Home / Blog / Apa Itu FOB (Free on Board), Jenis, dan Bedanya dengan CIF
FOB Shipping Point vs FOB Destination Point

Apa Itu FOB (Free on Board), Jenis, dan Bedanya dengan CIF

Pernah dengar istilah FOB Shipping Point dan FOB Destination saat mengurus pengiriman barang?

Dua istilah ini sering muncul dalam logistik dan bisa berdampak besar pada biaya, risiko, dan kepemilikan barang dalam transaksi jual beli.

Kalau salah pilih, bisa-bisa kamu malah harus menanggung biaya atau risiko yang sebenarnya bukan tanggung jawabmu!

Nah, biar nggak bingung dan bisa menentukan pilihan yang paling menguntungkan buat bisnismu, yuk simak penjelasan lengkapnya di artikel ini!

Apa Itu FOB (Free on Board)?

Free on Board adalah istilah perdagangan internasional yang mengatur pembagian tanggung jawab antara penjual dan pembeli dalam pengiriman barang. Berdasarkan Incoterms 2020, FOB berarti penjual telah memenuhi kewajibannya begitu barang dimuat ke atas kapal di pelabuhan muat yang telah disepakati.

Setelah barang berada di atas kapal, semua risiko, biaya freight, dan tanggung jawab beralih penuh ke pembeli. Penjual bertanggung jawab mengurus izin ekspor, biaya angkut ke pelabuhan, dan biaya muat ke kapal. Pembeli menanggung semua biaya dan risiko setelah itu.

Penting untuk dipahami: FOB dalam Incoterms 2020 hanya berlaku untuk transportasi via kapal laut dan perairan darat. Untuk pengiriman udara, truk, atau multimodal, Incoterms yang tepat adalah FCA (Free Carrier), bukan FOB.

Cara Kerja FOB dalam Transaksi Ekspor Impor

Dalam transaksi FOB, tanggung jawab terbagi jelas antara penjual dan pembeli berdasarkan titik muat yang disepakati. Berikut adalah pembagian kewajiban masing-masing pihak.

Kewajiban Penjual (Eksportir)

Penjual menanggung semua biaya dan mengurus semua dokumen hingga barang naik ke kapal. Ini mencakup pengiriman barang dari gudang ke pelabuhan, pengurusan izin dan kepabeanan ekspor, biaya Terminal Handling Charge (THC), serta biaya loading ke atas kapal.

Kewajiban Pembeli (Importir)

Begitu barang ada di atas kapal, semua kewajiban beralih ke pembeli. Pembeli harus membayar biaya freight (ongkos angkut laut), membeli asuransi kargo, mengurus izin impor dan kepabeanan di negara tujuan, serta menanggung semua risiko kerusakan atau kehilangan selama perjalanan.

Dokumen Utama dalam Transaksi FOB

Dokumen kunci dalam transaksi FOB adalah Bill of Lading (B/L), yaitu bukti resmi bahwa barang telah dimuat ke atas kapal. B/L juga berfungsi sebagai dokumen kepemilikan yang wajib diserahkan untuk mengambil barang di pelabuhan tujuan. Pahami lebih dalam fungsi dan cara kerja B/L di artikel kami tentang fungsi penting Bill of Lading dalam pengiriman barang.

Dokumen pendukung lainnya meliputi Commercial Invoice, Packing List, Certificate of Origin, dan dokumen izin ekspor dari negara asal.

Apa Itu FOB Shipping Point?

FOB Shipping Point adalah ketentuan yang menyatakan bahwa begitu barang dikirim dari gudang penjual, tanggung jawabnya langsung pindah ke pembeli.

Jadi, setelah barang masuk ke truk, kapal, atau pesawat, risiko apapun yang terjadi selama perjalanan sudah menjadi urusan pembeli.

Siapa yang menanggung ongkos kirim FOB Shipping Point?

Pembeli yang harus bayar biaya pengiriman, termasuk asuransi dan risiko selama perjalanan.

Contoh:

Kamu punya bisnis di Surabaya dan beli bahan baku dari supplier di Jakarta dengan perjanjian FOB Shipping Point. Begitu barang dikirim dari gudang supplier dan masuk ke ekspedisi, segala risiko (seperti barang rusak atau hilang) jadi tanggung jawab kamu. Kalau ada masalah, kamu yang harus mengurus klaim atau menggantinya sendiri.

