Saat mengirim barang dalam jumlah besar, ukuran muatan ikut menentukan jenis layanan yang paling masuk akal. Barang bisa dikirim dengan FCL menggunakan satu kontainer penuh atau LCL dengan berbagi ruang kontainer bersama muatan pengirim lain. Salah satu angka yang perlu diketahui sebelum memilih adalah volume barang.
Kalau sedang mencari cara hitung kubikasi barang, dasarnya cukup sederhana: ukur panjang, lebar, dan tinggi barang, lalu hitung volumenya. Cara menghitung kubikasi barang dengan benar membantu bisnis memperkirakan kebutuhan ruang sebelum barang masuk ke area muat.
Perhitungan kubikasi juga berguna saat menentukan apakah muatan masih cukup menggunakan LCL atau sudah lebih sesuai dikirim dengan FCL. Dengan begitu, bisnis tidak hanya melihat ukuran kontainer, tetapi juga ruang yang benar-benar dibutuhkan oleh barang.
Baca Juga: Apa Itu Kontainer dalam Logistik?
Rumus Kubikasi Kontainer

Dalam logistik, volume barang umumnya dinyatakan dalam satuan cubic meter (CBM). Angka ini menunjukkan seberapa besar ruang yang dibutuhkan muatan. Untuk cara menghitung kubikasi barang logistik dalam satuan CBM, ukuran dalam sentimeter bisa langsung digunakan dengan rumus berikut.
1. Jalur Laut (Sea Freight)
Pada pengiriman laut, salah satu perhitungan yang digunakan adalah volume barang dalam CBM:
CBM (m3) = Panjang (cm) x Lebar (cm) x Tinggi (cm) / 1.000.000
2. Jalur Darat (Land Freight)
Untuk pengiriman darat, penyedia jasa dapat menggunakan berat volume sebagai salah satu dasar perhitungan. Dalam contoh artikel ini, rumus yang digunakan adalah:
Berat Volume = Panjang (cm) x Lebar (cm) x Tinggi (cm) / 4.000
Faktor pembagi berat volume dapat berbeda tergantung penyedia layanan dan ketentuan pengirimannya. Karena itu, cek kembali rumus yang digunakan sebelum menghitung biaya.
3. Jalur Udara (Air Freight)
Pengiriman udara juga dapat menggunakan berat volume. Dalam contoh berikut, perhitungannya menggunakan pembagi 6.000:
Berat Volume = Panjang (cm) x Lebar (cm) x Tinggi (cm) / 6.000
Sama seperti pengiriman darat, ketentuan berat volume sebaiknya dikonfirmasi ke penyedia layanan karena faktor yang digunakan bisa berbeda.
Kalau semua barang memiliki ukuran yang sama, hitung volume satu unit lalu kalikan dengan jumlah barang. Kalau ukurannya berbeda-beda, hitung setiap ukuran secara terpisah kemudian jumlahkan hasilnya.
Baca Juga: Cara Menghitung Volume Paket untuk Pengiriman
Kapasitas Kontainer
Setiap tipe kontainer memiliki dimensi dan kapasitas yang berbeda. Data kapasitas bisa menjadi acuan awal saat memperkirakan berapa banyak ruang yang tersedia untuk muatan.
| Jenis Kontainer | Dimensi Internal (P x L x T) | Kapasitas CBM | Berat Muatan Maksimum |
| 20 Feet | 5,90 x 2,35 x 2,39 m | ±28–33 | 28 ton |
| 21 Feet | 6,30 x 2,35 x 2,39 m | ±34–37 | 24 ton |
| 40 Feet | 12,03 x 2,35 x 2,39 m | ±58–67 | 27 ton |
| 40 Feet High Cube | 12,03 x 2,35 x 2,69 m | ±67–76 | 27 ton |
| 45 Feet High Cube | 13,55 x 2,35 x 2,69 m | ±78–86 | 26 ton |
Angka kapasitas tidak selalu sama dengan ruang yang akhirnya bisa dipakai untuk barang. Susunan muatan, bentuk kemasan, penggunaan palet, hingga batas payload ikut menentukan seberapa banyak barang yang benar-benar dapat dimuat.
- Bentuk barang tidak selalu pas dengan dimensi kontainer
- Perlu ruang untuk penataan, pengikatan, dan proses handling
- Batas berat muatan (payload) tetap harus diperhatikan meskipun ruang masih tersedia
Jadi, cara menghitung muatan kontainer tidak cukup hanya dengan membandingkan total CBM barang dengan kapasitas teoritis kontainer. Susunan fisik barang di dalamnya juga perlu diperhitungkan.
Contoh Perhitungan Kubikasi Kontainer
Supaya lebih mudah dibaca, gunakan contoh 100 kardus dengan ukuran masing-masing 50 cm x 40 cm x 40 cm dan berat aktual 15 kg per kardus.
1. Jalur Laut: Hitung Total CBM
Untuk jalur laut, total CBM bisa digunakan sebagai salah satu acuan saat menentukan apakah barang lebih sesuai menggunakan kontainer penuh (FCL) atau LCL.
