mesin industri dengan informasi net weight seberat 16.200 kg. Angka tersebut hanya menunjukkan berat mesin dan belum termasuk container yang akan digunakan.

Menentukan tare weight

Selanjutnya, cari informasi mengenai tare weight container atau kemasan yang digunakan. Informasi ini biasanya dapat ditemukan pada pintu container atau spesifikasi yang diberikan oleh shipping line. Misalnya, container 20 feet yang akan dipakai memiliki spesifikasi tare weight seberat 2.300 kg.

Menghitung gross weight

Setelah mengetahui net weight dan tare weight, kamu dapat menghitung gross weight menggunakan rumus berikut.

Rumus:

Gross Weight = Net Weight + Tare Weight

Jika menggunakan contoh net weight dan tare weight di atas, maka perhitungannya menjadi:

Gross Weight = 16.200 kg + 2.300 kg = 18.500 kg

Artinya, berat total container yang akan diangkut adalah 18.500 kg. Nilai inilah yang nantinya digunakan pada proses penimbangan, penyusunan dokumen pengiriman, hingga perhitungan kapasitas angkut kendaraan.

Cara Mengetahui Gross Weight Barang Logistik

Selain menghitung menggunakan rumus, gross weight juga dapat diketahui melalui beberapa metode yang umum digunakan dalam operasional logistik.

1. Menggunakan jembatan timbang (weighbridge)

Cara paling akurat adalah menggunakan jembatan timbang. Pada metode ini, truk yang membawa container akan ditimbang setelah proses stuffing selesai sehingga diperoleh berat total kendaraan beserta muatan.

Jika diperlukan, berat kendaraan kosong kemudian dikurangi dari hasil penimbangan untuk mendapatkan gross weight container. Cara ini banyak digunakan pada pengiriman container ekspor karena menghasilkan data yang lebih akurat.

2. Menggunakan timbangan industri

Untuk barang yang belum dimasukkan ke dalam container, perusahaan biasanya menggunakan timbangan industri. Misalnya, pallet berisi produk makanan, mesin, atau bahan baku ditimbang terlebih dahulu sebelum proses stuffing. Setelah seluruh pallet ditimbang, berat kemasan tambahan dapat dijumlahkan sehingga diperoleh gross weight yang akan dicantumkan pada dokumen pengiriman.

3. Menghitung berdasarkan berat barang dan kemasan

Pada beberapa jenis produk, seluruh spesifikasi berat sudah diketahui sejak awal sehingga penimbangan ulang tidak selalu diperlukan.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan akan mengirim 50 karton produk dengan berat masing-masing 20 kg. Setiap karton menggunakan pallet seberat 30 kg dan dibungkus stretch wrap dengan berat total 10 kg. Dengan menjumlahkan seluruh komponen tersebut, perusahaan dapat memperkirakan gross weight sebelum barang dimuat ke dalam container.

Metode ini sering digunakan pada tahap perencanaan kapasitas muatan agar perusahaan dapat menentukan jumlah barang yang dapat dimasukkan ke dalam container tanpa melebihi payload maksimum.

Hubungan Gross Weight dengan Verified Gross Mass (VGM)

Dalam pengiriman laut internasional, gross weight memiliki hubungan erat dengan Verified Gross Mass (VGM). VGM adalah berat total container yang telah diverifikasi sesuai ketentuan International Maritime Organization (IMO) melalui regulasi Safety of Life at Sea (SOLAS). Ketentuan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas kapal, mencegah overload, dan meningkatkan keselamatan selama proses pelayaran.

Sebelum container dimuat ke atas kapal, pengirim wajib melaporkan VGM kepada shipping line. Nilai VGM diperoleh melalui penimbangan container yang telah berisi muatan atau dengan menjumlahkan berat seluruh barang, material pengemasan, dan tare weight container menggunakan metode yang telah disetujui.

Sebagai contoh, jika gross weight hasil perhitungan adalah 18.500 kg, maka angka tersebut harus diverifikasi melalui prosedur VGM sebelum container dapat dimuat ke kapal. Apabila berat aktual ternyata lebih besar daripada yang dilaporkan, shipping line dapat menolak pemuatan hingga data diperbaiki.

Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Perhitungan Gross Weight

Kesalahan dalam menghitung gross weight dapat menyebabkan masalah operasional maupun biaya tambahan selama proses pengiriman.

  • Menganggap gross weight sama dengan net weight: Gross weight sudah mencakup berat container atau kemasan, sedangkan net weight hanya menghitung berat barang.
  • Menggunakan data tare weight yang tidak sesuai: Setiap ukuran dan jenis container memiliki berat kosong yang berbeda sehingga harus disesuaikan dengan unit yang digunakan.
  • Tidak memperhitungkan seluruh material pengemasan: Pallet, peti kayu, dunnage, maupun stretch wrap sering terlupakan sehingga gross weight menjadi lebih kecil dari kondisi sebenarnya.
  • Tidak memverifikasi hasil penimbangan: Perbedaan antara berat aktual dan data pada dokumen dapat menyebabkan revisi dokumen atau penolakan saat proses pengiriman.
  • Melebihi batas maksimum payload container: Gross weight yang terlalu besar dapat menyebabkan container tidak memenuhi ketentuan keselamatan sehingga perlu dilakukan redistribusi muatan.

Sudah Lebih Paham Tentang Gross Weight?

Gross weight adalah berat kotor, di mana perhitungannya meliputi total dari berat kemasan (tare weight) ditambah dengan berat muatan (net weight). Sampai sini tentu kamu sudah memahami pengertian gross weight, cara menghitungnya, serta kaitannya dengan VGM. Dengan begitu, kamu dapat menyusun perencanaan pengiriman yang lebih akurat.

Selain membantu memastikan kepatuhan terhadap regulasi, perhitungan gross weight yang tepat juga dapat mengurangi risiko keterlambatan, biaya tambahan, dan kendala operasional selama proses logistik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top