Home / Blog / Just in Time (JIT): Pengertian dan Cara Kerjanya dalam Bisnis
Just in Time (JIT): Pengertian dan Cara Kerjanya dalam Bisnis

Just in Time (JIT): Pengertian dan Cara Kerjanya dalam Bisnis

Dalam rantai pasok, bahan baku yang datang terlalu cepat ataupun terlambat sama-sama bisa menimbulkan masalah. Persediaan yang tiba jauh sebelum jadwal produksi akan menambah biaya penyimpanan dan membuat modal mengendap lebih lama. Sebaliknya, keterlambatan pengiriman dapat menghambat proses produksi hingga berdampak pada distribusi ke pelanggan. Strategi Just in Time (JIT) hadir untuk memastikan bahan baku tiba sesuai jadwal produksi dan kebutuhan bisnis.

Yuk, kita kupas tuntas mulai dari pengertian, cara kerja, hingga risikonya dalam artikel ini!

Pengertian Strategi Just in Time (JIT)

Just in Time (JIT): Pengertian dan Cara Kerjanya dalam Bisnis (magnific)
Just in Time (JIT): Pengertian dan Cara Kerjanya dalam Bisnis (magnific)

Just in Time adalah strategi pengelolaan rantai pasok yang menyelaraskan waktu pengadaan bahan baku dengan kebutuhan produksi dan permintaan pelanggan. Alih-alih menyimpan persediaan dalam jumlah besar, perusahaan hanya mendatangkan material mendekati waktu produksi. Pendekatan ini membantu bisnis meminimalkan biaya penyimpanan sekaligus menjaga arus kas tetap sehat. Selama pasokan berjalan sesuai rencana, perusahaan dapat memenuhi kebutuhan operasional tanpa harus menumpuk stok di gudang.

Strategi Just in Time (JIT) mulai dikenal luas melalui Toyota Production System (TPS), yang mengutamakan efisiensi dengan menghadirkan material sesuai kebutuhan produksi. Seiring waktu, pendekatan ini juga banyak diterapkan di berbagai industri untuk membantu menyelaraskan proses pengadaan, logistik, dan produksi.

Penerapan strategi ini membutuhkan koordinasi yang baik dalam setiap rangkaian rantai pasok. Pengadaan bahan baku, pengiriman, hingga proses produksi harus berjalan sesuai jadwal agar operasional tetap lancar tanpa harus menyimpan stok dalam jumlah besar.

Baca Juga: Just in Case vs Just in Time: Mana yang Cocok untuk Bisnismu?

Bagaimana Cara Kerja JIT dalam Mengelola Stok dan Produksi?

Penerapan JIT tidak hanya bergantung pada jumlah stok yang perusahaan miliki. Strategi ini mengandalkan koordinasi antarpihak agar setiap proses, mulai dari pengadaan hingga distribusi berjalan sesuai jadwal. Ketika salah satu tahapan mengalami keterlambatan, seluruh alur operasional juga bisa terdampak.

Secara umum, alur kerja Just in Time mencakup beberapa tahapan berikut:

  • Memperkirakan Kebutuhan Berdasarkan Permintaan

Proses dimulai dengan memperkirakan kebutuhan produksi berdasarkan data penjualan, riwayat permintaan, maupun proyeksi pasar. Informasi tersebut menjadi acuan untuk menentukan jumlah bahan baku yang perlu disiapkan. Semakin akurat perencanaannya, makin kecil pula risiko kelebihan atau kekurangan stok. Tahapan ini menjadi fondasi agar seluruh rangkaian rantai pasok bisa berjalan sesuai rencana.

  • Menyesuaikan Jadwal Pengadaan dengan Rencana Produksi

Setelah mengetahui kebutuhan bisnis, perusahaan akan mengatur jadwal pembelian bahan baku agar sesuai dengan waktu produksi. Material dikirim sesuai jadwal produksi sehingga persediaan tidak menumpuk di gudang, tetapi tetap tersedia saat dibutuhkan. Cara ini membantu perusahaan menggunakan modal dengan lebih efisien. Ruang penyimpanan pun bisa dimanfaatkan secara optimal.