Baca Juga: Apa Itu Supply Chain Management dan Tujuannya?

Apa Itu FOB Destination Point?

Nah, FOB Destination Point kebalikan dari FOB Shipping Point.

FOB Destination Point adalah ketentuan yang menyatakan bahwa tanggung jawab barang tetap di tangan penjual sampai barang benar-benar sampai di alamat pembeli.

Siapa yang bayar ongkos kirim FOB Destination Point?

Penjual yang tanggung semua biaya sampai barang sampai ke tujuan dengan aman.

Contoh:

Kamu beli mesin produksi dari supplier di Bandung dengan perjanjian FOB Destination Point ke gudangmu yang ada di Medan. Kalau barang rusak atau hilang selama pengiriman, maka itu masih jadi urusan supplier. Barang baru dianggap milikmu setelah diterima dalam kondisi baik.

Baca Juga: Perbedaan First Mile, Mid Mile, dan Last Mile dalam Logistik

Perbedaan FOB Shipping Point vs FOB Destination Point

AspekFOB Shipping PointFOB Destination Point
Perpindahan KepemilikanSaat barang diserahkan ke pengangkut di lokasi penjualSaat barang diterima pembeli di lokasi tujuan
Tanggung Jawab RisikoDitanggung pembeli sejak barang diserahkan ke pengangkutDitanggung penjual hingga barang tiba di tujuan
Biaya PengirimanDitanggung pembeliDitanggung penjual
AsuransiTanggung jawab pembeliTanggung jawab penjual
Pencatatan Akuntansi PenjualCatat penjualan saat barang dikirimkanCatat penjualan saat barang diterima pembeli
Cocok untukPembeli dengan jaringan logistik sendiriPembeli yang ingin kepastian penuh tanpa urus pengiriman

Kapan Sebaiknya Pakai FOB Shipping Point atau FOB Destination Point?

Pemilihan ini tergantung dari kebutuhan dan negosiasi antara pembeli dan penjual. Tapi, ada beberapa pertimbangan yang bisa jadi patokan:

Gunakan FOB Shipping Point jika:

  • Kamu ingin lebih fleksibel mengatur biaya dan asuransi pengiriman.
  • Barang yang dibeli jumlahnya banyak dan dikirim secara berkala.
  • Kamu punya kerja sama dengan jasa ekspedisi yang lebih murah.

Gunakan FOB Destination Point jika:

  • Kamu ingin barang sampai dengan aman tanpa harus urus pengiriman.
  • Lebih suka harga all-in supaya nggak ribet hitung ongkos kirim.
  • Barang yang dibeli bernilai tinggi dan butuh jaminan keamanan ekstra.

Mana yang Lebih Menguntungkan?

Nggak ada jawaban pasti karena semuanya tergantung kebutuhan bisnis kamu. Kalau kamu punya jaringan logistik sendiri dan ingin lebih irit dalam urusan pengiriman, FOB Shipping Point lebih menguntungkan. Tapi kalau nggak mau ribet dan ingin supplier yang urus semua, FOB Destination Point lebih oke.

Biasanya perusahaan besar lebih suka FOB Shipping Point karena bisa mengontrol biaya pengiriman dan mendapatkan harga lebih murah dengan kontrak jangka panjang bersama ekspedisi.

Sementara itu, bisnis kecil dan menengah seringnya lebih memilih FOB Destination Point karena lebih praktis.

Baca Juga: Perbedaan Truk CDD dan CDE, Ini Fungsinya dalam Logistik

Komponen Biaya dalam Harga FOB

Harga FOB bukan sekadar harga barang di gudang penjual. Ada beberapa komponen biaya yang harus dihitung penjual untuk menetapkan harga FOB yang akurat kepada pembeli.

Rumus sederhana harga FOB adalah:

Harga FOB = Harga Barang (EXW) + Biaya Transportasi ke Pelabuhan + Biaya THC + Biaya Kepabeanan Ekspor + Biaya Muat ke Kapal

Sebagai contoh, eksportir di Surabaya menawarkan produk ke buyer di Singapura. Harga barang di gudang (EXW) adalah Rp500.000/kg. Biaya angkut ke Pelabuhan Tanjung Perak, THC, dokumen ekspor, dan biaya forwarder totalnya Rp20.000/kg. Maka, harga FOB Tanjung Perak menjadi Rp520.000/kg.

