Home / Blog / Pengertian Fragile dalam Logistik dan Cara Kirim Barangnya
Pengertian Fragile dalam Logistik dan Cara Kirim Barang Fragile (freepik)

Pengertian Fragile dalam Logistik dan Cara Kirim Barangnya

Pernahkah kamu menerima paket dengan stiker bertuliskan “fragile”? Stiker tersebut bukan sekadar hiasan, melainkan peringatan bahwa isi paket tersebut mudah rusak atau pecah jika penanganannya tidak hati-hati. Fragile adalah istilah untuk menandai barang yang mudah rusak, pecah, bahkan retak jika terkena benturan atau tekanan.

Yuk, kita bahas lebih lanjut dalam artikel ini terkait penanganannya!

Pengertian Fragile dalam Logistik

Pengertian Fragile dalam Logistik dan Cara Kirim Barang Fragile (freepik)
Pengertian Fragile dalam Logistik dan Cara Kirim Barang Fragile (freepik)

Dalam proses distribusi, muatan tidak hanya dipindahkan dari gudang langsung ke tangan pelanggan. Barang bisa berpindah beberapa kali, mulai dari gudang, tempat sortir, hingga kendaraan pengiriman. Saat muatan berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, selalu ada risiko kerusakan, terutama untuk yang sensitif terhadap benturan.

Fragile adalah istilah untuk produk yang mudah pecah, rusak, atau hancur jika terkena benturan, tekanan, atau getaran. Jenis muatan ini memerlukan penanganan khusus selama proses pengiriman. Label penanda biasanya ditempel di bagian luar kemasan. Tujuannya agar kurir, petugas sortir, dan siapapun yang menangani paket agar lebih berhati-hati. Mereka tidak boleh melempar, menjatuhkan, atau menumpuk barang berat di atasnya.

Baca Juga: Pengertian Distribusi Logistik, Jenis dan Prosesnya dalam Supply Chain

Jenis Barang yang Termasuk Fragile

Barang fragile tidak hanya merujuk pada produk pecah belah saja. Banyak jenis produk lain yang juga masuk kategori ini karena sensitif terhadap tekanan atau getaran. Berikut adalah beberapa muatan yang masuk kategori mudah rusak:

  1. Barang Pecah Belah
  2. Elektronik
  3. Alat Laboratorium
  4. Karya Seni
  5. Produk Kosmetik
  6. Alat Musik

Memahami karakteristik muatan sejak awal bisa membantu kamu untuk menentukan metode packing yang tepat sebelum melakukan pengiriman.

Baca Juga: Cara Menghitung Volume Paket untuk Pengiriman

Teknik Packing untuk Barang Fragile

Mengemas muatan fragile tidak bisa sembarangan. Ada teknik khusus yang perlu diterapkan agar produk aman sampai tujuan.

Double Box

Teknik ini menggunakan dua lapis kardus. Produk dibungkus bubble wrap lalu dimasukkan ke kardus pertama. Kardus pertama kemudian dimasukkan ke kardus kedua yang lebih besar. Ruang antara kedua kardus diisi dengan bubble wrap, styrofoam, atau kertas koran. Teknik ini sangat efektif untuk produk bernilai tinggi karena bisa memberikan perlindungan ganda.

Foam Packing

Foam atau styrofoam bisa dipotong sesuai bentuk barang. Buat lubang di foam yang persis mengikuti kontur produk. Barang akan terkunci di tempatnya dan tidak bergerak saat kardus diguncang. Teknik ini cocok untuk barang elektronik seperti laptop atau kamera.

Bubble Wrap

Bubble wrap adalah plastik bergelembung yang berfungsi sebagai peredam benturan. Bungkus barang dengan bubble wrap minimal dua lapis. Untuk produk yang sangat sensitif, lapisi hingga empat lapis. Pastikan seluruh permukaan tertutup, terutama bagian sudut yang paling rentan pecah.

Penggunaan Stiker Peringatan

Setelah pengemasan selesai tempelkan stiker “FRAGILE” di semua sisi kardus. Jangan hanya di satu sisi, karena kurir tidak selalu melihat paket dari sisi yang sama. Gunakan stiker berwarna mencolok seperti merah atau oranye agar mudah terlihat.

Baca Juga: Kenapa First Mile Hub Jadi Penentu Cepatnya Pengiriman? Ini Faktanya

Tips Memilih Jasa Pengiriman untuk Barang Fragile

Mengirim barang yang rentan rusak tidak hanya bergantung pada packing. Pemilihan jasa pengiriman juga berpengaruh terhadap kondisi paket saat sampai. Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu terapkan:

  • Pilih layanan dengan penanganan khusus barang fragile.
  • Perhatikan reputasi jasa pengiriman, dengan mencari mitra yang terbiasa menangani barang sensitif dan punya track record baik.
  • Pastikan ada opsi asuransi untuk membantu mengurangi risiko kerugian jika terjadi kerusakan selama proses pengiriman.
  • Periksa sistem pelacakan (tracking) guna memantau posisi barang selama perjalanan, terutama untuk pengiriman jarak jauh.

Fragile adalah penanda barang yang membutuhkan penanganan lebih hati-hati selama proses pengiriman. Label ini membantu tim operasional mengenali jenis barang, meskipun harus diikuti prosedur dan standar packing yang tepat. Cara mengemas, pemilihan material packing, dan menentukan jasa pengiriman akan sangat berpengaruh terhadap kondisi barang saat sampai.

Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.

Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top