Dalam pengiriman barang berskala besar, penggunaan kontainer untuk menyimpan muatan sudah jadi pilihan utama. Namun, pemilihan metode pengiriman, yaitu FCL (satu kontainer penuh) atau LCL (berbagi kontainer dengan pengirim lain) membutuhkan pertimbangan matang. Salah satu pertimbangan utamanya adalah volume muatan.
Di sinilah pentingnya untuk mengetahui cara menghitung kubikasi kontainer agar Anda bisa menentukan jenis layanan mana yang paling efisien untuk kebutuhan bisnis. Tanpa perhitungan yang akurat, Anda berisiko membayar ruang kosong yang tidak terpakai atau justru kekurangan ruang saat barang sudah siap di area muat.
Yuk, kita bahas langkah-langkah hingga contoh perhitungannya selengkapnya dalam artikel ini!
Baca Juga: Apa Itu Kontainer dalam Logistik?
Rumus Kubikasi Kontainer

Kubikasi dalam logistik biasanya dinyatakan dalam satuan cubic meter (CBM). CBM menjadi ukuran volume yang menunjukkan berapa banyak ruang tersedia atau diperlukan. Untuk pengiriman jalur laut, Anda tidak perlu repot mengubah satuan ke meter di awal. Gunakan saja ukuran sentimeter langsung agar memudahkan.
Berikut adalah rumusnya:
1. Jalur Laut (Sea Freight)
Fokus pada ruang yang terpakai (CBM)
CBM (m3) = Panjang (cm) x Lebar (cm) x Tinggi (cm) / 1.000.000
2. Jalur Darat (Land Freight)
Menggunakan estimasi berat volume (kg)
Berat Volume = Panjang (cm) x Lebar (cm) x Tinggi (cm) / 4.000
3. Jalur Udara (Air Freight)
Menggunakan angka pembagi yang lebih besar (kg), karena ruang pesawat sangat terbatas.
Berat Volume = Panjang (cm) x Lebar (cm) x Tinggi (cm) / 6.000
Untuk beberapa barang dengan ukuran sama, hitung CBM per unit, lalu kalikan dengan jumlah barang. Sementara itu, jika barang memiliki ukuran berbeda, hitung satu per satu CBM-nya, lalu jumlahkan totalnya.
Baca Juga: Cara Menghitung Volume Paket untuk Pengiriman
Kapasitas Kontainer
Setiap jenis kontainer memiliki kapasitas kubikasi yang berbeda. Kapasitas peti kemas dapat menjadi acuan awal sebelum Anda menghitung kebutuhan ruang untuk muatan.
| Jenis Kontainer | Dimensi Internal (P x L x T) | Kapasitas CBM | Berat Muatan Maksimum |
| 20 Feet | 5,90 x 2,35 x 2,39 m | ±28–33 | 28 ton |
| 21 Feet | 6,30 x 2,35 x 2,39 m | ±34–37 | 24 ton |
| 40 Feet | 12,03 x 2,35 x 2,39 m | ±58–67 | 27 ton |
| 40 Feet High Cube | 12,03 x 2,35 x 2,69 m | ±67–76 | 27 ton |
| 45 Feet High Cube | 13,55 x 2,35 x 2,69 m | ±78–86 | 26 ton |
Anda perlu tahu kalau angka di atas adalah kapasitas maksimal berdasarkan spesifikasi. Namun, pada praktiknya, ruang kontainer tidak bisa dimanfaatkan 100%, karena beberapa faktor berikut:
- Bentuk barang tidak selalu pas dengan bentuk kontainer
- Perlu ruang untuk penataan dan pengikatan
- Ada batas berat maksimal (payload) yang tidak boleh dilampaui
Contoh Perhitungan Kubikasi Kontainer
Mari kita gunakan satu objek yang sama, yaitu 100 kardus dengan dimensi per kardus 50 cm x 40 cm x 40 cm dan berat asli 15 kg/kardus.
1. Jalur Laut (Fokus Pada Ruang/CBM)
Untuk jalur laut, kita mencari total CBM guna menentukan apakah Anda butuh kontainer penuh (FCL) atau cukup LCL.