- CBM per kardus: (50 x 40 x 40) / 1.000.000 = 0,08 m3
- Total volume: 0,08 x 100 kardus = 8 CBM
- Interpretasi: Total muatan dalam contoh ini adalah 8 CBM. Angka tersebut kemudian dapat dibandingkan dengan kapasitas dan penawaran LCL maupun FCL yang tersedia.
Pilihan yang paling efisien tetap bergantung pada tarif, rute, karakter barang, jadwal, dan ketentuan layanan. Jadi, total CBM saja belum cukup untuk menentukan opsi yang paling hemat.
2. Jalur Darat: Bandingkan Berat Aktual dan Berat Volume
Dalam contoh ini, berat aktual dibandingkan dengan berat volume menggunakan faktor pembagi 4.000.
- Berat aktual total: 15 kg x 100 kardus = 1.500 kg
- Berat volume: ((50 x 40 x 40) / 4.000) x 100 kardus = 2.000 kg
- Hasil: Berat volume pada contoh ini adalah 2.000 kg, sedangkan berat aktualnya 1.500 kg.
Dasar berat yang digunakan untuk penagihan tetap mengikuti ketentuan penyedia jasa pengiriman. Karena itu, konfirmasi faktor volumetrik dan aturan tarif sebelum membuat estimasi akhir.
3. Jalur Udara
Untuk contoh pengiriman udara, gunakan pembagi 6.000:
- Berat volume: ((50 x 40 x 40) / 6.000) x 100 kardus = 1.333,3 kg
- Berat aktual: 1.500 kg
- Hasil: Dalam contoh ini, berat aktual lebih besar daripada berat volume.
Ketentuan tarif udara dapat berbeda antar penyedia. Pastikan dasar perhitungannya sudah sesuai sebelum angka tersebut dipakai untuk menyusun anggaran.
Hal yang Perlu Diperhatikan saat Menghitung Kubikasi
Rumus memberi angka awal, tetapi kondisi barang di lapangan tetap perlu masuk dalam perhitungan.
- Barang berbeda ukuran: Kelompokkan barang berdasarkan dimensinya, hitung CBM masing-masing kelompok, lalu jumlahkan. Barang dengan bentuk tidak seragam juga bisa menyisakan ruang kosong saat disusun.
- Penggunaan palet: Kalau barang dikirim menggunakan palet, ukuran palet perlu ikut diperhitungkan. Muatan juga bisa memenuhi luas lantai kontainer lebih dulu meskipun secara total CBM masih terlihat cukup, terutama jika palet tidak dapat ditumpuk.
Tips Mengoptimalkan Muatan Kontainer
Setelah perhitungan kubikasi selesai, langkah berikutnya adalah melihat bagaimana barang benar-benar akan disusun. Dua muatan dengan total CBM yang sama belum tentu menggunakan ruang kontainer dengan cara yang sama.
1. Perhatikan Bentuk Barang
Barang dengan bentuk tidak seragam lebih mudah menyisakan celah. Jika memungkinkan, gunakan kemasan dengan ukuran yang lebih konsisten agar proses penyusunan lebih mudah.
2. Gunakan Palet Sesuai Kebutuhan
Palet membantu proses handling, tetapi juga menggunakan ruang. Perhitungkan ukuran palet bersama barang dan sesuaikan dengan dimensi kontainer yang dipakai.
3. Manfaatkan Ruang Vertikal
Jangan hanya menghitung panjang dan lebar. Tinggi kontainer juga bisa dimanfaatkan selama barang aman untuk ditumpuk, kemasan mampu menahan beban, dan susunannya tetap stabil selama perjalanan.
4. Sisakan Ruang untuk Handling
Memenuhi setiap celah bukan selalu pilihan terbaik. Barang tetap perlu ditata, diamankan, dibongkar, dan dipindahkan tanpa membuat proses handling menjadi sulit.
5. Cek Ulang Dimensi dan Jumlah Barang
Selisih ukuran yang terlihat kecil bisa menjadi besar ketika dikalikan puluhan atau ratusan koli. Sebelum menentukan kapasitas yang dibutuhkan, cek kembali satuan ukuran, jumlah barang, dan hasil perhitungannya.
Cara menghitung kubikasi kontainer pada dasarnya dimulai dari data yang sederhana: panjang, lebar, tinggi, jumlah barang, dan berat. Dari sana, bisnis bisa memperkirakan kebutuhan ruang dan membandingkannya dengan kapasitas kontainer maupun jenis layanan yang tersedia.
Perhitungan yang rapi juga membantu tim melihat pilihan pengiriman dengan lebih jelas. Bukan sekadar mencari kontainer yang cukup besar, tetapi menyesuaikan ruang, karakter barang, berat, dan kebutuhan operasionalnya.
Kalau pengelolaan pengiriman mulai melibatkan banyak rute dan muatan, Forwarder.ai membantu bisnis mengelola prosesnya dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.
Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis kamu!
Kirim Barang Tanpa Ribet. Semua Bisa dari Satu Platform!
Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.