  • Menjaga Koordinasi dengan Pemasok dan Penyedia Jasa Logistik

Keberhasilan strategi Just in Time sangat bergantung dengan ketepatan waktu pengiriman. Supplier perlu memahami jadwal dan kebutuhan perusahaan, sementara penyedia jasa logistik harus memastikan material tiba tepat waktu. Komunikasi yang baik antarpihak menjadi kunci agar proses pengadaan berjalan lancar. Semakin baik koordinasinya, makin kecil juga risiko terhambatnya proses produksi.

  • Memantau Pergerakan Barang Secara Real-time

Perusahaan perlu memantau pergerakan bahan baku selama proses pengiriman sekaligus mengecek persediaan di gudang secara real-time. Banyak bisnis memanfaatkan sistem ERP, Warehouse Management System (WMS), maupun sistem tracking pengiriman agar informasi lokasi terkini barang terus ter-update. Data tersebut membantu perusahaan untuk mengambil keputusan lebih cepat apabila terjadi perubahan jadwal atau kendala distribusi.

Bisnis Seperti Apa yang Cocok Menerapkan JIT?

Tidak semua bisnis cocok menggunakan strategi Just in Time. Strategi ini lebih efektif bagi perusahaan yang dapat memperkirakan kebutuhan bahan baku berdasarkan jadwal produksi maupun permintaan pelanggan. Berikut adalah beberapa sektor bisnis yang cocok menerapkan strategi ini:

  • Industri Manufaktur

Industri manufaktur biasanya memiliki jadwal produksi yang sudah terencana sejak jauh-jauh hari. Kondisi tersebut memudahkan perusahaan menentukan kapan bahan baku perlu dipesan dan dikirim. Dengan begitu, material dapat langsung digunakan saat proses produksi dimulai tanpa harus tersimpan terlalu lama. Cara ini juga membantu perusahaan mengoptimalkan penggunaan modal usaha.

  • Industri Otomotif dan Elektronik

Produk otomotif maupun elektronik terdiri dari berbagai komponen dari berbagai pemasok. JIT membentuk menyelaraskan jadwal pengiriman setiap komponen agar tiba sesuai kebutuhan proses perakitan. Koordinasi seperti ini mengurangi risiko keterlambatan produksi akibat material yang belum tersedia. Di sisi lain, perusahaan juga tidak perlu menyimpan komponen produk dalam jumlah besar untuk waktu yang lama.

  • Bisnis dengan Permintaan yang Relatif Stabil

Perusahaan dengan tingkat permintaan yang stabil umumnya lebih mudah untuk memperkirakan kebutuhan bahan baku. Perencanaan pengadaan pun dapat dilakukan dengan lebih akurat, karena perubahan permintaan tidak terlalu drastis. Meskipun demikian, perusahaan tetap perlu memantau tren pasar agar rencana pengadaan dapat disesuaikan kalau sewaktu-waktu terjadi perubahan.

Apa Risiko Menerapkan JIT bagi Rantai Pasok?

JIT memang dapat meningkatkan efisiensi operasional, tetapi strategi ini juga membuat perusahaan lebih bergantung pada kelancaran rantai pasok. Ketika pasokan bahan baku tidak datang sesuai jadwal, proses produksi maupun distribusi bisa ikut terdampak. Berikut adalah beberapa risiko penerapan strategi ini dalam rantai pasok:

  • Keterlambatan dari Pemasok

Jika supplier tidak dapat mengirimkan bahan baku sesuai jadwal, proses produksi berpotensi ikut tertunda. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh bagian produksi, tetapi juga bisa memengaruhi jadwal distribusi ke pelanggan. Ketepatan waktu menjadi faktor yang sangat penting dalam penerapan JIT. Pemilihan supplier yang andal menjadi salah satu langkah untuk mengurangi risiko keterlambatan.

  • Gangguan Transportasi dan Distribusi

Kemacetan, cuaca ekstrem, maupun kendala operasional di pelabuhan atau bandara dapat menghambat pengiriman bahan baku. Ketika material datang terlambat, perusahaan akan kesulitan untuk menyesuaikan proses produksi. Situasi tersebut dapat memicu keterlambatan pada tahapan berikutnya dalam rantai pasok. Oleh karena itu, visibilitas menjadi bagian penting dalam strategi ini.