- Hitung CBM per kardus: (50 x 40 x 40) / 1.000.000 = 0,08 m3
- Total Volume: 0,08 x 100 kardus = 8 CBM
- Insight: Dengan total 8 CBM, pengiriman LCL adalah opsi paling hemat karena kapasitas kontainer 20 kaki masih terlalu luas untuk muatan ini.
2. Jalur Darat (Fokus Pada Berat Volume)
Di jalur darat, perusahaan ekspedisi akan membandingkan berat asli dengan berat volume. Mana yang lebih tinggi itulah yang ditagih.
- Berat Asli Total: 15 kg x 100 kardus = 1.500 kg
- Berat Volume Darat: ((50 x 40 x 40) / 4.000) x 100 kardus = 2.000 kg
- Insight: Karena berat volume (2.000 kg) lebih besar dari berat asli, maka Anda akan ditagih berdasarkan angka 2.000 kg.
3. Jalur Udara
Pesawat memiliki ruang yang sangat terbatas sehingga angka pembaginya paling besar.
- Berat Volume Udara: ((50 x 40 x 40) / 6.000) x 100 kardus = 1.333,3 kg
- Bandingkan Dengan Berat Asli: 1.500 kg
- Insight: Pada skenario ini, Anda akan ditagih berdasarkan berat asli (1.500 kg), karena nilainya lebih tinggi dari berat volume.
Hal Penting yang Perlu Diperhatikan
Selain rumus di atas, pastikan Anda juga memperhitungkan dua kondisi teknis ini:
- Barang Beragam Ukuran: Jika ukuran kardus berbeda-beda, hitung CBM tiap kelompok secara terpisah, lalu jumlahkan totalnya. Sebaiknya tambahkan cadangan ruang (dead space) sekitar 10% karena barang yang tidak seragam pasti menyisakan banyak celah kosong di dalam kontainer.
- Penggunaan Palet: Dimensi palet wajib ikut dihitung sebagai satu kesatuan dengan barang. Ingat, meskipun secara CBM muatan palet Anda masih kecil, kapasitas kontainer bisa saja sudah penuh karena terbatasnya luas lantai (khususnya jika palet tidak bisa ditumpuk).
Tips Optimasi Muatan Kontainer
Menghitung kubikasi saja belum cukup. Anda perlu memahami cara mengoptimalkan ruang yang tersedia dengan menerapkan beberapa tips berikut:
1. Perhatikan Bentuk Barang
Barang yang bentuknya tidak simetris kerap menyisakan ruang kosong. Untuk mengoptimalkannya, gunakan kemasan yang lebih seragam agar memudahkan penyusunan.
2. Gunakan Palet Secara Efisien
Di satu sisi, palet memudahkan penataan, tetapi juga makan tempat. Pilih ukuran palet yang sesuai dengan dimensi kontainer.
3. Maksimalkan Susunan Vertikal
Banyak pengiriman hanya fokus pada panjang dan lebar, padahal tinggi kontainer juga bisa dimanfaatkan. Susun barang secara bertingkat selama kemasan cukup kuat menahan beban dan posisi barang tetap stabil.
4. Sisakan Ruang Untuk Handling
Jangan memaksakan ruang peti kemas penuh 100%. Anda tetap perlu ruang untuk proses bongkar muat agar tidak menyulitkan saat sampai tujuan.
5. Cek Kembali Perhitungan
Kesalahan kecil dalam konversi ukuran atau jumlah barang bisa menyebabkan pembengkakan budget logistik, kekurangan ruang, bahkan membutuhkan tambahan kontainer.
Perhitungan volume bukan sekadar angka di atas kertas saja. Hal ini menjadi dasar dalam menentukan efisiensi pengiriman secara keseluruhan. Dengan memahami cara menghitung kubikasi kontainer, Anda bisa merencanakan pengiriman dengan perhitungan yang tepat, mulai dari pemilihan jenis peti kemas hingga penyusunan muatan di dalamnya.
Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.
Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!
Kirim Barang Tanpa Ribet. Semua Bisa dari Satu Platform!
Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.


