Ketika Anda merencanakan pengiriman barang dalam jumlah besar, ini adalah pertanyaan pertama yang kerap muncul, “Kira-kira butuh truk ukuran berapa, ya?” Jawabannya, terletak pada perhitungan kubikasi bak truk. Kubikasi adalah volume ruang muat dalam satuan meter kubik (m3) yang menunjukkan seberapa banyak barang bisa dimuat. Pemahaman mengenai cara menghitung kubikasi bak truk membantu para pelaku bisnis untuk memilih armada yang tepat sesuai kebutuhannya.
Yuk, kita bahas lebih lanjut dalam artikel ini!
Baca Juga: Jenis Truk dalam Logistik: Mana yang Sesuai untuk Bisnismu?
Rumus Menghitung Kapasitas Bak Truk
Kubikasi sebenarnya hanyalah perhitungan volume ruang muatan pada bak truk yang pada prinsipnya sama dengan menghitung volume kotak. Rumusnya cukup sederhana:
Volume (m3) = Panjang (m) x Lebar (m) x Tinggi (m)
Pastikan untuk mengukurnya dalam satuan meter. Jika ukuran yang tersedia dalam sentimeter (cm) konversikan terlebih dahulu ke meter.
Contoh 1: Truk Engkel
Sebuah truk engkel memiliki bak dengan ukuran panjang 3 meter, lebar 1,6 meter, tinggi 1,5 meter. Maka, perhitungannya:
Volume = 3 x 1,6 x 1,5 = 7,2 m3
Artinya, truk ini mampu menampung barang hingga 7,2 m3
Contoh 2: Truk Tronton
Untuk pengiriman skala besar, truk tonton punya dimensi yang lebih luas, yaitu panjang 6,5 meter, lebar 2,4 meter, dan tinggi 2,4 meter. Maka, perhitungannya:
Volume = 6,5 x 2,6 x 2,4 = 37,44 m3
Perlu diingat bahwa kapasitas ini hanyalah kapasitas kotor. Barang-barang seperti mesin atau furnitur tidak akan pernah bisa mengisi 100% ruang bak, karena pasti menyisakan celah di sudut-sudutnya.
Baca Juga: Ketahui Jenis-Jenis Truk dalam Pengiriman FTL
Contoh Perhitungan Muatan Truk

Setiap barang memiliki karakter yang berbeda saat masuk ke dalam bak. Untuk barang curah seperti pasir atau kerikil, perhitungannya jauh lebih sederhana, karena material tersebut akan mengisi setiap sudut ruang secara otomatis. Beda halnya kalau Anda mengirimkan paket-paket dalam kardus atau barang bervolume besar.
Bayangkan Anda ingin mengirim 200 kardus produk dengan dimensi per dus 0,4 m x 0,3 m x 0,3 m. Berikut adalah perhitungannya:
- Volume satu kardus: P x L x T= 0,4 x 0,3 x 0,3 = 0,036 m3
- Total volume barang: 0,036 x 200 = 7,2 m3
Jika kapasitas bak truk Anda hanya 6 m3, muatan tersebut tentu tidak akan masuk semuanya. Anda butuh truk yang lebih besar seperti Colt Diesel Double (CDD) yang kapasitas rata-ratanya 12–14 m3.
Baca Juga: Truk CDD vs CDE: Mana yang Cocok untuk Kebutuhan Logistikmu?
Kesalahan Umum dalam Perhitungan
Perhitungan kubikasi terlihat cukup sederhana, tetapi banyak orang masih melakukan kesalahan kecil yang berpengaruh pada perencanaan logistik secara keseluruhan. Adapun beberapa kesalahan yang sering terjadi di lapangan di antaranya:
1. Hanya Menghitung Volume, Lupa Batas Tonase
Untuk material berat seperti pasir atau batu, batas tonase sering kali terpenuhi lebih dulu sebelum bak penuh. Jadi, pastikan juga untuk selalu mengecek kapasitas maksimal truk dalam ton, ya.
2. Tidak Memperhitungkan Jenis Barang
Barang ringan tapi besar seperti kursi plastik, akan memenuhi kapasitas ruang lebih cepat. Berbeda halnya dengan barang padat, tetapi berat seperti besi. Biasanya barang berat akan mencapai batas tonase terlebih dahulu.
3. Mengabaikan Faktor Kelembaban
Pasir basah bisa 20% lebih berat dari pasir kering. Jika musim hujan, kurangi estimasi volume untuk menghindari overload.
4. Tidak Menghitung Tinggi Muatan Secara Aktual
Tinggi barang setelah dimuat bisa berbeda dari tinggi bak, terutama jika barang ditumpuk melebihi bibir bak. Pastikan untuk mengukur tinggi total muatan, bukan hanya tinggi bak kosong.
Baca Juga: 5 Jenis Mobil Pengangkut Barang Paling Populer di Indonesia
5. Salah Mengkonversi Satuan Ukuran
Menggunakan sentimeter tanpa mengubah ke satuan meter adalah kesalahan yang paling umum terjadi. Kalau sampai lupa, angka kubikasi bisa meleset jauh dari yang seharusnya.
6. Tidak Memperhitungkan Ruang Kosong Dalam Bak Truk
Bentuk bak truk mungkin tidak presisi berbentuk persegi panjang sempurna. Ada lengkungan di sisi-sisi tertentu yang mengurangi volume ruang efektif secara keseluruhan. Gunakan ukuran rata-rata atau ukur bagian tersempit sebagai estimasi saat menyesuaikan ukuran muatan dan ruang dalam truk.
7. Mengabaikan Metode Penataan Barang
Cara penyusunan barang mempengaruhi berapa banyak barang yang bisa masuk. Barang yang ditata rapi tanpa celah dapat memaksimalkan penggunaan ruang, sementara penataan acak bisa menyisakan banyak ruang kosong. Jadi, pastikan untuk menata muatan serapi mungkin agar ruang dalam truk bisa Anda gunakan seefisien mungkin.
Dalam praktik logistik di lapangan, memahami cara menghitung kubikasi bak truk membantu pelaku bisnis untuk bisa membaca kapasitas armada secara lebih realistis. Perhitungan ini tidak hanya berguna untuk menentukan jumlah muatan dalam satu pengiriman, tetapi juga membantu merencanakan jumlah armada, biaya distribusi, hingga efisiensi pengiriman. Ketika pelaku bisnis dapat memahami konsep kubikasi dengan baik, mereka tentu bisa memanfaatkan ruang muatan secara lebih optimal.
Dalam distribusi skala besar, efisiensi ruang seperti ini sering kali jadi faktor yang menentukan kelancaran rantai pasok (supply chain). Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi.
Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.
Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!
Kirim Barang Tanpa Ribet. Semua Bisa dari Satu Platform!
Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.
Feeling enlightened? Share this article to more people.


