Open top container adalah salah satu jenis container yang tidak punya atap permanen. Fungsinya adalah mengangkut muatan dengan tinggi yang melebihi bukaan pintu atau bentuknya menyulitkan proses loading menggunakan forklift.
Open top container banyak digunakan untuk pengiriman mesin industri, material konstruksi, hingga peralatan proyek yang masih muat di dalam dimensi container, tetapi memerlukan metode pemuatan yang berbeda dari container standar. Mari pelajari lebih banyak di sini!
Apa Itu Open Top Container?
Open top container adalah jenis container yang memiliki bagian atas terbuka dan ditutup menggunakan terpal (tarpaulin) khusus setelah proses pemuatan selesai. Berbeda dengan dry container yang memiliki atap permanen, open top dirancang agar barang dapat dimasukkan dari bagian atas menggunakan crane sehingga memudahkan pengangkutan muatan yang berukuran tinggi atau sulit dimasukkan melalui pintu belakang.
Secara umum, dimensi open top container hampir sama dengan dry container. Perbedaan utamanya terletak pada sistem penutup atap yang dapat dilepas saat proses loading berlangsung. Setelah barang berada di dalam container, bagian atas akan ditutup kembali menggunakan terpal yang dirancang untuk melindungi muatan dari hujan, debu, dan paparan cuaca selama perjalanan.
Open top container sering menjadi pilihan pada pengiriman ekspor maupun impor yang melibatkan barang berukuran tinggi tetapi tetap membutuhkan perlindungan layaknya container tertutup.
Kegunaan Open Top Container
Open top container memiliki berbagai fungsi dalam pengiriman barang yang membutuhkan metode loading khusus. Berikut beberapa kegunaannya.
1. Mengangkut barang yang terlalu tinggi
Beberapa jenis barang memiliki tinggi yang masih sesuai dengan kapasitas container, tetapi tidak dapat dimasukkan melalui pintu belakang. Sebagai contoh, mesin produksi dengan tinggi mendekati batas internal container lebih mudah diangkat menggunakan crane dari bagian atas. Dengan cara ini, barang tidak perlu dimiringkan atau dibongkar terlebih dahulu sehingga proses loading menjadi lebih aman.
2. Mempermudah proses loading menggunakan crane
Open top container memungkinkan barang dimuat secara vertikal menggunakan crane. Misalnya, sebuah transformator industri dapat langsung diangkat menggunakan sling dan crane, kemudian diturunkan perlahan ke dalam container. Metode ini mengurangi risiko benturan yang sering terjadi apabila barang dipaksa masuk melalui pintu belakang menggunakan forklift.
3. Mengirim mesin industri
Generator, boiler, kompresor, hingga transformator merupakan contoh mesin industri yang sering dikirim menggunakan open top container. Karena bobot dan dimensinya cukup besar, proses loading biasanya dilakukan menggunakan crane. Setelah mesin berada di dalam container, operator akan memasang lashing pada beberapa titik pengikat agar posisi barang tetap stabil selama pengiriman.
4. Mengangkut material konstruksi
Material konstruksi seperti marmer berukuran besar, kaca industri, gulungan baja, maupun pipa pendek sering menggunakan open top container. Barang diangkat dari atas menggunakan crane sehingga risiko retak atau pecah akibat proses pemindahan dapat diminimalkan dibandingkan apabila harus dimasukkan melalui pintu belakang.
5. Mendukung pengiriman proyek
Berbagai perlengkapan proyek seperti panel listrik, tangki kecil, maupun komponen industri sering memanfaatkan open top container karena proses loading menjadi lebih cepat. Hal ini sangat membantu pada proyek konstruksi yang memiliki jadwal pengiriman ketat sehingga proses bongkar muat perlu dilakukan secara efisien.
Ukuran Open Top Container
Open top container umumnya tersedia dalam ukuran 20 feet dan 40 feet. Pemilihannya disesuaikan dengan dimensi serta berat barang yang akan dikirim.
1. Open top container 20 feet
Open top container 20 feet memiliki panjang sekitar 6,06 meter, lebar 2,44 meter, dan tinggi sekitar 2,59 meter. Ukuran ini cocok digunakan untuk mengangkut generator, mesin produksi, transformator kecil, maupun material konstruksi yang masih dapat dimuat dalam panjang sekitar enam meter.
