Bagi UMKM, biaya logistik sering menjadi pos pengeluaran terbesar kedua setelah produksi, terutama ketika jumlah besanan mulai meningkat dan area distribusi semakin luas. Tidak sedikit pemilik usaha yang merasa margin keuntungan berkurang karena tingginya ongkos kirim, biaya packing, atau pengiriman yang kurang efisien. Padahal, ada banyak cara UMKM menghemat biaya logistik tanpa harus mengurangi kualitas layanan ke pelanggan.
Yuk, kita bahas selengkapnya dalam artikel ini cara menghemat biaya logistik bagi bisnis kecil hingga menengah!
Baca Juga: Tantangan Logistik UMKM dan Cara Mengatasinya
1. Gabungkan Pengiriman Barang (Konsolidasi)

Pengiriman rutin dalam jumlah kecil biasanya membuat membengkaknya biaya distribusi. Beberapa UMKM mulai mengatur jadwal distribusi agar beberapa pesanan dapat dikirim sekaligus dalam satu rute atau satu jadwal distribusi.
Sebagai contoh, jika Anda mengirim 5 paket ke satu kecamatan yang sama di waktu berbeda akan dikenakan biaya 5 kali. Sebaliknya, jika Anda mengirim 5 paket sekaligus dalam satu perjalanan bisa menghemat biaya hingga 30–40%. Cara ini membantu mengurangi biaya transportasi dan penggunaan armada.
Baca Juga: Faktor Pendukung untuk Logistik yang Efektif
2. Gunakan Jasa 3PL (Third-Party Logistics)
Tidak semua UMKM perlu memiliki gudang atau armada sendiri. Banyak bisnis mulai menggunakan layanan 3PL untuk membantu proses penyimpanan, packing, dan pengiriman barang. Cara ini biasanya lebih fleksibel, terutama untuk UMKM dengan volume pesanan yang masih berubah-ubah. Bisnis juga tidak perlu mengeluarkan biaya besar di awal untuk menyewa gudang atau mengelola armada distribusi sendiri.
3. Optimalkan Pengemasan
Ukuran dan jenis kemasan ikut memengaruhi ongkos kirim. Kemasan yang terlalu besar membuat volume distribusi meningkat, sementara packing yang tidak sesuai standar meningkatkan risiko kerusakan barang. Oleh karena itu, UMKM perlu menyesuaikan kemasan dengan ukuran dan karakter produk agar biaya pengiriman tetap efisien tanpa mengurangi keamanan barang.
Sebagai contoh, jika barang ringan tapi besar seperti bantal dan kasur, kompres ukurannya dengan vacuum atau plastik shrink untuk mengecilkan volume.
4. Terapkan Prinsip FIFO
Barang yang masuk pertama harus keluar pertama untuk mencegah produk kadaluarsa sehingga berujung terbuang sia-sia. Anda bisa mengatur tata letak rak berdasarkan waktu masuknya. Tempatkan barang lama di depan dan barang baru di belakang. Staf harus terbiasa mengambil dari bagian depan. Untuk produk digital atau jasa, atur jadwal pengerjaan berdasarkan urutan pesanan masuk.
Baca Juga: Pilih FIFO atau LIFO dalam Manajemen Stok? Ini Jawabannya
5. Gunakan Platform Multi-Ekspedisi
Setiap jasa pengiriman memiliki tarif dan layanan yang berbeda. Platform pengiriman multi-ekspedisi membantu UMKM membandingkan ongkir, estimasi waktu distribusi, dan pilihan layanan dalam satu dashboard. Cara ini memudahkan bisnis memilih mitra yang paling sesuai dengan kebutuhan dan anggaran operasional.
6. Digitalisasi Proses Logistik
Tidak sedikit pelaku usaha berskala mikro hingga menengah melakukan pencatatan stok dan pesanan secara manual. Ketika transaksi meningkat, proses seperti ini sering memicu kesalahan data, pesanan terlewat, atau pencarian barang yang memakan waktu lebih lama.
Penggunaan aplikasi manajemen inventaris, software kasir, atau dashboard pengiriman membantu operasional jadi lebih efisien dan mudah dipantau.
Baca Juga: Apa Itu Digitalisasi Logistik dan Manfaatnya
7. Audit dan Evaluasi Rutin
Tanpa evaluasi, Anda tidak akan tahu apakah biaya logistik membengkak karena faktor musiman, karena carrier tidak efisien, atau hanya kesalahan internal. Berikut adalah langkah audit dan evaluasi rutin yang bisa Anda lakukan:
- catat semua pengeluaran logistik tiap bulan
- bandingkan antarbulan
- evaluasi performa carrier
- ganti vendor carrier yang tidak memenuhi standar
Memahami cara UMKM menghemat biaya logistik bukan hanya soal memangkas biaya secara instan, melainkan bagaimana kita mengelola operasionalnya dengan lebih efisien. Efisiensi biaya logistik dapat dimulai dengan langkah sederhana dalam operasional seperti konsolidasi pengiriman, menyesuaikan ukuran kemasan, dan digitalisasi pencatatan stok. Dengan perubahan kecil yang konsisten, Anda bisa menghemat biaya logisitik tanpa mengurangi kualitas layanan.
Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.
Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!
Kirim Barang Tanpa Ribet. Semua Bisa dari Satu Platform!
Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.