  • Perubahan Permintaan yang Sulit Diprediksi

Efektivitas dari penerapan strategi ini meningkat ketika kebutuhan pasar dapat diperkirakan dengan akurat. Lonjakan permintaan yang terjadi secara tiba-tiba dapat membuat persediaan bahan baku cepat habis sebelum pasokan berikutnya tiba. Jika kondisi ini tidak diantisipasi, perusahaan berisiko kehilangan peluang penjualan. Perencanaan permintaan yang baik menjadi salah satu cara untuk mengurangi risiko tersebut.

Apa Syarat Utama agar JIT Berjalan Efektif?

Keberhasilan strategi Just in Time tidak bergantung pada satu faktor saja. Berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu persiapkan sebelum menerapkannya:

  • Memiliki Mitra Supplier yang Andal

Supplier harus bisa memenuhi jadwal pengiriman dengan konsisten. Ketepatan waktu menjadi salah satu faktor yang menentukan kelancaran produksi ketika perusahaan tidak menyimpan banyak stok cadangan. Hubungan kerja sama yang baik juga memudahkan kedua belah pihak menyesuaikan rencana apabila terjadi perubahan kebutuhan. Semakin stabil kinerja pemasok, makin kecil pula potensi gangguan pada rantai pasok.

  • Data yang Akurat

Perencanaan pengadaan tidak dapat dipisahkan dari data permintaan yang akurat. Informasi penjualan, proyeksi pasar, maupun jadwal produksi perlu diperbarui secara berkala agar keputusan pengadaan tetap relevan. Kesalahan dalam memperkirakan kebutuhan dapat menyebabkan kekurangan maupun kelebihan persediaan. Oleh karena itu, pengambilan keputusan berbasis data menjadi hal yang krusial dalam JIT.

  • Manfaatkan Sistem Pemantauan Real-time

Perusahaan perlu mengetahui secara real-time kondisi persediaan dan proses pengiriman. Sistem ERP, WMS, maupun teknologi pelacakan logistik membantu perusahaan memperoleh informasi terbaru tanpa harus menunggu laporan manual. Dengan data yang terus ter-update, potensi kendala operasional bisa terdeteksi lebih cepat. Perusahaan juga punya waktu lebih untuk menyesuaikan rencana sebelum kendala tersebut berdampak pada operasional.

  • Menyiapkan Rencana Mitigasi

Meskipun perencanaan sudah dilakukan dengan baik, gangguan pada rantai pasok tetap mungkin terjadi. Perusahaan sebaiknya memiliki mitra supplier alternatif, penyedia jasa logistik lain atau prosedur darurat ketika pasokan terlambat datang. Langkah antisipasi seperti ini membantu menjaga keberlangsungan operasional ketika situasi tidak berjalan sesuai rencana. JIT yang baik bukan hanya mengutamakan efisiensi, tetapi juga kesiapan untuk menghadapi risiko di lapangan.

Just in Time (JIT) adalah strategi pengelolaan rantai pasok yang memastikan bahan baku tersedia tepat saat dibutuhkan, bukan jauh sebelum proses produksi dimulai. Pendekatan ini membantu perusahaan mengurangi biaya penyimpanan, memanfaatkan modal dengan lebih efisien, dan menjaga kelancaran operasional. Namun, manfaat tersebut hanya dapat dicapai apabila tim pengadaan, logistik, supplier, dan produksi berjalan selaras dengan koordinasi yang baik. Pada akhirnya, strategi ini akan berjalan efektif jika setiap pihak dalam rantai pasok mampu menjalankan perannya sesuai jadwal.

Agar pengelolaan pengiriman lebih terstruktur dan mudah dipantau, perusahaan dapat memanfaatkan solusi logistik yang terintegrasi. Forwarder.ai membantu bisnis mengelola pengiriman secara efisien dalam satu platform, mulai dari perencanaan hingga tracking kargo secara real-time.

Cek layanan Forwarder.ai untuk berbagai pilihan pengiriman terbaik, cek rute, hingga cek biaya kirim sesuai kebutuhan bisnis Anda!

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top