Cara penulisan harga FOB selalu menyertakan nama pelabuhan muat. Contohnya: “FOB Tanjung Priok USD 5.000/MT” atau “FOB Tanjung Perak Rp520.000/kg”. Ini penting agar tidak ada ambiguitas tentang titik perpindahan risiko. Untuk memahami lebih dalam cara menghitung semua komponen biaya pengiriman, baca panduan kami tentang cara benar menghitung freight cost.

FOB vs CIF dan Incoterms Lain: Mana yang Tepat untuk Bisnismu?

FOB adalah salah satu dari 11 Incoterms yang ditetapkan ICC dalam Incoterms 2020. Pemilihan Incoterms yang tepat bergantung pada kemampuan logistik, posisi negosiasi, dan siapa yang lebih efisien mengurus pengiriman.

FOB vs CIF

Perbedaan utama FOB dan CIF ada pada siapa yang mengatur dan membayar freight serta asuransi. Dalam CIF (Cost, Insurance, and Freight), penjual menanggung biaya freight dan asuransi hingga barang tiba di pelabuhan tujuan. Dalam FOB, biaya dan risiko tersebut menjadi tanggung jawab pembeli sejak barang naik kapal di pelabuhan asal.

FOB memberikan kontrol biaya lebih besar bagi pembeli yang sudah memiliki hubungan dengan shipping line. CIF lebih praktis untuk pembeli yang belum memiliki pengalaman mengurus freight internasional. Simak perbandingan lengkapnya di artikel kami: Apa Itu CIF? Kenali Bedanya dengan FOB.

FOB vs FCA: Rekomendasi untuk Pengiriman Kontainer

Untuk pengiriman menggunakan kontainer, ICC secara resmi merekomendasikan FCA (Free Carrier) sebagai pengganti FOB. Alasannya: dalam praktiknya, barang kontainer diserahkan penjual di terminal kontainer, bukan langsung di atas kapal. FCA lebih akurat dalam menetapkan titik perpindahan risiko untuk pengiriman kontainer modern.

Banyak eksportir masih menggunakan FOB untuk kontainer karena alasan historis dan persyaratan Letter of Credit. Namun, secara teknis, FCA adalah pilihan yang lebih tepat dan direkomendasikan ICC untuk moda pengiriman ini.

FOB vs DDP

DDP (Delivered Duty Paid) berada di ujung berlawanan dari FOB. Dalam DDP, penjual menanggung semua biaya dan risiko hingga barang diterima di lokasi pembeli, termasuk bea masuk dan pajak impor. DDP memberikan kenyamanan tertinggi bagi pembeli, tetapi membebankan tanggung jawab maksimal pada penjual. Pelajari selengkapnya di artikel tentang Delivery Duty Paid (DDP) dalam logistik.

IncotermsTanggung Jawab Penjual BerakhirModa TransportasiSiapa Urus Asuransi
EXWDi gudang/lokasi penjualSemua modaPembeli
FCASaat diserahkan ke carrier di lokasi yang disepakatiSemua moda (termasuk kontainer)Pembeli
FOBSaat barang dimuat ke kapal di pelabuhan asalLaut / perairan darat sajaPembeli
CIFSaat barang dimuat ke kapal (tapi penjual bayar freight dan asuransi)Laut / perairan darat sajaPenjual (wajib, minimal)
DDPDi lokasi tujuan pembeli, termasuk bea masukSemua modaPenjual

Kirim Barang Makin Gampang dengan forwarder.ai

Mau pilih FOB Shipping Point atau FOB Destination Point, semuanya tergantung kebutuhan bisnis kamu, ya.

Kalau ingin lebih hemat dan bebas mengatur pengiriman sendiri, FOB Shipping Point bisa jadi pilihan tepat. Tapi kalau mau lebih praktis dan nggak mau ribet urus logistik, FOB Destination Point lebih cocok.

Nah, biar pengiriman barang makin gampang dan nggak bikin pusing, coba deh pakai forwarder.ai. Dengan sistem digital yang canggih, kamu bisa tracking barang secara real-time, dapat harga terbaik, dan urus pengiriman dengan lebih efisien.

Cek langsung di forwarder.ai dan optimalkan supply chain bisnis kamu sekarang!

Nikmati voucher hingga 200K untuk pengiriman pertamamu. Langsung berlaku dan otomatis terpotong saat checkout.

Feeling enlightened? Share this article to more people.
Scroll to Top