Home / Blog / Apa Itu CBM Dalam Logistik dan Cara Menghitungnya
Apa Itu CBM Dalam Logistik dan Cara Menghitungnya (freepik)

Apa Itu CBM Dalam Logistik dan Cara Menghitungnya

Pernahkah Anda menerima tagihan pengiriman yang terasa lebih mahal dari perkiraan, padahal barangnya tidak terlalu berat? Mungkin saja perhitungan biaya tersebut berdasarkan volume, bukan berat aktualnya. Nah, dalam dunia logistik, biaya pengiriman perhitungan biaya kirim memang diukur berdasarkan volume barang, yaitu cubic meter (CBM). Yuk, kita bahas selengkapnya dalam artikel ini!

Pengertian CBM atau Cubic Meter

CBM adalah standar pengukuran volume kargo yang menunjukkan total ruang yang barang butuhkan dalam kontainer, truk, maupun pesawat. Jika berat aktual mengukur seberapa berat barang saat ditaruh di atas timbangan, sementara CBM mengukur seberapa makan tempat muatan Anda. Sebagai contoh, barang ringan seperti bantal atau kursi plastik akan dihitung berdasarkan volumenya, karena memakan banyak ruang. Penggunaan cubic meter sebagai standar pengukuran berlaku di semua moda transportasi, baik laut, udara, maupun darat untuk memastikan efisiensi ruang dan perhitungan biaya yang akurat.

Baca Juga: 4 Fungsi Cargo dan Jenis Pengiriman yang Sering Digunakan

Rumus CBM

Cara menghitung CBM sangat sederhana, yaitu: CBM = Panjang (meter) x Lebar (meter) x Tinggi (meter) Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Ukur panjang, lebar, dan tinggi paket dalam satuan meter.
  2. Jika ukuran barang masih dalam sentimeter, konversikan ke meter dengan membagi 100.
  3. Kalikan ketiganya.
  4. Untuk beberapa paket dengan ukuran sama, hitung CBM satu paket, lalu kalikan dengan jumlah paket.

Perhitungan ini membantu kita untuk mengetahui volume barang dalam satuan meter kubik (m3).

Contoh Perhitungan

Apa Itu CBM Dalam Logistik dan Cara Menghitungnya (freepik)
Apa Itu CBM Dalam Logistik dan Cara Menghitungnya (freepik)

Sebagai contoh, Anda memesan 50 kardus produk skincare dari supplier. Setiap kardus memiliki dimensi panjang 50 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 40 cm. Berikut adalah tahapan perhitungannya:

  1. Volume satu kardus: 50 cm x 40 cm x 40 cm = 0,5 m x 0,4 m x 0,4 m = 0,08 m3
  2. Total volume pengiriman: 0,08 x 50 kardus = 4 CBM.

Dengan ukuran 4 CBM ini, Anda sudah bisa memperkirakan kapasitas kendaraan yang dibutuhkan. Sebagai gambaran, sebuah kontainer berukuran 20 feet standar memiliki kapasitas sekitar 33 CBM. Jadi, kiriman Anda hanya akan mengisi sebagian kecil dari ruang dalam kontainer tersebut. Jika total muatan hanya memenuhi sebagian kecil ruang dalam kontainer, Anda bisa memilih metode Less Than Container Load (LTL) adalah pilihan tepat dan efisien dari segi biaya.

Baca Juga: Biaya Logistik Gak Sesimpel Ongkir, Ini Jenisnya Biar Gak Salah Hitung!

Hubungan Cubic Meter Dengan Biaya Pengiriman

Pihak logistik biasanya menggunakan konsep chargeable weight. Mereka akan membandingkan berat aktual (hasil timbangan) dengan berat volume (CBM). Perusahaan akan menagih Anda berdasarkan angka mana yang lebih besar. Misalnya kargo Anda sangat ringan, namun ukurannya besar, maka mereka akan menagih berdasarkan volume CBM tersebut. Sebaliknya, jika Anda mengirim barang yang kecil, namun sangat padat dan berat, seperti lempengan besi, maka tagihan akan merujuk pada berat aktual hasil timbangan.

Baca Juga: 5 Truk Kargo Paling Efisien untuk Pengiriman Antar Kota & Pulau

Kesalahan Umum Menghitung Volume

Berikut adalah beberapa kesalahan yang sering kali terjadi saat menghitung volume barang:

1. Lupa Mengkonversi Satuan

Umumnya, dimensi barang tertulis dalam ukuran sentimeter (cm). Ingat, 1 meter = 100 cm. Kalau lupa mengkonversinya, volume barang bisa meleset jauh dari yang seharusnya.

2. Tidak Memasukkan Dimensi Palet

Palet kerap menambah tinggi total. Kalau diabaikan, volume yang dihitung bisa lebih kecil dari yang sebenarnya sehingga bisa berakibat penyesuaian biaya di lapangan.

3. Mengabaikan Total Volume Untuk Banyak Paket

Volume total harus memperhitungkan jumlah keseluruhan paket yang Anda kirim.

4. Anggapan CBM Sama Dengan Berat

Volume dan berat adalah dua hal berbeda. Selalu hitung keduanya untuk menentukan chargeable weight.

5. Tidak Mengukur Dengan Teliti

Mengandalkan perkiraan tanpa alat ukur menyebabkan data menjadi tidak akurat. Pemahaman mengenai CBM adalah langkah awal untuk menyusun anggaran logistik secara akurat dan efektif. Dengan perhitungan yang efektif, Anda bisa memilih metode yang paling efisien, baik dari segi waktu maupun biaya sesuai dengan kebutuhan bisnis. Kuncinya adalah tiga hal ini: ukur dengan teliti, konversi ukuran ke satuan meter, dan selalu bandingkan berat aktual dengan berat volume.

Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.

Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top