Selain dimensinya yang lebih ringkas, open top 20 feet juga lebih mudah digunakan pada lokasi proyek yang memiliki area manuver terbatas.
2. Open top container 40 feet
Open top container 40 feet memiliki panjang sekitar 12,19 meter dengan lebar sekitar 2,44 meter dan tinggi sekitar 2,59 meter.
Container ini sering digunakan untuk mengangkut mesin industri berukuran besar, struktur baja, maupun material konstruksi yang membutuhkan ruang lebih panjang. Dengan kapasitas yang lebih besar, perusahaan dapat mengirim lebih banyak muatan dalam satu container sehingga distribusi menjadi lebih efisien.
Contoh Muatan yang Cocok Menggunakan Open Top Container
Open top container paling efektif digunakan untuk barang yang sulit dimasukkan melalui pintu belakang, tetapi masih sesuai dengan dimensi internal container.
- Mesin industri: Generator, boiler, transformator, dan kompresor industri.
- Material konstruksi: Marmer, granit, kaca berukuran besar, maupun gulungan baja.
- Peralatan proyek: Tangki kecil, panel listrik, dan berbagai perlengkapan konstruksi.
- Barang dengan tinggi mendekati batas container: Muatan yang masih sesuai dengan dimensi internal container tetapi tidak dapat melewati bukaan pintu belakang dapat dimasukkan melalui bagian atas menggunakan crane.
- Heavy cargo: Barang dengan bobot besar yang memerlukan proses pengangkatan vertikal lebih mudah dimuat menggunakan open top sehingga distribusi beban di dalam container dapat diatur dengan lebih baik.
Keuntungan Menggunakan Open Top Container
Open top container menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan container standar, terutama untuk barang yang memerlukan metode loading khusus.
- Mempermudah proses loading menggunakan crane karen barang dapat dimasukkan langsung dari bagian atas tanpa harus melewati pintu container.
- Mengurangi risiko kerusakan saat loading karena barang tidak perlu dimiringkan atau diputar hanya agar dapat masuk atau keluar container.
- Tetap memberikan perlindungan terhadap cuaca karena bagian atas container ditutup menggunakan terpal khusus untuk melindungi muatan dari hujan dan debu.
Perbedaan Open Top Container, Flat Rack, dan Dry Container
Ketiga jenis container ini memiliki fungsi yang berbeda sehingga pemilihannya harus disesuaikan dengan karakteristik barang.
- Struktur: Dry container memiliki dinding dan atap permanen, open top menggunakan atap berupa terpal yang dapat dilepas, sedangkan flat rack tidak memiliki dinding samping dan hanya memiliki end wall pada bagian depan serta belakang.
- Metode loading: Dry container dimuat melalui pintu belakang menggunakan forklift, open top memungkinkan loading dari bagian atas menggunakan crane, sedangkan flat rack dapat dimuat dari atas maupun samping karena sisi container terbuka.
- Jenis muatan: Dry container cocok untuk barang umum, open top digunakan untuk barang yang terlalu tinggi atau sulit melewati pintu container, sedangkan flat rack diperuntukkan bagi barang over dimension yang melebihi lebar atau tinggi container.
- Perlindungan barang: Dry container memberikan perlindungan penuh, open top tetap melindungi barang menggunakan terpal setelah proses loading selesai, sedangkan flat rack biasanya memerlukan perlindungan tambahan tergantung jenis muatannya.
Sudah Paham Apa Itu Open Top Container?
Open top container memiliki desain yang terbuka pada bagian atasnya. Namun, nantinya muatan akan tetap ditutup dengan terpal khusus untuk menghindari hujan dan debu. Jenis container ini cocok untuk barang yang punya dimensi tinggi melebihi ukuran container biasa.
Jika mau menggunakan container open top namun masih ragu, konsultasikan saja spesifikasi barang kamu kepada freight forwarder. Forwarder.ai sebagai freight forwarder terpercaya siap menjawab pertanyaan kamu seputar logistik. Kamu juga bisa menggunakan jasa pengiriman cargo dari Forwarder.ai untuk mendapatkan harga termurah, baik untuk pengiriman udara, darat, maupun laut.

