Home / Blog / Apa Itu Truk CDE dalam Logistik
Apa Itu Truk CDE dalam Logistik (freepik)

Apa Itu Truk CDE dalam Logistik

Jika truk CDD (Colt Diesel Double) punya ban belakang ganda, truk CDE adalah kebalikannya. Truk ini lebih kecil, bisa bermanuver di jalan sempit, dan jadi andalan untuk pengiriman dalam kota. Pemahaman mengenai apa itu truk CDE dalam konteks operasional logistik bisa membantu Anda mencocokkan kapasitas muatan dengan rute perjalanan sehingga distribusi barang tetap lancar dan efisien.

Pengertian Truk CDE dan Karakteristiknya

CDE adalah singkatan dari Colt Diesel Engkel. Istilah “engkel” merujuk pada konfigurasi roda belakang yang hanya memiliki satu sumbu. Struktur ini membuat ukuran kendaraan lebih ringkas dibandingkan truk CDD.

Oleh karena itu, truk CDE lebih mudah bermanuver di jalan sempit, gang, atau area dengan akses terbatas. Kalau dilihat dari perannya, CDE sering digunakan sebagai “penghubung terakhir” dalam distribusi, yaitu mengantar barang dari gudang ke titik akhir seperti toko atau konsumen.

Baca Juga: Jenis Truk dalam Logistik: Mana yang Sesuai untuk Bisnismu?

Kapasitas Muatan Truk CDE

Apa Itu Truk CDE dalam Logistik (freepik)
Apa Itu Truk CDE dalam Logistik (freepik)

Dari sisi kapasitas engkel berada di kelas ringan hingga menengah dengan ukuran standar:

  • Panjang: ±3,1 – 3,5 meter
  • Lebar: ±1,6 – 1,7 meter
  • Tinggi: ±1,5 – 1,6 meter

Dengan dimensi ini, kapasitas volumenya mencapai 6–8 CBM (meter kubik). Berat muatan maksimalnya sekitar 2–3 ton, tergantung jenis dan kondisi truk. Sebagai perbandingan, truk CDD bisa mengangkut 4–6 ton atau 10–13 CBM. Artinya, CDE hanya mampu membawa sekitar setengah dari kapasitas CDD.

Baca Juga: Kelebihan Truk Engkel untuk Distribusi

Kelebihan Truk Engkel

Jenis armada ini sering menjadi pilihan bukan karena kapasitasnya besar, tetapi karena efisiensinya. Berikut adalah kelebihan dari engkel:

1. Lincah di Jalan Sempit

Ukurannya yang lebih kecil membuat truk ini mudah masuk ke jalan sempit atau kawasan perumahan padat. Kelebihan ini tidak dimiliki armada berukuran besar.

2. Irit Bahan Bakar

Mesin CDE lebih kecil dan beban muatannya lebih ringan sehingga konsumsi BBM lebih hemat dibandingkan CDD dan armada lainnya yang lebih besar. Untuk pengiriman dalam kota dengan beberapa perhentian, perbedaannya terasa signifikan pada biaya operasionalnya.

3. Biaya Sewa Lebih Murah

Harga sewa engkel per hari atau per perjalanan lebih murah dari CDD sehingga cocok untuk bisnis dengan volume pengiriman kecil hingga menengah yang belum butuh kapasitas besar.

4. Akses Parkir Mudah

Truk ini tidak membutuhkan lahan parkir yang luas. Pengemudi tidak perlu pusing mencari tempat parkir yang muat, terutama di area padat.

5. Cukup Menggunakan SIM A

Dengan berat kendaraan di bawah 3,5 ton, truk engkel cukup menggunakan SIM A (kendaraan berpenumpang/barang ringan). Tidak perlu SIM B1 seperti CDD.

Baca Juga: Truk CDD vs CDE: Mana yang Cocok untuk Kebutuhan Logistikmu?

Kapan Menggunakan Truk CDE

Truk CDE sering jadi pilihan bukan karena kapasitasnya besar, melainkan karena efisiensi dan fleksibilitasnya. Pilih engkel jika:

  • Volume barang 2–3 ton atau 6–8 CBM
  • Rute dalam kota dengan akses jalan sempit, seperti ke pasar tradisional, toko di gang, atau kawasan perumahan
  • Pengiriman last mile dari gudang distribusi ke toko-toko atau konsumen akhir
  • Barang ringan, tetapi besar seperti furnitur, kursi plastik, atau produk kemasan yang tidak terlalu berat
  • Anda butuh fleksibilitas bongkar muat, karena CDE bisa parkir lebih dekat ke lokasi tujuan dibanding truk besar

Contoh penggunaan umum:

  • Distribusi sembako ke warung dan toko kelontong
  • Pengiriman barang kemasan (sabun, deterjen, mi instan) ke ritel
  • Mengangkut bahan bangunan volume kecil (semen, pasir, bata) untuk proyek rumah
  • Pindahan rumah atau kantor dengan barang tidak terlalu banyak
  • Logistik UMKM yang baru mulai berkembang

Sebagai catatan, engkel tidak cocok untuk barang dengan dimensi sangat panjang atau berat di atas 3 ton. Selain itu, armada satu ini juga tidak cukup stabil di kecepatan tinggi, jadi kurang ideal untuk perjalanan antar kota jarak jauh.

Memahami apa itu truk CDE membantu Anda memilih armada yang paling efisien untuk pengiriman skala kecil hingga menengah. Intinya, engkel menjadi solusi untuk pengiriman dalam kota yang butuh kelincahan, biaya operasional rendah, dan akses ke area sempit. Bagi bisnis yang fokus pada distribusi ritel atau last mile delivery, truk ini sering menjadi pilihan paling rasional.

Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.

Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top